<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Logistics Risk Mitigation Strategy Using RBS and HOR Integration</article-title>
        <subtitle>Strategi Mitigasi Risiko Logistik dengan Mengintegrasikan RBS dan HOR</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Afifah</surname>
            <given-names>Sofie Amalia</given-names>
          </name>
          <email>hanacatur@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Wahyuni</surname>
            <given-names>Hana Catur</given-names>
          </name>
          <email>hanacatur@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-30">
          <day>30</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>30</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec-1">
      <title>
        <italic>Strategy </italic>
        <italic>for</italic>
        <italic> Improving Quality of Logistics Service by Integrating Risk Breakdown Structure and House of Risk Methods</italic>
      </title>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>[Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Logistik dengan Integrasi Metode <italic>Risk Breakdown Structure</italic> dan <italic>House of Risk</italic>]</title>
      <p>Sofie Amalia Afifah<sup>1)</sup>, Hana Catur Wahyuni<sup>*2)</sup></p>
      <p><sup>1)</sup>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
      <p><sup>2)</sup>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
      <p>*Email Penulis Korespondensi: <ext-link xlink:href="mailto:hanacatur@umsida.ac.id">hanacatur@umsida.ac.id</ext-link></p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title><bold>Abstract</bold>. As a logistics service company, PT. APL experienced several problems that are often faced in goods delivery activities, resulting in incoming insurance claims from customers every month which caused financial losses for the company. The purpose of this research is to develop an effective and optimal mitigation strategy or solution to improve the quality of the goods delivery process. The method used involves a Risk Breakdown Structure (RBS) for risk identification and grouping and a House of Risk (HOR) for the development of mitigation strategies to overcome detected risks. The findings in this study were obtained that as many as 18 risk events detected at 6 stages of the goods delivery process were caused by 29 identified risk agents. The highest ARP value of 2,752 is at the risk cause of A16. There are 4 priorities for proposed mitigation strategies given based on ETD values, including PA2 which is implementing a double checking system on consignments, PA4 which is using a checklist system to ensure that all goods are in accordance with the consignment, PA1 which is improving the quality of employees with regular job training, and PA11 which is setting operational standards for checking goods in each freight delivery process in overcoming 11 risk agents that are detected as mitigation priorities.</title>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title><bold>Keywords </bold><bold>–</bold>Risk Management; Logistics Services; Risk Breakdown Structure; House of Risk</title>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title><bold>Abstrak</bold>. Sebagai perusahaan jasa logistik, PT. APL mengalami beberapa permasalahan yang sering dihadapi dalam aktivitas pengiriman barang, sehingga menyebabkan adanya klaim asuransi masuk dari customer setiap bulannya yang menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menyusun strategi mitigasi atau solusi yang efektif dan optimal guna meningkatkan kualitas proses pengiriman barang. Metode yang digunakan melibatkan Risk Breakdown Structure (RBS) untuk identifikasi dan pengelompokkan risiko serta House of Risk (HOR) untuk pengembangan strategi mitigasi guna mengatasi risiko yang terdeteksi. Temuan pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebanyak 18 risk event yang terdeteksi pada 6 tahap proses pengiriman barang disebabkan oleh 29 risk agent teridentifikasi. Nilai ARP tertinggi sebesar 2.752 yaitu pada penyebab risiko A16. Terdapat 4 prioritas usulan strategi mitigasi yang diberikan berdasarkan nilai ETD antara lain PA2 yaitu menerapkan sistem double checking pada barang kiriman, PA4 yaitu menggunakan sistem checklist untuk memastikan semua barang sesuai kiriman, PA1 yaitu meningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan kerja secara berkala, dan PA11 yaitu menetapkan standar operasional untuk pengecekan barang pada setiap proses pengiriman barang dalam mengatasi 11 risk agent yang terdeteksi sebagai prioritas mitigasi.</title>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title><bold>Kata Kunci </bold><bold>–</bold>Manajemen Risiko; Layanan Logistik; Risk Breakdown Structure; House of Risk</title>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>I. Pendahuluan</title>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Latar Belakang</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Layanan jasa logistik merupakan serangkaian proses pengangkutan dan penyimpanan produk dari asal yaitu <italic>supplier</italic> hingga ke tujuan yaitu konsumen yang terlibat dalam suatu rantai pasok dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan . Logistik dan <italic>supply chain management </italic>merupakan dua elemen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, terutama dalam proses distribusi, pengemasan, hingga pengadaan . Kegiatan utama logistik adalah penyimpanan, pengadaan, inventarisasi, pengangkutan, layanan gudang, pendistribusian, hingga penanganan terhadap barang dan jasa baik berupa bahan baku, produk setengah jadi, maupun produk jadi . Fungsi logistik meliputi kegiatan atau eksekusi proses yang berkesinambungan di mana proses-proses yang terkait saling berhubungan dan saling mendukung .</p>
      <p>PT. APL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang (logistik) dengan jalur pengiriman via darat. PT. APL adalah perusahaan terusan yang mengalami perubahan identitas dan diresmikan pada tanggal 30 Desember 2019 akibat dari pergantian direksi serta manajemen operasional perusahaan. Pada awalnya, perusahaan ini berfokus pada layanan logistik jenis kargo dengan rute perjalanan Jawa-Bali. Namun, PT. APL telah memperluas cakupan usahanya dengan membuka kantor cabang di Mataram-Lombok. Jenis pengiriman barang sangat beragam, mulai dari barang yang bersifat cair, barang padat, kosmetik, hingga beberapa produk makanan. Konsumen yang dimiliki PT. APL terdiri dari dua jenis, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi atau perusahaan.</p>
      <p>Sebagai perusahaan jasa logistik, PT. APL menghadapi berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam kegiatan operasional pengiriman barang kepada <italic>customer</italic>. Risiko atau permasalahan yang sering muncul meliputi keterlambatan barang sampai tujuan, kerusakan atau kebocoran barang, ketidaksesuaian barang yang diterima <italic>customer</italic>, serta kehilangan barang muatan sehingga berdasarkan data historis perusahaan selama enam bulan jumlah <italic>defect</italic> sebesar 13.768 dari 134.400 total pesanan atau mencapai 10,24% yang mengakibatkan 3 kali klaim garansi masuk dari <italic>customer</italic> setiap bulannya. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas layanan logistik serta dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi perusahaan.</p>
      <p>Upaya peningkatan kualitas merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menambah nilai produk atau jasa bagi konsumen dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses . Pengendalian kualitas merupakan langkah pengukuran karakteristik dan kualitas produk atau jasa, membandingkannya dengan spesifikasi produk, serta melakukan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian antara kinerja aktual dengan standar kinerja . Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan logistik serta meminimalkan risiko yang muncul dalam jaringan distribusi barang PT. APL, diperlukan penerapan manajemen mitigasi risiko yang tepat.</p>
      <p>Manajemen mitigasi risiko layanan logistik pada penelitian ini melibatkan tahap identifikasi dan pemetaan risiko, penilaian prioritas risiko, serta penyusunan strategi mitigasi dengan integrasi metode RBS dan HOR. <italic>Risk Breakdown Structure</italic> (RBS) merupakan metode pengklasifikasian risiko yang memungkinkan perusahaan mengatur dan memilih risiko dari sumber untuk membantu mengelola risiko yang sedang dihadapi . Keunggulan metode RBS yaitu mengelompokkan risiko ke dalam <italic>Risk Category</italic> (RC) dan <italic>Risk Event</italic> (RE) dalam struktur hierarki, di mana setiap <italic>risk category </italic>terdiri dari beberapa <italic>risk event</italic> sehingga hasil akhir RBS berupa diagram pohon . <italic>House of Risk</italic> (HOR) berfokus pada pengembangan langkah pencegahan dan penanganan risiko serta memberikan prioritas strategi dalam upaya peningkatan kualitas . Metode HOR juga merupakan pengembangan dari FMEA dan HOQ yang menghasilkan strategi mitigasi untuk mencegah kerugian perusahaan .</p>
      <p>Penelitian terdahulu terkait mitigasi risiko proses pengiriman barang oleh , berfokus mengidentifikasikan risiko menggunakan metode HOR mendapatkan 29 <italic>risk event </italic>dan 28 <italic>risk agent</italic> serta mendapatkan 18 strategi mitigasi dalam penanganan risiko. Kajian lain oleh , melakukan identifikasi dan analisis risiko pada proses pengiriman barang pada perusahaan logistik dan mendapatkan hasil terdapat 3 risiko utama terdeteksi dengan mengusulkan 3 strategi mitigasi prioritas. Penelitian oleh , menguraikan risiko dengan implementasi metode HOR guna mengatasi risiko yang dapat merugikan perusahaan dengan mengusulkan 13 strategi mitigasi dalam penanganan risiko terdeteksi. Sementara pada kajian yang dilakukan oleh , metode HOR digunakan dalam mitigasi risiko <italic>supply chain management</italic> guna memprioritaskan risiko dari agen risiko dan memilih tindakan mitigasi yang paling efektif dan optimal, yaitu terdapat 8 strategi mitigasi prioritas yang dihasilkan berdasarkan nilai ETD.</p>
      <p>Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk: (1) Melakukan identifikasi dan pemetaan risiko yang terjadi dalam proses pengiriman barang pada perusahaan logistik PT. APL, (2) Memprioritaskan risiko yang mempengaruhi kualitas pengiriman barang pada perusahaan logistik PT. APL, (3) Menyusun strategi mitigasi atau solusi yang efektif dan optimal guna meningkatkan kualitas proses pengiriman barang pada perusahaan logistik PT. APL.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-8">
      <title>II. Metode</title>
      <p>Penelitian ini dilakukan di Kantor Pusat PT. APL yang bertempat di Jl. Raya Gading Fajar 2 No. 10, Perum King Safira, Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Adapun periode waktu kegiatan penelitian ini berlangsung selama 6 bulan pada bulan September 2024 sampai bulan Februari 2025.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Waktu dan Tempat Penelitian</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengumpulan Data</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Data yang digunakan pada penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder yang digunakan dalam tahap pengolahan data.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Data primer berupa observasi langsung meliputi data hasil wawancara dan kuesioner kepada 3 karyawan PT. APL yaitu kepala administrasi dan keuangan, kepala staf gudang, dan <italic>driver</italic>.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Wawancara: Informasi kejadian risiko dan penyebab risiko yang terjadi selama proses pengiriman barang serta mitigasi risiko yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kuesioner: Penilaian indikator penelitian sebagai data pengolahan HOR fase 1 dan HOR fase 2.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Data sekunder diperoleh dari kegiatan studi literatur berupa uraian teori metode dan indikator penilaian, gambaran umum perusahaan, serta laporan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan isu mitigasi risiko pada proses pengiriman barang.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p><italic>Risk Breakdown Stucture</italic> (RBS) mengelompokkan sumber risiko berdasarkan penyebab atau kategori tertentu untuk meningkatkan efektivitas dan optimalisasi mitigasi risiko. Metode ini bertujuan merinci hasil identifikasi risiko agar dapat digunakan dalam mengembangkan potensi respons terhadap risiko yang telah diidentifikasi . <italic>Risk breakdown structure</italic> merujuk pada representasi risiko terorganisir dalam bentuk hierarki yang berfungsi sebagai daftar lengkap dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan risiko dari berbagai sumber potensial yang dapat mempengaruhi perusahaan . Struktur RBS ditetapkan secara bertahap, dimulai dari level 0 yaitu program atau proses berisiko yang kemudian diuraikan menjadi sub kategori risiko yang lebih spesifik dan kompleks .</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>Risk Breakdown Structure</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>House of Risk</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p><italic>House of Risk</italic> (HOR) mengadaptasi prinsip FMEA untuk menghitung risiko secara kuantitatif dan prinsip HOQ untuk memprioritaskan risiko, sehingga membantu menentukan langkah pencegahan yang efektif dalam mitigasi risiko . Metode HOR bertujuan mengurangi potensi risiko dengan mengeliminasi faktor-faktor penyebabnya . Langkah-langkah pendekatan HOR yaitu mengurangi kemungkinan terjadinya risiko dan mencegah terjadinya risiko . Perencanaan strategis dengan metode HOR memiliki beberapa tahapan yang terbagi menjadi 2 fase, yaitu identifikasi risiko (HOR fase 1) dan penanganan risiko (HOR fase 2) .</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>House of Risk </italic>
            </bold>
            <bold>Fase 1: Identifikasi Risiko</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>HOR fase 1 meliputi proses identifikasi dan analisis risiko untuk mengidentifikasi sumber risiko yang akan diprioritaskan dan dilakukan tindakan pencegahan . Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam HOR fase 1 antara lain :</p>
      <p><bold>Tabel 1. </bold>Kriteria Penilaian <italic>Severity</italic> </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Severity</italic>
              </bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Deskripsi</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>12345678910</td>
            <td>
              <italic>No</italic>
              <italic>Very </italic>
              <italic>s</italic>
              <italic>ight</italic>
              <italic>Sight</italic>
              <italic>Minor</italic>
              <italic>Moderate</italic>
              <italic>Significant</italic>
              <italic>Major</italic>
              <italic>Extreme</italic>
              <italic>Serious</italic>
              <italic>Hazardous</italic>
            </td>
            <td>Tidak ada dampakTidak menyebabkan dampak berartiMenyebabkan dampak sangat kecil pada performa sistemMenyebabkan dampak kecil pada performa sistemMenyebabkan dampak moderat pada performa sistemMenyebabkan penurunan pada performa sistem tetapi masih dapat beroperasi dan amanMenyebabkan penurunan yang cukup besar pada performa sistem tetapi masih dapat beroperasi dan amanMenyebabkan sistem tidak dapat beroperasi tetapi masih amanBerpotensi menyebabkan dampak yang berbahayaDampak sangat berbahaya</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>2</bold><bold>. </bold>Kriteria Penilaian <italic>Occurrence</italic> </p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Occurrence</italic>
              </bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Deskripsi</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>12345678910</td>
            <td>
              <italic>Almost never</italic>
              <italic>Remote</italic>
              <italic>Very slight</italic>
              <italic>Slight</italic>
              <italic>Low</italic>
              <italic>Medium</italic>
              <italic>Moderate high</italic>
              <italic>High</italic>
              <italic>Very high</italic>
              <italic>Almost certain</italic>
            </td>
            <td>Hampir tidak pernah (1 dari 1.500.000)Sangat jarang (1 dari 150.000)Sedikit jarang (1 dari 15.000)Cukup jarang (1 dari 2.000)Jarang (1 dari 400)Sedikit sering (1 dari 80)Cukup sering (1 dari 20)Sering (1 dari 8)Sangat sering (1 dari 3)Hampir selalu terjadi (1 dari 2)</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p> (1)</p>
      <p>Sumber: </p>
      <p>Keterangan:</p>
      <p>O<sub>i</sub>= Tingkat risiko kejadian</p>
      <p>S<sub>i</sub>= Tingkat keparahan risiko</p>
      <p>R<sub>ij</sub>= Korelasi antara faktor risiko j dan risiko i</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Identifikasi kejadian risiko dan penyebab risiko.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Evaluasi skala keparahan (<italic>severity</italic>) dari kejadian risiko dengan skala 1-10 sesuai dengan kriteria yang ditunjukkan pada <bold>Tabel 1</bold> di bawah ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Identifikasi tingkat peluang terjadi atau <italic>occurrence</italic> setiap agen risiko dengan skala 1-10 sesuai dengan kriteria yang ditunjukkan pada <bold>Tabel 2</bold> di bawah ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan hubungan <italic>risk event</italic> dan <italic>risk agent</italic> dengan nilai 0 berarti tidak ada hubungan, nilai 1 berarti hubungan rendah, nilai 3 berarti hubungan sedang, atau nilai 9 berarti hubungan tinggi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan nilai ARP untuk menentukan prioritas sumber risiko mana yang harus ditangani terlebih dahulu dan memberikan tindakan preventif terhadap faktor risiko tersebut dengan menggunakan persamaan berikut:</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Membuat rangking sumber risiko berdasarkan nilai ARP.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>House of Risk </italic>
            </bold>
            <bold>Fase 2: Penanganan Risiko</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>HOR fase 2 merupakan tahap memilih upaya tindakan yang dianggap efektif dalam mengurangi potensi terjadinya sumber risiko . Adapun tahap yang dilakukan dalam HOR fase 2 adalah sebagai berikut :</p>
      <p> (2)</p>
      <p>Sumber: </p>
      <p>Keterangan:</p>
      <p>E<sub>jk</sub>= Hubungan antara tiap strategi dengan setiap agen risiko.</p>
      <p><bold>Tabel 3. </bold>Kriteria Penilaian Tingkat Kesulitan </p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Tingkat Kesulitan</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Deskripsi</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>123</td>
            <td>
              <italic>Low</italic>
              <italic>Medium</italic>
              <italic>High</italic>
            </td>
            <td>Mudah untuk diterapkanSedikit sulit untuk diterapkanSulit untuk diterapkan</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p> (3)</p>
      <p>Sumber: </p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Identifikasi strategi mitigasi risiko yang efektif untuk mengurangi terjadinya faktor atau agen risiko.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan hubungan antara <italic>risk agent</italic> dan strategi mitigasi dengan nilai 0 berarti tidak ada hubungan, nilai 1 berarti hubungan rendah, nilai 3 berarti hubungan sedang, atau nilai 9 berarti hubungan tinggi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung nilai efektivitas keseluruhan (TE<sub>k</sub>) dari setiap strategi mitigasi dengan menggunakan rumus:</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan tingkat kesulitan atau <italic>Degree of Difficulty</italic> dari setiap strategi mitigasi dengan menggunakan skala tiga poin yang ditunjukkan pada <bold>Tabel 3</bold> di bawah ini.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Penilaian efektivitas keseluruhan (TE<sub>k</sub>) terhadap tingkat kesulitan (D<sub>k</sub>) dengan menggunakan persamaan berikut:</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan prioritas dari setiap strategi yang dihasilkan. Hasil peringkat pertama berarti nilai ETD tertinggi. Pemeringkatan strategi mitigasi menunjukkan strategi prioritas apa yang diterapkan perusahaan untuk mengurangi terjadinya sumber risiko yang menyebabkan kejadian risiko.</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Alur Penelitian</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Berikut ini akan disajikan tahapan atau alur penelitian dalam pelaksanaan penelitian yang dapat dilihat pada <bold>Gambar 1</bold> di bawah ini.</p>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 1.</bold> Diagram Alir Penelitian</p>
      <p>Dari <bold>Gambar 1</bold> di atas, dapat diketahui bahwa penelitian ini diawali dengan studi literatur berupa tinjauan pustaka dan melakukan observasi langsung terkait permasalahan yang terjadi pada proses pengiriman barang. Kemudian merumuskan masalah utama yang akan diselesaikan dalam penelitian ini dan menetapkan tujuan yang jelas dan terukur dari penelitian yang dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan proses wawancara dan kuesioner terkait data yang akan diolah dengan metode RBS berupa identifikasi kejadian risiko kemudian melakukan penilaian <italic>severity</italic>, <italic>occurrence</italic>, dan korelasi hubungan guna merancang strategi mitigasi dengan implementasi metode HOR. Selanjutnya melakukan analisa hasil strategi mitigasi dan menarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-9">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p>Identifikasi risiko pada layanan logistik menggunakan metode RBS yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara mendapatkan 18 kejadian risiko yang terdeteksi selama proses pengiriman barang. Struktur hierarki kejadian risiko berbasis proses pada layanan logistik dapat dilihat pada <bold>Gambar 2</bold> di bawah ini.</p>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 2.</bold> <italic>Risk Breakdown Structure</italic> Proses Pengiriman Barang</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Identifikasi Risiko</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Analisis </bold>
            <bold>
              <italic>Risk Event </italic>
            </bold>
            <bold>dan </bold>
            <bold>
              <italic>Risk Agent</italic>
            </bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Identifikasi serta penilaian <italic>severity</italic> pada <italic>risk event</italic> (kejadian risiko) dan <italic>occurrence</italic> pada <italic>risk agent</italic> (penyebab risiko) dilakukan dengan menggunakan metode HOR. Penilaian berdasarkan hasil wawancara dan penilaian indikator kepada narasumber melalui pengisian kuesioner dapat dilihat pada <bold>Tabel 4</bold> dan <bold>Tabel 5</bold> di bawah ini.</p>
      <p><bold>Tabel 4. </bold><italic>Risk Event</italic> (Kejadian Risiko)</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Proses</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Aktivitas</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>Kejadian Risiko</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td colspan="2">
              <bold>
                <italic>Severity</italic>
              </bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Perencanaan</td>
            <td colspan="2">Penerimaan pesanan dan perencanaan jadwal <italic>pick-up</italic> barang</td>
            <td colspan="2">C1</td>
            <td colspan="2">Keterlambatan proses <italic>pick-up</italic> barang<italic>Driver</italic> tersesat dalam proses <italic>pick-up</italic> barangPerubahan rencana waktu <italic>pick-up</italic> barangKesalahan pemberian nomor resi </td>
            <td colspan="2">E1E2E3E4</td>
            <td colspan="2">63510</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Penerimaan</td>
            <td colspan="2">Penerimaan barang dari <italic>customer</italic></td>
            <td colspan="2">C2</td>
            <td colspan="2">Selisih jumlah atau berat barangKetidakakuratan estimasi biaya</td>
            <td colspan="2">E5E5</td>
            <td colspan="2">76</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Penyimpanan</td>
            <td colspan="2">Penyimpanan barang di gudang</td>
            <td colspan="2">C3</td>
            <td colspan="2">Barang rusak saat penyimpanan di gudang logistikTidak memadainya kapasitas gudang</td>
            <td colspan="2">E7E8</td>
            <td colspan="2">97</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Pembuatan dokumen</td>
            <td colspan="2">Pembuatan dokumen pengiriman barang</td>
            <td colspan="2">C4</td>
            <td colspan="2">Keterlambatan tersedianya dokumen pengirimanKesalahan <italic>input</italic> data pada sistemKeterlambatan penyusunan dokumen pengiriman</td>
            <td colspan="2">E9E10E11</td>
            <td colspan="2">786</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Pendistribusian</td>
            <td colspan="2">Pengiriman barang</td>
            <td colspan="2">C5</td>
            <td colspan="2">Tidak tersedianya konfirmasi kepada <italic>customer</italic> barang mulai diantarKeterlambatan barang sampai tujuanKerusakan atau kebocoran barangKehilangan barangKerusakan <italic>packaging</italic> barang muatanKetidaksesuaian barang yang diterima oleh <italic>customer</italic></td>
            <td colspan="2">E12E13E14E15E16E17</td>
            <td colspan="2">389948</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>Klaim </td>
            <td colspan="2">Klaim kerugian <italic>customer</italic></td>
            <td colspan="2">C6</td>
            <td colspan="2">Ketidaksediaan perusahaan dalam penggantian kerugian</td>
            <td colspan="2">E18</td>
            <td colspan="2">1</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel </bold><bold>5</bold><bold>. </bold><italic>Risk </italic><italic>Agent</italic> (Penyebab Risiko)</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Penyebab</bold>
              <bold> Risiko</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Occurrence</italic>
              </bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A1A2A3A4A5A6A7A8A9A10A11A12A13A14A15A16A17A18A19A20A21A22A23A24A25A26A27A28A29</td>
            <td>Kemacetan lalu lintasKerusakan armada muatanInformasi lokasi penjemputan yang kurang lengkap dan akuratSistem manajemen jadwal <italic>pick-up</italic> kurang baikKetidaksesuaian jadwal <italic>pick-up</italic> dengan kapasitas armadaKetidaktelitian karyawan dalam <italic>labeling</italic> resi<italic>Customer</italic> yang menyeragamkan berat dan jumlah barang antar kardusKesalahan pencatatan atau <italic>input </italic>jumlah atau berat barangKetidaksesuaian berat barang yang diajukan pelanggan dengan berat sebenarnyaMinimnya pengecekan kondisi barangKurangnya manajemen penataan gudangKetidakpastian ukuran barang angkutanSistem pengelolaan dokumen yang tidak efisienSistem komputer <italic>error</italic>Kerusakan <italic>printer</italic><italic>Human error</italic> ketidaktelitian karyawanGangguan sistem internetBeban kerja karyawan terlalu tinggiTidak adanya sistem konfirmasi jadwal pengirimanCuaca burukTidak adanya sistem <italic>trucking</italic> atau pelacakan barangKecelakaan armada muatanManajemen pendistribusian yang kurang baikPengemasan barang yang kurang baikKesalahan proses sortir barangSalah dalam menumpuk barang muatan<italic>Packaging</italic> tidak kokohTidak adanya <italic>double check</italic> barang kirimanKetidaksesuaian perjanjian atau kesepakatan klaim garansi</td>
            <td>7646488767783228281041048332292</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Analisis penilaian korelasi hubungan antara <italic>risk event </italic>dan <italic>risk agent </italic>dilakukan untuk menentukan nilai <italic>Aggregate Risk Potential </italic>(ARP) yang bertujuan mengetahui prioritas risiko yang akan diberikan strategi mitigasi dapat dilihat pada <bold>Tabel 6</bold> di bawah ini.</p>
      <p><bold>Tabel 6. </bold>Perhitungan <italic>House of Risk</italic> Fase 1</p>
      <table-wrap id="tbl6">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">
              <italic>Risk Event</italic>
            </td>
            <td colspan="29">
              <italic>Risk Agent</italic>
            </td>
            <td rowspan="2">S</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>A1</td>
            <td>A2</td>
            <td>A3</td>
            <td>A4</td>
            <td>A5</td>
            <td>A6</td>
            <td>A7</td>
            <td>A8</td>
            <td>A9</td>
            <td>A10</td>
            <td>A11</td>
            <td>A12</td>
            <td>A13</td>
            <td>A14</td>
            <td>A15</td>
            <td>A16</td>
            <td>A17</td>
            <td>A18</td>
            <td>A19</td>
            <td>A20</td>
            <td>A21</td>
            <td>A22</td>
            <td>A23</td>
            <td>A24</td>
            <td>A25</td>
            <td>A26</td>
            <td>A27</td>
            <td>A28</td>
            <td>A29</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>E1</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>6</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E2</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E3</td>
            <td>1</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>5</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E4</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>10</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E5</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>7</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E6</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>6</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E7</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E8</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>7</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>7</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E10</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>8</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E11</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>6</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E12</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E13</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>8</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E14</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E15</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E16</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>4</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E17</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>8</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>E18</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>1</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>O</td>
            <td>7</td>
            <td>6</td>
            <td>4</td>
            <td>6</td>
            <td>4</td>
            <td>8</td>
            <td>8</td>
            <td>7</td>
            <td>6</td>
            <td>7</td>
            <td>7</td>
            <td>8</td>
            <td>3</td>
            <td>2</td>
            <td>2</td>
            <td>8</td>
            <td>2</td>
            <td>8</td>
            <td>10</td>
            <td>4</td>
            <td>10</td>
            <td>4</td>
            <td>8</td>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td>2</td>
            <td>2</td>
            <td>9</td>
            <td>2</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>ARP</td>
            <td>961</td>
            <td>380</td>
            <td>157</td>
            <td>690</td>
            <td>246</td>
            <td>2471</td>
            <td>1024</td>
            <td>960</td>
            <td>418</td>
            <td>840</td>
            <td>623</td>
            <td>504</td>
            <td>347</td>
            <td>236</td>
            <td>40</td>
            <td>2752</td>
            <td>128</td>
            <td>1449</td>
            <td>240</td>
            <td>80</td>
            <td>1747</td>
            <td>315</td>
            <td>2441</td>
            <td>381</td>
            <td>485</td>
            <td>152</td>
            <td>209</td>
            <td>1837</td>
            <td>24</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <italic>Rank</italic>
            </td>
            <td>8</td>
            <td>17</td>
            <td>24</td>
            <td>11</td>
            <td>20</td>
            <td>2</td>
            <td>7</td>
            <td>9</td>
            <td>15</td>
            <td>10</td>
            <td>12</td>
            <td>13</td>
            <td>18</td>
            <td>22</td>
            <td>28</td>
            <td>1</td>
            <td>26</td>
            <td>6</td>
            <td>21</td>
            <td>27</td>
            <td>5</td>
            <td>19</td>
            <td>3</td>
            <td>16</td>
            <td>14</td>
            <td>25</td>
            <td>23</td>
            <td>4</td>
            <td>29</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berikut ini merupakan uraian perhitungan nilai ARP pada <italic>risk agent</italic> A1 sebagai contoh perhitungan <italic>Aggregate Risk Potential </italic>(ARP) dalam menentukan prioritas <italic>risk agent</italic> adalah sebagai berikut:</p>
      <p>ARP A1= </p>
      <p>ARP A1= 7  ×  ((6,33×9) + (3×0) + (5,33×1) + (10×0) + (7×0) + (6×0) + (9×0) + (7×0) + (7×0) + (8×0) + (6×0)  +</p>
      <p>(3×0) + (8,33×9) + (9×0) + (9×0) + (4×0) + (8×0) + (1×0))</p>
      <p>ARP A1= 7 × (57 + 0 + 5,33 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 75 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0)</p>
      <p>ARP A1= 7 × (137,33)</p>
      <p>ARP A1= 961</p>
      <p>Peringkat tertinggi <italic>risk agent </italic>berdasarkan hasil nilai ARP diperoleh A16 yaitu dengan nilai ARP sebesar 2.752, sedangkan peringkat terendah diperoleh A29 dengan nilai ARP sebesar 24. Hasil perhitungan pada <bold>Tabel 6</bold> di atas kemudian akan disajikan dalam bentuk pengelompokan prioritas <italic>risk agent</italic> berdasarkan nilai ARP dari tertinggi hingga terendah yang dapat dilihat pada <bold>Tabel 7</bold> di bawah ini.</p>
      <p><bold>Tabel 7. </bold>Peringkat <italic>Risk Agent</italic></p>
      <table-wrap id="tbl7">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Penyebab</bold>
              <bold> Risiko</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>ARP</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Rangking</italic>
              </bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A16A6A23A28A21A18A7A1A8A10A4A11A12A25A9A24A2A13A22A5A19A14A27A3A26A17A20A15A29</td>
            <td><italic>Human error</italic> ketidaktelitian karyawanKetidaktelitian karyawan dalam<italic> labeling</italic> resiManajemen pendistribusian yang kurang baikTidak adanya <italic>double check</italic> barang kirimanTidak adanya sistem <italic>trucking</italic> atau pelacakan barangBeban kerja karyawan terlalu tinggi<italic>Custome</italic><italic>r</italic> yang menyeragamkan berat dan jumlah barang antar kardusKemacetan lalu lintasKesalahan pencatatan atau <italic>input</italic> jumlah atau berat barangMinimnya pengecekan kondisi barangSistem manajemen jadwal <italic>pick-up</italic> kurang baikKurangnya manajemen penataan gudangKetidakpastian ukuran barang angkutanKesalahan proses sortir barangKetidaksesuaian berat barang yang diajukan pelanggan dengan berat sebenarnyaPengemasan barang yang kurang baikKerusakan armada muatanSistem pengelolaan dokumen yang tidak efisienKecelakaan armada muatanKetidaksesuaian jadwal <italic>pick-up</italic> dengan kapasitas armadaTidak adanya sistem konfirmasi jadwal pengirimanSistem komputer <italic>error</italic><italic>Packaging</italic> tidak kokohInformasi lokasi penjemputan yang kurang lengkap dan akuratSalah dalam menumpuk barang muatanGangguan sistem internetCuaca burukKerusakan <italic>printer</italic>Ketidaksesuaian perjanjian atau kesepakatan klaim garansi</td>
            <td>2752247124411837174714491024961960840690623504485418381380347315246240236209157152128804024</td>
            <td>1234567891011121314151617181920212223242526272829</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berdasarkan hasil urutan prioritas <italic>risk agent</italic> berdasarkan hasil nilai ARP dari tertinggi hingga terendah di atas, selanjutnya data disajikan dalam bentuk diagram pareto. Diagram pareto digunakan untuk mengidentifikasi masalah utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu guna mengurangi potensi kerugian . Diagram pareto prioritas <italic>risk agent</italic> dapat dilihat pada <bold>Gambar 3 </bold>di bawah ini.</p>
      <p><bold>Gambar 3.</bold> Diagram Pareto Prioritas <italic>Risk Agent</italic></p>
      <p>Berdasarkan prinsip diagram pareto 80:20 menyatakan bahwa prioritas masalah yang perlu mendapat penanganan atau penyelesaian adalah yang memiliki persentase kumulatif hingga mencapai 80% . Dengan demikian, didapatkan 11 <italic>risk agent</italic> atau penyebab terjadinya risiko yang menjadi prioritas mitigasi adalah A16, A6, A23, A28, A21, A18, A7, A1, A8, A10, dan A4. </p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>House of Risk </italic>
            </bold>
            <bold>Fase 1</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>
              <italic>House of Risk </italic>
            </bold>
            <bold>Fase 2</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Berdasarkan hasil penentuan prioritas <italic>risk agent</italic> yang perlu dilakukan tindakan mitigasi pada HOR fase 1, langkah selanjutnya adalah merancang strategi dan menentukan prioritas tindakan mitigasi pada HOR fase 2. Pada fase ini mencakup penetapan strategi yang akan diambil dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dalam penerapannya. Analisis strategi penanganan guna memitigasi <italic>risk agent</italic> prioritas dan penilaian tingkat kesulitannya dapat dilihat pada <bold>Tabel 8</bold>di bawah ini.</p>
      <p>
        <bold>Tabel 8. </bold>
        <italic>Preventive Action</italic>
      </p>
      <table-wrap id="tbl8">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Preventive Action</italic>
              </bold>
            </td>
            <td>
              <bold>D</bold>
              <bold>
                <sub>K</sub>
              </bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Keterangan</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>PA1PA2PA3PA4PA5PA6PA7PA8PA9PA10PA11PA12</td>
            <td>Meningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan kerja secara berkalaMenerapkan sistem <italic>double checking</italic> pada barang kirimanMembuat SOP penyusunan, perlakuan, dan manajemen pengiriman barangMenggunakan sistem <italic>checklist</italic> untuk memastikan semua barang sesuai pesananMengembangkan sistem pelacakan barang berbasis digital dengan teknologi IoTPenambahan tenaga kerjaMelakukan sosialisasi dan edukasi kepada <italic>custome</italic>r terkait SOP pengukuran berat barangMemanfaatkan aplikasi navigasi untuk memilih rute alternatif yang lebih cepat saat terjadi kemacetanPemantauan kondisi lalu lintas secara <italic>real-time</italic> dengan IoT dan memberikan pembaruan kepada pengemudiMenerapkan teknologi <italic>barcode</italic> atau QR <italic>code</italic> untuk memastikan pencatatan lebih akuratMenetapkan standar operasional untuk pengecekan barang pada setiap proses pengiriman barangOptimalisasi penjadwalan serta membuat SOP yang jelas untuk proses <italic>pick-up</italic> barang</td>
            <td>111133122311</td>
            <td>Mudah diterapkanMudah diterapkanMudah diterapkanMudah diterapkanSulit diterapkanSulit diterapkanMudah diterapkanSedikit sulit diterapkanSedikit sulit diterapkanSulit diterapkanMudah diterapkanMudah diterapkan</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Setelah didapatkan strategi mitigasi dan penilaian tingkat kesulitan, tahap selanjutnya adalah menghitung nilai <italic>Total Effectiveness</italic> (TE<sub>k</sub>) dan nilai <italic>Effectiveness to Difficulty </italic>(ETD). Kemudian melakukan analisis korelasi guna mengukur sejauh mana hubungan antara strategi mitigasi yang diusulkan dengan <italic>risk agent</italic> yang perlu penanganan. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efektivitas dari setiap aksi mitigasi yang diterapkan. Perhitungan rasio ETD juga bertujuan guna membantu menentukan prioritas strategi mitigasi. Hasil perhitungan HOR fase 2 untuk mengelola penanganan risiko dapat dilihat pada <bold>Tabel 9</bold> di bawah ini.</p>
      <p><bold>Tabel 9. </bold>Perhitungan <italic>House of Risk </italic>Fase 2</p>
      <table-wrap id="tbl9">
        <table>
          <tr>
            <td rowspan="2">
              <italic>Risk Agent</italic>
            </td>
            <td colspan="12">
              <italic>Preventive Action</italic>
            </td>
            <td rowspan="2">ARP</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>PA1</td>
            <td>PA2</td>
            <td>PA3</td>
            <td>PA4</td>
            <td>PA5</td>
            <td>PA6</td>
            <td>PA7</td>
            <td>PA8</td>
            <td>PA9</td>
            <td>PA10</td>
            <td>PA11</td>
            <td>PA12</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>A16</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>2752</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A6</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>2471</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A23</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>2441</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A28</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>1837</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A21</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1747</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A18</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1449</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A7</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>1024</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A1</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>961</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A8</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>960</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A10</td>
            <td>1</td>
            <td>9</td>
            <td>9</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>0</td>
            <td>840</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>A4</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td>0</td>
            <td>0</td>
            <td>9</td>
            <td>690</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>TE<sub>k</sub></td>
            <td>86764</td>
            <td>88961</td>
            <td>53448</td>
            <td>74705</td>
            <td>37685</td>
            <td>21297</td>
            <td>17856</td>
            <td>18044</td>
            <td>10722</td>
            <td>16896</td>
            <td>54977</td>
            <td>6210</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>D<sub>k</sub></td>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td>3</td>
            <td>3</td>
            <td>1</td>
            <td>2</td>
            <td>2</td>
            <td>3</td>
            <td>1</td>
            <td>1</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>ETD</td>
            <td>65073</td>
            <td>88961</td>
            <td>40086</td>
            <td>74705</td>
            <td>14132</td>
            <td>7099</td>
            <td>13392</td>
            <td>7733</td>
            <td>5361</td>
            <td>5632</td>
            <td>54977</td>
            <td>4658</td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <italic>Rank</italic>
            </td>
            <td>3</td>
            <td>1</td>
            <td>5</td>
            <td>2</td>
            <td>6</td>
            <td>9</td>
            <td>7</td>
            <td>8</td>
            <td>11</td>
            <td>10</td>
            <td>4</td>
            <td>12</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berikut ini merupakan uraian perhitungan nilai TE<sub>k</sub> dan nilai ETD pada <italic>preventive action </italic>PA1 sebagai contoh perhitungan <italic>Total Effectiveness</italic> (TE<sub>k</sub>) dan nilai <italic>Effectiveness to Difficulty </italic>(ETD) dalam menentukan prioritas <italic>preventive action</italic> adalah sebagai berikut:</p>
      <p>TE<sub>k</sub> PA1= </p>
      <p>TE<sub>k</sub> PA1= ((2.752×9) + (2.471×9) + (2.441×3) + (1.837×9)  +  (1.747×0)  +  (1.449×3)  +  (1.024×0)  +  (961×0) +</p>
      <p>(960×9) + (840×1) + (690×3))</p>
      <p>TE<sub>k</sub> PA1= (24.768 + 22.241 + 7.321 + 16.536 + 0 + 4.347 + 0 + 0 + 8.640 + 840 + 2.070)</p>
      <p>TE<sub>k</sub> PA1= 86.764</p>
      <p>Setelah didapatkan nilai TE<sub>k</sub>, maka langkah selanjutnya adalah menghitung nilai ETD pada <italic>preventive action </italic>PA1 adalah sebagai berikut:</p>
      <p>ETD PA1=  </p>
      <p>ETD PA1= </p>
      <p>ETD PA1= 65.073</p>
      <p>Berdasarkan hasil perhitungan HOR fase 2 di atas, peringkat tertinggi strategi mitigasiberdasarkan hasil nilai ETD diperoleh PA2 yaitu dengan nilai ETD sebesar 88.961, sedangkan peringkat terendah diperoleh PA12 dengan nilai ETD sebesar 4.658. Hasil perhitungan di atas kemudian akan disajikan dalam bentuk pengelompokan <italic>rank priority</italic> strategi mitigasiberdasarkan nilai ETD dari tertinggi hingga terendah yang dapat dilihat pada <bold>Tabel </bold><bold>10</bold> di bawah ini.</p>
      <p><bold>Tabel 10. </bold>Peringkat Strategi Mitigasi</p>
      <table-wrap id="tbl10">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>Kode</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Preventive Action</italic>
              </bold>
            </td>
            <td>
              <bold>ETD</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>
                <italic>Rangking</italic>
              </bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>PA2PA4PA1PA11PA3PA5PA7PA8PA6PA10PA9PA12</td>
            <td>Menerapkan sistem <italic>double checking</italic> pada barang kirimanMenggunakan sistem <italic>checklist</italic> untuk memastikan semua barang sesuai pesananMeningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan kerja secara berkalaMenetapkan standar operasional untuk pengecekan barang pada setiap proses pengiriman barangMembuat SOP penyusunan, perlakuan, dan manajemen pengiriman barangMengembangkan sistem pelacakan barang berbasis digital dengan teknologi IoTMelakukan sosialisasi dan edukasi kepada <italic>customer</italic> terkait SOP pengukuran berat barangMemanfaatkan aplikasi navigasi untuk memilih rute alternatif yang lebih cepat saat terjadi kemacetanPenambahan tenaga kerjaMenerapkan teknologi <italic>barcode</italic> atau QR <italic>code</italic> untuk memastikan pencatatan lebih akuratPemantauan kondisi lalu lintas secara <italic>real-time</italic> dengan IoT dan memberikan pembaruan kepada pengemudiOptimalisasi penjadwalan serta membuat SOP yang jelas untuk proses <italic>pick-up</italic> barang</td>
            <td>8896174705650735497740086141321339277337099563253614658</td>
            <td>123456789101112</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berdasarkan hasil urutan prioritas strategi mitigasi berdasarkan hasil nilai ETD dari tertinggi hingga terendah di atas, selanjutnya data <italic>rank priority </italic>mitigasi risiko disajikan dalam bentuk diagram pareto yang dapat dilihat pada <bold>Gambar </bold><bold>4</bold>di bawah ini.</p>
      <p><bold>Gambar 4.</bold> Diagram Pareto Prioritas Strategi Mitigasi</p>
      <p>Berdasarkan hasil peringkat strategi mitigasi di atas, dengan mempertimbangkan efektivitas penerapan strategi mitigasi, maka prioritas diberikan pada 4 strategi mitigasi utama yang menghasilkan tingkat efektivitas sebesar 74,31% dari total nilai kumulatif ETD. Oleh karena itu, 4 strategi mitigasi utama yang direkomendasikan untuk diterapkan adalah PA2 yaitu menerapkan sistem <italic>double checking</italic> pada barang kiriman dengan nilai ETD sebesar 88.961, PA4 yaitu menggunakan sistem <italic>checklist</italic> untuk memastikan semua barang sesuai pesanan dengan nilai ETD sebesar 74.705, PA1 yaitu meningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan kerja secara berkala dengan nilai ETD sebesar 65.073, dan PA11 yaitu menetapkan standar operasional untuk pengecekan barang pada setiap proses pengiriman barang dengan nilai ETD sebesar 54.977.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-10">
      <title>IV. Kesimpulan</title>
      <p>Hasil identifikasi kejadian risiko berbasis proses yang dihadapi oleh PT. APL menggunakan metode RBS menghasilkan 18 <italic>risk event</italic> yang terdeteksi pada 6 tahap proses pengiriman barang. Didapatkan 29 <italic>risk agent</italic> terdeteksi yang menjadi penyebab permasalahan atau risiko pada proses pengiriman barang. <italic>Risk agent</italic> dengan nilai <italic>Aggregate Risk Potential</italic> (ARP) tertinggi berasal dari 11 penyebab utama, antara lain <italic>h</italic><italic>uman error</italic> ketidaktelitian karyawan dengan nilai ARP sebesar 2.752, ketidaktelitian karyawan dalam<italic> labeling</italic> resi dengan nilai ARP sebesar 2.471, manajemen pendistribusian yang kurang baik dengan nilai ARP sebesar 2.441, tidak adanya <italic>double check</italic> barang kiriman dengan nilai ARP sebesar 1.837, tidak adanya sistem <italic>trucking</italic> atau pelacakan barang dengan nilai ARP sebesar 1.747, beban kerja karyawan terlalu tinggi dengan nilai ARP sebesar 1.449, <italic>c</italic><italic>ustome</italic><italic>r</italic> yang menyeragamkan berat dan jumlah barang antar kardus dengan nilai ARP sebesar 1.024, kemacetan lalu lintas dengan nilai ARP sebesar 961, kesalahan pencatatan atau <italic>input</italic> jumlah atau berat barang dengan nilai ARP sebesar 960, minimnya pengecekan kondisi barang dengan nilai ARP sebesar 840, dan sistem manajemen jadwal <italic>pick-up</italic> kurang baik dengan nilai ARP sebesar 690.</p>
      <p>Strategi mitigasi dalam mengatasi <italic>risk agent</italic> prioritas berdasarkan nilai ETD tertinggi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan logistik atau pengiriman barang mencakup 4 prioritas utama, yaitu menerapkan sistem <italic>double checking</italic> pada barang kiriman, menggunakan sistem <italic>checklist</italic> untuk memastikan semua barang sesuai pesanan, meningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan kerja secara berkala, dan menetapkan standar operasional untuk pengecekan barang pada setiap proses pengiriman barang.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-11">
      <title>Ucapan Terima Kasih </title>
      <p>Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan PT. APL yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-12">
      <title>Referensi</title>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
