<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Quality Control Analysis of Water Based Paint Products by Using the Six Sigma Method</article-title>
        <subtitle>Analisa Pengendalian Mutu Produk Cat Water Based dengan Menggunakan Metode Six Sigma</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname> Rahendra</surname>
            <given-names>Deny Achmad</given-names>
          </name>
          <email>atikhasidhi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Cahyana</surname>
            <given-names>Atikha Sidhi</given-names>
          </name>
          <email>atikhasidhi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-10-06">
          <day>06</day>
          <month>10</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>07</day><month>10</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-9e89be08356207fac7535693771c598a">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Salah satu produk yang sering digunakan oleh masyarakat umum adalah cat, terutama dalam pembangunan berbagai jenis bangunan karena perannya yang vital untuk melindungi bangunan sekaligus menambah nilai estetika, membuat bangunan tampak lebih elegan dan menarik. Kondisi negara saat ini yang tengah giat membangun infrastruktur, mendukung hal tersebut. <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Cat merupakan komponen penting untuk menjaga dan meningkatkan tampilan permukaan suatu objek atau bangunan. Warna cat dapat memengaruhi tampilan suatu objek saat dilapisi. Pemilihan cat yang tepat akan meningkatkan daya tahan dan perawatan objek tersebut. Konsumen akan mencari produk cat berkualitas tinggi untuk menghemat biaya perawatan karena cat berkualitas rendah akan mudah mengelupas, memudar, dan bahkan berjamur <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Menurut survei Universitas Indonesia (UI) yang dilakukan melalui Twitter, pandemi justru memunculkan minat baru bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah mengerjakan pekerjaan rumah. Menata ulang furnitur dan mengecat ulang dinding dengan warna berbeda dapat memberikan nuansa baru bagi penghuni rumah. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan produk cat, yang harus dipenuhi oleh kapasitas pelaku usaha untuk memasarkan produk catnya.<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-12">PT. XYZ adalah salah satu perusahaan produsen dan supplier cat di Indonesia yang telah berdiri pada tanggal 08 Februari 2007. PT. XYZ berperan dalam mendukung berbagai kegiatan bisnis yang berhubungan dengan distribusi, pemasaran, dan operasional yang berkaitan dengan produk-produk yang mereka hasilkan. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. XYZ yaitu cat yang berbahan dasar air atau biasa dikenal dengan sebutan <italic id="_italic-35">water based</italic>. </p>
      <p id="_paragraph-13">Perkembangan industri yang bergerak di bidang tersebutsemakin banyak dan persaingannya semakin ketat. Salah satu masalah yang sering muncul dalam industri cat adalah masih adanya beberapa cacat pada produk akhir. Ketidaksesuaian produk yang dihasilkan dengan standar merupakan produk cacat yang dipermasalahkan.  Begitupun hasil produksi dari PT. XYZ yang masih banyak ditemukan produk cacat yang diantaranya yaitu <italic id="_italic-36">settling, adhesi, weather, </italic>dan bau busuk. Adapun total produksi cat yang berasis <italic id="_italic-37">water based </italic>pada PT. XYZ selama periode bulan Januari-Juni sebanyak 77.750kg dengan total jumlah produk cacat sebanyak 675kg, sehingga persentase kecacatannya adalah 0,86%.</p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan kendala yang terjadi di PT. XYZ, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat pada produk cat berbasis air dan mencari tahu penyebab ketidaksesuaian pada produk tersebut, serta meningkatkan kualitas produk. Dengan mengurangi jumlah cacat produk hingga nol, pengendalian mutu membantu bisnis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produknya. Salah satu teknik untuk perbaikan proses adalah metode <italic id="_italic-38">six sigma</italic>, yang berfokus pada upaya meminimalkan varians proses yang muncul sekaligus mengurangi kesalahan produksi melalui analisis statistik. <italic id="_italic-39">Six sigma</italic>, secara sederhana, adalah proses yang memiliki kemungkinan cacat sebesar 0,00034%, atau 3,4 unit cacat per juta unit yang diproduksi <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian terkait penerapan metode <italic id="_italic-40">six sigma</italic> telah dilakukan oleh Izzah dan Rozi <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>, dengan hasil penelitian yaitu diketahui bahwa kualitas rebana yang dihasilkan perusahaan cukup baik yaitu jumlah produk cacat sebanyak 146 buah rebana, dengan kemungkinan kerusakan sebanyak 144.835 buah rebana per sejuta produksi (DPMO). Objek yang diteliti adalah rebana. Penelitian terkait penerapan metode <italic id="_italic-41">six sigma </italic>juga telah dilakukan oleh Farid <italic id="_italic-42">et al</italic> <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>, dengan hasil penelitian yang didapatkan yaitu nilai sigma pada proses pengolahan kulit tahun 2018 yaitu 3,086 =̃ 3.0 dengan nilai DPMO 56398.10 unit untuk sejuta produksi. Objek yang diteliti adalah proses pengolahan kulit.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-d6e70c137c5ebcea6698e1267f00c956">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-16">Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang beralamat di Komplek Pergudangan Gedangan - Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian ini berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan September 2024, dan dilanjutkan pada bulan Oktober untuk mengolah dan menyajikan data dalam bentuk artikel.</p>
      <p id="_paragraph-17">Data sekunder dan primer dikumpulkan untuk penelitian ini. Data primer merupakan informasi mengenai objek penelitian yang akan diteliti yang diambil langsung dari sumber aslinya dan meliputi produk yang dihasilkan, jumlah produksi, dan jumlah produk cacat. Sedangkan data sekunder merupakan rincian tentang proses produksi dan unsur penyebab cacat yang ditemukan secara tidak langsung melalui berkas, dokumen, arsip, atau catatan bisnis. Setelah itu, pendekatan <italic id="_italic-43">six sigma</italic> digunakan untuk melengkapi proses analisis.</p>
      <p id="_paragraph-18">Gambar 1 di bawah menampilkan diagram alir penelitian yang menguraikan langkah-langkah yang diambil selama proses penelitian.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-19"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-20">Gambar 1. Diagram Alir Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-21">Metodologi kualitatif maupun kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Operasional departemen <italic id="_italic-44">quality control</italic> diamati di lapangan sebagai bagian dari pelaksanaan metode kualitatif. Untuk mengumpulkan data produksi dan berbagai jenis cacat yang ada pada setiap produk, objek penelitian dipilih dan data observasi juga didokumentasikan. Serangkaian pertanyaan juga diajukan kepada kepala departemen <italic id="_italic-45">quality control</italic> selama wawancara, dan jawabannya dicatat sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Sementara itu, metode <italic id="_italic-46">six sigma</italic> digunakan dengan pendekatan kuantitatif.</p>
      <p id="_paragraph-22">
        <bold id="_bold-20">
          <italic id="_italic-47">Six sigma</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23"><italic id="_italic-48">Six sigma</italic> adalah strategi pengendalian mutu yang menggunakan teknik analisis statistik untuk meminimalkan varians proses dan menghilangkan masalah produksi. Peningkatan pengendalian mutu dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan membuat proses produksi lebih efektif <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. <italic id="_italic-49">Six sigma</italic> adalah metrik untuk efisiensi dan kualitas serta kesempurnaan. <italic id="_italic-50">Six sigma</italic> mencakup penghapusan semua inefisiensi internal untuk memberikan layanan dan barang berkualitas tinggi. <italic id="_italic-51">Six sigma</italic> adalah tujuan proses kualitas yang berasal dari pendekatan kapabilitas proses dan ukuran probabilitas statistik. Selain menciptakan produk yang sempurna, perusahaan <italic id="_italic-52">s</italic><italic id="_italic-53">ix sigma</italic> juga mempertahankan efisiensi produksi yang tinggi dan sistem administrasi yang efisien yang berinteraksi dengan semua aktivitas bisnis, termasuk tenaga kerja, pembelian, dukungan, dan layanan pelanggan <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan metode <italic id="_italic-54">six sigma </italic>untuk menganalisa cacat produk cat <italic id="_italic-55">water based</italic> melalui 5 tahapan yaitu tahap <italic id="_italic-56">define</italic>, <italic id="_italic-57">measure</italic>, <italic id="_italic-58">analyze</italic>, <italic id="_italic-59">improve</italic>, dan <italic id="_italic-60">control.</italic></p>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="_bold-21">
          <italic id="_italic-61">Define</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Proses penetapan sasaran untuk peningkatan kualitas <italic id="_italic-62">six sigma</italic> disebut <italic id="_italic-63">define</italic>. Langkah ini melibatkan pendefinisian tindakan yang perlu diambil untuk menerapkan peningkatan dari setiap tahap proses bisnis yang penting<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. <italic id="_italic-64">Define </italic>adalah penetapan target aktivitas peningkatan kualitas <italic id="_italic-65">six sigma</italic>. Langkah ini untuk mendefinisikan rencana-rencana tindakan yang harus dilakukan untuk melaksanakan peningkatan dari setiap tahap proses bisnis kunci <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="_bold-22">
          <italic id="_italic-66">Measure</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Langkah operasional kedua, yang dikenal sebagai tahap <italic id="_italic-67">measure</italic>, berupaya menilai dan memahami keadaan proses perusahaan saat ini. Sebelum melakukan perubahan, pemrosesan dan pengumpulan data dilakukan pada tahap ini. Peta kendali p dan u dibuat untuk menunjukkan apakah proses terkendali dalam hal persentase produk cacat dan jumlah total cacat, dan perhitungan DPMO dan <italic id="_italic-68">sigma quality level</italic> <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. <italic id="_italic-69">Measure</italic> berfungsi sebagai penghubung transisi antara langkah <italic id="_italic-70">define</italic> dan langkah berikutnya dan merupakan tindak lanjut logistik. Selama tahap pengukuran, diagram <italic id="_italic-71">p-chart</italic> yang menunjukkan persentase unit yang ditolak dalam sampel karena tidak memenuhi spesifikasi—digunakan bersama dengan instrumen pengendalian mutu <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-23">
          <italic id="_italic-72">Analyze</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-30">Selama fase <italic id="_italic-73">analyze</italic>, yang melibatkan pencarian dan penentuan lokasi masalah utama dengan tujuan memiliki peluang untuk perbaikan dengan mencari tahu penyebab atau asal mula kegagalan suatu produk. Diagram tulang ikan (<italic id="_italic-74">fishbone</italic>), yang sering dikenal sebagai diagram sebab-akibat, dapat digunakan untuk ini. Untuk menentukan akar penyebab masalah setiap CTQ, data dari tahap sebelumnya dikumpulkan dan digunakan dalam implementasi fase ini. Pada langkah <italic id="_italic-75">improve</italic>, penyebab cacat setiap CTQ dipertimbangkan sebagai faktor untuk analisis <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Diagram pareto juga dibuat selama langkah <italic id="_italic-76">analyze</italic> untuk menetapkan urutan kepentingan kelemahan yang perlu diperbaiki. <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Diagram pareto merupakan alat yang berguna untuk mengklasifikasikan, mengidentifikasi, dan membagi kerusakan produk yang tidak dapat dipulihkan. Jenis cacat yang paling umum dalam hasil produksi dapat ditentukan dari diagram ini <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-24">
          <italic id="_italic-77">Improve</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Tahap <italic id="_italic-78">improve</italic> ini bertujuan untuk merencanakan langkah-langkah guna mengurangi kemungkinan munculnya masalah di perusahaan. Agar dapat menemukan ide pemecahan masalah untuk meningkatkan kualitas sesuai dengan tujuan perusahaan agar menjadi lebih baik dan efisien, maka pada tahap ini akan dilakukan identifikasi dan uraian tindakan perbaikan <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Agar menjadi lebih baik dan lebih efektif, tim peningkatan mutu <italic id="_italic-79">six sigma</italic> perlu kreatif dalam langkah keempat ini dan menghasilkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan mutu berdasarkan tujuan perusahaan <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-25">
          <italic id="_italic-80">Control</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34"><italic id="_italic-81">Control</italic> merupakan tahap terakhir atau kelima, yang dilakukan setelah upaya perbaikan dilakukan. Untuk menilai efektivitas upaya yang telah dilakukan dan memastikan bahwa masalah baru segera diatasi guna membatasi kerusakan lebih lanjut, dilakukan evaluasi terhadap semua upaya perbaikan. Setelah upaya perbaikan dilaksanakan, dilakukan perhitungan nilai DPMO dan sigma serta biaya <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>.Langkah operasional terakhir dalam proses peningkatan kualitas berbasis <italic id="_italic-82">six sigma</italic> adalah <italic id="_italic-83">control</italic>. Pada tahap ini, tim mengalihkan kepemilikan dan tanggung jawab atas proses tersebut kepada pemilik atau penanggung jawab, praktik terbaik peningkatan proses yang berhasil distandarisasi dan dibagikan, prosedur didokumentasikan dan digunakan sebagai pedoman standar, dan hasil peningkatan kualitas didokumentasikan dan dibagikan <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Langkah terakhir dari proses penelitian melibatkan penarikan kesimpulan dan pembuatan rekomendasi berdasarkan analisis dan pembahasan temuan .</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f9ba9ba7a1f05e8095b868c7fec7999b">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-35">
        <bold id="_bold-30">Data Hasil Produksi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Berikut ini adalah tabel data dari hasil realisasi produksi cat berbasis <italic id="_italic-84">water based</italic> selama bulan Januari sampai Juni 2024.</p>
      <p id="_paragraph-37">Tabel 1. Data Hasil Produksi Cat Berbasis <italic id="_italic-85">Water Based</italic>.</p>
      <table-wrap id="table-figure-d5577adbcfd62a6a43904ced7b353b52">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-d2b3491f8c68574e640a26d4c328783b"/>
        </caption>
        <table id="table-46a8b2c159d89969e3fa884623c93533">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4a791c9096d390b574828732fe1bfcd1">
              <td id="table-cell-ab59ce5171ea8e7507319992931b2ed3" rowspan="2"> Bulan </td>
              <td id="table-cell-6e11d7fe48e236d38848adf4b5ac186d" rowspan="2"> Jumlah Produksi (Kg) </td>
              <td id="table-cell-a8893b69a6ea37aaf79be26bb50f4959" colspan="4"> Jenis Cacat (Kg) </td>
              <td id="table-cell-c53a51decd38b316d5bde35b713051c3" rowspan="2"> Jumlah Produk Cacat (Kg) </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4baf51dd7856e9e39e991cffa19cad93">
              <td id="table-cell-d984ccad43e4599c56a1b1ef98422379"> Settling </td>
              <td id="table-cell-281a02af34b08b0324f944bae7a422a6"> Adhesi </td>
              <td id="table-cell-7fe233fd05e89d41f84a24d17af9f34c"> Weather </td>
              <td id="table-cell-aaf19f1562fabd627e7f1ecf9edd11d6"> Bau busuk </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-882f3ef074e40fcc9a810562a3d75d6f">
              <td id="table-cell-c7620098315c0f2fd9f293a4964f82de">Januari</td>
              <td id="table-cell-fc77ab35c9e0b52f074efb79bfd6dc4d">12500</td>
              <td id="table-cell-c1abbd8ec214a11b171fda39e2378413">75</td>
              <td id="table-cell-8418272c966ebaf82cecf876a1f1d2fe">10</td>
              <td id="table-cell-e646edd0eefbf5ba562d40585b780a2f">25</td>
              <td id="table-cell-f55cb7e3a3b94398420db910ae9fb477">40</td>
              <td id="table-cell-925e1a012f4a07fb5f0ef0c09c393e36">150</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b31e90a311b52527ff5bfa0385664b6f">
              <td id="table-cell-36961aa1cd48c340309d625726a25ca3">Februari</td>
              <td id="table-cell-922b49dc3573c163d380f22c0d864730">12000</td>
              <td id="table-cell-9f53405d7828c25b7a20e41b00cbcf94">50</td>
              <td id="table-cell-f4f09ea7d130df711a06594c2bcb518d">25</td>
              <td id="table-cell-526f9f1ffb8f92b73133c5163b4e7b9d">20</td>
              <td id="table-cell-d16a13099c7e8361981491b21b4f986b">50</td>
              <td id="table-cell-08371fa99fa8171d9c14a112f66b7c44">145</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c4660622d714624e04ec7593211c15d6">
              <td id="table-cell-9beea07b3408036b5ae67a60b5dd41e4">Maret</td>
              <td id="table-cell-61fe5f3ee883d4165b981004872da751">13000</td>
              <td id="table-cell-31165fa358d9db110799d85faa874f3b">60</td>
              <td id="table-cell-54debcb2374ea270b8d9cb119c12e62e">0</td>
              <td id="table-cell-e620544f27c21a53de827df2eb1daadb">15</td>
              <td id="table-cell-b73eaf22be03b1fa287658d688b1e67c">25</td>
              <td id="table-cell-cc4346b23a82a941abfecb3adfe1cefe">100</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c20ccf4a6e03b42a35be1aa9b37f9937">
              <td id="table-cell-c6fa7974ae0e89cc326f129be7e7bc35">April</td>
              <td id="table-cell-e46a381594bcd32c55a6bd6a458916b3">13500</td>
              <td id="table-cell-9bf5bae0350bf45e708072c90a6f243c">75</td>
              <td id="table-cell-4356af2211497f52b8c60738e56cedbf">0</td>
              <td id="table-cell-b2b3466508c3b2548da97a5a6dd85736">10</td>
              <td id="table-cell-b1ff1e82511108e0d5fb13da0663cb0a">0</td>
              <td id="table-cell-31d8935d043397be907a76ef06fd2dec">85</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f6135c53c0b43d19e67569d361c89c18">
              <td id="table-cell-8ea50d5d23dcb1bc0f5a7858d9632110">Mei</td>
              <td id="table-cell-b7f9c41435839af598e115e2c66e1902">13250</td>
              <td id="table-cell-b2e488351f7453f60b8b07d872f7d627">65</td>
              <td id="table-cell-f951988ea691827d3b264113f72e4ab8">15</td>
              <td id="table-cell-ec8afc2b6e4092ae74487a0173e8c0a0">10</td>
              <td id="table-cell-3bbb08ba691a231c5e9d74d7532be91f">10</td>
              <td id="table-cell-805fe63dd6529537e7c1837200c840e2">100</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8ebbb3623799f40e98f391aac218c4b2">
              <td id="table-cell-6001d7558f616fc62d39895a53c6ef1f">Juni</td>
              <td id="table-cell-a7e668246379f8ee95856b359796ec4c">13500</td>
              <td id="table-cell-e89a4bdf074274e0ec4f56f686c311bb">50</td>
              <td id="table-cell-d2baa2cf7bd3deed6447c35776228f62">25</td>
              <td id="table-cell-321a23a080cca82927ef04e444a2f1da">15</td>
              <td id="table-cell-970ba25880b100b1d011eb5044b525d5">5</td>
              <td id="table-cell-b98c78e8b018e9f64f05bef493e9acbe">95</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f8ba530cc00e426f6df557394ef97aca">
              <td id="table-cell-604086e57165b7e526d1d0301c11308f">Total</td>
              <td id="table-cell-01a109d7f87736b38537c4a3e8c0091f">77750</td>
              <td id="table-cell-ff65afd2a1f88b7fa421a93b51781697">375</td>
              <td id="table-cell-ce649e184c3a090212a214565f73d9e9">75</td>
              <td id="table-cell-e0bad18c45fd0ac74eaca59e2c1842d5">95</td>
              <td id="table-cell-af4aeb15fbe4e935e9acbc6e0bb9fc0f">130</td>
              <td id="table-cell-af0866b7cabdd810dd62e4d97b4139a2">675</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-39">Dari table tersebut di atas, jenis cacat produk yang sering terjadi adalah <italic id="_italic-89">settling</italic> dengan jumlah sebanyak 375kg. Sedangkan jenis cacat produk yang sering terjadi kedua adalah bau busukdengan jumlah sebanyak 130kg. Kemudian yang ketiga adalah <italic id="_italic-90">weather</italic>dengan jumlah sebanyak 95kg, lalu yang terakhir yaitu <italic id="_italic-91">adhesi</italic> dengan junlah cacat produk sebanyak 75kg.</p>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="_bold-42">Penerapan Pengendalian Kualitas Produk Cat Berbasis </bold>
        <bold id="_bold-43">
          <italic id="_italic-92">Water Based</italic>
        </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-75c2daba0549207fdd7dd3ceef9cf3a2">
        <bold id="bold-1">1. </bold>
        <italic id="italic-1">
          <bold id="bold-2">Define</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Penelitian ini menggunakan metode <italic id="_italic-93">six sigma</italic> yang melalui lima langkah analisis, khususnya DMAIC, untuk menetapkan pengendalian mutu. Berikut ini adalah analisis penelitian di PT. XYZ dengan menggunakan pendekatan <italic id="_italic-94">six sigma</italic> yang terdiri dari lima tahap yaitu <italic id="_italic-95">define, measure, analyze, improve,</italic> dan <italic id="_italic-96">control</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-42">Berdasarkan data yang disampaikan oleh<italic id="_italic-97"> supervisor quality control</italic> PT. XYZ<italic id="_italic-98">,</italic> jenis cacat didefinisikan seperti pada tabel 2.</p>
      <p id="_paragraph-43">Tabel 2. Definisi Jenis Cacat.</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-44"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2d10b7eaeb23c2d0d15cfba0102a8ff2">
              <td id="315311dc4516741fedbfdce376ed9b91">
                <bold id="_bold-44">No</bold>
              </td>
              <td id="e068d9edbe7e05a812cdf64c41dd0c23">
                <bold id="_bold-45">Jenis Cacat</bold>
              </td>
              <td id="04bdd49d5418cbd5cde1fd9ea1f29ea9">
                <bold id="_bold-46">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5c87d9b405b8210ca82d99fa8742979a">
              <td id="c1e2b534d747d584de91d301a461b136">1</td>
              <td id="8310ac7ec9bdb752cb68391da7220c6d">
                <italic id="_italic-99">Settling</italic>
              </td>
              <td id="db9c6825bc04c116e5dba6094c329d08">Terjadinya pemisahan antara bagian padat dan bagian cair dari cat dalam wadah atau kaleng</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9fdea668b0e84b9237401ba040a8c574">
              <td id="94e92648794176d889fe5c316a96d111">2</td>
              <td id="a5dd2976b9c76f812d1423b0383226a2">
                <italic id="_italic-100">Adhesi</italic>
              </td>
              <td id="7c890951fd01e6417382a42bef39de05">Rendahnya daya lekat yang menyebabkan cat tidak menempel pada media dengan baik</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fc7ca42694ffd888d6ceeeff8a82e961">
              <td id="9001b6b067beb5d956d3c35bbb1ee6cf">3</td>
              <td id="3796e82653a268ec9b28317844acfb2d">
                <italic id="_italic-101">Weather</italic>
              </td>
              <td id="77249f9836096856d670a192b0d09e57">Kerusakan cat seperti retak, mengelupas, dan memudar yang disebabkan cat yang tidak tahan terhadap cuaca</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-726b2a62b6966c7adcb9d4c05fa9f4d1">
              <td id="217f7298b3bf95efb06b0dcc81feea07">4</td>
              <td id="93cd09008f429d5fa282b73372aee976">Bau Busuk</td>
              <td id="8043273495b753a4fd952e2b99efc84e">Cat mengeluarkan bau tidak sedap setelah beberapa waktu</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-45">Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Harahap <italic id="_italic-102">et al</italic> <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>, pada tahap <italic id="_italic-103">define</italic> dapat didefinisikan sebagai kriteria karakteristik kualitas yang mengakibatkan kecacatan produk.</p>
      <p id="paragraph-fa9e8346c6ce3956fa6d723010d93510">2. <bold id="_bold-48"><italic id="_italic-105">Measure</italic> </bold></p>
      <p id="_paragraph-46">Pada tabel 1 dapat dilihat jenis cacat yang sering terjadi adalah <italic id="_italic-106">settling</italic> sebanyak 375kg, bau busuk sebanyak 130kg, <italic id="_italic-107">weather</italic> sebanyak 95kg, dan <italic id="_italic-108">adhesi </italic>sebanyak 75kg. Dalam tahap <italic id="_italic-109">measure</italic>, pengukuran dibagi menjadi dua tahap yaitu:</p>
      <p id="paragraph-fb283dcb5bcbb00347a56e5252bdf943">a. Analisis Diagram Kontrol (<italic id="italic-8e74f6b44e4556d944f77a790cccbb2b">P-Chart</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-47">Informasi yang diperoleh dari PT XYZ, khususnya kuantitas barang jadi sebagai proksi pengendalian mutu. Produk akhir bulan diukur dengan <italic id="_italic-110">Statistical Quality Control</italic> <italic id="_italic-111">jenis P-Chart</italic>. Peta pengendalian <italic id="_italic-112">p-chart</italic> dibuat dari data ini dengan menghitung DPU, CL, UCL, LCL, dan DPMO. Salah satu contoh perhitungannya yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-48">DPU Januari=  =  = 0,0120</p>
      <p id="_paragraph-49">CL=  =  = 0,0086</p>
      <p id="_paragraph-50">UCL= CL + 3 = 0,0086 + 3 = 0,0088</p>
      <p id="_paragraph-51">UCL= CL - 3 = 0,0086 - 3 = 0,0085</p>
      <p id="_paragraph-52">Hasil perhitungan dari seluruh data produksi dapat dilihat pada tabel 3 berikut.</p>
      <p id="_paragraph-53">Tabel 3. Hasil Perhitungan DPU, CL, UCL, LCL, dan DPMO.</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-54"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-01bfa36e1b808469db1b3012fb64524a">
              <td id="bdbdceded85b96b5c70fbee7194a6018">
                <bold id="_bold-49">Bulan</bold>
              </td>
              <td id="74ed5951517371b9f3eccea28826e60e">
                <bold id="_bold-50">DPU</bold>
              </td>
              <td id="24001fd99527ed547a980d9f47d9cb76">
                <bold id="_bold-51">CL</bold>
              </td>
              <td id="5b7cfa1d82ea8f4b06a20be5f6b993f3">
                <bold id="_bold-52">UCL</bold>
              </td>
              <td id="536b39a9dd4d9a0a8ce4e912d976dc53">
                <bold id="_bold-53">LCL</bold>
              </td>
              <td id="1eebd34cede423179b8276fc3a1c1c3d">
                <bold id="_bold-54">DPMO</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0a0d70e17df58665123d4bec40cae73">
              <td id="e0fe57602513ae43436db51dfad4fea1">Januari</td>
              <td id="6ab56068c2b4c3cfaef28680f600d3f1">0,0120</td>
              <td id="204dc0b44d12007774e751c890de2251">0,0086</td>
              <td id="210c558748a72b87f68180769a4a2568">0,0088</td>
              <td id="26fafd02b5f59bcdcaed5bd868c2a5eb">0,0085</td>
              <td id="9c8b2ab730e16fb1c71ee04847e90283">12000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2161b629cf97d78a8eafe68369cdc4f7">
              <td id="eae41a9e58ebf28d6f2da93ee814b3bd">Februari</td>
              <td id="9bca5d6c9cc5edab9e223426bb7fad1f">0,0121</td>
              <td id="62a4a3864fb2d2b35c9f673fe56924e7">0,0086</td>
              <td id="46612b23a5da436c1fdecde252e21ebb">0,0088</td>
              <td id="4f3c05a67ab196d336cd63b4ac116c42">0,0085</td>
              <td id="32adb442bb2e9917a95b2307a8a185ee">12083,33</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0139ab2700f29a1ed0aa67d4b5fc8dba">
              <td id="c5783a52a033c142dba8804229c90bf3">Maret</td>
              <td id="7509faf2052a63b504c87e4ddf5e755c">0,0077</td>
              <td id="f220046f09e2da9a4d05493e0ff036d3">0,0086</td>
              <td id="184fc4b7ebd8279572bc14af9e97ead7">0,0088</td>
              <td id="d793fb9a0ef25045f0e219cd7f1a9a34">0,0085</td>
              <td id="bfbb7c7bf5131fce759fc53ad18b5c3a">7692,31</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8594249590fa7b919b4ecdfb127f1d32">
              <td id="cb4b45d5a88ba08310747f5606e5740b">April</td>
              <td id="12f0249a71252d37e5b326ec9bcc9cd7">0,0063</td>
              <td id="64afdd8d48c94350c57fd265ace14fa7">0,0086</td>
              <td id="a2eb2a8b388d078e52fd50fe855615e6">0,0088</td>
              <td id="767e0bd3b500678026198930e303198c">0,0085</td>
              <td id="9b8a7c076feb3f90bd72780c020336bc">6296,30</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cbdafa1c021eb74d120e4ca7ca37f4c8">
              <td id="ca291134460ee9d4726f3ae2c1c3fff5">Mei</td>
              <td id="ba35d2fd5619f2c1315cf2892e36028f">0,0075</td>
              <td id="944cc7f57f0619659ef9f92657400388">0,0086</td>
              <td id="3bdc367d20f081524319347c419f1d4d">0,0088</td>
              <td id="843c4074990941aa344b99473c44cf28">0,0085</td>
              <td id="ae38eaf3617660b7befd981a809b569a">7547,17</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-84141b50b653bb05fee2b5f8a000adb7">
              <td id="ac16f31db953725d066f5f74e318579e">Juni</td>
              <td id="754b4b5aab3235b0015daf09e2ad4c04">0,0070</td>
              <td id="f0db220fdfc5bd8755285769a471dafe">0,0086</td>
              <td id="19cc8806641c806b72dcaebfa2e3c720">0,0088</td>
              <td id="db88af6765ef258fef61155fd9872efa">0,0085</td>
              <td id="0d1651ef8cc4c9ca7560674c0bf8d6b5">7037,04</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-165de75e306576141e1182706ea0889a">
              <td id="d890203ef5d7c5e77eab86dacbb330fe">Rata-rata</td>
              <td id="6ca0a55a4ad400f48bd4dd5b3486ecf4">0,0088</td>
              <td id="51c484d29a5799c62239e6314011c645"/>
              <td id="5f20ab8c8535074e831d5c43cfe9112f"/>
              <td id="1b81dcbecfeccd1e2678eafa5cfc362b"/>
              <td id="465ae40359bcaabedcd1f0712711913a">52656,14</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-55">Dari hasil perhitungan di atas, selanjutnya dibuat <italic id="_italic-113">p-chart</italic> yang dapat dilihat pada gambar 1.</p>
      <fig id="figure-panel-13fede739bf736a65db286e932d16035">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-51472dd987903b25f6b0a1fbb2127638"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-5bd588c1ffe83bab746850780d8cc8c9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1804-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-56">Gambar 1. Peta Kendali</p>
      <p id="_paragraph-57">Dari gambar 1 terlihat bahwa tidak ada satupun data yang berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan. Karena masih terdapat rata-rata tingkat cacat yang sangat tinggi yaitu sekitar 0,0121, hal ini menunjukkan pengendalian cacat produk yang belum stabil. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa pengendalian mutu PT. XYZ perlu ditingkatkan untuk menurunkan jumlah cacat dan akhirnya mencapai nilai maksimum 0%.</p>
      <p id="paragraph-3d4a11a83fdf14e8c6db26e80d0114e0">b. Tahap Pengukuran Tingkat <italic id="_italic-115">Six Sigma</italic> dan <italic id="_italic-116">Defect Per Million Opportunities</italic> (DPMO)</p>
      <p id="_paragraph-58">DPMO merupakan ukuran kegagalan yang menunjukkan kecacatan dalam suatu produk dalam satu juta produk yang dihasilkan <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Pada penilitian kali ini, salah satu contoh perhitungan DPMO adalah sebagai berikut.</p>
      <p id="_paragraph-59">DPMO Januari =   =  = 12.000</p>
      <p id="_paragraph-60">Hasil lengkapnya dapat dilihat pada table 3. Tabel 3 menunjukkan nilai DPMO sebesar 52656,14 dan nilai rata-rata DPU sebesar 0,0088. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk setiap satu juta cat berbasis air yang diproduksi, terdapat 52.656 barang yang berpotensi mengalami kerusakan, yang berarti level sigma-nya adalah 2,5. Hal ini tentu saja merupakan kerugian yang sangat besar apabila tidak segera diatasi karena semakin banyaknya cacat produk dari hasil produksi tentu akan mengakibatkan peningkatan biaya produksi.</p>
      <p id="paragraph-7ff5c2bc16f4a7817b3fa14c4c4c1f25">3. <bold id="_bold-55"><italic id="_italic-117">Analyze</italic> </bold></p>
      <p id="_paragraph-61">Sasaran tahap <italic id="_italic-118">analyze</italic> adalah menentukan penyebab suatu masalah dan area potensial untuk perubahan <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Secara singkat, tujuan dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama produk cat <italic id="_italic-119">water based</italic> di PT. XYZ. Pada tahap analisis ini, dibagi menjadi dua bagian berikut.</p>
      <p id="paragraph-cbb5686e9ed1f97347759132727ebed9">a. Diagram Pareto</p>
      <p id="_paragraph-62">Berdasarkan data pada tabel 1 dihitung persentase jenis produk yang cacat sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-63">Persentase <italic id="_italic-120">settling</italic>=  100 = 56%</p>
      <p id="_paragraph-64">Persentase <italic id="_italic-121">adesh</italic><italic id="_italic-122">i</italic>=  100 = 11%</p>
      <p id="_paragraph-65">Persentase <italic id="_italic-123">weather</italic>=  100 = 14%</p>
      <p id="_paragraph-66">Persentase bau busuk=  100 = 19%</p>
      <p id="_paragraph-67">Hasil perhitungan dapat digambarkan dalam diagram pareto yang ditunjukkan pada Gambar 2 berikut.</p>
      <fig id="figure-panel-b8f02ebba7c341ba6bd906f692932ddc">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-96efd7ecf2d21bff590d4b605281f171"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-4e09ea7e283344961582234c2270a6b9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1804-2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-68">Gambar 2. Diagram Pareto</p>
      <p id="_paragraph-69">Dari diagram pareto pada Gambar 2 tersebut dapat dilihat jenis kecacatan yang sering terjadi yaitu <italic id="_italic-124">settling</italic> sebesar 56%, bau busuk sebesar 19% <italic id="_italic-125">weather</italic> sebesar 14%, dan <italic id="_italic-126">adeshi</italic> sebesar 11%. Perbaikan dapat dilakukan dengan memfokuskan pada 4 jenis cacat hasil produksi yang terjadi yaitu <italic id="_italic-127">settling</italic>, bau busuk, <italic id="_italic-128">weather</italic>, dan <italic id="_italic-129">adeshi</italic>.</p>
      <p id="paragraph-4e36df4e92676040684e155cb6acd4ef">b. Diagram Tulang Ikan (<italic id="_italic-130">Fishbone</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-70">Diagram tulang ikan berguna untuk mengidentifikasi alasan kesalahan produk. Faktor-faktor ini dapat dikaitkan dengan faktor manusia, mesin, bahan baku, proses, dan faktor lingkungan. <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. Adapun penggunaan diagram sebab akibat untuk menelusuri jenis jenis cacat produk <italic id="_italic-131">settling </italic>yang dimana jenis cacat tersebut merupakan yang paling dominan atau dengan pesentase paling tinggi adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-71">Tabel 4. Faktor Penyebab Cacat <italic id="_italic-132">Settling.</italic></p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-72"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-76aa66cc7490929b5f2d1e5e3e965081">
              <td id="23bc01572917af1169e3ba9203d1aee4">
                <bold id="_bold-56">Faktor Penyebab</bold>
              </td>
              <td id="a9c8b0c81d1efd7a5ce9f6e00d0aac29">
                <bold id="_bold-57">Akar Penyebab</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a2fef93b1367a70737cdc8f28340030c">
              <td id="8c16f08e63789a8f8bd588680a76ffff">
                <italic id="_italic-133">Man</italic>
              </td>
              <td id="2226ed3ce311e7956c2da985a7b17b4e">Kurangnya pengawasan prosesKurangnya keahlian kerjaKelalaian pekerja</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-da31fb67f726d110ca24b11c4a0a257f">
              <td id="a9303317e02b12ccb7af110f111c6638">
                <italic id="_italic-134">Method</italic>
              </td>
              <td id="069ab5545fcb7a396ff293b2e788e4fa">Ketidaksesuaian proporsi formula antar bahan bakuKetidaksesuaian nilai viskositas</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-444242d0df2c148392e49e4c3f7a2266">
              <td id="e2ed096c8003fd4c1f50b7612eb9fb2c">
                <italic id="_italic-135">Machine</italic>
              </td>
              <td id="1cf05474499db76d691b6ceba334abf3">Timbul limbah bekas pemakaian pada tong atau mesin produksiKesalahan proses produksi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c6b70c41cc8da629ce16318d4cc84542">
              <td id="087bbb9285920ac0f79db74a5426c499">
                <italic id="_italic-136">Material</italic>
              </td>
              <td id="34c56fb9afda3a85471db9c44131ddb0">Bahan baku tidak sesuai dengan spesifikasiPemeriksaan komposisi belum optimal</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-73">Dari table 4 di atas, dapat digambarkan <italic id="_italic-137">fishbone diagram</italic> penyebab jenis cacat <italic id="_italic-138">settling</italic> pada hasil produksi cat berbasis <italic id="_italic-139">water based </italic>sebagai berikut.</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-74"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-75">Gambar 3. Diagram Tulang Ikan (<italic id="_italic-140">Fishbone</italic>)</p>
      <p id="paragraph-1d153865995b8921124c9ea3b60c5a90">
        <bold id="bold-c8eb0ae3986f644c4053da559634a3d6">4. </bold>
        <italic id="italic-8367df7c64001c8c2d21c5f1556b8f59">
          <bold id="bold-9d617ed7fd93e52c513dc19c7232294e">Improve</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-76">Sejalan dengan Sucipto <italic id="_italic-141">et al</italic> <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>, dalam penelitiannya menjelaskan bahwa tahap <italic id="_italic-142">improve </italic>berisikan tentang usulan-usulan perbaikan proses (<italic id="_italic-143">process improvement</italic>) untuk memecahkan masalah proses dengan tidak mengubah struktur dasar proses tersebut. Dari hasil pada table 4 dan gambar 3, usulan perbaikan untuk mengurangi jenis cacat <italic id="_italic-144">settling</italic> pada hasil produk cat berbasis <italic id="_italic-145">water based</italic> dapat dilihat pada tabel berikut.</p>
      <p id="_paragraph-77">Tabel 5. Usulan Perbaikan.</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-78"/>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-484b3c293b07d9806d4070b7006c2eac">
              <td id="be7b2fb7d4bc98d7a6354c19bdc7dab8">
                <bold id="_bold-58">Faktor Perbaikan</bold>
              </td>
              <td id="662a885127a636161b3447460dc6b108">
                <bold id="_bold-59">Usulan Perbaikan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-de94e5fb043a994331227b576b2bcea5">
              <td id="45942cbc7863dec9f8054ef0d6a5276b">
                <italic id="_italic-146">Man</italic>
              </td>
              <td id="8bdc6c14525ea4ae4d452b5f1df0defd">Diperlukan lebih banyak pengawasan dan pelatihan ahli dalam pendekatan proses manufaktur untuk mengurangi kesalahan pekerja <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-acc2b06063dca8a60763b4276b12d74f">
              <td id="c306644d497ddbb1c64be6a89ee75065">
                <italic id="_italic-147">Method</italic>
              </td>
              <td id="de62d31f714020f5bdc673a1a0975904">Untuk mendapatkan hasil yang baik, perusahaan harus menyediakan operator produksi dengan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan efektif yang meminimalkan kesalahan dan bahkan menghilangkan masalah yang ada (tidak ada kesalahan) <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-18f29c95be93003c8216fcdf91b474f8">
              <td id="63b62145afdbb30873aa7f2f8dd0674d">
                <italic id="_italic-148">Machine</italic>
              </td>
              <td id="3a7f3e71137a97bf1c2dca93630f9142">Perusahaan perlu memelihara dan membersihkan peralatannya secara teratur, tidak hanya saat rusak <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f41e2a855c50f16ea6433cc62baebc18">
              <td id="53bfb35efa242aea180f9094bb69f2cc">
                <italic id="_italic-149">Material</italic>
              </td>
              <td id="26cee654e84c184adc9355c195ebc9aa">Karena memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil produksi, pertimbangan yang lebih besar harus diberikan yaitu pada pemilihan kualitas bahan baku utama dan bahan baku tambahan <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>.</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-63f1f74d857d24acb4ca726d2881fb74">5. <bold id="_bold-61"><italic id="_italic-151">Control</italic> </bold></p>
      <p id="_paragraph-79">Tahap <italic id="_italic-152">control</italic> merupakan tahap analisis terakhir dari metode <italic id="_italic-153">six sigma</italic> yang menekankan pada proses perbaikan yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan agar semua langkah perbaikan dapat diimplementasikan dengan efektif dan efisien sehingga dapat mengurangi jumlah cacat produk. Proses-proses tersebut meliputi:</p>
      <list list-type="order" id="list-db3fdb829ff0b0b3925b18b53ea321a0">
        <list-item>
          <p>Mengawasi karyawan dan bahan baku untuk menjamin produk berkualitas lebih tinggi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin pada mesin.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menerapkan SOP yang sudah ditentukan oleh perusahaan.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="heading-46e4893cf0fb3d72a77e954625b570d8">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-80">Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah diuraikan pada ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil produksi cat berbasis <italic id="_italic-154">water based</italic> di PT. XYZ terdapat 4 jenis cacat produk yaitu <italic id="_italic-155">settling</italic>,<italic id="_italic-156"> adeshi</italic>, <italic id="_italic-157">weather</italic>, dan bau busuk. Cacat produk yang paling sering terjadi atau yang paling dominan adalah <italic id="_italic-158">settling</italic> dengan persentase 56%. Penyebab jenis cacat <italic id="_italic-159">settling</italic> yang terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu <italic id="_italic-160">man</italic>, <italic id="_italic-161">method</italic>, <italic id="_italic-162">machine</italic>, dan <italic id="_italic-163">material</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-81">Upaya-upaya perbaikan pada proses produksi yang perlu dilakukan oleh PT. XYZ adalah menyelenggarakan pelatihan profesional, melakukan pengawasan terhadap bahan baku agar mutu produk yang dihasilkan lebih baik, melakukan perawatan dan perbaikan mesin secara berkala, dan menerapkan SOP yang sudah ditentukan oleh perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-82">
        <bold id="bold-358d27fcb7c38536163bb6ce7fc5cd9d">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-83">Ucapan terima kasih diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan PT. XYZ sebagai tempat pelaksanaan penelitian.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>451-463</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31933/jimt.v1i5.205</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rachmiarti Kusumah</surname>
              <given-names>Judiatin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmu Manajemen Terapan</source>
          <article-title>Green Product Sebagai Penerapan Etika Bisnis Pada Perusahaan Produsen Cat</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-11</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Listyani</surname>
              <given-names>Irma</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengendalian Kualitas Produk Cat dengan Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>975-993</page-range>
          <volume>Volume 9, </volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wibowo</surname>
              <given-names>Stefanie Carolina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sinatra Wijaya</surname>
              <given-names>Lina</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian</source>
          <article-title>Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu PT Indaco Warna Dunia Dalam Mempromosikan Produk Cat</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>163-176</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Didiharyono</surname>
              <given-names>D.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Marsal</surname>
              <given-names>M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bakhtiar</surname>
              <given-names>B.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam</source>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Dengan Metode Six-Sigma Pada Industri Air Minum PT Asera Tirta Posidonia, Kota Palopo</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>13-25</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Izzah</surname>
              <given-names>Nailul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rozi</surname>
              <given-names>Muhammad Fahrur</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Soulmath</source>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma-Dmaic dalam Upaya Mengurangi Kecacatan Produk Rebana pada UKM Alfiya Rebana Gresik</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>186-192</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Farid</surname>
              <given-names>Mohammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yulius</surname>
              <given-names>Henny</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Maulana</surname>
              <given-names>Bobby</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis</source>
          <article-title>Pengendalian Kualitas Pengolahan Kulit UPTD Kota Padang Panjang Menggunakan Metode Six Sigma</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>90-98</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hanifah</surname>
              <given-names>Putri Sausan Kis</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Iftadi</surname>
              <given-names>Irwan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya</source>
          <article-title>Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analysis untuk Perbaikan Pengendalian Kualitas Produksi Gula</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>98-104</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kumala Sriwana</surname>
              <given-names>Iphov</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Haryanto</surname>
              <given-names>Nius Tri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Inovisi</source>
          <article-title>Usulan Pengurangan Jumlah Produk Cacat pada Cat Melamine dengan Metode Six Sigma di PT P</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>211-219</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Harahap</surname>
              <given-names>Bonar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Parinduri</surname>
              <given-names>Luthfi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fitrin</surname>
              <given-names>An Ama Lailan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Buletin Utama Teknik</source>
          <article-title>Penerapan Metode Six Sigma di PT Triangle Motorindo</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>42-51</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sutiyarno</surname>
              <given-names>Didik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal of Industrial Engineering and Management Systems</source>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas dan Pengembangan Produk Wafer Osuka dengan Metode S ix Sigma Konsep DMAIC dan Metode Quality Function Deployment di PT . Indosari Mandiri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>53-64</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2014</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fransiscus</surname>
              <given-names>Hanky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Juwono</surname>
              <given-names>Cynthia Prithadevi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Astari</surname>
              <given-names>Isabelle Sarah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Rekayasa Sistem Industri</source>
          <article-title>Implementasi Metode Six Sigma DMAIC untuk Mengurangi Paint Bucket Cacat di PT X</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>67-81</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.47080/intent.v3i2.952</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Krisnaningsih</surname>
              <given-names>Erni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dwiyatno</surname>
              <given-names>Saleh</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sasongko</surname>
              <given-names>Roland</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu</source>
          <article-title>Usulan Penentuan Waktu Baku Pada Operator Packing Folding Kain Tetoron Rayon Dengan Metode Stopwatch</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>87-92</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Shanty Kusuma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ummah</surname>
              <given-names>Diyah Maslahatul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jati Undip</source>
          <article-title>Perbaikan Kualitas pada Produk Genteng dengan Metode Six Sigma</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>12</issue>
          <page-range>3295-3314</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Adi Juwito</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Ari Zaqi Al-Faritsy</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Cakrawala Ilmiah</source>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi Cacat Produk Dengan Metode Six Sigma Di Umkm Makmur Santosa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>81-93</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Soemadi</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Logistik Indonesia</source>
          <article-title>Evaluasi Keterlambatan Pengiriman Barang dengan Menggunakan Metode Six Sigma</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>222-241</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wulandari</surname>
              <given-names>Ismi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bernik</surname>
              <given-names>Merita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis</source>
          <article-title>Penerapan Metode Pengendalian Kualitas Six Sigma Pada Heyjacker Company</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>94-100</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputri</surname>
              <given-names>Rochmadita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Vitasari</surname>
              <given-names>Prima</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adriantantri</surname>
              <given-names>Emmalia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Valtech</source>
          <article-title>Identifikasi Timbulnya Produk Cacat Dengan Metode CTQ dan DPMO Pada Home Industry Keripik Tempe Sari Rasa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>128-136</page-range>
          <volume>16</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>Poppy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bernik</surname>
              <given-names>Merita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Bisnis &amp; Kewirausahaan</source>
          <article-title>Peningkatan Pengendalian Kualitas Produk Roti dengan Metode Six Sigma Menggunakan New &amp; Old 7 Tools</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-7</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sucipto</surname>
              <given-names>S</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prima Sulistyowati</surname>
              <given-names>Devita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anggarini</surname>
              <given-names>Sakunda</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri</source>
          <article-title>Pengendalian Kualitas Pengalengan Jamur dengan Metode Six Sigma di PT Y, Pasuruan, Jawa Timur Quality Control of Mushrooms Canning using Six Sigma Method at Company Y, Pasuruan, East Java</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Alwi</surname>
              <given-names>Mohammad Kharis</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Cahyana</surname>
              <given-names>Atikha Sidhi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Procedia of Engineering and Life Science</source>
          <article-title>Quality Control of Tofu Production Processes Using the Seven Tools Method</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>77-86</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Winata</surname>
              <given-names>Sheila Vania</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis</source>
          <article-title>Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Pada Chocolab</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
