<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Product Defect Analysis in Bottled Water Manufacturing Using Six Sigma</article-title>
        <subtitle>Analisis Cacat Produk dalam Industri Pembuatan Air Kemasan Menggunakan Six Sigma</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Nurdin</surname>
            <given-names>Muhammad Jabal Thoriq</given-names>
          </name>
          <email>wiwik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Sulistiyowati</surname>
            <given-names>Wiwik</given-names>
          </name>
          <email>wiwik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-30">
          <day>30</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>30</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>Bottled Water Product Quality Control Using Six Sigma Method and Failure Mode and Effect Analysis to Reduce Product Defects </bold>
      <bold>[</bold>
      <bold>Pengendalian Kualitas Produk AMDK Mengunakan Metode </bold>
      <bold>
        <italic>Six Sigma</italic>
      </bold>
      <bold> dan </bold>
      <bold>
        <italic>Failure Mode and Effect Analysis</italic>
      </bold>
      <bold> Untuk Mengurangi Kecacatan Produk</bold>
      <bold>]</bold>
    </p>
    <p>Muhammad Jabal Thoriq Nurdin<sup>1)</sup>, Wiwik Sulistiyowati S.T., M.T. <sup>*,2)</sup> </p>
    <p><sup>1)</sup>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>2)</sup> Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi: wiwik@umsida.ac.id</p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>PT. Amanah Sang Surya is a company engaged in the production of bottled drinking water under the Suli 5 brand with packaging: 240 ml glass cup, 330 ml bottle, 600 ml bottle, 1500 ml bottle, and gallon (19 L). The company's internal data shows that the level of defects in the 240 ml bottled drinking water product still exceeds the company standard which is set at below 1% of total production. This research aims to identify the types of defects that occur most frequently and their causal factors, as well as finding alternative suggestions for effective improvements using the Six Sigma application method to measure the level of defects in the production process. Recommendations for improvement using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and 5W+1H methods for repairing the most dominant defects. The research results show that quality control of AMDK products at PT. Amanah Sang Surya shows a stable and statistically controlled condition as seen from the p control chart with a number of defects of 4641.24 DPMO with an average sigma value of 4.10. The most dominant type of defect based on the results of the Pareto diagram is leakage defects. The factor that causes product defects is the machine. The results of calculations using the FMEA method produce the highest RPN value, namely the sealer heating element is less hot with a value of 192.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords </italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>–</italic>
      </bold>
      <italic>Quality Control</italic>
      <italic>;si</italic>
      <italic>x</italic>
      <italic> sigma ; Fa</italic>
      <italic>ilure</italic>
      <italic> Mode and Effect Analysis</italic>
      <italic>;5W+1H</italic>
    </p>
    <p><bold><italic>Abstrak</italic></bold><italic>.</italic> PT. Amanah Sang Surya adalah Perusahaan yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan yang bermerek suli 5 dengan kemasan: Cup gelas 240 ml, Botol 330 ml, Botol 600 ml, Botol 1500 ml, dan Gallon (19 L). Data internal perusahaan menunjukkan bahwa tingkat kecacatan pada produk air minum kemasan 240 ml masih melebihi standar perusahaa yang ditetapkan di bawah 1% dari total produksi, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang paling sering terjadi beserta faktor penyebabnya, serta menemukan alternatif usulan perbaikan yang efektif mengunakan metode penerapan <italic>Six Sigma</italic> untuk mengukur tingkat kecacatan proses produksi. rekomendasi perbaikan menggunakan metode <italic>Failure Mode and Effect Analysis</italic> (FMEA) dan 5W+1H untuk perbaikan kecacatan paling dominan hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk AMDK di PT. Amanah Sang Surya menujukan keadaan stabil dan terkendali secara statistik terlihat dari peta kontrol p dengan jumlah kecacatan 4641,24 DPMO dengan rata – rata nilai <italic>sigma</italic> . Jenis kecacatan yang paling dominan berdasarkan hasil diagram pareto yaitu kecacatan bocor faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah mesin dengan hasil perhitungan menggunakan metode FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi yaitu elemen pemanas sealer kurang panas dengan nilai 192. </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Kata Kunci </italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>–</italic>
      </bold>
      <italic>kualitas produk ;si</italic>
      <italic>x</italic>
      <italic> sigma ; Fa</italic>
      <italic>ilure</italic>
      <italic> Mode and Effect Analysis</italic>
      <italic>; 5W+1H</italic>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p>Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sektor industri yang  berkembang sangat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan air minum yang aman dan berkualitas di tengah masyarakat modern. Semakin banyak penduduk semakin besar jumlah permintaan akan air minum yang higienis dan praktis<xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref> PT. Amanah Sang Surya adalah merupakan industri manufaktur yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang berdiri pada tahun 2017 yang menghasilkan produk yang bermerek suli 5 dengan kemasan: Cup gelas 240 ml, Botol 330 ml, Botol 600 ml, Botol 1500 ml, dan Gallon (19 L). </p>
      <p>Kualitas produk merupakan salah satu pengawasan mutu yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen tentunya kualitas produk dapat ditentukan dengan daya tahan kemasan produk, kesesuaiaan produk, kerapian dan estetika produk <xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref>.  Saat ini yang dihadapi oleh PT. Amanah Sang Surya dalam data internal perusahaan menunjukkan bahwa tingkat kecacatan pada produk air minum kemasan 240 ml masih melebihi standar perusahaa yang ditetapkan di bawah 1% dari total produksi. Sedangkan persentase kecacatan  rata - rata  1,5% per bulan yang mencakup berbagai jenis kecacatan seperti kemasan bocor, Kemasan Pecah, serta kurang volume isi. Tingginya tingkat kecacatan ini menunjukkan perlunya langkah perbaikan yang serius untuk mencapai standar kualitas yang diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi PT. Amanah Sang Surya untuk melakukan analisis mendalam terhadap jenis-jenis cacat yang terjadi, penyebabnya, serta solusi yang efektif guna mengurangi atau bahkan menghilangkan produk cacat di masa mendatang. </p>
      <p>Penelitian terdahulu tentang kualitas pruduk AMDK antara lain yuliani, dengan mengunakan pendekatan Six Sigma untuk analisis kecacatan produk <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref> wisnugroho, dengan mengunakan metode <italic>Six Sigma</italic> untuk analisis pengendalian AMDK kemasan 220 ML.<xref ref-type="bibr" rid="bib4">4</xref> pahmi,  mengunakan Metode <italic>Failure Mode and Effect Analysis</italic> (FMEA) dan Metode <italic>Kaizen</italic> sebagai metode penerapan peningkatan kualias produk <xref ref-type="bibr" rid="bib5">5</xref>. Metode dari beberapa penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa metode <italic>Six Sigma</italic> dan FMEA dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor yang menjadi penyebab kecacatan produk.</p>
      <p>Pada penelitian ini akan mengintegrasikan beberapa metode di atas yaitu penerapan <italic>Six Sigma</italic> yang digunakan untuk mengukur tingkat kecacatan proses produksi<xref ref-type="bibr" rid="bib6">6</xref>. Diagram pareto untuk mengetahui kegagalan atau kecacatan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu<xref ref-type="bibr" rid="bib7">7</xref>. Fishbone diagram dilakukan untuk menunjukkan penyebab kecacatan dari data yang paling dominan dari sisi manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan[7]. Dilanjut dengan rekomendasi perbaikan menggunakan metode <italic>Failure Mode and Effect Analysis</italic> (FMEA) yang bertujuan untuk perbaikan kecacatan paling dominan<xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref></p>
      <p>Pada PT. Amanah sang surya (suli 5) belum ada penelitian terdahulu yang mengkaji tentang pengendalian kualitas produk menunakan metode <italic>Six Sigma</italic> dan FMEA. Oleh kerena itu diharapkan penelitian ini dapat meminimalkan resiko kecacatan produk pada proses produksi dan menentukan Solusi yang tepat untuk mengurangi cacat produk sehingga mendukung keberlanjutan. </p>
      <p>Pada penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir tingkat kecacatan dengan mengetahui nilai DPMO produk, serta menganalisis penyebab cacat produk dalam proses produksi dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan pengendalian kualitas dengan perhitungan RPN kemudian untuk perbaikan dengan 5W+1H. Pengendalian kualitas yang diterapkan dalam penelitian ini diharapkan menghasilkan produk dangan kualitas tinggi, mengurangi tingkat kecacatan, menghemat waktu dalam proses produksi, meningkatkan volume penjualan dan memperkuat daya saing dengan kompetitor lain.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p>Penelitian ini berfokuskan pada upaya pengendalian proses produksi air minum dalam kemasan untuk meminimalisir kecacatan yang terjadi dengan menggunakan metode <italic>Six Sigma</italic> untuk menganalisa kecacatan produk pada proses produksi dengan tahapan DMAIC (<italic>Define, Measuer, Analyze, Improve, </italic>dan<italic> Control)</italic><xref ref-type="bibr" rid="bib9">9</xref> dan analisis FMEA</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Strategi peningkatan Nilai <italic>si</italic><italic>x</italic><italic> Sigma</italic> dengan tahapan DMAIC.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p><italic>Define </italic>adalah langkah awal dalam memulai analisis, Metode <italic>Six Sigma</italic> dimulai dengan tahap mendefinisikan, yang berfokus pada peningkatan kualitas produk melalui langkah-langkah untuk mengidentifikasi penyebab utama kecacatan produk. Proses ini mencakup beberapa tahapan penting dalam penerapannya.[10]</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Measure</italic> merupakan tahap pengumpulan dan perhitungan data sebelum diambilnya langkah perbaikan yang bertujuan untuk membantu dalam memonitor perkembangan yang telah di tetapkan, pada tahap analisis <italic>measure</italic> dibagi menjadi dua tahap yaitu :</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>1. perhitungan <italic>P-chart</italic> (Diagram Kontrol)</p>
      <p>……………………………………………….................................................Pers.(1)</p>
      <p>Sumber: <xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib11">11</xref>.</p>
      <p>…………………………………………………..…..............................................Pers.(2)</p>
      <p>Sumber: <xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref></p>
      <p>……………..............................................……………………………….Pers.(3)</p>
      <p>Sumber: <xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref></p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Menghitung proposisi <italic>defect</italic> (P) dengan rumus:</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung nilai garis tengah  atau <italic>Center Line</italic> (CL) mengunakan rumus :</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung batas kendali atas atau <italic>Upper Control Limit</italic> (UCL) mengunakan rumus :</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung batas kendali bawah atau <italic>Lower Control Limit</italic> (LCL) mengunakan rumus :</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>……………………………………………................................................ Pers.(4)</p>
      <p>Sumber:<xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref>.</p>
      <p>2. Pengukuran Tingkat <italic>Defect Per Milion Opportunity </italic>(DPMO)dan nilai<italic> Sigma</italic></p>
      <p>a.Menghitung DPMO dan tingkat <italic>sigma</italic> DPMO (<italic>Defects Per Million Opportunities)</italic> adalah ukuran cacat <italic>Six Sigma </italic>yang menunjukkan cacat produk dalam satu juta produk yang dihasilkan. Rumus untuk mendapatkan DPMO :</p>
      <p>DPMO=...................................................Pers.(5)</p>
      <p>Sumber:<xref ref-type="bibr" rid="bib13">13</xref>.</p>
      <p>b.Menghitung <italic>defects</italic> per unit (DPU)</p>
      <p>Menentukan nilai cacat per unit dilakukan untuk mengetahui nilai cacat untuk setiap unitnya. Berikut merupakan perhitungan DPU:</p>
      <p>DPU=………………………………………….................................................... Pers.(6)</p>
      <p>Sumber:<xref ref-type="bibr" rid="bib6">6</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib9">9</xref>, <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>.</p>
      <p>c.   Menghitung Nilai <italic>Sigma</italic></p>
      <p>berikut adalah perhitungan nilai <italic>Sigma</italic> </p>
      <p>Sigma =……………………………….................................................… Pers.(7)</p>
      <p>Sumber:<xref ref-type="bibr" rid="bib13">13</xref></p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Diagram pareto</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Diagram pareto digunakan untuk menentukan Tingkat pada faktor dari berbagai kecacatan, sehingga dapat diidentifikasi faktor yang paling dominan berdasarkan analisis nilai kumulatifnya<xref ref-type="bibr" rid="bib14">14</xref></p>
      <p>Untuk menghitung skor RPN dengan Rumus sebagai berikut:</p>
      <p>RPN = <italic>Severity</italic> × <italic>Occurance</italic> × <italic>Detection</italic>………………………………............……...............................Pers.8</p>
      <p>Sumber: <xref ref-type="bibr" rid="bib7">7</xref>,<xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>,<xref ref-type="bibr" rid="bib14">14</xref> </p>
      <p>Tahap akhir memberikan usulan perbaikan kegagalan yang terjadi<xref ref-type="bibr" rid="bib17">17</xref> mengunakan 5W+1H</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p><italic>Analyze</italic> melakukan analisa mengunakan diagram sebab – akibat menggunakan <italic>Fisbone diagram </italic>untuk mengetahui apa saja faktor yang mepengaruhi adanya kecacatan produk.. <italic>Fishbone diagram </italic> merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk menunjukkan penyebab masalah pada suatu proses dari sisi manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan/peralatan<xref ref-type="bibr" rid="bib7">7</xref>. Diagram ini menunjukkan sebuah akibat atau dampak pada permasalahan dengan berbagai penyebabnya <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Improve</italic> usulan tindakan perbaikan yang harus dilakukan dalam peningkatan kualitas mengunakan <italic>Failure Mode and Effect Analysis</italic> adalah metode untuk rekomendasi perbaikan yang mengidentifikasi dan meminimalkan terjadinya kegagalan pada proses produksi dengan tujuan untuk mengetahui, mendekteksi, dan menghilangkan cacat <xref ref-type="bibr" rid="bib15">15</xref> metode ini memiliki komponen berupa<italic> risk priority number</italic> (RPN) yang terdiri dari (<italic>Severity)</italic>, mengidentifikasi kegagalan berdasarkan tingkat keparahan yang dialami oleh operator. (<italic>Occurrence)</italic> Kemungkinan penyebab akan terjadi dan akan menghasilkan kegagalan selama masa penggunaan, dan (<italic>Detection</italic>) Kemungkinan penyebab akan terjadi dan akan menghasilkan kegagalan selama masa penggunaan.<xref ref-type="bibr" rid="bib16">16</xref></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Control</italic> adalah tahap akhir dalam upaya untuk meningkatkan kualitas produk berdasakan <italic>Six Sigma</italic><xref ref-type="bibr" rid="bib18">18</xref>.</p>
        </list-item>
      </list>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig3">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 1</bold>. Diagram Alir Penelitian</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p>Pada tahap awal yaitu dengan dilakukan pengumpulan data produksi serta mengetahui jenis kecacatan pada kemasan 240 ml. Tahap ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada pada produksi Air Minum Dalam Kemasan yang mengakibatkan kecacatan pada produk yang dihasilkan. Berdasarkan permasalahan terdapat 3 penyebab produk cacat yaitu, pecah, bocor dan kurang isi.</p>
      <p><bold>Tabel</bold><bold> 1</bold>. data produksi dan jumlah cacat</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Total Produksi (a)</td>
            <td colspan="3">Total Kecacatan Produk</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Kecacatan (b)</td>
            <td rowspan="2">Presentase </td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>Bocor (x1)</td>
            <td>Pecah(x2)</td>
            <td>Kurang isi (x3)</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>458</td>
            <td>395</td>
            <td>365</td>
            <td>1218</td>
            <td>1,5%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>486</td>
            <td>321</td>
            <td>368</td>
            <td>1175</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>531</td>
            <td>374</td>
            <td>282</td>
            <td>1187</td>
            <td>1,3%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>504</td>
            <td>259</td>
            <td>373</td>
            <td>1136</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>532</td>
            <td>279</td>
            <td>246</td>
            <td>1057</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>578</td>
            <td>318</td>
            <td>243</td>
            <td>1139</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juli</td>
            <td>78149</td>
            <td>589</td>
            <td>421</td>
            <td>239</td>
            <td>1249</td>
            <td>1,6%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>530</td>
            <td>278</td>
            <td>316</td>
            <td>1124</td>
            <td>1,3%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>516</td>
            <td>283</td>
            <td>209</td>
            <td>1008</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>529</td>
            <td>304</td>
            <td>233</td>
            <td>1066</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>529</td>
            <td>196</td>
            <td>359</td>
            <td>1084</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>585</td>
            <td>351</td>
            <td>257</td>
            <td>1193</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>968224</td>
            <td>6367</td>
            <td>3779</td>
            <td>3490</td>
            <td>13636</td>
            <td>1,4%</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengolahan Data</bold>
          </p>
          <list list-type="bullet"/>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Tahap </bold>
            <bold>
              <italic>Define</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Tahap </bold>
            <bold>
              <italic>Measure</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Pada tahap ini merupakan tahap perumusan masalah dengan membuat peta kendali P dan maka dilakukan perhitungan tingkat <italic>Defect Per Million Opportunity</italic> (DPMO) dan pengukuran level <italic>sigma</italic>. Berikut ini adalah perhitungan DPMO dan level sigma pada PT Amanah Sang Surya dari bulan Januari sampai Desember 2024. Berikut merupakan perhitungan peta kendali pada cacat produk air minum dalam kemasan.</p>
      <p><bold>Tabel 2</bold>. Pehitungan peta kendali P</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi</td>
            <td colspan="3">Total Kecacatan Produk </td>
            <td rowspan="2">Jumlah Kecacatan</td>
            <td rowspan="2">P</td>
            <td rowspan="2">UCL</td>
            <td rowspan="2">CL</td>
            <td rowspan="2">LCL</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>Bocor </td>
            <td>pecah</td>
            <td>kurang isi</td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>458</td>
            <td>395</td>
            <td>365</td>
            <td>1218</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>486</td>
            <td>321</td>
            <td>368</td>
            <td>1175</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>531</td>
            <td>374</td>
            <td>282</td>
            <td>1187</td>
            <td>0,013</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>504</td>
            <td>259</td>
            <td>373</td>
            <td>1136</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>532</td>
            <td>279</td>
            <td>246</td>
            <td>1057</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>578</td>
            <td>318</td>
            <td>243</td>
            <td>1139</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juli</td>
            <td>78149</td>
            <td>589</td>
            <td>421</td>
            <td>239</td>
            <td>1249</td>
            <td>0,016</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>530</td>
            <td>278</td>
            <td>316</td>
            <td>1124</td>
            <td>0,013</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>516</td>
            <td>283</td>
            <td>209</td>
            <td>1008</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>529</td>
            <td>304</td>
            <td>233</td>
            <td>1066</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>529</td>
            <td>196</td>
            <td>359</td>
            <td>1084</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>585</td>
            <td>351</td>
            <td>257</td>
            <td>1193</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01408</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>968224</td>
            <td>6367</td>
            <td>3779</td>
            <td>3490</td>
            <td>13636</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>1. perhitungan <italic>P-chart</italic> (Diagram Control)</p>
      <p>0,015</p>
      <p>0,015</p>
      <p>0,015</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Menghitung proposisi <italic>defect</italic> (P) :</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung nilai garis tengah  atau <italic>Center Line</italic> (CL):</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung batas kendali atas atau <italic>Upper Control Limit</italic> (UCL):</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>menghitung batas kendali bawah atau <italic>Lower Control Limit</italic> (LCL):</p>
        </list-item>
      </list>
      <p> 0,013</p>
      <p>Dapat dilihat dari perhitungan peta kendali </p>
      <p><bold>Gambar 2.</bold> Peta Kendali P</p>
      <p>Pada gambar 2 peta kendali P-Chart diatas diketahui bahwa terdapat data masuk pada batas kendali kecuali pada bulan juli proposi kecacatan berada pada luar batas kendali (<italic>Out of Control</italic>) maka seluruh pengolahan  data dapat belum dapat dilanjutkan dan harus mengeliminasi data yang diluar kendali dan mengitung ulang Dan dilakukannya perhitungan sesuai kecacatan masing-masing.</p>
      <p><bold>Tabel 3.</bold> Perhitungan Peta Kendali P kecacatan Bocor</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi</td>
            <td>Total Jenis Kecacatan Produk</td>
            <td rowspan="2">P</td>
            <td rowspan="2">UCL</td>
            <td rowspan="2">CL</td>
            <td rowspan="2">LCL</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>Bocor </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>458</td>
            <td>0,006</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>486</td>
            <td>0,006</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>531</td>
            <td>0,006</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>504</td>
            <td>0,006</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>532</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>578</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>530</td>
            <td>0,006</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>516</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>529</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>529</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>585</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,007</td>
            <td>0,00649</td>
            <td>0,006</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>890075</td>
            <td>5778</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Gambar 3.</bold> Peta Kendali P kecacatan bocor</p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>3</bold> menunjukkan bahwa terdapat data yang melewati batas kendali atas seperti pada periode 1, periode 2, dan periode 8. Kondisi tersebut menunjukkan ada penyimpangan khusus yang terjadi pada proses.</p>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>4</bold><bold>.</bold> Perhitungan Peta Kendali P kecacatan pecah kemasan.</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi</td>
            <td>Total Jenis Kecacatan Produk </td>
            <td rowspan="2">P</td>
            <td rowspan="2">UCL</td>
            <td rowspan="2">CL</td>
            <td rowspan="2">LCL</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>pecah </td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>395</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>321</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>374</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>259</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>279</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>318</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>421</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>278</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>283</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>304</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>196</td>
            <td>0,002</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00385</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>890075</td>
            <td>3428</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Gambar 4.</bold> Peta Kendali P kecacatan bocor</p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>4</bold> menunjukkan bahwa terdapat data yang melewati batas kendali atas seperti pada periode 2,  dan periode 10. Kondisi tersebut menunjukkan ada penyimpangan khusus yang terjadi pada proses pembuatan air minum dalam kemasan.</p>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>5</bold><bold>.</bold> Perhitungan Peta Kendali P kecacatan kurang isi.</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi</td>
            <td>Total  Jenis Kecacatan Produk </td>
            <td rowspan="2">P</td>
            <td rowspan="2">UCL</td>
            <td rowspan="2">CL</td>
            <td rowspan="2">LCL</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>Kurang isi</td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>365</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>368</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>282</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>373</td>
            <td>0,005</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>246</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>243</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>316</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>209</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>233</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>359</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>257</td>
            <td>0,003</td>
            <td>0,004</td>
            <td>0,00365</td>
            <td>0,003</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>890075</td>
            <td>3251</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Gambar 5.</bold> Peta Kendali P kecacatan Kurang isi</p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>5</bold> menunjukkan bahwa terdapat data yang melewati batas kendali atas seperti pada periode 2,  dan periode 8. Kondisi tersebut menunjukkan ada penyimpangan khusus yang terjadi pada proses pembuatan air minum dalam kemasan.</p>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>6</bold><bold>.</bold> Perhitungan Peta Kendali P</p>
      <table-wrap id="tbl6">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi </td>
            <td colspan="3">Total Kecacatan Produk</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Kecacatan</td>
            <td rowspan="2">P</td>
            <td rowspan="2">UCL</td>
            <td rowspan="2">CL</td>
            <td rowspan="2">LCL</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>pecah</td>
            <td>bocor</td>
            <td>kurang isi</td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>458</td>
            <td>395</td>
            <td>365</td>
            <td>1218</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>486</td>
            <td>321</td>
            <td>368</td>
            <td>1175</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>531</td>
            <td>374</td>
            <td>282</td>
            <td>1187</td>
            <td>0,013</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>504</td>
            <td>259</td>
            <td>373</td>
            <td>1136</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>532</td>
            <td>279</td>
            <td>246</td>
            <td>1057</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>578</td>
            <td>318</td>
            <td>243</td>
            <td>1139</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>530</td>
            <td>278</td>
            <td>316</td>
            <td>1124</td>
            <td>0,013</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>516</td>
            <td>283</td>
            <td>209</td>
            <td>1008</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>529</td>
            <td>304</td>
            <td>233</td>
            <td>1066</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>529</td>
            <td>196</td>
            <td>359</td>
            <td>1084</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>585</td>
            <td>351</td>
            <td>257</td>
            <td>1193</td>
            <td>0,014</td>
            <td>0,015</td>
            <td>0,01392</td>
            <td>0,013</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>890075</td>
            <td>5778</td>
            <td>3358</td>
            <td>3251</td>
            <td>12387</td>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>6</bold><bold>.</bold> Peta Kendali P</p>
      <p>Setelah dilakukan perhitungan ulang dengan mengeliminasi data yang diluar batas kendali maka pada gambar 3 dilihat bahwa keseluruhan data proporsi kecacatan sudah berada pada batas Kontrol dan terkendali (<italic>in Control</italic>) maka data dapat dilanjutkan. </p>
      <p>2. Pengukuran Tingkat <italic>Defect Per Milion Opportunity </italic>(DPMO)dan nilai<italic> Sigma</italic></p>
      <p><bold>Tabel</bold><bold>7</bold><bold>.</bold> perhitungan DPMO</p>
      <table-wrap id="tbl7">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">Bulan</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Produksi</td>
            <td rowspan="2">Jumlah Kecacatan</td>
            <td rowspan="2">DPU</td>
            <td rowspan="2">CTQ</td>
            <td rowspan="2">Peluang tingkat Kecacatan</td>
            <td rowspan="2">DPMO</td>
            <td rowspan="2">Sigma</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Januari</td>
            <td>82930</td>
            <td>1218</td>
            <td>1,47%</td>
            <td>3</td>
            <td>204,2610837</td>
            <td>4895,6952</td>
            <td>4,08</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Februari</td>
            <td>82227</td>
            <td>1175</td>
            <td>1,43%</td>
            <td>3</td>
            <td>209,9412766</td>
            <td>4763,2367</td>
            <td>4,09</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Maret</td>
            <td>88189</td>
            <td>1187</td>
            <td>1,35%</td>
            <td>3</td>
            <td>222,8871104</td>
            <td>4486,5762</td>
            <td>4,11</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>April</td>
            <td>81202</td>
            <td>1136</td>
            <td>1,40%</td>
            <td>3</td>
            <td>214,4419014</td>
            <td>4663,2677</td>
            <td>4,10</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mei</td>
            <td>78029</td>
            <td>1057</td>
            <td>1,35%</td>
            <td>3</td>
            <td>221,4635762</td>
            <td>4515,4152</td>
            <td>4,11</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Juni</td>
            <td>80960</td>
            <td>1139</td>
            <td>1,41%</td>
            <td>3</td>
            <td>213,2396839</td>
            <td>4689,5586</td>
            <td>4,10</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Agustus</td>
            <td>84865</td>
            <td>1124</td>
            <td>1,32%</td>
            <td>3</td>
            <td>226,5080071</td>
            <td>4414,855</td>
            <td>4,12</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>September</td>
            <td>69983</td>
            <td>1008</td>
            <td>1,44%</td>
            <td>3</td>
            <td>208,2827381</td>
            <td>4801,166</td>
            <td>4,09</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Oktober</td>
            <td>77983</td>
            <td>1066</td>
            <td>1,37%</td>
            <td>3</td>
            <td>219,4643527</td>
            <td>4556,5486</td>
            <td>4,11</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>November</td>
            <td>79983</td>
            <td>1084</td>
            <td>1,36%</td>
            <td>3</td>
            <td>221,3551661</td>
            <td>4517,6267</td>
            <td>4,11</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Desember</td>
            <td>83724</td>
            <td>1193</td>
            <td>1,42%</td>
            <td>3</td>
            <td>210,5381391</td>
            <td>4749,7333</td>
            <td>4,09</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Jumlah</td>
            <td>890075</td>
            <td>12387</td>
            <td>1,39%</td>
            <td>3</td>
            <td>2372,38304</td>
            <td>4638,9349</td>
            <td>4,10</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Rata-rata</td>
            <td>80916</td>
            <td>1126</td>
            <td>1,39%</td>
            <td> </td>
            <td> </td>
            <td>4641,24</td>
            <td>4,10</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>a.Menghitung DPMO dan tingkat <italic>sigma</italic> DPMO (<italic>Defects Per Million Opportunities)</italic> adalah ukuran cacat <italic>Six Sigma </italic>yang menunjukkan cacat produk dalam satu juta produk yang dihasilkan.:</p>
      <p>DPMO = .</p>
      <p>DPMO = </p>
      <p>DPMO = 4641,24</p>
      <p>b.menghitung <italic>defects</italic> per unit (DPU)</p>
      <p>Menentukan nilai cacat per unit dilakukan untuk mengetahui nilai cacat untuk setiap unitnya. Berikut merupakan perhitungan DPU:</p>
      <p>DPU=</p>
      <p>DPU=</p>
      <p>DPU= 1,39%</p>
      <p>c. Menghitung Nilai <italic>Sigma</italic></p>
      <p>berikut adalah perhitungan nilai <italic>Sigma</italic> </p>
      <p>Sigma =</p>
      <p>Sigma =</p>
      <p>Sigma =</p>
      <p>3.Diagram pareto</p>
      <p>Diagram pareto merupakan langkah untuk menyatakan sesuatu tingkat pada faktor-faktor kegagalan yang dapat mempengaruhi keadaan bedasarkan prinsip pareto,  maka dilakukannya perhitungan data presentase produk cacat pada produk air minum dalam kemasan.</p>
      <p><bold>Tabel</bold><bold>8</bold><bold>.</bold> data presentase kecacatan produk</p>
      <table-wrap id="tbl8">
        <table>
          <tr>
            <td>Jenis Cacat</td>
            <td>Jumlah Kecacatan</td>
            <td>Frekuensi Kumulatif</td>
            <td>Persentase (%)</td>
            <td>Kumulatif (%)</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Bocor</td>
            <td>5778</td>
            <td>5778</td>
            <td>46,6%</td>
            <td>46,6%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>pecah</td>
            <td>3358</td>
            <td>9136</td>
            <td>27,1%</td>
            <td>73,8%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>kurang isi</td>
            <td>3251</td>
            <td>12387</td>
            <td>26,2%</td>
            <td>100,0%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td> </td>
            <td>12387</td>
            <td> </td>
            <td>100%</td>
            <td> </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pada perhitungan diatas dapat diketahui bahwa, jenis cacat produk pada hasil poduksi air minum dalam kemasan dapat disimpulkan bahwa kecacatan tertinggi adalah jenis pada cacat bocor dengan nilai 46,6% dan data tersebut dapat digambarkan dalam diagram pareto sebagai berikut:</p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>7</bold><bold>.</bold> Diagram pareto jumlah cacat</p>
      <p>Tahap analyze menggunakan diagram sebab-akibat untuk mengidentifikasi dan menganalisis suatu proses atau kondisi serta menentukan kemungkinan penyebab dari permasalahan yang terjadi.</p>
      <fig id="fig4">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>8</bold><bold>.</bold> <italic>Fishbone Diagram</italic> Kecacatan Bocor pada Kemasan</p>
      <p>Keterangan :</p>
      <p>Kurangnya ketelitian operator dalam proses penyegelan, Operator tidak memiliki pelatihan yang memadai untuk melakukan penyetelan mesin dengan benar.</p>
      <p>1.  Kurangnya perbaikan dan pemeliharaan mesin secara berkala sehingga mesin suatu saat bisa mengalami kegagalan fungsi</p>
      <p>2.  Kebocoran pada sistem angin pneumatik yang mengganggu fungsi mesin.untuk menurunkan press <italic>sealer</italic>.</p>
      <p>3.  Elemen pemanas pada <italic>sealer</italic> tidak cukup panas sehingga tidak dapat merekatkan plastik dengan baik. </p>
      <p>1. Plastik <italic>sealer</italic> terlalu tipis, sehingga mudah bocor atau tidak mampu menahan tekanan.</p>
      <p>2. Cup tidak rata, menyebabkan segel tidak sempurna.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Tahap </bold>
            <bold>
              <italic>analyze</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Manusia </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Mesin</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor matrial</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Metode</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Proses <italic>pres sealer</italic> kurang merekat sehingga tidak menghasilkan segel yang kuat.</p>
      <fig id="fig5">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>9</bold><bold>.</bold> <italic>Fishbone Diagram</italic> Kecacatan Pecah Kemasan</p>
      <p>Keterangan :</p>
      <p>Kurangnya ketelitian operator dalam proses Packing, Operator tidak memiliki pelatihan yang memadai untuk melakukan penyetelan mesin dengan benar.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Faktor Manusia </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Mesin</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Kurangnya perbaikan secara berkala sehingga menyebabkan sistem kerja mesin menggalami kekegalan fungsi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Karet <italic>conveyor</italic> mengalami pergeseran menyebabkan cup tergores dengan dinding <italic>conveyor</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Sensor <italic>conveyor</italic> mengalami eror menyebabkan cup terjatuh .</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Cup terlalu tipis menyebabkan rentan terjadinya pecah pada kemasan.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Faktor Matrial </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Metode </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Tumpukan produk digudang melebihi batas yang ditentukan sehingga produk mengalami pecah pada kemasan.</p>
      <fig id="fig6">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 10.</bold> <italic>Fishbone Diagram</italic> Kurang Volume isi </p>
      <p>Keterangan:</p>
      <p>Sensor pengisian eror menyebabkan pengisian tidak berjalan dan pengisian tidak sesuai takaran.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Faktor Mesin</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Faktor Metode </p>
        </list-item>
      </list>
      <p><italic>Settings</italic>Kecepatan Penggisian tidak normal sehingga menyebabkan pengisian air tidak sesuai isi volume takaran.</p>
      <p>Tahap improve merupakan tahap perbaikan dari Tingkat kecacatan tertinggi dengan mengunakan metode <italic>failure mode and effect analysis</italic> (FMEA) yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan Supervisor kepada Bagian produksi dan manajer pabrik.</p>
      <p><bold>Ta</bold><bold>bel </bold><bold>9</bold>. Jenis Kecacatan FMEA pada Produk Air Minum Dalam Kemasan</p>
      <table-wrap id="tbl9">
        <table>
          <tr>
            <td>Mode Kegagalan </td>
            <td>Efek Kegagalan</td>
            <td>S</td>
            <td>Potensi Penyebab Kegagalan </td>
            <td>O</td>
            <td>Kontrol Saat Ini</td>
            <td>D</td>
            <td>RPN</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="16">Bocor</td>
            <td rowspan="16">Produk yang dihasilkan tidak memenuhi standard perusahaan mengalami kebocoran kemasan </td>
            <td rowspan="16">6</td>
            <td>Kurang teliti dan kurang pelatihan seting mesin</td>
            <td>3</td>
            <td>melakukan brifing pelatihan kepada oprator produksi</td>
            <td>2</td>
            <td>36</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>kurangnya perbaikan secara berkala</td>
            <td>4</td>
            <td>melakukan perbaikan mesin</td>
            <td>3</td>
            <td>72</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>kebocoran angin pneumatik</td>
            <td>5</td>
            <td>melakukan perbaikan mesin</td>
            <td>4</td>
            <td>120</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>pemanas heater kurang panas</td>
            <td>8</td>
            <td>mengganti dengan heater baru</td>
            <td>4</td>
            <td>192</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>plastik siler terlalu tipis</td>
            <td>3</td>
            <td>tidak ada</td>
            <td>3</td>
            <td>54</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>cup tidak rata </td>
            <td>1</td>
            <td>mensortir cup</td>
            <td>2</td>
            <td>12</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>proses pres siler kurang merekat</td>
            <td>3</td>
            <td><italic>settings</italic>ulang</td>
            <td>3</td>
            <td>54</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="9">Pecah</td>
            <td rowspan="9">Produk yang dihasilkan mengalami pecah pada kemasan saat produksi </td>
            <td rowspan="9">5</td>
            <td>Kurang teliti dan kurang pelatihan seting mesin</td>
            <td>2</td>
            <td>melakukan brifing pelatihan kepada oprator produksi</td>
            <td>2</td>
            <td>20</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>Kurangnya perbaikan secara berkala</td>
            <td>4</td>
            <td>melakukan perbaikan mesin</td>
            <td>5</td>
            <td>100</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>Karet coveyor mengalami pergeseran </td>
            <td>3</td>
            <td>menata kembali karet <italic>conveyor</italic> setelah mesin berhenti produksi</td>
            <td>4</td>
            <td>60</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>Sensor <italic>conveyor</italic> eror</td>
            <td>7</td>
            <td>melakukan perbaikan mesin</td>
            <td>4</td>
            <td>140</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td rowspan="2">Cup terlalu tipis</td>
            <td rowspan="2">4</td>
            <td rowspan="2">tidak ada</td>
            <td rowspan="2">3</td>
            <td>60</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>0</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>Settingan coveyor terlalu cepat</td>
            <td>4</td>
            <td>melakukan <italic>settings</italic>kecepatan konveyor</td>
            <td>3</td>
            <td>60</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="2">Kurang Isi</td>
            <td rowspan="2">Produk yang dihasilkan menggalami kurang volume isi sesuai takaran  </td>
            <td rowspan="2">6</td>
            <td>sensor pengisian eror </td>
            <td>5</td>
            <td>melakukan perbaikan mesin</td>
            <td>3</td>
            <td>75</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td/>
            <td>setinggi kecepatan pengisian tidak normal</td>
            <td>4</td>
            <td>men<italic>settings</italic>mesin sesuai takaran volume isi</td>
            <td>2</td>
            <td>40</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Pada table 8 maka perhitungan <italic>risk priority number</italic> diperoleh nilai tertinggi pada factor mesin dengan penyebab bocor dengan nilai RPN sebesar 192 Dengan penyebab kecacatan dan nilai rpn tertinggi telah diketahui maka diperlukannya perbaikan pada setiap faktor penyebab kecacatan. </p>
      <p> Berikut merupakan usulan perbaikan pada setiap kegagalan yang terjadi yang diharapkan bisa mengurang kecacatan dan meningkatkan pengendalian kualitas produk dengan 5W+1H. Berikut table Perbaikan dengan 5W+1H dapat dilihat dibawah ini:</p>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>10</bold>. Perbaikan dengan 5W+1H Faktor Manusia</p>
      <table-wrap id="tbl10">
        <table>
          <tr>
            <td>Faktor</td>
            <td>Jenis</td>
            <td>5W+1H</td>
            <td>Keterangan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="6">Manusia</td>
            <td>Tujuan Utama</td>
            <td>What (Apa)</td>
            <td>Karyawan Kurang Fokus Dan Kurang Kopeten</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Alasan Kegunaan</td>
            <td>Why (Mengapa)</td>
            <td>Kurang Teliti Dan Kurang Pelatihan Seting Mesin</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Lokasi</td>
            <td>Where (Dimana)</td>
            <td>PT. Amanah Sang Surya, Area Produksi Dan Packing</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Urutan</td>
            <td>When (Kapan)</td>
            <td>Proses Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Manusia</td>
            <td>Who(Siapa)</td>
            <td>Oprator Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Metode</td>
            <td>How (Bagaimana)</td>
            <td>Mengadakan Pelatihan Kepada Operator</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel 11</bold>. Perbaikan dengan 5W+1H Faktor Mesin</p>
      <table-wrap id="tbl11">
        <table>
          <tr>
            <td>Faktor</td>
            <td>Jenis</td>
            <td>5W+1H</td>
            <td>Keterangan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="6">Mesin</td>
            <td>Tujuan Utama</td>
            <td>What (Apa)</td>
            <td>Mesin Mengalami Kegagalan Fungsi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Alasan Kegunaan</td>
            <td>Why (Mengapa)</td>
            <td>Kurangnya Melaksanakan Jadwal Perbaikan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Lokasi</td>
            <td>Where (Dimana)</td>
            <td>PT. Amanah Sang Surya, Area Produksi Dan Packing</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Urutan</td>
            <td>When (Kapan)</td>
            <td>Proses Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Manusia</td>
            <td>Who(Siapa)</td>
            <td>Oprator Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Metode</td>
            <td>How (Bagaimana)</td>
            <td>Melaksanakan Jadwal Perbaikan Agar Tidak Menjadi Kegagalan Fungsi Mesin</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel 12</bold>. Perbaikan dengan 5W+1H Faktor Matrial</p>
      <table-wrap id="tbl12">
        <table>
          <tr>
            <td>Faktor</td>
            <td>Jenis </td>
            <td>5W+1H</td>
            <td>Keterangan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="6">Matrial</td>
            <td>Tujuan Utama</td>
            <td>What (Apa)</td>
            <td>Bahan Baku Yang Digunakan Tidak Sesuai Dengan Standart Perusahaan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Alasan Kegunaan</td>
            <td>Why (Mengapa)</td>
            <td>Bahan baku Terlalu Tipis Mudah Rentan Bocor Dan Pecah</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Lokasi</td>
            <td>Where (Dimana)</td>
            <td>Pt. Amanah Sang Surya, Area Produksi Dan Packing</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Urutan</td>
            <td>When (Kapan)</td>
            <td>Proses Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Manusia</td>
            <td>Who(Siapa)</td>
            <td>Staff Purcasing</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Metode</td>
            <td>How (Bagaimana)</td>
            <td>Menentukan Material Yang Sesuai Dengan Standart Perusahaan</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel 13</bold>. Perbaikan dengan 5W+1H Faktor Metode</p>
      <table-wrap id="tbl13">
        <table>
          <tr>
            <td>Faktor</td>
            <td>Jenis</td>
            <td>5W+1H</td>
            <td>Keterangan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td rowspan="6">Metode</td>
            <td>Tujuan Utama</td>
            <td>What (Apa)</td>
            <td>Produk Yang Sudah Jadi Ditumpuk Pecah Dan Bocor</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Alasan Kegunaan</td>
            <td>Why (Mengapa)</td>
            <td>Tumpuksn Produk Terlalu Tinggi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Lokasi</td>
            <td>Where (Dimana)</td>
            <td>PT. Amanah Sang Surya, Area Gudang</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Urutan</td>
            <td>When (Kapan)</td>
            <td>Penyimpanan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Manusia</td>
            <td>Who(Siapa)</td>
            <td>Staff Gudang </td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Metode</td>
            <td>How (Bagaimana)</td>
            <td>Menumpuk Produk Sesuai Kekentuan Perusahaan</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>14</bold>. Rekomendasi Perbaikan </p>
      <table-wrap id="tbl14">
        <table>
          <tr>
            <td>Rekomendasi perbaikan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Tenaga Kerja:</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mengadakan pelatihan kepada operator<xref ref-type="bibr" rid="bib5">5</xref></td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Mesin:</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1. Melaksanakan jadwal perbaikan agar tidak menjadi kegagalan fungsi mesin.<xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref></td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2. Melakukan pergantian komponen.</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3. Melakukan pengecekan berkala.<xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref></td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Bahan Baku:</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1. Menentukan Matrial yang sesuai dengan standart Perusahaan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2. Memastikan Matrial bagus dan tidak cacat sebelum di pasang di mesin pengisian air<xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref></td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Metode:</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>mengkalibrasi timer pneumatik dan suhu heater dan menyimpan dengan Standart Perusahaan </td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Tahap </bold>
            <bold>
              <italic>improve</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Tahap </bold>
            <bold>
              <italic>control</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Tahap <italic>control</italic> merupakan pengendalian di tahap akhir DMAIC dari metode <italic>Six Sigma</italic> yang berfokuskan pada perbaikan yang akan terus berlanjut. Perbaikan yang terus menerus akan dilakukan oleh berbagai pihak Perbaikan ini bertujuan untuk memberikan output yang berkualitas tinggi, dengan membuat dan menentukan proses standart oprasional<xref ref-type="bibr" rid="bib19">19</xref> yang akan dipergunakan dalam pengawasan proses produksi untuk meminimalisir terjadinya kegagalan produk dan tetap menjaga kualitas produk.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <p>Bedasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disipulkan terdapat 3 jenis kecacatn yaitu cacat bocor, pecah, isi kurang. Dengan nilai DPMO sebesar 4638,9349 dengan rata - rata nilai sigma sebesar 4,10% Hasil analisa diagram pareto diketahui nilai presentase untuk tingkat kecacatan pada jenis cacat bocor yaitu 46,6%, cacat pecah 27,1% dan cacat kurang isi 26,2% dengan maka nilai terbesar terletak di cacat bocor, bedasarkan analisa <italic>fis</italic><italic>h</italic><italic>bone diagram</italic> yang menghasilkan faktor-faktor penyebab dari kecacatan produk dengan perbaikan mengunakan metode <italic>Failur Mode and Effect Anal</italic><italic>ysis</italic> yang menghasilkan penyebab kecacatan tertinggi dengan perhitungan RPN yaitu dialami di mesin dengan nilai 192 elemen pemanas <italic>sealer</italic> kurang panas Usulan perbaikan kualitas produk AMDK pada PT Amanah Sang Surya antara lain faktor manusia Mengadakan pelatihan kepada operator supaya bisa men<italic>settings</italic>dan mengoprasikan mesin secara benar. Faktor mesin melaksanakan jadwal perbaikan agar tidak mengalami kegagalan fungsi mesin, melakukan pergantian komponen, melakukan pengecekan, dan mengganti apabila sudah rusak. Faktor bahan baku menentukan matrial kemasan produk yang sesuai dengan standart perusahaan dan memastikan matrial bagus dan tidak cacat sebelum dipasang di mesin pengisian. Faktor metode mengkalibrasi <italic>timer</italic> pneumatik dan suhu <italic>heater</italic> dan menyimpan dengan standart perusahaan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Ucapan Terima Kasih </title>
      <p>Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan perusahaan PT. Amanah Sang Surya yang telah mendukung penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Referensi</title>
      <p>[2]I. Imron, “Analisa Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Kuantitatif Pada CV. Meubele Berkah Tangerang,” <italic>Indones. J. Softw. Eng.</italic>, vol. 5, no. 1, pp. 19–28, 2019, doi: 10.31294/ijse.v5i1.5861.</p>
      <p>[3]R. K. Yuliani, W. Wahyani, D. Kurniawati, P. Studi, and T. Industri, “Analisa Kecacatan Produk Air Minum Dalam Kemasan,” <italic>Cyber-Techn</italic>, vol. 14, no. 02, pp. 44–55, 2020.</p>
      <p>[4]A. D. Hasto Wisnugroho and M. K. Andriani, “Analisis Pengendalian Kualitas AMDK Cup 220 ML Menggunakan Metode Six Sigma Di PT. Taubah Jaya Abadi Berau, Kalimantan Timur,” <italic>J. Inkofar</italic>, vol. 7, no. 2, pp. 190–198, 2023, doi: 10.46846/jurnalinkofar.v7i2.294.</p>
      <p>[5]L. Pahmi, E. D. Sulistiowati, and L. Harsyiah, “Analisis Pengendalian Kualitas Air Minum dalam Kemasan Menggunakan Metode FMEA dan Penerapan Kaizen (Study Kasus di PT.Lombok Pusaka Adam, Jelantik Lombok Tengah),” <italic>Eig. Math. J.</italic>, vol. 5, no. 1, pp. 7–14, 2022, doi: 10.29303/emj.v5i1.126.</p>
      <p>[6]A. Waruwu, V. R. Tampubolon, M. A. Pratama, and D. Putri, “Pengendalian Kualitas Metode Six Sigma Untuk Mengurangi Tingkat Kerusakan Produk Kalender Di PT. KLM,” <italic>IMTechno J. Ind. Manag. Technol.</italic>, vol. 3, no. 2, pp. 82–90, 2022, doi: 10.31294/imtechno.v3i2.1186.</p>
      <p>[7]E. Aristriyana and R. Ahmad Fauzi, “Analisis Penyebab Kecacatan Produk Dengan Metode <italic>Fishbone Diagram</italic> Dan<italic> Failure Mode Effect Analysis</italic> (Fmea) Pada Perusahaan Elang Mas Sindang Kasih Ciamis,” <italic>J. Ind. Galuh</italic>, vol. 4, no. 2, pp. 75–85, 2023, doi: 10.25157/jig.v4i2.3021.</p>
      <p>[8]N. Dwi Purnomo, Iva Mindhayani, I. Permatasari, and Suhartono, “Analisis Kualitas Produksi Flends Menggunakan Metode Six Sigma dan FMEA,” <italic>J. Rekayasa Ind.</italic>, vol. 5, no. 2, pp. 99–107, 2023, doi: 10.37631/jri.v5i2.1178.</p>
      <p>[9]S. Kasus and U. Bapak, “Implementasi Six Sigma Dan Fault Tree Analysis Dalam Peningkatan Kualitas Produk Tahu,” vol. 3, no. 3, pp. 304–312, 2024.</p>
      <p>[10]A. Z. Al Faritsy and Angga Suluh Wahyunoto, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Meja Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT XYZ,” <italic>J. Rekayasa Ind.</italic>, vol. 4, no. 2, pp. 52–62, 2022, doi: 10.37631/jri.v4i2.707.</p>
      <p>[11]Muhammad Krisna Agung and Ari Zaqi Al Faritsy, “Analisis Pengendalian Kualitas Kain Rayon Menggunakan Six Sigma Dan Fmea,” <italic>J. Ilm. Sains Teknol. Dan Inf.</italic>, vol. 2, no. 3, pp. 25–35, 2024, doi: 10.59024/jiti.v2i3.798.</p>
      <p>[12]R. Suryani, N. Susanti, and Wagini, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Pada Usaha Meubel Warsito Desa Jayakarta Bengkulu Tengah,” <italic>J. Ekon. Manaj. Akunt. dan Keuang.</italic>, vol. 5, no. 1, pp. 85–98, 2024.</p>
      <p>[13]H. C. Wahyuni and W. Sulistyowati, <italic>Buku Ajar Pengendalian Kualitas Industri Manufaktur Dan Jasa</italic>. 2020.</p>
      <p>[14]R. Saputra and D. T. Santoso, “Analisis Kegagalan Proses Produksi Plastik Pada Mesin Cutting Di Pt. Fkp Dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis Dan Diagram Pareto,” <italic>Barometer</italic>, vol. 6, no. 1, pp. 322–327, 2021, doi: 10.35261/barometer.v6i1.4516.</p>
      <p>[15]M. F. Munawar, U. A. N. Aini, D. H. Novrido, R. M. Jannah, M. V. Syahanifadhel, and A. ‘Azzam, “Analisis Perencanaan Produksi Dan Quality Control Dompet Pria Menggunakan Metode MRP Dan FMEA,” <italic>J. Tek. Ind. J. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid. Tek. Ind.</italic>, vol. 9, no. 2, p. 362, 2023, doi: 10.24014/jti.v9i2.21895.</p>
      <p>[16]H. Natan Permana and D. Sukma Donoriyanto, “Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analyze Untuk Meminimalisasi Defect di PT. ABC,” <italic>Venus J. Publ. Rumpun Ilmu Tek.</italic>, vol. 2, no. 1, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.61132/venus.v2i1.79</p>
      <p>[17]A. Lestari and N. A. Mahbubah, “Analisis Defect Proses Produksi Songkok Berbasis Metode FMEA Dan FTA di Home - Industri Songkok GSA Lamongan,” <italic>J. Serambi Eng.</italic>, vol. 6, no. 3, 2021, doi: 10.32672/jse.v6i3.3254.</p>
      <p>[18]M. R. Mabrur and B. Budiharjo, “Analisa Pengendalian Kualitas Produk Keramik Lantai Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Di Pt. Primarindo Argatile,” <italic>J. Ilm. Tek. dan Manaj. Ind.</italic>, vol. 1, no. 2, pp. 187–198, 2021, doi: 10.46306/tgc.v1i2.16.</p>
      <p>[19]A. R. Andriansyah and W. Sulistyowati, “Clarisa Product Quality Control Using Methods Lean Six Sigma and Fmeca Method (Failure Mode And Effect Cricitality Analysis) (Case Study: Pt. Maspion Iii),” <italic>PROZIMA (Productivity, Optim. Manuf. Syst. Eng.</italic>, vol. 4, no. 1, pp. 47–56, 2021, doi: 10.21070/prozima.v4i1.1272.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Marisi Manurung dan Ferayanti Analisis Permintaan Air Bersih PDAM Kelompok Rumah Sederhana Banda Aceh</surname>
              <given-names>Sarah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Marisi Manurung</surname>
              <given-names>Sarah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Permintaan Air Bersih Pdam Kelompok Rumah Sederhana Kota Banda Aceh</article-title>
          <source>JIM EKP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala</source>
          <volume>6</volume>
          <issue>3</issue>
          <page-range>2549-8363</page-range>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Imron</surname>
              <given-names>Imron</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Kuantitatif Pada CV. Meubele Berkah Tangerang</article-title>
          <source>Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE)</source>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>19-28</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31294/ijse.v5i1.5861</pub-id>
          <issn>2461-0690</issn>
          <year>2019</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yuliani</surname>
              <given-names>Rais Kusumasari</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wahyani</surname>
              <given-names>Widhy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kurniawati</surname>
              <given-names>Denny</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Studi</surname>
              <given-names>Programs</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Industri</surname>
              <given-names>Teknik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Kecacatan Produk Air Minum Dalam Kemasan</article-title>
          <source>Cyber-Techn</source>
          <volume>14</volume>
          <issue>02</issue>
          <page-range>44-55</page-range>
          <year>2020</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hasto Wisnugroho</surname>
              <given-names>Anthonius Dhinar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Andriani</surname>
              <given-names>Maria Kiki</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas AMDK Cup 220 ML Menggunakan Metode Six Sigma Di PT. Taubah Jaya Abadi Berau, Kalimantan Timur</article-title>
          <source>Jurnal Inkofar</source>
          <volume>7</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>190-198</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46846/jurnalinkofar.v7i2.294</pub-id>
          <issn>2615-3645</issn>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pahmi</surname>
              <given-names>Lailatul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistiowati</surname>
              <given-names>Emmy Dyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Harsyiah</surname>
              <given-names>Lisa</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Air Minum dalam Kemasan Menggunakan Metode FMEA dan Penerapan Kaizen (Study Kasus di PT.Lombok Pusaka Adam, Jelantik Lombok Tengah)</article-title>
          <source>Eigen Mathematics Journal</source>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>7-14</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29303/emj.v5i1.126</pub-id>
          <issn>2615-3599</issn>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Waruwu</surname>
              <given-names>Agustian</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tampubolon</surname>
              <given-names>Vivian Rensi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pratama</surname>
              <given-names>Muhammad Agung</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Destiana</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengendalian Kualitas Metode Six Sigma Untuk Mengurangi Tingkat Kerusakan Produk Kalender Di PT. KLM</article-title>
          <source>IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology</source>
          <volume>3</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>82-90</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31294/imtechno.v3i2.1186</pub-id>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Aristriyana</surname>
              <given-names>Eky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ahmad Fauzi</surname>
              <given-names>Rizki</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Penyebab Kecacatan Produk Dengan Metode Fishbone Diagram Dan Failure Mode Effect Analysis (Fmea) Pada Perusahaan Elang Mas Sindang Kasih Ciamis</article-title>
          <source>Jurnal Industrial Galuh</source>
          <volume>4</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>75-85</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.25157/jig.v4i2.3021</pub-id>
          <issn>2656-4424</issn>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dwi Purnomo</surname>
              <given-names>Nanda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Iva Mindhayani</surname>
            </name>
            <name>
              <surname>Permatasari</surname>
              <given-names>Intan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suhartono</surname>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Kualitas Produksi Flends Menggunakan Metode Six Sigma dan FMEA</article-title>
          <source>Jurnal Rekayasa Industri (JRI)</source>
          <volume>5</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>99-107</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37631/jri.v5i2.1178</pub-id>
          <issn>2714-8882</issn>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kasus</surname>
              <given-names>Studi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bapak</surname>
              <given-names>Umkm</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Implementasi Six Sigma Dan Fault Tree Analysis Dalam Peningkatan Kualitas Produk Tahu</article-title>
          <volume>3</volume>
          <issue>3</issue>
          <page-range>304-312</page-range>
          <year>2024</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Faritsy</surname>
              <given-names>Ari Zaqi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Angga Suluh Wahyunoto</surname>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Produk Meja Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT XYZ</article-title>
          <source>Jurnal Rekayasa Industri (JRI)</source>
          <volume>4</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>52-62</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37631/jri.v4i2.707</pub-id>
          <issn>2714-8882</issn>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Muhammad Krisna Agung</surname>
            </name>
            <name>
              <surname>Ari Zaqi Al Faritsy</surname>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Kain Rayon Menggunakan Six Sigma Dan Fmea</article-title>
          <source>Jurnal Ilmiah Sains Teknologi Dan Informasi</source>
          <volume>2</volume>
          <issue>3</issue>
          <page-range>25-35</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.59024/jiti.v2i3.798</pub-id>
          <issn>2964-3090</issn>
          <year>2024</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Suryani</surname>
              <given-names>Reni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanti</surname>
              <given-names>Neri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wagini</surname>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Pengendalian Kualitas Produk Pada Usaha Meubel Warsito Desa Jayakarta Bengkulu Tengah</article-title>
          <source>Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi dan Keuangan</source>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>85-98</page-range>
          <year>2024</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyuni</surname>
              <given-names>Hana Catur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistyowati</surname>
              <given-names>Wiwik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Buku Ajar Pengendalian Kualitas Industri Manufaktur Dan Jasa</source>
          <year>2020</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Reynaldi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Santoso</surname>
              <given-names>Deri Teguh</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Kegagalan Proses Produksi Plastik Pada Mesin Cutting Di Pt. Fkp Dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis Dan Diagram Pareto</article-title>
          <source>Barometer</source>
          <volume>6</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>322-327</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35261/barometer.v6i1.4516</pub-id>
          <issn>1979-889X</issn>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Munawar</surname>
              <given-names>Muhammad Fachrezi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aini</surname>
              <given-names>Umi Arief Nur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Novrido</surname>
              <given-names>Dwiky Heksa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jannah</surname>
              <given-names>Rizky Miftahul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syahanifadhel</surname>
              <given-names>Muhammad Viery</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>‘Azzam</surname>
              <given-names>Abdullah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Perencanaan Produksi Dan Quality Control Dompet Pria Menggunakan Metode MRP Dan FMEA</article-title>
          <source>Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri</source>
          <volume>9</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>362</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24014/jti.v9i2.21895</pub-id>
          <issn>2460-898X</issn>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Natan Permana</surname>
              <given-names>Handy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sukma Donoriyanto</surname>
              <given-names>Dwi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analyze Untuk Meminimalisasi Defect di PT. ABC</article-title>
          <source>Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik</source>
          <volume>2</volume>
          <issue>1</issue>
          <issn>3031-5026</issn>
          <year>2024</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Ayu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mahbubah</surname>
              <given-names>Nina Aini</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Defect Proses Produksi Songkok Berbasis Metode FMEA Dan FTA di Home - Industri Songkok GSA Lamongan</article-title>
          <source>Jurnal Serambi Engineering</source>
          <volume>6</volume>
          <issue>3</issue>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.32672/jse.v6i3.3254</pub-id>
          <issn>2528-3561</issn>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mabrur</surname>
              <given-names>Muhammad Rizal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Budiharjo</surname>
              <given-names>Budiharjo</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Pengendalian Kualitas Produk Keramik Lantai Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Di Pt. Primarindo Argatile</article-title>
          <source>Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri</source>
          <volume>1</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>187-198</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46306/tgc.v1i2.16</pub-id>
          <issn>2798-964X</issn>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Andriansyah</surname>
              <given-names>Achmad Rifki</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistyowati</surname>
              <given-names>Wiwik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Clarisa Product Quality Control Using Methods Lean Six Sigma and Fmeca Method (Failure Mode And Effect Cricitality Analysis) (Case Study: Pt. Maspion Iii)</article-title>
          <source>PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering)</source>
          <volume>4</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>47-56</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21070/prozima.v4i1.1272</pub-id>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
