<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PERT Scheduling Reduces Project Time and Cost</article-title>
        <subtitle>Penjadwalan PERT Memperpendek Waktu dan Mengurangi Biaya Proyek</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rohmatdhoni</surname>
            <given-names>Syarif</given-names>
          </name>
          <email>boy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Putra</surname>
            <given-names>Boy Isma</given-names>
          </name>
          <email>boy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-05-01">
          <day>01</day>
          <month>05</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>30</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>
        <italic>Analysis of New Electricity Installation Project Scheduling Using Pert Method</italic>
      </bold>
    </p>
    <p>
      <bold>Analisa Penjadwalan Proyek Pasang Baru Listrik Dengan Metode Pert</bold>
    </p>
    <p>Syarif Rohmatdhoni<sup>1)</sup>, Boy Isma Putra <sup>*,</sup><sup>2</sup><sup>)</sup> </p>
    <p><sup>1)</sup>Prodi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>2) </sup>Prodi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi: <ext-link xlink:href="mailto:boy@umsida.ac.id">boy@umsida.ac.id</ext-link>  </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>Managing time consistency in project implementation is a major challenge at PT Solusi Teknik. Previously, the company budgeted a cost of Rp232,362 for a project that was planned to take 222 minutes. To overcome this problem, the company evaluated several alternative solutions through an analysis of the project plan. This study aims to assess the project plan with a focus on cost efficiency and implementation time. The method used is the Program Evaluation and Review Technique (PERT), a project management tool that functions to plan, organize, </italic>
      <italic>also</italic>
      <italic> coordinate various activities </italic>
      <italic>on</italic>
      <italic> a project. Based on the results of the study, the project duration was successfully reduced from 222 minutes to 163 minutes. On the other hand, the project cost also decreased from Rp232,362 to Rp170,608, resulting in savings of Rp61,754 without reducing the quality of the work results. With a probability of success reaching 99%, the application of the PERT method has proven effective in increasing efficiency and </italic>
      <italic>guaranteeing </italic>
      <italic>the timely and goal-aligned conclusion of the project.</italic>
      <italic>.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords </italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>–</italic>
      </bold>
      <italic>Project Scheduling</italic>
      <italic>; </italic>
      <italic>P</italic>
      <italic>ERT</italic>
      <italic>; Network Diagram</italic>
    </p>
    <p><bold><italic>Abstrak</italic></bold><italic>. </italic>Pengelolaan waktu yang konsisten dalam proyek menjadi tantangan utama di PT Solusi Teknik. Awalnya, perusahaan mengalokasikan biaya sebesar Rp232.362 untuk proyek yang diperkirakan akan memakan waktu 222 menit. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, perusahaan meninjau sejumlah opsi solusi melalui analisis terhadap perencanaan proyek. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi rencana proyek dengan tujuan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan biaya dan waktu pelaksanaan. Metode yang dipakai ialah Program Evaluation and Review Technique (PERT), sebuah properti manajemen proyek yang efektif guna merencanakan, mengelola, dan mengoordinasikan berbagai aktivitas pada proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek berhasil dipersingkat dari 222 menit menjadi 163 menit, sementara biaya proyek juga berkurang dari Rp232.362 menjadi Rp170.608, menghasilkan penghematan sebesar Rp61.754 tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Dengan probabilitas keberhasilan 99%, penerapan metode PERT terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan memastikan proyek bisa diselesaikan tepat waktu menyesuaikan pada target yang ditentukan. </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Kata Kunci – </italic>
      </bold>
      <italic>Penjadwalan Proyek; </italic>
      <italic>P</italic>
      <italic>ERT</italic>
      <italic>; Network Diagram</italic>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. PENDAHULUAN </title>
      <p>Pembangunan rumah dan bangunan baru di kawasan perkotaan dan pedesaan telah berkembang pesat, dengan banyak penduduk yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, bangunan-bangunan ini juga digunakan sebagai apartemen sewa. Biaya yang terkait dengan pembangunan ini mencakup total pengeluaran dan upaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan, memproduksi, dan menerapkan produk tersebut.. Proyek ini merupakan upaya sementara, dengan banyak kegiatan terstruktur dan tujuan aktivitas yang perlu dicapai . Penundaan dalam penyelesaian proyek merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam berbagai jenis pekerjaan dalam suatu proyek. . Perencanaan proyek adalah komponen hasil perencanaan yang membantu Anda memahami kemajuan proyek dalam hal kinerja, anggaran, pekerjaan, peralatan dan bahan .</p>
      <p>PT. Teknik Solution adalah perusahaan konstruksi yang bekerja sama dengan PLN, yang berbasis di kota Surabaya  dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di industri konstruksi dengan spesialisasi besar dalam konstruksi infrastruktur dan proyek listrik anggaran prabayar. Instalasi daya baru adalah proses proposal di mana pelanggan potensial mengajukan aplikasi ke PT. Teknik Solution untuk Memasang Daya Baru di Lokasi Aplikasi Pelanggan PLN. PT. Teknik Solution untuk memasang pasokan daya anggaran prabayar satu demi satu: pesanan kerja, pengumpulan material, pengambilan kabel dari MCB di rumah, tes instalasi, tes fungsi pelanggan, pelatihan pelanggan, pembersihan dan penagihan, dokumentasi, laporan, dan banyak lagi. Teknologi Solusi, Kirimkan pertanyaan pelanggan, lokasi pengujian, pasang tiang listrik, instal outlet, sakelar dan lampu. Saat menerapkan proyek, Proyek biasanya memiliki tenggat waktu yang harus dipatuhi, di mana proyek harus dirampungkan sesuai pada atau sebelum batas waktu yang sudah ditentukan. Pada hal tersebut, pencapaian penyelesaian proyek tepat waktu menjadi tujuan utama bagi pemilik proyek. Agar proyek dapat dilaksanakan dengan lancar, dibutuhkan manajemen yang efektif dari tahap perencanaan hingga penyelesaian, yang disebut dengan manajemen proyek. Ketepatan waktu perampungan proyek menjadi satu diantara faktor penting yang diberi penilaian oleh klien atau masyarakat. . Pada proyek pemasangan instalasi listrik baru, permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan kurang optimalnya perencanaan dan pengelolaan durasi proyek. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan untuk mempercepat durasi pelaksanaan agar kemajuan proyek tetap sesuai dengan kontrak awal. Salah satu faktor yang mendasari hal ini adalah meningkatnya biaya proyek. Dalam proyek konstruksi, proses perencanaan berperan krusial sebagai salah satu faktor utama penentu keberhasilan proyek . Penelitian sebelumnya menegaskan bahwa perencanaan merupakan salah satu elemen paling krusial dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi. . Perencanaan yang efektif harus mampu menunjukkan keterkaitan antar kegiatan, mengidentifikasi hubungan keseluruhan dalam proyek, menetapkan prioritas kegiatan, serta memperkirakan waktu pelaksanaan yang realistis untuk setiap aktivitas .  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan kerja proyek instalasi listrik baru guna mempercepat durasi pelaksanaan dan menekan biaya. PT. Mega Karya Engineering, sebagai perusahaan pengelola kelistrikan, berperan penting dalam pelaksanaan proyek di wilayah tersebut, khususnya dalam aspek peralatan listrik. Hasil analisis dan penerapan metode Critical Path Method (CPM) menunjukkan bahwa durasi perampungan proyek yang awalnya direncanakan selama tujuh hari dapat dipercepat menjadi hanya satu hari. Metode ini juga menghasilkan tingkat variabilitas sebesar 99,96% dengan nilai N sebesar 3.950, yang mencerminkan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Dari total nilai proyek pada angka Rp 85.000.000, keuntungan pada kondisi awal tercatat pada angka Rp 23.527.500, sedangkan pada kondisi percepatan, keuntungan meningkat menjadi Rp 26.063.500 untuk satu kelompok panel listrik .</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>
            <bold>A.</bold>
            <bold>Latar belakang</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode Penelitian</title>
      <p>Penelitian ini memakai pendekatan studi kepustakaan yang didorong oleh penghimpunan data primer serta sekunder. Jalannya analisis data dilakukan lewat menerapkan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT), yang dirancang guna memperhitungkan durasi setiap kegiatan proyek berdasarkan tiga perkiraan waktu utama: optimis (waktu paling cepat), pesimis (waktu paling lambat), juga realistis (waktu yang paling berpotensi terjadi) . Metode PERT mengacu pada ketiga estimasi tersebut dalam menentukan perkiraan waktu pelaksanaan aktivitas proyek . Pendekatan ini sangat membantu dalam mengidentifikasi jalur kritis dalam proyek konstruksi serta menentukan durasi yang lebih tepat untuk setiap kegiatan . PERT digunakan untuk merancang, mengelola, dan mengoordinasikan setiap bagian pekerjaan secara sistematis. Perencanaan aktivitas serta hubungan antar kegiatan disusun dengan cermat dan terstruktur. Setelah durasi tiap aktivitas diperoleh melalui perhitungan PERT dan divisualisasikan dalam bentuk diagram jaringan, dilakukan analisis untuk menentukan jalur kritis proyek . Dalam proses ini, penentuan urutan kegiatan sering kali memerlukan evaluasi yang mendalam . Metode ini banyak diterapkan dalam pengelolaan proyek-proyek yang telah dirancang Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menyusun diagram waktu yang secara jelas menunjukkan waktu mulai dan selesai dari setiap aktivitas, serta menggambarkan hubungan antar kegiatan tersebut. .</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Metode</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Mengidentifikasi Lintasan Kritis</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Setiap aktivitas diberi kode unik (A, B, C, dst.) untuk mempermudah identifikasi.</p>
      <p>Berisi daftar aktivitas utama yang harus dilakukan dalam proyek.</p>
      <p>Contohnya:</p>
      <p>Menunggu surat perintah kerja (A)</p>
      <p>     Pengambilan material dan Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah  1 &amp; 2 (B &amp; C)</p>
      <p>    Pemasangan kWh Meter dan MCB  (D)</p>
      <p>Pengecekan Instalasi, uji fungsi dan edukasi pelanggan (E)</p>
      <p>Menunjukkan aktivitas yang harus dirampungkan lebih dulu sebelum aktivitas tersebut bisa dimulai.</p>
      <p>Contoh:</p>
      <p>            Aktivitas B (Pengambilan material) hanya bisa dimulai setelah aktivitas A (Menunggu Surat perintah</p>
      <p>    Kerja) selesai.</p>
      <p>                   Aktivitas C (Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah) hanya bisa dimulai setelah aktivitas B </p>
      <p>       Selesai.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Kolom "Kode"</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kolom "Aktivitas"</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kolom "Aktivitas Pendahulu"</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kolom "Waktu (Menit)"</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Menunjukkan jumlah hari yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap aktivitas.</p>
      <p>Contoh:</p>
      <p>Menunggu Surat perintah kerja (A) membutuhkan 43 Menit.</p>
      <p>                   Pengambilan material (B) membutuhkan 9 Menit.</p>
      <p>Pemasangan kWh Meter dan MCB(D) membutuhkan 40 Menit.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Menghitung Jalur Kritis </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p>Pada gambar tersebut, terdapat satu aktivitas yang digambarkan dengan sebuah anak panah yang menghubungkan dua node, dan masing-masing anak panah diberi durasi, yang dapat diukur dalam satuan hari, minggu, atau bulan. Durasi tersebut harus konsisten, artinya jika satu aktivitas menggunakan satuan minggu, maka aktivitas lainnya juga harus menggunakan satuan minggu, seperti yang tercantum dalam Tabel 2. Node berfungsi untuk merepresentasikan peristiwa; peristiwa yang terjadi di node nomor 1 menandakan awal dari suatu kegiatan, sedangkan peristiwa yang terjadi pada node nomor 2 menandakan akhir dari kegiatan tersebut.</p>
      <p>Perhitungan Forward Pass (Dari Kiri menuju Kanan) :</p>
      <p>Perhitungan Backward Pass (Dari Kanan ke Kiri) :</p>
      <p>Identifikasi Jalur Kritis :</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Mulai dari aktivitas pertama dengan ES = 0.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk EF setiap aktivitas : EF = ES + Durasi</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>ES untuk aktivitas berikutnya = EF aktivitas sebelumnya</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mulai dari akhir proyek dengan LF = EF aktivitas terakhir.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk LS setiap aktivitas: LS = LF − DurasiLS = LF – Durasi LS = LF − Durasi</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>LF aktivitas sebelumnya = LS aktivitas berikutnya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jalur kritis yakni jalur aktivitas yang punya total slack (waktu luang) = 0.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ini berarti jika ada keterlambatan dalam aktivitas ini, proyek akan terlambat juga.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jalur kritis dihitung dengan mencari urutan aktivitas dengan durasi total terpanjang.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Setiap aktivitas di jalur kritis harus diprioritaskan agar proyek tetap sesuai jadwal.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Penelitian ini didapat lewat wawancara bersama pihak yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang konstruksi bangunan, dengan tujuan untuk mendapatkan estimasi durasi kegiatan yang paling realistis. Selain itu, data tambahan juga dikumpulkan dari berbagai sumber relevan meskipun bukan merupakan sumber utama. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dari studi kasus terkini, diikuti dengan persiapan tahap pengumpulan informasi untuk mendukung akurasi data primer. Dalam konteks proyek pemasangan instalasi listrik baru di PT Teknik Solution, data primer yang dihimpun mencakup informasi mengenai biaya pengadaan dan pelaksanaan instalasi serta jadwal rencana waktu penyelenggaraan proyek.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengumpulan data</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Analis data </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Analisis data merupakan tahap yang dilakukan berdasarkan dasar teori, dengan tujuan untuk menguji kebenaran suatu permasalahan. Proses analisis data mencakup pembahasan tentang metode yang paling efisien untuk digunakan dalam penjadwalan proyek pemasangan listrik baru. Tahapan-tahapan analisis data dilakukan sebagai berikut:</p>
      <p>Diagram alur diperlihatkan pada gambar 1 dari penelitian yang dilakukan. berisikan tahap-tahap yang dilakukan saat penelitian.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Identifikasi awal yang didapat dari observasi menunjukkan bahwa penjadwalan proyek pasang baru listrik masih tidak memperkirakan pengaruh ketidakpastian pada jadwal proyek.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengkaji teori-teori dilakukannya studi literatur yang bisa digunakan untuk meneliti masalah tersebut. Teori yang digunakan antara lain penjadwalan proyek, PERT.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yaitu meliputi pengamatan langsung di lapangan kerja, selanjutnya dilakukan peninjauan dokumen dari data perusahaan sebelumnya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dalam langkah penjadwalan keadaan saat ini, dilaksanakan wawancara observasi pada pekerja. Pembobotan rata-rata penjadwalan dilaksanakan guna menetapkan metode yang dipakai PERT.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pembobotan rata-rata dalam penjadwalan dilakukan dengan menganalisis penggunaan metode PERT, yang dapat mengidentifikasi potensi pemborosan. Tahap awal yang butuh diselenggarakan ialah mencari waktu yang diharap (te), deviasi (s), serta varian (v) dari tiap-tiap kegiatan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Memilih serta menggunakan network diagram atau alat yang digunakan untuk menentukan jalur kritis antar kegiatan atau aktivitas, atau mengindikasikan kegiatan yang sangat kritis.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Waktu berjalan paling awal (Earliest Start/ES), waktu usai paling awal (Earliest Finish/EF), waktu berjalan paling akhir (Latest Start/LS), serta waktu usai paling akhir (Latest Finish/LF) diperoleh melalui analisis jalur kritis antar aktivitas dalam proyek. Klasifikasi aktivitas-aktivitas tersebut berperan penting dalam mendukung percepatan pelaksanaan pemasangan instalasi listrik baru.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan analisis hubungan antar kegiatan pada tahapan sebelumnya, telah diidentifikasi jalur kritis yang menggambarkan estimasi durasi proyek serta aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam kategori kegiatan kritis. Temuan ini selanjutnya dapat digunakan untuk memperkirakan probabilitas pencapaian target waktu atau durasi proyek yang diinginkan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kesimpulan dan saran : pada kesimpulan mengenai pengolahan data yang sudah dilaksanakan dengan mepertimbangkan tujuan yang ingin dicapai pada penelitian, serta memberi saran untuk melakukan perbaikan selanjutnya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p>Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur untuk mempermudah proses analisis, serta menyusun tahapan penelitian yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan pendekatan yang metodologis dan terorganisasi. Diagram alir yang disusun menggambarkan tahapan analisis pengagendaan proyek memakai metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Proses penelitian dimulai dengan studi literatur, yang kemudian diikuti dengan identifikasi permasalahan dan pengumpulan data yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis untuk menghitung waktu harapan (te), deviasi standar (s), serta varians (v) dari setiap aktivitas. Diagram jaringan disusun untuk memvisualisasikan jalur kritis proyek. Proses perhitungan dilanjutkan dengan penentuan waktu berjalan paling awal (Earliest Start/ES), waktu usai paling awal (Earliest Finish/EF), waktu mulai paling akhir (Latest Start/LS), dan waktu usai paling akhir (Latest Finish/LF). Terakhir, probabilitas keberhasilan proyek dihitung, dan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan kesimpulan serta saran.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p>Perhitungan dilakukan dengan memecah elemen pada penjadwalan proyek sehingga mendapati berbagai jenis aktivitas. Dilakukan pengukuran waktu pada jenis kegiatan pasang baru listrik. Jumlah waktu yang diukur yaitu cuma dua belas kegiatan sebagai sampel dan uji kecukupan data tidak dilakukan. Hal ini karena oleh lama dan banyaknya sebagian besar aktivitas yang ada.</p>
      <p>Berikut adalah tahapan yang dikerjakan oleh perusahaan PT. Teknik Solution pemasangan instalasi listrik rumah tangga pra bayar secara berurutan beserta perkiraan waktu penyelesaiannya:</p>
      <p>1. Menunggu surat perintah kerja (43 menit)</p>
      <p>Tahap ini meliputi untuk menentukan jalur pemasangan, pemeriksaan dokumen pelanggan, serta koordinasi dengan pelanggan mengenai titik pemasangan kWh meter dan jalur kabel.</p>
      <p>2. Pengambilan material (9 menit)</p>
      <p>Teknisi mengambil material di PLN yang sesuai dibutuhkan untuk pasang baru Listrik.</p>
      <p>3. Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah (80 menit)</p>
      <p>Kabel listrik ditarik dari MCB ke berbagai titik instalasi di dalam rumah menggunakan kabel standar (misalnya NYM atau NYA). Penarikan dilakukan dengan rapi sesuai jalur yang telah direncanakan.</p>
      <p>4.Pemasangan kWh Meter dan MCB (40 menit)</p>
      <p>Pada tahap ini, teknisi memasang kWh meter sesuai spesifikasi dan Miniature Circuit Breaker (MCB) untuk perlindungan dari arus berlebih.</p>
      <p>5. Pengecekan Instalasi, Uji fungsi, dan Edukasi pelanggan (30 menit)</p>
      <p>Setelah instalasi selesai, teknisi akan memeriksa dengan multimeter untuk mengukur ketegangan, perlawanan, dan kemungkinan dedaunan sungai. Selain itu, teknisi akan menyalakan listrik, menguji semua outlet, semua sakelar dan beban daya lainnya untuk memastikan bahwa semuanya bekerja dengan baik, dan teknisi akan memberikan informasi kepada pelanggan tentang listrik yang aman, batas listrik, pengukuran dan banyak lagi yang perlu mereka lakukan jika terjadi kegagalan listrik.</p>
      <p>6. Pembersihan dan Perapihan (10 menit)</p>
      <p>Setelah pemasangan selesai, teknisi merapikan jalur kabel dan membersihkan sisa material agar tampilan lebih rapi dan aman.</p>
      <p>7. Dokumentasi dan Laporan (10 menit)</p>
      <p>Terakhir, teknisi mencatat hasil pemasangan, pengujian, serta serah terima dalam dokumen resmi untuk arsip PLN.</p>
      <p>Tabel 1. Durasi Hasil Wawancara dan pengamatan langsung di lapangan kerja, Waktu Optimis (a), Waktu Realistis (m), serta Waktu Pesimis (b) </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">
              <bold>NO</bold>
            </td>
            <td rowspan="2">
              <bold>URAIAN AKTIVITAS UTAMA</bold>
            </td>
            <td colspan="3">
              <bold>Waktu</bold>
              <bold> ( Menit )</bold>
            </td>
            <td rowspan="2">  (te)</td>
            <td rowspan="2">  (S)</td>
            <td rowspan="2">v(te)S<sup>2</sup></td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>a</td>
            <td>m</td>
            <td>b</td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>
              <bold>Menunggu Surat perintah kerja</bold>
            </td>
            <td>40</td>
            <td>43</td>
            <td>45</td>
            <td>42.8</td>
            <td>0.83</td>
            <td>0.69</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>
              <bold>Pengambilan material</bold>
            </td>
            <td>7</td>
            <td>9</td>
            <td>12</td>
            <td>9.2</td>
            <td>0.83</td>
            <td>0.69</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>
              <bold>Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah </bold>
            </td>
            <td>76</td>
            <td>80</td>
            <td>84</td>
            <td>80.0</td>
            <td>1.33</td>
            <td>1.78</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>
              <bold>Pemasangan kWh Meter dan MCB </bold>
            </td>
            <td>38</td>
            <td>40</td>
            <td>42</td>
            <td>40.0</td>
            <td>0.67</td>
            <td>0.44</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>
              <bold>Pengecekan Instalasi, uji fungsi dan edukasi pelanggan</bold>
            </td>
            <td>27</td>
            <td>30</td>
            <td>33</td>
            <td>30.0</td>
            <td>1.00</td>
            <td>1.00</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>
              <bold>Pembersihan dan Perapihan</bold>
            </td>
            <td>8</td>
            <td>10</td>
            <td>12</td>
            <td>10.0</td>
            <td>0.67</td>
            <td>0.44</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td>
              <bold>Dokumentasi dan Laporan </bold>
            </td>
            <td>8</td>
            <td>10</td>
            <td>12</td>
            <td>10.0</td>
            <td>0.67</td>
            <td>0.44</td>
          </tr>
          <tr>
            <td colspan="2">
              <bold>Waktu Keseluruhan</bold>
            </td>
            <td>204</td>
            <td>222</td>
            <td>240</td>
            <td colspan="3"/>
          </tr>
          <tr>
            <td colspan="2">
              <bold>∑ V (te)</bold>
            </td>
            <td colspan="6">5.50</td>
          </tr>
          <tr>
            <td colspan="2">
              <bold>Standart Deviasi</bold>
            </td>
            <td colspan="6">2.34</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Tabel 1 menyajikan perhitungan untuk aktivitas menunggu surat perintah kerja, dengan nilai a = 40, m = 43, dan b = 45. Kemudian, dihitung waktu yang diharapkan (te) yang menghasilkan 42,8, standar deviasi yang menghasilkan 0,83, serta varians kegiatan yang menghasilkan 0,69. Setelah mendapatkan estimasi durasi yang paling mungkin untuk seluruh kegiatan, disusunlah daftar aktivitas pelaksanaan proyek pemasangan instalasi listrik yang dapat diselesaikan dalam waktu 222 menit. Total keseluruhan nilai v (te) adalah 5,50, dan deviasi standar yang dihitung adalah 2,83. Sebelumnya, proyek tersebut tidak menggunakan metode diagram jaringan dalam pelaksanaannya. Pada bagian ini, penerapan metode PERT untuk meningkatkan efektivitas waktu pelaksanaan proyek pemasangan instalasi listrik baru. Analisis dengan metode PERT ini memerlukan data terkait durasi pelaksanaan proyek yang diperoleh dari karyawan PT. Teknik Solution, yang rinciannya disajikan sebagai berikut :</p>
      <p>Tabel 2. Hubungan Antar Aktivitas Proyek</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Aktivitas</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Aktivitas Pendahulu</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Waktu(</bold>
              <bold>menit</bold>
              <bold>)</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A</td>
            <td>
              <bold>Menunggu Surat perintah kerja</bold>
            </td>
            <td>-</td>
            <td>43</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>B</td>
            <td>
              <bold>Pengambilan material</bold>
            </td>
            <td>A</td>
            <td>9</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>C</td>
            <td>
              <bold>Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah </bold>
            </td>
            <td>B</td>
            <td>80</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>D</td>
            <td>
              <bold>Pemasangan kWh Meter dan MCB </bold>
            </td>
            <td>C</td>
            <td>40</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E</td>
            <td>
              <bold>Pengecekan Instalasi, uji fungsi dan edukasi pelanggan</bold>
            </td>
            <td>D</td>
            <td>30</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>F</td>
            <td>
              <bold>Pembersihan dan Perapihan</bold>
            </td>
            <td>E</td>
            <td>10</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>G</td>
            <td>
              <bold>Dokumentasi dan Laporan </bold>
            </td>
            <td>F</td>
            <td>10</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pada tabel 2  juga membantu dalam membangun Diagram Jaringan (Network Diagram), Berikut adalah urutan aktivitas yang harus diselesaikan secara berurutan:</p>
      <p>A (<bold>Menunggu Surat perintah kerja</bold>) - 43 menit → Tidak memiliki aktivitas pendahulu.</p>
      <p>Setelah A selesai, B bisa dimulai.</p>
      <p>B (<bold>Pengambilan material</bold>) - 9 menit → Setelah A selesai.</p>
      <p>C (<bold>Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah</bold>) - 80 menit→ Setelah B selesai.</p>
      <p>D (<bold>Pemasangan kWh Meter dan MCB </bold>) - 40 menit → Setelah C selesai.</p>
      <p>E (<bold>Pengecekan Instalasi, uji fungsi dan edukasi pelanggan</bold>) - 30 menit → Setelah D selesai.</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Tahap Awal</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tahap 2</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tahap 3</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tahap terakhir</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>F (<bold>Pembersihan dan Perapihan</bold>) - 10 menit → Setelah E selesai.</p>
      <p>              G (<bold>Dokumentasi dan Laporan</bold>) - 10 menit → Setelah F selesai.</p>
      <fig id="fig3">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p>Pada gambar 2 tahap pertama yaitu aktivitas kerja yang belum ditentukan jalur kritisnya, sehingga waktu aktivitas kerja yaitu 222 menit</p>
      <p>Gambar 3. Diagram Program Evalution And Review Technique (PERT) Sesudah</p>
      <fig id="fig4">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
      <p>Pada gambar 3 tahap yang kedua yaitu sesudah melakukan perhitungan jalur kritis, sehingga menghasilkan jangka waktu selama 163 menit</p>
      <p>Gambar 4. Jalur Kritis Program Evalution And Reviem Technique (PERT)</p>
      <fig id="fig5">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
      </fig>
      <p>Pada Gambar 4, tahap terakhir adalah menentukan jalur kritis, yang menghasilkan jalur kritis di diagram jaringan kerja, yaitu kegiatan A – C – E – G.</p>
      <p>Perhitungan Forward Pass menunjukkan bahwa Node 1 (menunggu surat perintah kerja) dimulai pada menit ke-0. Kemudian, Aktivitas A, membutuhkan waktu 43 menit, selesai pada menit ke-43. Setelah itu, Aktivitas B yang memerlukan 9 menit dimulai menit ke-43 dan selesai pada menit ke-52. Perhitungan ini terus berlanjut hingga mencapai akhir proyek. Pada perhitungan Backward Pass, proyek dinyatakan selesai pada menit ke-163. Aktivitas G, yang memerlukan waktu 10 menit, harus diselesaikan sebelum menit ke-163, sementara Aktivitas E, yang memerlukan 30 menit, harus selesai sebelum menit ke-153. Proses perhitungan ini dilakukan secara mundur hingga kembali ke awal proyek. Berdasarkan penjadwalan menggunakan metode PERT, nilai te digunakan durasi aktivitas perhitungan. Diperoleh bahwa total waktu penyelesaian proyek adalah 163 menit. Jalur kritis yang terbentuk dalam diagram jaringan kerja meliputi rangkaian kegiatan A – C – E – G.</p>
      <p>Perhitungan Total Float (TF) serta Free Float (FF) dapat dilakukan memakai persamaan dibawah ini:</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>FF = EF – ES – D</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>TF = LF – ES – D</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Tabel 3. Perhitungan Jalur Kritis dan Non Kritis</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Kegiatan</td>
            <td rowspan="2">D</td>
            <td rowspan="2">ES</td>
            <td rowspan="2">EF</td>
            <td rowspan="2">LS</td>
            <td rowspan="2">LF</td>
            <td rowspan="2">TF(LF-ES-D)</td>
            <td rowspan="2">FF(EF-ES-D)</td>
            <td rowspan="2">Keterangan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>43</td>
            <td>0</td>
            <td>43</td>
            <td>0</td>
            <td>43</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>9</td>
            <td>43</td>
            <td>52</td>
            <td>43</td>
            <td>113</td>
            <td>61</td>
            <td>0</td>
            <td>Non Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>80</td>
            <td>43</td>
            <td>123</td>
            <td>43</td>
            <td>123</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>40</td>
            <td>52</td>
            <td>92</td>
            <td>113</td>
            <td>153</td>
            <td>61</td>
            <td>0</td>
            <td>Non Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>30</td>
            <td>123</td>
            <td>153</td>
            <td>123</td>
            <td>153</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>10</td>
            <td>153</td>
            <td>163</td>
            <td>153</td>
            <td>163</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td>10</td>
            <td>92</td>
            <td>163</td>
            <td>153</td>
            <td>163</td>
            <td>61</td>
            <td>61</td>
            <td>Non Kritis</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pada tabel 3 perhitungan jalur kritis menunjukkan :</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>  Alur Kritis (TF = 0): Kegiatan 1, 3, 5, 6.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>  Non-Kritis (TF &gt; 0): Kegiatan 2 (TF = 61), 4 (TF = 61) dan 7 (TF = 61)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Tabel 4. Rincian Biaya Pasang Baru Listirik Pra Bayar Rumah Tangga </p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">
              <bold>NO</bold>
            </td>
            <td rowspan="3">
              <bold>RINCIAN PEKERJAAN</bold>
            </td>
            <td rowspan="3">
              <bold>SAT</bold>
            </td>
            <td colspan="3">
              <bold>JUMLAH</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>HARGA SATUAN</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>SUB TOTAL</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>JUMLAH</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td colspan="3"/>
            <td>
              <bold>MATERIAL</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>JASA</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>MATERIAL</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>JASA</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>TOTAL</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>PLN</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>TUNAI</bold>
            </td>
            <td>(Rp)</td>
            <td>(Rp)</td>
            <td>(Rp)</td>
            <td>(Rp)</td>
            <td>(Rp)</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>
              <bold>KONSTRUKSI Pasang Baru Listirk Pra bayar</bold>
            </td>
            <td/>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>2</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>PASANG BARU Pra bayar</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>            2 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>      124,842 </td>
            <td>         107,520 </td>
            <td>         232,362 </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Jasa Kegiatan Pasang Baru</td>
            <td>B</td>
            <td>            2 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>     53,760 </td>
            <td>                 - </td>
            <td>         107,520 </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Pole Bracket 3-6"</td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td>       24,920 </td>
            <td> </td>
            <td>        49,840 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Service wedge clamp 2 x 6-16 </td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td> </td>
            <td>PLN</td>
            <td> </td>
            <td>                 - </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>Strainhook ekor babi</td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td>8,736</td>
            <td> </td>
            <td>        17,472 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td>Cable suport </td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td>910</td>
            <td> </td>
            <td>          1,820 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>8</td>
            <td>Conn. press AL/AL type 10-16 mm2 / 50-70 mm2  + Scoot + Cover</td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td>17,640</td>
            <td> </td>
            <td>        35,280 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>9</td>
            <td>Line Tap Connector ( type press ) 16-25 / 35-70 mm + heatshrink</td>
            <td/>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td> </td>
            <td>PLN</td>
            <td> </td>
            <td>                 - </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>10</td>
            <td>Bundl.Cond.3x50 + 1x35 mm - 50 cm ( kumis )</td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td>       10,215 </td>
            <td> </td>
            <td>        20,430 </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>11</td>
            <td>Line Tap Connector ( type press ) 35-70 / 35-70 mm + scoth</td>
            <td>B</td>
            <td> </td>
            <td>            2 </td>
            <td> </td>
            <td> PLN </td>
            <td> </td>
            <td>                 - </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Tabel 4. Rincian pasang baru listrik 1 hari ditargetkan 2 pelanggan dengan jumlah biaya total keselurahan Jasa dan Material adalah Rp. 232, 362 </p>
      <p>Tabel 5. PerbandinganlBiayalPelaksanaan Proyek Normalldan Proyek Dipercepat</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">NO</td>
            <td rowspan="2">RINCIAN PEKERJAAN</td>
            <td colspan="2">Biaya Normal</td>
            <td colspan="2">Biaya Percepatan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>Waktu (menit)</td>
            <td>Biaya</td>
            <td>Waktu (menit)</td>
            <td>Biaya</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>
              <bold>Menunggu Surat perintah kerja</bold>
            </td>
            <td rowspan="7">222</td>
            <td rowspan="7">Rp  232,362</td>
            <td rowspan="7">163</td>
            <td rowspan="7">Rp  170,608</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>
              <bold>Pengambilan material</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>
              <bold>Penarikan Kabel dari MCB ke Instalasi Rumah </bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>
              <bold>Pemasangan kWh Meter dan MCB </bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>
              <bold>Pengecekan Instalasi, uji fungsi dan edukasi pelanggan</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>
              <bold>Pembersihan dan Perapihan</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td>
              <bold>Dokumentasi dan Laporan </bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pada tabel 5 diperoleh bahwa melalui penggunaan diagram PERT, proyek pemasangan instalasi listrik baru dapat diselesaikan dalam waktu 163 menit. Biaya awal yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek tersebut sebesar Rp232.362. Setelah dilakukan percepatan waktu, biaya proyek mengalami penurunan menjadi Rp170.608, sehingga terdapat selisih penghematan sebesar Rp61.754 dibandingkan dengan biaya awal. </p>
      <p>Perhitungan Probalitas :</p>
      <p>Keterangan :</p>
      <p>Z = Angka yang berpotensi meraih target.</p>
      <p>T(d)= Target jadwal</p>
      <p>Te= Banyaknya waktu lintasan kritis</p>
      <p>S= Deviasi standart kegiatan</p>
      <p>Z  = </p>
      <p>    = 25,15</p>
      <p>Setelah nilai Z diperoleh, nilai tersebut dapat digunakan untuk menghitung persentase keberhasilan proyek. Dengan merujuk pada tabel distribusi normal, ditemukan bahwa titik pertemuan antara nilai 25,0 dan 0,05 menunjukkan hasil 0,99999. Hal ini menunjukkan bahwa proyek dapat diselesaikan dalam waktu 163 menit atau kurang dengan kemungkinan keberhasilan sebesar 99%.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>VII. Kesimpulan dan saran</title>
      <p>Penelitian ini menunjukkan keberhasilan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dalam meningkatkan efisiensi waktu dan biaya di proyek pemasangan instalasi listrik baru. Proyek yang awalnya direncanakan untuk memakan waktu 222 menit dengan total biaya Rp 232.362, kemudian dianalisis kembali menggunakan metode PERT. Metode ini memungkinkan pembagian aktivitas proyek menjadi elemen-elemen yang lebih rinci serta identifikasi jalur kritis yang lebih efisien. Sebagai hasilnya, durasi proyek dapat dipersingkat menjadi 163 menit, dengan pengurangan biaya total menjadi Rp 170.608, menghasilkan penghematan waktu sebesar 59 menit. Selain itu, terjadi penghematan biaya sebesar Rp 61.754 yang kemudian dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas layanan pemasangan. Sebelumnya, dengan metode konvensional, hanya dua pelanggan yang dapat dilayani dalam sehari. Namun, dengan penerapan metode PERT, jumlah pelanggan yang dapat dilayani meningkat menjadi empat, dengan biaya pemasangan yang lebih efisien. Dengan probabilitas keberhasilan mencapai 99%, penerapan metode PERT tidak hanya memberikan solusi efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga memastikan keberhasilan proyek tepat waktu sesuai target yang ditetapkan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode PERT adalah alat manajemen yang efektif dalam perencanaan dan pengendalian proyek konstruksi, termasuk pada proyek pemasangan instalasi listrik baru.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Ucapan Terima Kasih </title>
      <p>Dengan rasa syukur yang mendalam, penulis sampaikan terima kasih seluas-luasnya pada Tuhan Yang Maha Esa berkat limpahan rahmat juga pertolongan-Nya, yang sudah memberi kekuatan, kebijaksanaan, serta kelancaran ketika jalannya perampungan skripsi ini. Ungkapan terima kasih pula penulis tujukan pada kedua orang tua tercinta berkat kasih sayang, doa, juga dukungan yang tiada henti. Pada dosen pembimbing, penulis mengucap terima kasih berkat seluruh bimbingan, arahan, serta motivasi yang sangat berharga ketika jalannya perampungan skripsi ini. Ucapan terima kasih pula penulis berikan pada teman-teman juga seluruh pihak yang sudah memberi dukungan, bantuan, dan semangat selama penyusunan skripsi. Penulis mengerti bahwasanya karya ini masih belum sempurna, akan tetapi besar harapan penulis supaya skripsi ini bisa memberi manfaat untuk pembaca serta jadi dasar guna pengembangan makin lanjut di masa depan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Referensi</title>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
