<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>TIG Welding Current Variation and Impact Strength of Aluminum Rims</article-title>
        <subtitle>Variasi Arus Pengelasan TIG dan Kekuatan Dampak Pelek Aluminium</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Pratama</surname>
            <given-names>Dimas Mahendra Wahyu</given-names>
          </name>
          <email>prantasiharmitjahjanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Tjahjanti</surname>
            <given-names>Prantasi Harmi</given-names>
          </name>
          <email>prantasi@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-05-02">
          <day>02</day>
          <month>05</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>05</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>
        <italic>Study of Welding Aluminum Rims Using TIG (Tungsten Inert Gas) Welding With Variations in Electric Current and Impact Testing</italic>
      </bold>
    </p>
    <p>
      <bold>[</bold>
      <bold>Studi Pengelasan Velg Aluminium Menggunakan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Dengan Variasi Arus Listrik dan Pengujian Impak</bold>
      <bold>]</bold>
    </p>
    <p>Dimas Mahendra Wahyu Pratama<sup>1)</sup>, Prantasi Harmi Tjahjanti<sup>2)</sup>, </p>
    <p><sup>1</sup><sup>,2</sup><sup>)</sup>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesiadd</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi: prantasiharmitjahjanti@umsida.ac.id</p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>The development of technology in the construction sector that is increasingly advanced cannot be separated, especially in welding because it has an important role in metal repair. Welding in the construction sector is very widely used including bridge construction, shipping, the Body Industry and others. Therefore, it is important to study and optimize the welding process parameters to improve the quality of the joints and minimize defects. This study aims to find various combinations of TIG (Tungsten Inert gas) process parameters for welding aluminum rims in the welding field. This research method is by varying the current strength of 70A, 80A and 90A, with a focus on its effect on the impact test results. The conclusion of the results of the impact test process that has been carried out, there is an effect of variations in the current strength of 70A, 80A, and 90A on aluminum rims in welding, namely using a high amperage of 90 A to get good welding results, at a low amperage of 80 amperes to get poor welding results. The higher the welding current strength, the higher the impact strength value, namely at a current strength of 90 A the impact value is the highest and at a current strength of 80 A the impact strength valu</italic>
      <italic>e is the lowest</italic>
      <italic>. </italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords - </italic>
      </bold>
      <italic>(TIG) Tungsten Inert Gas, Aluminum Rims, E</italic>
      <italic>lectric Current, Impact Testing</italic>
      <italic>.</italic>
    </p>
    <p><bold><italic>Abstrak</italic></bold><italic>. </italic><italic>Pengembangan teknologi dibidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat di pisahkan, terutama pada pengelasan karena mempunyai peranan penting dalam reparasi logam. Las dalam bidang konstruksi sangat luas penggunaanya meliputi konstruksi jembatan, perkapalan, Industri Karoseri dan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari dan mengoptimalkan parameter proses pengelasan untuk meningkatkan kualitas sambungan dan meminimalkan cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari berbagai kombinasi parameter proses TIG (Tungsten Inert gas) untuk </italic><italic>pengelasan velg aluminium </italic><italic>pada bidang pengelasan. Metode penelitian ini dengan men</italic><italic>variasi kuat arus 70A, 80A dan 90A, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap hasil penguj</italic><italic>ian impak. </italic><italic>Kesimpulan h</italic><italic>asil dari proses uji impak yang sudah dilakukan, terdapat pengaruh dari variasi kuat arus 70A, 80A, dan 90A pada velg aluminium dalam pengelasan yaitu menggunakan ampere yang tinggi yaitu 90 A mendapatkan hasil pengelasan yang baik, pada ampere rendah yaitu 80 ampere mendapatkan hasil pengelasan yang kurang baik</italic><italic>. </italic><italic>Semakin tinggi kuat arus pengelasan maka semakin tinggi nilai kekuatan impaknya yaitu</italic><italic> pada kuat arus 90 A nilai impaknya</italic><italic>ter</italic><italic>tinggi dan pada kuat arus 80 A nilai</italic><italic> kekautan impaknya ter</italic><italic>rendah</italic>.</p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Kata Kunci – </italic>
      </bold>
      <italic>(TIG</italic>
      <italic>)</italic>
      <italic> Tungsten Inert Gas</italic>
      <italic>, </italic>
      <italic>Velg Aluminium</italic>
      <italic>, </italic>
      <italic>Arus Listrik, Pengujian Impak</italic>
      <italic>.</italic>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan</title>
      <p>Pengembangan teknologi dibidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat di pisahkan, terutama pada pengelasan karena mempunyai peranan penting dalam reparasi logam. Las dalam bidang konstruksi sangat luas penggunaanya meliputi konstruksi jembatan, perkapalan, Industri Karoseri dll. Selain untuk konstruksi las juga dapat untuk mengelas cacat logam pada hasil pengecoran logam, mempertebal yang aus. Secara sederhana dapat diartikan bahwa pengelasan merupakan proses penyambungan dua buah logam sampai titik rekristalisasi logam baik menggunakan bahan tambah maupun tidak dan menggunakan energi panas sebagai pencair bahan yang dilas.Pengertian Pengelasan adalah salah satu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Pengelasan merupakan salah satu jenis penyambungan 2 material dengan menggunakan energi panas sehingga dapat menyatukan material yang disambung <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. </p>
      <p>Cacat las / defect weld suatu keadaan hasil pengelasan dimana terjadinya penurunan kualitas hasil lasan. Kualitas hasil lasan yang dimaksud merupakan turunnya kekuatan dibandingkan dengan kekuatan material dasar base metal, tidak baiknya tampilan /performa dari suatu hasil lasan dapat juga dipengaruhi terlalu tingginya arus dapat menyebabkan kawat inti elektroda las mengalami kelebihan panas dan bahan fluks akan dapat memburuk menyebabkan takikan dan tampilan rigi las yang buruk. Namun sebaliknya arus yang terlalu rendah dapat menyebabkan penumpukan menyebabkan penumpukan terjadinya cacat las seperti kurang penembusan dan pemasukan terak <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.Pemanasan pada permukaan logam induk pada proses pengelasan menghasilkan daerah pemanasan yang unik, dimana disetiap titik yang mengalami pemanasan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Didalam pekerjaan pengelasan logam banyak orang yang belum mengenal jenis pengelasan, sedangkan mereka sering menggunakan las tersebut, mereka hanya mengenal jenis Las Argon, sebenarnya Las Argon sama saja dengan Las TIG (<italic>Tungsten Inert gas</italic>) <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.</p>
      <p>Las gas tungsten (las TIG) adalah proses pengelasan dimana busur nyala listrik ditimbulkan oleh elektroda tungsten (elektroda takterumpan) dengan benda kerja logam. Daerah pengelasan dilindungi oleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi dengan udara luar. Kawat las dapat ditambahkan atau tidak tergantung daribentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas. Pada proses pengelasan TIG logam pengisi dimasukkan ke dalam daerah arus busur sehingga mencair dan terbawa ke logam induk dan peleburan logam terjadi karena panas yang dihasilkan oleh busur listrik antara elektroda dengan logam induk <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.Faktor yang mempengaruhi las adalah prosedur pengelasan yaitu suatu perencanaan untuk pelaksanaan penelitian yang meliputi cara pembuatan konstruksi las sesuai rencana dan spesifikasi dengan menentukan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Faktor pengelasan adalah jadwal pembuatan, proses pembuatan, serta alat dan bahan yang diperlukan, urutan pelaksanaan, persiapan pengelasan meliputi pemilihan mesin las, penunjukan juru las, pemilihan elektroda <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.</p>
      <p>Kekuatan hasil pengelasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penentuan besarnya arus dalam penyambungan logam menggunakan las TIG mempengaruhi efisiensi pekerjaan dan bahan las <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Penentuan besar arus dalam pengelasan ini mengambil 70 A, 80 A dan 90 A. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti menggunakan las TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) Dengan cara ini busur listrik bergerak dari elektrode ke material dasar sehingga tumbukan elektron berada di material dasar yang berakibat 2/3 panas berada di material dasar dan 1/3 panas berada di elektroda <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Cara ini akan menghasilkan pencairan material dasar lebih banyak dibanding elektrodenya sehingga hasil las mempunyai penetrasi yang dalam, sehingga baik digunakan pada pengelasan yang lambat. Dan logam yang digunakan adalah logam karbon rendah yang juga disebut alumunium, Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai sifat yang ringan, ketahanan korosi yang baik serta hantaran listrik dan panas yang baik, mudah dibentuk baik melalui proses pembentukan maupun permesinan, dan sifat-sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam. Alumunium memiliki sifat tahanan korosi karena fenomena pasivasi <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.</p>
      <p>Aluminium merupakan sebuah logam bersifat ringan sehingga memiliki kelebihan pengantar panas yang sangan baik. Alumunium ditemukan pertama kali oleh Sir Humprey Davy dalam tahun 1809 sebagai suatu unsur,d an pertama kali direduksi oleh HC Oersted tahun 1825 <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Aluminium mempunyai beberapa sifat-sifat karakter fisik antara lain memiliki berat jenis sekitar 2,65-2,8 kg/dm<sup>3</sup>, mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik, tahan terhadap korosi, dalam beberapa bahan titik lebur 658<sup> 0</sup>C dan susunan atom <italic>face centered cubic</italic>. Aluminium murni mempunyai beberapa kekurangan seperti merniliki sifat mampu cor dan mekanik kurang baik, sehingga jarang dipergunakan untuk kebutuhan teknik yang memerlukan ketelitian dan persyaratan kekuatan bahan yang tinggi <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.</p>
      <p>Dalam pengelasan ini, besar arus sangat mempengaruhi energi yang dihasilkan. Dengan adanya aliran kuat arus pada suatu penghantar energi yang berasal dari energi listrik dapat diubah menjadi energi panas. Panas yang terjadi selama proses pengelasan digunakan untuk melelehkan logam induk, Energi yang dihasilkan merupakan daya yang dipakai selama waktu tertentu. Maka dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil pengelasan yang baik <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>.  </p>
      <p>Uji impak merupakan suatu metode pengujian material untuk mengetahui seberapa besar ketahanan material tersebut terhadap beban kejut atau benturan secara tiba-tiba. Prinsip kerja uji impak adalah didasarkan pada pemberian beban kejut secara tiba-tiba pada spesimen bertujuan untuk mengetahui jumlah energi yang diserap oleh material sebelum terjadi patahan [12]. Nilai impak dapat diketahui apabila nilai atau harga impact semakin tinggi maka material tersebut memiliki keuletan yang tinggi. Dimana material uji dikatakan ulet jika patahan yang terjadi pada bidang patah tidak rata dan tampak berserat-serat. [14]. Nilai impact dipengaruhi temperatur Karena temperatur dapat mempengaruhi material uji maka dalam melakukan pengujian, sebaiknya dilakukan pada suhu kamar. Alat yang digunakan adalah charpy test. Ada dua jenis batang uji standar yang digunakan, yaitu tarikan berbentuk V dan U. Dalam pengujian ini menggunakan tarikan berbentuk V. Bentuk material yang digunakan tarik berbentuk V karena dapat melokalisir energi patahan [15].</p>
      <p>.Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan suatu penelitian untuk melakukan pengelasan pada velg sepeda motor menggunakan las Tungsten Inert Gas (TIG) dengan variasi ampere yaitu ampere 70, 80 dan 90. Penilitian ini berjudul “Studi Pengelasan Velg Aluminium Menggunakan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Dengan Variasi Arus Listrik dan Pengujian Impak”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2"/>
    <sec id="sec-3">
      <title>II. Metode</title>
      <p>Metodologi yang digunakan dalam proses penyusunan dan urutan penelitian ini digambarkan secara sistematis dalam diagram alir (<italic>flowchart</italic>). Berikut ini merupakan diagram alir penelitian yang dapat dilihat pada <bold>G</bold><bold>ambar 1</bold><bold>.</bold> berikut:</p>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>1.</bold> Diagram Alir Penelitian</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Diagram Alir Penelitian</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Studi Literatur</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Studi literatur menjelaskan tentang proses pengumpulan data serta mengenai pengembangan penelitian terkait prosedur pengelasan pada alumunium menggunakan las TIG dengan variasi ampere yang sudah dilakukan sebelumnya. Studi litratur ini diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal referensi, buku, karya tulis, tugas akhir yang berkaitan, serta jejaring internet dan observasi. Studi literatur juga dilakukan untuk mengetahui informasi penting guna meningkatkan pekerjaan dalam penyambungan logam dibidang kontruksi [16].</p>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 2.</bold> Desain Bentuk Spesimen</p>
      <p>Keterangan dimensi spesimen pengelasan:</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Panjang spesimen pengelasan: 100 mm</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Lebar spesimen pengelasan: 70 mm</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tebal spesimen pengelasan: 3.5 mm</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tinggi spesimen pengelasan: 17 mm</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>P</bold>
            <bold>ersiapan Alat dan Bahan</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Persiapan alat dan bahan yang perludilakukan untuk melakukan pengelasan TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) juga pengujian kekuatan impak spesimen yaitu sebagai berikut.</p>
      <p>Velg alumunium merupakan velg berbahan logam yang mempunyai sifat ringan yang pemanfaatannya untuk modifikasi kendaraan. Selain ringan juga memiliki kelebihan lain seperti warna bisa variatif, warnanya lebih kuat dari pada cat, kalau bahannya besi rata-rata hanya krom dan hitam. Pada penelitian ini velg di potong dengan ukuran 50 mm sebanyak 18 sehinggan menjadi 9 pasang spesimen pengelasan. </p>
      <fig id="fig3">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 3</bold><bold>.</bold> Velg Aluminium</p>
      <p>Mesin Las TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) pada penelitian ini digunakan untuk proses pengelasan dengan menyambungkan velg aluminium menggunakan elektroda ER 5356 diameter 1,6 mm, sehingga membentuk spesimen dengan menggunakan parameter yang telah ditentukan [11]. Parameter yang dirubah dari mesin las yaitu kuat arusnya yaitu 70 A,80 A dan 90 A.</p>
      <fig id="fig4">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image4.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 4</bold><bold>.</bold> Mesin Las TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>)</p>
      <p>Elektroda yang digunakan sebagai bahan untuk penyambungan pada velg alumunium pada pengelasan TIG (<italic>Tungsten inert Gas</italic>). Menggunakan elektroda jenis alumunium ER 5356 diameter 1,6 mm.</p>
      <fig id="fig5">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image5.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>5</bold><bold>.</bold> Elektroda ER 5356</p>
      <p>Keguanaan dari gerinda tangan pada penelitian ini digunakan untuk memotong velg untuk membentuk spesimen<italic>.</italic> Velg di potong dengan ukuran 50 mm sebanyak 18 sehinggan menjadi 9 pasang spesimen pengelasan</p>
      <fig id="fig6">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image6.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 6</bold><bold>.</bold> Gerinda Tangan</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Velg Aluminium </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mesin Las TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Elektroda ER 5356</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Gerinda Tangan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Alat Uji Impak</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Alat uji impact ini digunakan untuk mengetahui sifat ketangguhan suatu material baik dalam wujud liat maupun ulet serta getas. Dengan catatan bahwa apabila nilai atau harga impact semakin tinggi maka material tersebut memiliki keuletan yang tinggi. Dimana material uji dikatakan ulet jika patahan yang terjadi pada bidang patah tidak rata dan tampak berserat-serat. [17]. Nilai impact dipengaruhi temperatur Karena temperatur dapat mempengaruhi material uji maka dalam melakukan pengujian, sebaiknya dilakukan pada suhu kamar. Alat yang digunakan adalah charpy test. Ada dua jenis batang uji standar yang digunakan, yaitu tarikan berbentuk V dan U. Dalam pengujian ini menggunakan tarikan berbentuk V. Bentuk material yang digunakan tarik berbentuk V karena dapat melokalisir energi patahan [15].</p>
      <fig id="fig7">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image7.png"/>
      </fig>
      <p><bold>G</bold><bold>ambar 7</bold><bold>.</bold> Dimensi Spesimen Uji Impak</p>
      <p>Harga impact dapat dicari dengan persamaan :</p>
      <p>
        <italic>I = </italic>
      </p>
      <p>Dimana :</p>
      <p>I  = Nilai <italic>Impact</italic> ( <italic>Joule</italic>/mm<sup>2</sup>)</p>
      <p>K = Energi Impact yang terserap (<italic>Joule</italic>)</p>
      <p>A = Luas Penampang (mm<sup>2</sup>)</p>
      <fig id="fig8">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image8.png"/>
      </fig>
      <p><bold>G</bold><bold>ambar 8</bold><bold>.</bold> Alat Uji Impak</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Proses Pengelasan </bold>
            <bold>TIG (</bold>
            <bold>
              <italic>Tungsten Inert Gas</italic>
            </bold>
            <bold>)</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Pada penelitian ini proses Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) dilakukan sebanyak 9 kali dengan perbedaan parameter kuat arus 70,80 dan 90 ampere. Menggunakan elektroda jenis alumunium ER 5356 diameter 1,6 mm. Berikut adalah langkah –langkah proses Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) :</p>
      <fig id="fig9">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image9.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 9.</bold> Proses Pengelasan  TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>)</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Siapkan potongan velg yang akan dilakukan pengelasan sebanyak 9 pasang. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Siapkan mesin las, elektroda, meja untuk pengelasan dan plat aluminium yang akan digunakan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jig atau klem potongan velg aluminium yang telah disiapkan untuk mencegah terjadiya proses pemuaian pada velg saat dilakukan pengelasan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Atur Parameter mesin las TIG sesuai dengan parameter yang telah ditentukan yaitu 70,80 dan 90 ampere. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Lakukan proses pengelasan pada plat aluminium sebanyak 9 kali. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pada setiap hasil pengelasan lakukan pendinginan pada hasil pengelasan. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kemudian lakukan pembersihan pada hasil pengelasan di area pengelasan dan memberikan nomer atau nama spesimen. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apabila semua proses pengelasan sudah selesai lakukan pembersihan lingkungan sekitar pengelasan dan pembersihan pada alat dan bahan pengelasan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <fig id="fig10">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image10.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar</bold><bold> 10</bold><bold>.</bold> Hasil Pengelasan TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) Pada Velg Aluminium</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Uji Impak</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Pengujian spicemen uji Impak kali ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang. Uji ini bertujuan untuk mengetahui sifat ketangguhan suatu material baik dalam wujud liat maupun ulet serta getas. Dengan catatan bahwa apabila nilai atau harga impact semakin tinggi maka material tersebut memiliki keuletan yang tinggi.  pengelasan TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) menggunakan pengujian impact type Charpy.</p>
      <p>Berikut yaitu langkah-langkah pengujian impact :</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Pasang spesimen ke landasan dengan takik di tengah, bagian takik di bagian dalam, sehingga pendulum membentur benda uji di sisi berlawanan dari sisi takik benda kerja uji. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p> Bandul setinggi H atau membentuk sudut° (α) </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ubah posisi jarum ke skala yang lebih rendah pada angka nol. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarik LockHandle sehingga bandul lepas memukul benda uji, kemudian bandul tetap berayun miring (β) </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarik Brake Handle, tahan agar pendulum berhenti </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Catatan sudut β yang tertunjuk pada indikator </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Setelah dulakukan pengujian ambil benda kerja untuk diukur luasan dimensi patahannya, teliti penampang patahan benda kerja dan gambarkan diidentifikasi jenis patahannya</p>
        </list-item>
      </list>
      <p><bold>Tabel 1</bold><bold>.</bold> Hasil Pengujian Impact dan Hasil Perhitungan Impact</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No. S</bold>
              <bold>pc</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Kuat Arus (A)</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>No. Pengelasan</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>E</bold>
              <bold>(Joule)</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>IS</bold>
              <bold>(Joule/mm</bold>
              <bold>
                <sup>2</sup>
              </bold>
              <bold>)</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1.</td>
            <td>70</td>
            <td>1</td>
            <td>21.361</td>
            <td>0.267</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2.</td>
            <td>70</td>
            <td>2</td>
            <td>17.251</td>
            <td>0.216</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3.</td>
            <td>70</td>
            <td>3</td>
            <td>23.383</td>
            <td>0.292</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4.</td>
            <td>80</td>
            <td>1</td>
            <td>16.296</td>
            <td>0.204</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5.</td>
            <td>80</td>
            <td>2</td>
            <td>25.497</td>
            <td>0.319</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>6.</td>
            <td>80</td>
            <td>3</td>
            <td>24.176</td>
            <td>0.302</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>7.</td>
            <td>90</td>
            <td>1</td>
            <td>23.471</td>
            <td>0.293</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>8.</td>
            <td>90</td>
            <td>2</td>
            <td>19.345</td>
            <td>0.242</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>9.</td>
            <td>90</td>
            <td>3</td>
            <td>25.585</td>
            <td>0.320</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Gambar 11.</bold> Grafik Uji Impak 9 spesimen pengelasan TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>)</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil penelitian dan analisa dari “Studi Pengelasan Velg Aluminium Menggunakan Las TIG (<italic>Tungsten Inert Gas</italic>) Dengan Variasi Arus Listrik dan Pengujian Impak” dapat disimpulkan :</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Hasil dari proses uji impak yang sudah dilakukan, terdapat pengaruh dari variasi kuat arus 70A, 80A, dan 90A pada velg aluminium dalam pengelasan yaitu menggunakan ampere yang tinggi yaitu 90 A mendapatkan hasil pengelasan yang baik, pada ampere rendah yaitu 80 ampere mendapatkan hasil pengelasan yang kurang baik.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Semakin tinggi kuat arus pengelasan maka semakin tinggi nilai kekuatan impaknya yaitu pada kuat arus 90 A nilai impaknya lebih tinggi karena penetrasi pengelasannya menjadi kuat dan berdampak pada kekuatan pengelasannya dan hasil nilai impaknya pun menjadi tinggi, kemudian pada kuat arus 80 A nilai kekautan impaknya lebih rendah hal ini menjadikan penetrasi pengelasannya kurang sehingga berdampak pada kekuatan pengelasannya dan kurang sesuai digunakan pada pengelasan velg aluminium karena nilai impaknya yang rendah..</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p>Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada Progam Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang bermanfaat serta rekan aslab, himpunan mahasiswa dan teman-teman yang telah membantu untuk menyelesaikan penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Referensi</title>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>[1]      Setiawan, A. (2016). Penelitian Stainless Steel 304 Terhadap Pengaruh Pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) Untuk Variasi Arus 50 A, 100 A dan 160 A Dengan Uji Komposisi Kimia, Uji Struktur Mikro, Uji Kekerasan Dan Uji Impact (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[2]R. Wurdhani, U. Budiarto, and W. Amiruddin, "Pengaruh Perlakuan Panas (Heat Treatment) Normalizing Terhadap Kekuatan Impak Aluminium 6061 Pengelasan MIG dengan Variasi Posisi dan Bentuk Kampuh," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 9, no. 1, pp. 70-78, 2020. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[3]C. S. Walitd, Analisis cacat sambungan las SMAW menggunakan material baja ST 42 dengan variasi arus pengelasan dengan metode NDT radiography dan penetrant, Diss., Institut Teknologi Nasional (ITN), 2023. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[4]A. F. Al Faridzi, "Ketahanan Baja Astm A36 Terhadap Pengujian Tarik Dan Bending Dengan Proses Pengelasan Smaw Dan Metalografi," Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM), vol. 2, no. 2, pp. 109-118, 2024. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[5]R. T. Arrohman, "Analisa Kuat Arus Pada Pengelasan GMAW Sambungan Alumunium 6063 dengan Kampuh V Tunggal Terhadap Kekuatan Tarik Kekerasan Struktur Mikro dan Unsur Bahan," M.S. thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2022. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[6]Y. Qohar, "Analisa Variasi Jenis Kampuh pada Pengelasan GMAW dengan Tipe Sambungan Butt Joint Alumunium 6063 Terhadap Kekuatan Tarik Kekerasan dan Struktur Mikro," M.S. thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2023. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[7]S. Sulistyono and I. H. Shafly Kh., "Pengaruh Voltase dan Stick Out terhadap Cacat Permukaan Las MIG Butt Joint Aluminium 6063," Jurnal Rekayasa Mesin, vol. 19, no. 2, pp. 293-398, 2024. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[8]R. W. Lubis et al., "Analisis Pengaruh Variasi Logam Pengisi (Filler) Pada Proses Pengelasan GTAW Paduan Aluminium Terhadap Uji Kekerasan Dan Struktur Mikro," Sinergi Polmed: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, vol. 5, no. 2, pp. 42-51, 2024. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[9]M. S. Pranata, A. W. B. Santosa, and M. Iqbal, "Perbandingan Kekuatan Tarik dan Kekuatan Kekerasan Las GMAW dan GTAW Terhadap Material Aluminium 6061 Dengan Variasi Arus Pengelasan," Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 9, no. 1, pp. 59-69, 2020. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[10]D. S. Pamuji et al., “Efek Parameter Pengelasan terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Sambungan Aluminium AA6061 dengan Proses Friction Stir Welding,” hal. 424–435. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[11]A. Putra Pratama, "Pengaruh Variasi Waktu Tahan Pwht Hasil Pengelasan GMAW Al 6061-T6 Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro," M.S. thesis, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 2021. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[12]Subkhan, M. F., &amp; Mulyadi, M. Confirmation Experiment of Friction Stir Welding Process on Aluminum Alloy Aa-6061-T6561 on Tensile Strength and Weld Penetration: Eksperimen Konfirmasi Proses Friction Stir Welding pada Material Alumunium Alloy Aa-6061-T6561 Terhadap Kekuatan Tarik dan Penetrasi Las. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[13]Setiawan, A. (2016). Penelitian Stainless Steel 304 Terhadap Pengaruh Pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) Untuk Variasi Arus 50 A, 100 A dan 160 A Dengan Uji Komposisi Kimia, Uji Struktur Mikro, Uji Kekerasan Dan Uji Impact (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[14]Z. N. Jofalo And P. H. Tjahjanti, “Analisa Laju Penembusan Korosi Pada Baja Karbon Rendah Dengan Coating Aluminium Analysis Of Corrosion Breakdown Rate In Low Carbon Steel With Aluminum Coating,” Vol. 1, No. 1, 2021. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[15]T. Cahyono And P. H. Tjahjanti, “Analisa Pengelasan Tungsten Inert Gas ( Tig ) Pada Material Titanium ( Ti-6al-4v ),” No. 2, Pp. 1–13, 2024. [16]P. H. Tjahjanti, R. Firdaus, And A. N. Irfian, “Corrosion Protection Of Low Carbon Steel By Coating Of Graphene Oxide Nanoparticles And Galvanization Process,” Vol. 12, No. 1, Pp. 20–27, 2022, Doi: 10.22052/Jns.2022.01.003.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[16]W. Edi, and P. H. Tjahjanti. "Characterization of sansevieria fiber with NaOH alkalization to increase tensile strength." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. Vol. 1104. No. 1. IOP Publishing, 2022.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>[17]Tjahjanti, P. H., Iswanto, I., Widodo, E., &amp; Pamuji, S. (2023). Examination of Thermoplastic Polymers for Splicing and Bending. Nano Hybrids and Composites, 38, 87-97.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Syahputra</surname>
              <given-names>Ramadoni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Teknik</surname>
              <given-names>Jurusan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fakultas</surname>
              <given-names>Elektro</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yogyakarta</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>SIMULASI PENGENDALIAN TEMPERATUR PADA HEAT EXCHANGER MENGGUNAKAN TEKNIK NEURO-FUZZY ADAPTIF</article-title>
          <volume>8</volume>
          <page-range>161-168</page-range>
          <year>2015</year>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
