<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Quick Shifter Prototype for Manual Motorcycle Gear Transition</article-title>
        <subtitle>Prototipe Quick Shifter untuk Pergantian Gigi Motor Manual</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Qodrinas</surname>
            <given-names>Alvi</given-names>
          </name>
          <email>ariefwisaksono@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Wicaksono</surname>
            <given-names>Arief</given-names>
          </name>
          <email>ariefwisaksono@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-05-02">
          <day>02</day>
          <month>05</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>05</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>Design of a Quick Shift Prototype on a Suzuki Manual Motorcycle</bold>
    </p>
    <p>
      <bold>[</bold>
      <bold>Desain Prototype Pergantian Gigi Cepat </bold>
      <bold>p</bold>
      <bold>ada Sepeda Motor Manual Suzuki</bold>
      <bold>]</bold>
    </p>
    <p>Alvi Qodrinas1<sup>)</sup>, Arief Wisaksono <sup>2)</sup> </p>
    <p><sup>1)</sup>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>2)</sup> Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi: “:ariefwisaksono@umsida.ac.id </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>Transportation is a major need today, many factories are researching their products to compete, especially with the presence of motorbikes such as automatic and manual transmission motorbikes. This time we will discuss manual motorcycles. Manual transmission motorcycles give the impression of being reliable. The downside of this type of motorcycle is that the engine performance is not as good as an automatic vehicle, especially when used on climbs. Of course, for novice drivers, this process will take a long time. It is not uncommon that when you release the throttle and simply press the clutch lever and shift gears, the engine suddenly dies. The purpose of this research is to improve driving comfort with a prototype manufacturing method. In accordance with its manufacturing purpose, the Quick Shifter is a digital electronic component that helps shift gears safely and quickly without having to pull the clutch lever. The presence of this part has a main function that is also its advantage, which is to speed up the gearshift process. The only thing you need to remember is that this easy gearshift is for upshifts, not downshifts. The driver no longer needs to lower the throttle when shifting gears. Simply pull the gear lever and the gear change will happen instantly. The advantage of this feature is that it helps the motorcycle accelerate and accelerate faster. It is no surprise that all racing motorcycles have fast gear shifters.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords - </italic>
      </bold>
      <italic>Motorcycle; Quick Shifter; Gear</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstrak</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>Transportasi menjadi kebutuhan utama saat ini, banyak pabrik yang meriset produknya untuk bersaing, apalagi dengan hadirnya sepeda motor seperti sepeda motor bertransmisi matic dan manual. Kali ini kita akan membahas motor manual. Sepeda motor bertransmisi manual memberikan kesan handal. Kekurangan dari sepeda motor jenis ini adalah performa mesinnya yang tidak sebaik kendaraan matic, apalagi saat digunakan di tanjakan. Tentu saja bagi pengemudi pemula, proses ini akan terasa lama. Tidak jarang ketika Anda melepas throttle dan cukup menekan tuas kopling lalu memindahkan gigi, mesin tiba-tiba mati. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kenyamanan  berkendara dengan metode pembuatan prototype. Sesuai dengan tujuan pembuatannya, Quick Shifter merupakan komponen elektronik digital yang  membantu perpindahan gigi dengan aman dan cepat tanpa harus menarik tuas kopling. Kehadiran bagian ini mempunyai fungsi utama yang juga menjadi keunggulannya, yaitu mempercepat proses perpindahan gigi. Satu-satunya hal yang perlu Anda ingat adalah perpindahan gigi yang mudah ini adalah untuk perpindahan gigi ke atas, bukan perpindahan gigi ke bawah. Pengemudi tidak perlu lagi menurunkan throttle saat berpindah gigi. Cukup tarik tuas persneling dan pergantian gigi akan terjadi secara instan. Keunggulan fitur ini adalah membantu motor berakselerasi dan berakselerasi lebih cepat. Tidak mengherankan jika semua sepeda motor balap memiliki pemindah gigi cepat.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Kata Kunci - </italic>
      </bold>
      <italic>Motor</italic>
      <italic>; </italic>
      <italic>Quick Shifter</italic>
      <italic>; </italic>
      <italic>Gigi</italic>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p>Saat ini masyarakat menggunakan transportasi untuk mempermudah segala hal kegiatan seperti memindahkan barang atau mengangkut orang. Sepeda motor merupakan alat transportasi yang populer dengan tingkat penggunaan yang tinggi. Efisiensi waktu, hemat dalam mencapai tujuan serta alat perawatan yang cukup mudah diperoleh menjadikan sepeda motor ini menjadi prioritas masyarakat saat ini, namun seringkali sepeda motor menghadapi permasalahan yang dapat menimbulkan kerusakan dan menghambat pekerjaannya.</p>
      <p>Kemajuan teknologi otomotif, seperti penciptaan alat ukur untuk pemeliharaan dan perbaikan, adalah hal yang penting. Penting untuk menjaga fungsionalitas kendaraan dan menghindari kerusakan komponen. Hal ini dibuktikan melalui kejadian langka yang terjadi pada mesin, seperti keluar rumah di tengah hujan. Padahal jika melewatkan satu bulan perawatan, motor masih bisa dikendarai dengan normal. Kekurangan dari sepeda motor jenis ini adalah performa mesinnya yang tidak sebaik kendaraan matic, apalagi saat digunakan ditanjakan. Dibutuhkan banyak langkah untuk memindahkan gigi. Mulai dengna menurunkan throttle, lalu tekan tuas kopling, turunkan gigi dan buka kembali throttle. Ada empat tahap yang harus diselesaikan oleh pilot dengan sangat cepat.</p>
      <p>Tentu saja bagi pengemudi pemula,  proses ini akan terasa lama. Tidak jarang  ketika Anda melepas throttle dan cukup menekan tuas kopling lalu memindahkan gigi, mesin tiba-tiba mati. Sebab, tingkat pengurangan gasnya terlalu rendah. Dan jika masalah ini tidak segera diatasi maka akan terjadi berkurangnya minat atau gairah terhadap penggunaan motor kopling yang dikenal sebagai kendaraan yang sulit dioperasikan apalagi oleh pemula. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 1</bold>. Blok Diagram Rangkaian Sistem Konfigurasi Input dan Output [1]</p>
      <p>Pada penelitian terdahulu guna sebagai perbandingan terdapat transmisi manual pada sistem pengoperasian motor manual, yaitu tipe transmisi yang digunakan pada kendaraan bermotor. Sistem ini menggunakan kopling yang dioperasikan oleh pengemudi untuk mengatur perpindahan torsi dari mesin menuju transmisi, serta pemindah gigi yang dioperasikan dengan tangan (pada motor) atau kaki (pada sepeda motor). Gigi percepatan dirangkai di dalam Gearbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 sampai 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya apabila kecepatan semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya, apabila mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan .</p>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>2</bold><bold>. </bold>Blok Diagram Pengoperasian Motor Secara Manual [2]</p>
      <p>Adapun pada sistem pengoperasian motor manual dengan alat Quicksifter yang dapat menghemat tenaga dan waktu dalam melakukan perpindahan gigi. Perbedaan dan pengurangan pengoperasian motor transmisi manual dapat dilihat pada blok diagram berikut. </p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>3</bold><bold>.</bold> Blok Diagram Pengoperasian Alat Dengan Alat Quicksifter [3]</p>
      <p>Dalam tahap merancang sistem tersebut dalam penyusunan bahan dan modul perangkat keras sesuai dengan skematik yang telah dibuat seperti pada “Blok Diagram Pengoperasian Motor Secara Manual”. Pada blok diagram tersebut menunjukkan bahan – bahan yang telah disusun pada software Fritzzing. Komponen tersebut saling diintegrasikan satu sama lain sesuai dengan skema awal.</p>
      <fig id="fig3">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image3.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 4.</bold> Skematik Perancangan [4]</p>
      <p>Rangakian Trigger merupakan sebuah pemicu dan untuk keperluan skema rangkaian dengan menggunakan pushbutton sebagai gantinya. Pada rangkaian asli menggunakan switch standar samping sepeda motor ditambah dengna bantuan relay untuk membalikkan fungsi switch tersebut yang awalnya NO menjadi NC.</p>
      <fig id="fig4">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image4.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 5.</bold> Rangkaian Trigger [5]</p>
      <p>Rangakaian Relay merupakan rangkaian yang sesuai dengan rangkaian aslinya. Guna untuk menyesuaikan dengan arus yang terdapat pada sepeda motor yang digunakan, modul relay tersebut menggunakan relay 5 kaki tanpa modul.</p>
      <fig id="fig5">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image5.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 6.</bold> Rangkaian Relay [6]</p>
      <p>Pada “Blok Diagram Pengoperasian Motor Secara Manual” dapat dijelaskan bahwa alat tersebut bekerja dengan arus yang diberikan oleh sepeda motor dengan tegangan minimal 9 volt dan maksimal 20 volt. Kemudian Push Button yang diibaratkan sebagai trigger karena memiliki kesamaan fungsi, terhubung pada pin A5 dan Gnd. Kemudian Arduino Nano terhubung dengan relay pada pin D3, Gnd, dan 5v. Output relay tersebut yaitu COM dan NC. Pin COM yang terhubung pada pin VCC diibaratkan sebagai arus masuk dari CDI sepeda motor, dan untuk pin NC terhubung pada Led diibaratkan sebagai koil igniton yang menyala dan terhubung pada Gnd.</p>
      <fig id="fig6">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image6.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>7</bold><bold>.</bold> Rangkaian Keseluruhan [7]</p>
      <p>Pada perancangan sistem software terdapat Diagram Alir (Flowchart) dan Perancangan Sistem Menggunakan Software Arduino IDE.</p>
      <fig id="fig7">
        <graphic mimetype="image" xlink:href="image7.wmf"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 8.</bold> Flowchart [8]</p>
      <p>Ketika Arduino mendapatkan sinyal input dari sensor atau trigger maka Arduino akan melaksanakan perintah, yaitu memberikan sinyal pada mesin untuk melakukan delay pembakaran selama 0,1 sekon dan memberikan kesempatan gearbox untuk melakukan perpindahan gigi.</p>
      <p>Arduino IDE digunakan sebagai media pemograman mikrokontroler yang terintegrasi, menulis program, mengkompilasi apabila terdapat kesalahan program. Pengguna Software Arduino IDE bertujuan untuk menyisipkan kode program kedalam Arduino Uno. Perancangan sistem menggunakan software ini bertujuan untuk memilih mikrokontroler Arduino Uno serta versi modul yang digunakan untuk membuat sistem. Pada perancangan alat ini menggunakan Arduino Uno setelah menentukan jenis Arduino Uno. Diperlukan juga menginisialkan Port Serial yang dapat terhubung ke komputer menggunakan kabel USB yang dapat menghubungkan Arduino Uno dengan komputer.</p>
      <fig id="fig8">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image8.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 9.</bold> Penyesuaian Port Arduino [9]</p>
      <p>Pada gambar di atas menampilkan software Arduino IDE. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menambahkan “library” dan membuat program perintah pada trigger atau push button untuk melakukan pembacaan data pada Arduino Nano.</p>
      <fig id="fig9">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image9.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 10. </bold>Coding [10]</p>
      <p>Pada baris pertama coding berguna untuk menentukan posisi pin yang akan digunakan pada Arduino. Kemudian pada void setup terdapat fungsi pin yang akan dijadikan input dan output pada Arduino. Pada void loop alat ini menggunakan perintah if dan delay dan diakhiri dengan perintah while untuk menjalankan perintah if meskipun trigger dalam keaadan on. Untuk hasil keseluruhan dapat dilihat pada gambar 10.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <fig id="fig10">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image10.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 1</bold><bold>1</bold><bold>. </bold>Alat Tampak Atas [11]</p>
      <fig id="fig11">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image11.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 1</bold><bold>2</bold><bold>. </bold>Posisi Alat Saat Terpasang [12]</p>
      <p>Pada penelitian ini menggunakan switch standar samping motor Nmax dengan trigger berjenis NC dipadukan dengan relay untuk mengubahnya menjadi NO dengan cara kerja menekan tuas. Trigger harus terpasang dan disesuaikan dengan jarak yang tepat. Sehingga alat mampu bekerja dengan optimal. Berikut hasil pengujian bisa dilihat pada tabel uji.</p>
      <p><bold>Tabel 1. </bold>Pengujian Trigger [1]</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Input Trigger</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>Output Relay</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>ON</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>0</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>OFF</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>1</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>ON</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>0</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>OFF</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pengujian ini dilakukan pada hari Rabu, 27 Mei 2024 dengan melakukan tes jalan dan melakukan perpindahan gigi dengan alat pada rentang RPM 1.000 – 5.000 RPM. Pada rentang RPM ini perpindahan gigi dimulai dari gigi 1 jingga 6 dan berhasil berpindah dengna baik dan halus. Berikut hasil pengujian dapat dilihat pada tabel.</p>
      <p><bold>Tabel 2. </bold>Pengujian Perpindahan Gigi Dengan RPM Rendah Sampai Menengah [2]</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Gigi Perseneling</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>Berhasil</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>2</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>4</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>5</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>6</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>H</bold>
            <bold>asil Pembuatan Alat</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengujian Trigger</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengujian Alat dengan RPM Rendah sampai Tinggi</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengujian Alat dengan RPM Rendah sampai Tinggi</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Pengujian ini dilakukan pada hari Rabu, 27 Mei 2024 dengan melakukan tes jalan dan melakukan perpindahan gigi dengna alat pada rentang RPM 5.000 – 12.000 RPM. Pada rentang RPM ini perpindahan gigi dimulai dari gigi 1 hingga 6 dan berhasil berpindah dengan baik dan halus. Berikut hasil pengujian dapat dilihat pada tabel.</p>
      <p><bold>Tabel 3.</bold> Pengujian Perpindahan Gigi Dengan RPM Menengah Sampai Tinggi [3]</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Gigi Perseneling</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>Berhasil</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>2</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>4</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>5</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>6</td>
            <td/>
            <td/>
            <td>YES</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. SIMPULAN</title>
      <p>Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu bekerja secara optimal melakukan perpindahan gigi dengan cepat dalam semua rentan RPM. Dengan begitu alat tersebut sudah dapat digunakan dengan sebagaimana fungsinya.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Ucapan Terima Kasih </title>
      <p>Peneliti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu seluruh proses penulisan dan pembuatan alat penelitian ini<bold>.</bold></p>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
