<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Airflow Pattern Simulation in Open Type Wind Tunnel with Test Section 40 cm X 40 cm X 80 cm</article-title>
        <subtitle>Simulasi Pola Aliran Udara pada Wind Tunnel Type Terbuka dengan Test Section 40 cm X 40 cm X 80 cm</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-33d417e8ce2b3a393bf9bfa2edefdd9e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Fakhruhrozi</surname>
            <given-names>Achmad Jakfar</given-names>
          </name>
          <email>jakfarrozi@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-9295cbb761059d7ecdebe23c17f46ec9" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mulyadi</surname>
            <given-names>Mulyadi</given-names>
          </name>
          <email>mulyadi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-10-29">
          <day>29</day>
          <month>10</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-67662f645dbfc4f44b18f10799f92426">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-67">Wind tunnel </italic>merupakan suatu peralatan berbentuk tabung atau lorong yang digunakan dalam penelitian aerodinamis untuk mempelajari fenomena yang terjadi pada udara bergerak pada kecepatan tertentu yang melewati suatu benda padat <italic id="_italic-68">solid objects </italic>[1] <italic id="_italic-69">wind tunnel </italic>memegang peranan penting dalam kehidupan manusia contohnya desain pesawat terbang dan bodi mobil dengan adanya <italic id="_italic-70">wind tunnel </italic>ini yang fungsinya untuk mensimulasi sebuah kondisi udara terhadap suatu model.[2]</p>
      <p id="_paragraph-16">Keberadaaan alat ini sangat dibutuhkan bagi dunia pendidikan tetapi untuk alat ini mempunyai beberapa kendala yaitu dari segi harga yang sangat mahal dan menjadi persoalan dilingkup instansi pendidikan. Pengembangan wind tunnel dengan harga terjangkau dan tetap memenuhi standart yang digunakan, penting untuk di lakukan untuk saat ini. [3]</p>
      <p id="_paragraph-17">Pengumpulan data kinerja dari daya kondisi variasi kecepatan angin dalam rentang waktu tertentu dapat dilakukan di <italic id="_italic-71">wind</italic><italic id="_italic-72">tunnel</italic>[4]. Tingkat keakuratan dan konsistensi pengukuran menggunakan <italic id="_italic-73">wind</italic><italic id="_italic-74">tunnel</italic>yang dilakukan dengan berulang ulang bisa dikatakan cukup baik dan tingkat eror yang sangat sedikit [5]. Dalam penelitian ini dilakukan suatu penelitian mengenai Simulasi pola aliran udara menggunkan <italic id="_italic-75">wind</italic><italic id="_italic-76">tunnel</italic>type terbuka dengan <italic id="_italic-77">test</italic><italic id="_italic-78">section</italic>40cm x 40cm x 80cm. dimana pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik suatu bentuk pola aliran udara yang berada didalam <italic id="_italic-79">wind</italic><italic id="_italic-80">tunnel</italic>dan dilakukan pensimulasian menggunakan <italic id="_italic-81">software</italic><italic id="_italic-82">solidwork</italic>dengan desain sesuai seperti yang ada di laboratorium teknik mesin umsida. Jadi, fungsi dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pola aliran udara yang ada di dalam <italic id="_italic-83">wind tunnel </italic>yang berguna sebagai bahan pertimbangan sebelum dilakukan pengujian yang akan dilakukan pada alat ini.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f4d9417ba586aef14e46eaf0762374ca">
      <title>Metode Penelitian<bold id="_bold-9"/></title>
      <p id="_paragraph-18">Metode yang digunakan pada penelitian ini <italic id="_italic-84">wind tunnel </italic>dengan alat ukur anemometer, kipas hisap aksial, untuk <italic id="_italic-85">control variable </italic>kecepatan RPM menggunkan dimmer dan untuk pensimulasi menggunkan <italic id="_italic-86">software solidwork 2018 </italic><italic id="_italic-87">flow simulation </italic>dengan metode <italic id="_italic-88">computational fluid dynamic</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-19">Pada pengujian secara aktual ini dilakukan suatu pengujian pada <italic id="_italic-89">wind</italic><italic id="_italic-90">tunnel</italic>secara aktual dan tujuan dari pengujian secara aktual ini untuk mengetahui nilai secara real kecepatan udara yang berada di dalam saluran <italic id="_italic-91">wind</italic><italic id="_italic-92">tunnel</italic>, pengujian aktual dilakukan pada setiap <italic id="_italic-93">section</italic>. Dan alat yang digunakan untuk pengujian aliran udara secara actual ini menggunakan <italic id="_italic-94">anemometer</italic>yang pada saat pengujian alat tersebut dimasukkan kedalam saluran <italic id="_italic-95">wind</italic><italic id="_italic-96">tunnel</italic>. Proses pengaturan kontrol variable kecepaan RPM yang digunaka pada kisap hisap aksial menggunakan dimmer 4000 watt , alat yang digunkan untuk mengukur RPM dari kipas hisap aksial dengan menggunkan <italic id="_italic-97">Tachometer </italic>yang ditembakkan ke dalam <italic id="_italic-98">blade </italic>kipas hisap aksial diperoleh hasil pengukuran RPM 615,1932, 2400, 2860.</p>
      <p id="_paragraph-21">Setelah diperoleh hasil pengukuran RPM selanjutnya dilakukan pengukuran aliran udara didalam saluran <italic id="_italic-99">wind </italic><italic id="_italic-100">tunnel </italic>menggunkan alat ukur <italic id="_italic-101">anemometer</italic>. Penemptan alat ukur ini diletakkan pada setiap <italic id="_italic-102">section </italic>yaitu <italic id="_italic-103">contraction </italic><italic id="_italic-104">cone, test section, diffuser</italic>. Pada <italic id="_italic-105">contraction cone </italic>diletakkan empat titik pada penampang depan kanan dan kiri, penampang belakang kanan dan kiri. <italic id="_italic-106">Test section </italic>diletakkan dua titik pada penampang belakang kanan dan kiri. <italic id="_italic-107">Diffuser</italic>diletakkan dua titik pada penampang belakang kanan dan kiri. Untuk skema lebih jelasnya terlihat pada skema dibawah ini.</p>
      <p id="_paragraph-22"><italic id="_italic-108">Computational fluid dynamics </italic>(CFD) adalah suatu pemrograman computer tentang pergerakan fluida yang dilakukan dengan menggunkanan sebuah perangkat lunak <italic id="_italic-109">software</italic>, program ini juga mempunyai suatu alat yang sangat fleksibel, memiliki tingkat akurasi hampir sempurna dan penggunaan aplikasi yang sangat luas. CFD bisa mengoptimalkan sebuah desain dan membantu para drafter mengenai informasi hasil prediksi kuantitatif yang sangat akurat dan hasil kualitatif juga dapat memunculkan peluang – peluang tak terduga yang bisa terlewatkan parah analisis teknik yang berpengalaman yang ada dari sebuah desain tersebut.[6]</p>
      <p id="_paragraph-23">Pemodelan CFD pada umumnya ada tiga langkah yang digunakan yaitu <italic id="_italic-110">pre-processing, processing, post </italic><italic id="_italic-111">processing.</italic><italic id="_italic-112">Pre</italic><italic id="_italic-113">–procesing</italic>yaitu suatu proses awal pembuatan/ perbaikan desaign dari geometri dan <italic id="_italic-114">mesh</italic><italic id="_italic-115">generation </italic>dari suatu proses yang akan di kerjakan, <italic id="_italic-116">processing </italic>yaitu suatu proses <italic id="_italic-117">set-up </italic>kondisi batas-batas dan solusi saat pengerjaan dari suatu proses. <italic id="_italic-118">Post-processing </italic>yaitu suatu proses dari penampilan hasil yang sudah di kerjakan [7].</p>
      <p id="_paragraph-24">(a)</p>
      <p id="_paragraph-25">(b)</p>
      <p id="_paragraph-26">Gambar 1. (a) Skema pengukuran RPM pada kipas hisap akisal, (b) Skema pengukuran <italic id="_italic-119">Inlet velocity</italic></p>
      <p id="_paragraph-27">Aliran laminer ditandai dengan lintasan partikel fluida sepanjang lintasan yang halus dan membentuk lapisan- lapisan tertentu. lintasan partikel yang berurutan mengikuti lintasan yang benar, laju aliran sedang guratan zat pewarna</p>
      <p id="_paragraph-28">lebih besar berfluktuasi mengikuti ruang dan waktu gerakan garis putus – putus dengan prilaku tak beraturan yang muncul pada guratan maka aliran ini disebut aliran transisi, laju aliran besar guratan zat pewarna kabur dan menyebar ke semua pipa dengan pola yang acak maka aliran ini disebut aliran turbulen ditandai dengan campuran antara lapisan- lapisan fluida yang berbeda terjadi pada harga bilangan <italic id="_italic-120">Reynolds</italic>yang lebih tinggi, pada jenis aliran ini dimana hampir tidak terdapat garis edar tertentu yang dapat dilihat [8]. aliran laminar adalah suatu aliran fluida yang pergerakan partikel dari fluida itu sejajar dengan arah garis arus. Partikel – partikel pada aliran laminar bergerak seperti sepanjang lintasan yang lancar dan halus dan terjadi jika <italic id="_italic-121">reynold number </italic>yang rendah, gaya viscous dominasi dan karakteristik aliran memiliki pergerakan konstan[9]</p>
      <p id="_paragraph-29">Perhitungan reymold number</p>
      <p id="_paragraph-30"><italic id="_italic-122">Reynold number </italic>merupakan sebuah bilangan tak berdimensi dan sangat penting bagi dinamika fluida. Saat ini</p>
      <p id="_paragraph-31"><italic id="_italic-123">reynold number </italic>menjadi parameter dalam berbagai aliran.dan untuk menentukan bentuk pola suatu aliran.[10]</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-32" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2ef31ed12de554b243cfca741a693473">
              <td id="table-cell-53dab360787921228ed81e5b8a78b838">𝜌 . 𝑣. 𝑙𝑅𝐸 =𝜇</td>
              <td id="table-cell-05c2402240a6be28fbc0952b8a1e4a04">(1)</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-33">Dimana :</p>
      <p id="_paragraph-34">v = Kecepatan fluida (m/s) l = panjang aliran (m)</p>
      <p id="_paragraph-35">ρ = massa jenis fluida (kg/m3) µ = Viskositas fluida (kg/m.s)</p>
    </sec>
    <sec id="sec-1">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-727fcf81881261d0666d758f6140ac5a">A. Hubungan Simulasi Dan Aktual</p>
      <p id="_paragraph-36">Untuk membandingkan hasil V secara actual dan V simulasi</p>
      <p id="paragraph-4935c525471b18c7188973a5b3a3bb2b">a. Grafik hasil perbandingan V actual dengan V simulasi</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-37" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0ce1276bced7a619b1712d3137af7127">
              <td id="table-cell-b96606182ca118b982af28d2b4280621">3.2</td>
              <td id="table-cell-4cc1b539026029e3be654740a72164c5">3.6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d77f4047e2e80984117b3c4dac866c07">
              <td id="table-cell-51a42f7130129c9a7d4b6d71a9fbdb79">1.4 1.45</td>
              <td id="table-cell-e44f15efa1b0f97e7686b6b90ace6459">1.3</td>
              <td id="table-cell-b99ea186c11f784e05daacb7e3fb59d5">2.17</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-38">Gambar 2. Grafik hubungan V actual dan V simulasi dengan inlet velocity 1,4 m/s</p>
      <p id="_paragraph-39">Pada gambar diatas merupakan hasil perbandingan antara kecepatan actual dan kecepatan dengan simulasi menggunkan <italic id="_italic-124">software solidwork 2018 flow simulation </italic>dengan <italic id="_italic-125">inlet velocity </italic>1,4 m/s. warna biru merupakan kecepatan secara simulasi dan warna orange kecepatan secara actual. Pada pengujian actual pengukuran dilakukan pada enam titik di <italic id="_italic-126">wind</italic><italic id="_italic-127">tunnel</italic>sedangkan pada simulasi pada sepanjang saluran di dalam <italic id="_italic-128">wind</italic><italic id="_italic-129">tunnel</italic>.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-40" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-87a9a982956245afac3eaa4fb9dbdb0b">
              <td id="table-cell-0168640ce2b1017b931074c7c42a0ad0">7.6</td>
              <td id="table-cell-794f1b03d703d8de07f569aa878a4b40">8.5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8bef2b448659a0050ed50ee562e6ccf3">
              <td id="table-cell-97fe9e6950a60fa8207edf94dd88c444">2.6 4</td>
              <td id="table-cell-9502f0963b7c80f958663694bfbd5a4a">3.8</td>
              <td id="table-cell-7fc399afe0a75db9f890d641812ad814">4.88</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-f5738d449bfe92d13a9b41e72b39a295">b. Grafik hasil perbandingan V actual dengan V simulasi</p>
      <p id="_paragraph-41">Gambar 3<bold id="_bold-10">. </bold>Grafik hubungan V actual dan V simulasi dengan inlet velocity 2,6 m/s</p>
      <p id="_paragraph-42">Pada gambar diatas merupakan hasil perbandingan antara kecepatan actual dan kecepatan dengan simulasi menggunkan <italic id="_italic-130">software solidwork 2018 flow simulation </italic>dengan <italic id="_italic-131">inlet velocity </italic>2,6 m/s. warna biru merupakan kecepatan secara simulasi dan warna orange kecepatan secara actual. Pada pengujian actual pengukuran dilakukan pada enam titik di <italic id="_italic-132">wind</italic><italic id="_italic-133">tunnel</italic>sedangkan pada simulasi pada sepanjang saluran di dalam <italic id="_italic-134">wind</italic><italic id="_italic-135">tunnel</italic>.</p>
      <p id="paragraph-70560dad66b62c1ad95e664d62bb750d">c. Grafik hasil perbandingan V actual dengan V simulasi</p>
      <p id="_paragraph-43">Gambar 4. Grafik hubungan V actual dan V simulasi dengan inlet velocity 3,9 m/s</p>
      <p id="_paragraph-44">Pada gambar diatas merupakan hasil perbandingan antara kecepatan actual dan kecepatan dengan simulasi menggunkan <italic id="_italic-136">software solidwork 2018 flow simulation </italic>dengan <italic id="_italic-137">inlet velocity </italic>3,9 m/s. warna biru merupakan kecepatan secara simulasi dan warna orange kecepatan secara actual. Pada pengujian actual pengukuran dilakukan pada enam titik di <italic id="_italic-138">wind</italic><italic id="_italic-139">tunnel</italic>sedangkan pada simulasi pada sepanjang saluran di dalam <italic id="_italic-140">wind</italic><italic id="_italic-141">tunnel</italic>.</p>
      <p id="paragraph-5530f7261e922b2af550cd5e3e5421a5">d. Grafik Hasil Perbandingan V Actual dengan V Simulasi</p>
      <p id="_paragraph-45">Gambar 5. Grafik hubungan V actual dan V simulasi dengan inlet velocity 4,2 m/s</p>
      <p id="_paragraph-46">Pada gambar diatas merupakan hasil perbandingan antara kecepatan aktual dan kecepatan dengan simulasi menggunkan <italic id="_italic-142">software solidwork 2018 flow simulation </italic>dengan <italic id="_italic-143">inlet velocity </italic>4,2 m/s. warna biru merupakan kecepatan secara simulasi dan warna orange kecepatan secara actual. Pada pengujian aktual pengukuran dilakukan pada enam titik di <italic id="_italic-144">wind</italic><italic id="_italic-145">tunnel</italic>sedangkan pada simulasi pada sepanjang saluran di dalam <italic id="_italic-146">wind</italic><italic id="_italic-147">tunnel</italic>.</p>
      <p id="paragraph-c4ff46a1a228c3862f43912aa087b6fa">B. Visualisa pola aliran di wind tunnel </p>
      <p id="paragraph-5eaa62a91560caa04464ca1f7d8f1686">Secara Actual</p>
      <p id="_paragraph-47">Gambar 6. (a) Simulasi pola aliran udara dengan <italic id="_italic-148">honeycomb</italic>, (b) Simulasi pola aliran udara tanpa</p>
      <p id="_paragraph-48">
        <italic id="_italic-149">honeycomb</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-33dcbf4d0dc815b824bbcd9cc44d9e3c">Secara Simulasi Di <italic id="_italic-150">Software Solidwork 2018 Flow</italic><italic id="_italic-151">Simulation</italic></p>
      <p id="_paragraph-49">Gambar 7. Simulasi pola aliran udara pada <italic id="_italic-152">software solidwork 2018 flow simulation</italic></p>
      <p id="_paragraph-50">Dari semua gambar grafik diatas merupakan perbandingan hasil kecepatan simulasi dan hasil kecepatan aktual secara umum memiliki pola yang sama yaitu pada panjang aliran 0,5 m sampai 1,5 m terjadi kecepatan yang tinggi dan merupakan pada daerah tersebut terjadi di <italic id="_italic-153">contraction cone </italic>penampang belakang dan <italic id="_italic-154">test section </italic>dan setelah daerah tersebut pola aliran dengan kecepatan rendah dan merupakan daerah <italic id="_italic-155">diffuser. </italic>Pada daerah <italic id="_italic-156">contraction cone </italic>penampang belakang dan <italic id="_italic-157">test</italic><italic id="_italic-158">section</italic>tersebut terjadi kecepatan yang tinggi dikarenakan bentuk dimensi berbeda yaitu dari luas penampang <italic id="_italic-159">contraction cone </italic>yang besar lalu ke luas penampang yang kecil <italic id="_italic-160">test section </italic>dan menyebabkan terjadi kecepatan yang tinggi, terjadinya pola aliran tersebut sesuai dengan persamaan kontinuitas yaitu fluida berpindah dari satu titik ke titik yang lain dan menyesuaikan dengan bentuk luasan benda.</p>
      <p id="_paragraph-51">Pada semua grafik diatas memiliki perbedaan kecepatan yang jauh dikarenakan pada saat simulasi tidak memasukkan input parameter RPM dari kipas hisap aksial yang digunakan untuk aliran udara masuk ke dalam wind tunnel, kecepatan pada simulasi merata dan perbedaan lebih kecil sedangkan kecepatan di <italic id="_italic-161">wind tunnel </italic>berbeda pada setiap titik. Pada simulasi pengambilan kecepatan pada setiap titik sedangkan pada pengukuran actual hanya beberapa titik.</p>
      <p id="_paragraph-52">Pola aliran udara yang mengalir didalam <italic id="_italic-162">wind tunnel </italic>simetris dengan diameter kipas hisap aksial sedangkan pola aliran udara mengalir menyebar dengan rata ke semua bagian dari <italic id="_italic-163">section</italic>, perbedaan tersebut yang disebabkan karena konstruksi dari <italic id="_italic-164">wind tunnel </italic>yang ada di lab mesin umisda kurang presisi yang menyebabkan perbedaan pada penyebaran pola aliran yang ada di dalam <italic id="_italic-165">wind</italic><italic id="_italic-166">tunnel</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5c4ebba6adf39b351177982ccf2aec6b">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-53">Dari hasil pengujian, pengukuran dan perhitungan <italic id="_italic-167">control variable </italic>kecepatan RPM berpengaruh terhadap kecepatan pada setiap <italic id="_italic-168">section </italic>dan jenis pola aliran udara didalam saluran <italic id="_italic-169">wind tunnel</italic>. Penggunana <italic id="_italic-170">honeycomb </italic>yang ditempatkan di penampang depan <italic id="_italic-171">tes section </italic>sangat berpengaruh unutk mengurangi turbulensi. Pada semua grafik diatas memiliki perbedaan kecepatan yang jauh dikarenakan pada saat simulasi tidak memasukkan <italic id="_italic-172">input </italic>parameter RPM dari kipas hisap aksial yang digunakan untuk aliran udara masuk ke dalam <italic id="_italic-173">wind</italic><italic id="_italic-174">tunnel</italic>, kecepatan pada simulasi merata dan perbedaan lebih kecil sedangkan kecepatan di <italic id="_italic-175">wind tunnel </italic>berbeda pada setiap titik. Pada simulasi pengambilan kecepatan pada setiap titik sedangkan pada pengukuran actual hanya beberapa titik.</p>
      <p id="_paragraph-54">Pola aliran udara yang mengalir didalam <italic id="_italic-176">wind tunnel </italic>simetris dengan diameter kipas hisap aksial sedangkan pola aliran udara dengan simulasi mengalir menyebar dengan rata ke semua bagian dari <italic id="_italic-177">section</italic>, perbedaan tersebut yang disebabkan karena konstruksi dari <italic id="_italic-178">wind tunnel </italic>yang ada di lab mesin umisda kurang presisi yang menyebabkan perbedaan pada penyebaran pola aliran yang ada di dalam <italic id="_italic-179">wind tunnel.</italic></p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>