<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Midwifery Care for Postpartum Mothers With After Pain Discomfort in Maternity Homes and Clinics</article-title>
        <subtitle>Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Dengan Ketidaknyamanan After Pain di Rumah Bersalin dan Klinik</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-76be8254425b3412de9c1c63980f5e17" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hafifa</surname>
            <given-names>Hafifa</given-names>
          </name>
          <email>hafifaiffa9698@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-558df5a1daaba7f2d93e010a7ea585dc" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hanum</surname>
            <given-names>Sri Mukhodim Faridah</given-names>
          </name>
          <email>srimukhodimfaridahhanum@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-ef94cc3349d75a39ff63ebaf95d8c503" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rosyidah</surname>
            <given-names>Rafhani</given-names>
          </name>
          <email>srimukhodimfaridahhanum@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-10-26">
          <day>26</day>
          <month>10</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Nifas di mulai sejak dari plasenta lahir dan berakhir ketika alat–alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil . Nifas berlangsung dalam waktu 6 minggu [1]. Proses perubahan fisik tersebut kadamng menimbulkan rasa tidak nyaman yang dikenal sebagai nyeri pasca melahirkan.</p>
      <p id="_paragraph-14">Keluhan perut mules–mules /after pain merupakana akibat dari kontraksi uterus yang terkadang sangat menganggu, biasanya berlangsung 2-3 hari nifas[2]. Keadaan tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayinya. Ibu akan mengalami gangguan proses fisiologis setelah melahirkan dan hal ini akan berdampak terhadap kesehatan bayinya. Selam dua jam pertama setellah melhirkan kontraksi uterus menjadi teratur dan kuat khususnya pada wanita multipara. Kekuatan kontraksi miometrium yang terjadi cukup kuat, tekanan intrauterine jauh lebih besar dibanding sewaktu persalinana. Cara penangganan dengan pemberian obat analgesik, dan metode farmakologi seperti masase, kompres hangat, dan tehni relakasasi[3]. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2016 sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 orang. Sampel berusia 20-33 tahun yaitu sebesar 33,3%. Sedangkam usia ibu 16-21 tahun merupakan ibu nifas yang mengalamai after pain terendah, jika sunbyek yang diteliti 30 yang akan mendekati distribus normal sedangkan &lt;30 disebut sampel kecil didapat[4].</p>
      <p id="_paragraph-15">Tersedianya infromasi mengenai keluhan-keluhan fisiologis selama nifas dan permasalahanya, khususnya afterpains. Pada masa nifas merupakan hal yang penting untuk perkembangan pelayanan kesehatan bagi ibu nifas. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran afterpain pada ibu nifas[5].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-16">Studi kasus yang digunakaan dalam Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas dengan ketidaknyamanan afterpain asuhan yang di gunakan metode deskriptif yang digunakan dengan tujuan uatama membuat gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif. Pada laporan kasus yang penulis lakukan yaitu asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan afterpain dari pengkajian sampai evaluasi. Subyeknya adalah Ny. N. Usia 23 Tahun dengan masa nifas di RB &amp; Klinik Eva Sidoarjo pada tanggal 4 Januari 2020. Cara yang didapat dengan mengumpulkam data dengn melakukan anamnesa, pemeriksaan, analisis data serta yang terkahir pendokumentasian dengan membandingkan antara data yang diperoleh dengan teori yang ada.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-17">Studi kasus dilakukan di Rb &amp; Klinik Eva pada tanggal 4 Januari 2020</p>
      <p id="paragraph-bd21ebcdafda66d735d2c246948045e1">Data Subyektif </p>
      <p id="_paragraph-18">Ibu mengatakan ini kehamilan anak yang kedua. sejak 6 jam yang lalu ibu mengeluh perut mules. peut mules yang dirasakan dibagian bawah perut ibu, mules dirasakan hilang timbul. Mules yang sangat menganggu. Upaya mengatasi dengan minum obat-obatan dari dokter menjelang melahirkan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Ibu mengatakan kehamilan yang kedua, usia kehamlan 9 bulan, keluhaan ynag dialami selam hamil mila muntah dan nyeri punggung, riwayat antenatal trimester I sebanyak 4 kali trimester trimester II sebanyak 2 kali trimester III sebanyak 2 kali, penyakit yang diderita sebelum dan selama hamil tidak ada, riwayat persalinan tanggal 4 Jnauari 2020 jam 15.30 WIB, tipe persalinan normal.</p>
      <p id="_paragraph-20">Dari data subyektif yang diperoleh ibu mengalami nyeri perut / after pain pada masa nifas. Hal yang dialami oleh pasien dengan masa nifas 6 jam merupakan hal yang fisiologis atau normal. Masalah perut mules bagian bawah/after pain terjadi setelah 2 jam melahirkan sampai 4 hari masa nifas. Nyeri perut/after pain disebabkan karena kontraksi rahim dan menimbulkan rasa nyeri.</p>
      <p id="paragraph-d1d171f6938a430dcc001971a5bbccc2">Data Obyektif</p>
      <p id="_paragraph-21">Keadaan umum ibu komposmentis, TD 110/70 mmHg, Nadi 80x/m, S 36 C, Rr 20x/m, Muka tidak pucat/tidak odem, mata conjungtiva merag muda sclera putih tidak ada pandangan mata kabur, Payudara puting susu menonjol keluar ASI Kolostrum konsistensi kenyal keadaan payudara simetris, Abdomen GIT tidak ada nyeri epigastrium tidak kembung, Abdomen tfu 2 jari dibawah pusat, kontraksi keras, diastesi recti 4 jari lochea rubra, perkiraan jumlah lochea 1 pembalut, luka perineum tidak ada, tanda infeksi tidak ada, vesika urinaria kosong, ekstermitas bawah tidak odem, akral hangat, reflek patela positif</p>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 2-6 jam pertama. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah perdarahan paada nifas yang disebabkan karena atonia uteri, mendeteksi dan merawat penyebab lain dari perdarahan, melakukan tatalaksana segera mungkim. Pada kasus ini tidak ditemukan masalah dan ibu tidak ada kebutuhan khusus untuk mengatasi masalah.</p>
      <p id="paragraph-90903a71cfcfdf3443f0383dc190c29a">Analisis Diagnosa</p>
      <p id="_paragraph-23">Analisis yang diperoleh dari semua data yang dikumpulkan yaitu P20002, nifas normal 6 jam kondisi umum ibu baik dengan keuhan perut bagian bawah mules/after pain.</p>
      <p id="_paragraph-24">Dari data yang diperoleh telah disesuaikan dengan Asuhan Kebidanan dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan cara melakukan anamnesa, pemeriksaan dan analisis data serta yang terakhir melakukan pedokumentasian dengan membandingkan dengan teoeri yang ada. .</p>
      <p id="paragraph-9853a8c1b2c252256d588b88957fa8c8">Penatalaksanaan</p>
      <list list-type="bullet" id="list-15e99e0357e6ef781f90ef21e36627e9">
        <list-item>
          <p>Menjelaksan kepada ibu bahwa kondisinya sat ini dengan keluhan mules pada perut bagian bawah[6].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-25">evaluasi : ibu mengerti mengenai kondisinya saat ini dengan keluhan perut mules bagian bawah</p>
      <list list-type="bullet" id="list-b757d39548c35a5d27e739290c99966d">
        <list-item>
          <p>Menjelaskan kepada ibu keluhan perut mules pada perut bagian bawah meliputi penyebab, cara mengatasi, tanda bahaya dan keluhan ini normal pada ibu nifas 6 jam evaluasi ibu mengerti penjelasan yang telah disampakan oleh bidan[7].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-26">evaluasi : ibu mengerti penjelasan mengenai penyebab, cara mengtasi, tanda bahaya dari keluhan perut mules bagian bawah.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-656a06b60d304d8c3615c65ac260a402">
        <list-item>
          <p>Mengajak ibu melakukan masase pada daerah perut mules yang dirasakaan ibu[8].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-27">evaluasi : ibu mempraktikkan anjuran bidan dengan melakukan masase pada darah perut yang mules.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-be2a76a7a1d1ceeb1bad8971e2a8cec7">
        <list-item>
          <p>Menginggatkan ibu untuk menjaga nutrisi selama nifas [9].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-28">evaluasi : ibu mengerti dan akan menjaga asupan nutrisi pada nifas</p>
      <list list-type="bullet" id="list-a3e94a6601810f292d058000435eace3">
        <list-item>
          <p>Memberikan obat asam mefenamat 500 mg diminum 3x sehari, amoxiliin 500 mg diminum 2x, Vit A 200.000 IU [10].</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-29">evaluasi : ibu mau mengikuti anjuran bidan dengan cara minum obat yang telah diberikan bidan</p>
      <list list-type="bullet" id="list-2584979e4c48e3bac215b5c334f077a3">
        <list-item>
          <p>Menginggatkan ibu untuk sering meneteki bayinya sesering mungkin</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-30">evaluasi : ibu bersedia untuk menyusui bayinya sesuai anjuran dari bidan yaitu sesering mungkin.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-2bcc2fa9f3f4f4a468cf80e0f2808fd6">
        <list-item>
          <p>Menjelaskan kepada ibu serta keluarga menegani tanda bahaya masa nifas dan bayi baru lahir</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-31">evaluasi : ibu mengerti dan daapt mengulangi penjelasan yang yang disampaikan oleh bidan.</p>
      <p id="_paragraph-32">Dari data yang diperoleh penatalaksanaan pada kasus, penulis memberikan pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara mengatasi perut mules bagian bawah seperti yang telah dijelaskan untuk mengtaasi kleuhan pada ibu nifas dengan keluhan perut mules bagian bawah / after pain</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-33">Dapat disimpulkan bahwa Ny. N usia 23 tahun nifas 6 jam pertama dengan keluhan perut mules bagian bawah/after pain.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>