<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Voice Controlled Arduino Welding Glasses With High Accuracy Response System</article-title>
        <subtitle>Kacamata Las Arduino yang Dikendalikan Suara dengan Sistem Respons Akurasi Tinggi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Pradana</surname>
            <given-names>Yudistira Andi</given-names>
          </name>
          <email>izzaanshory@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Anshory</surname>
            <given-names>Izza</given-names>
          </name>
          <email>izzaanshory@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-05">
          <day>05</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>04</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>Automatic Welding Glasses Opening and Closing System with Arduino Based Voice Control </bold>
    </p>
    <p>
      <bold>[</bold>
      <bold>Sistem Buka Tutup Kacamata Las Otomatis dengan Kontrol Suara Berbasis Arduino</bold>
      <bold>]</bold>
    </p>
    <p>Yudistira Andi Pradana<sup>1)</sup>, Izza Anshory<sup>*,2)</sup> </p>
    <p><sup>1)</sup>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>2)</sup> Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi: <ext-link xlink:href="mailto:izzaanshory@umsida.ac.id">izzaanshory@</ext-link><ext-link xlink:href="mailto:izzaanshory@umsida.ac.id">umsida.ac.id</ext-link>  </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>This study aims to design and develop an automatic welding goggles system that can be controlled using voice commands, based on Arduino. This system is designed to improve the safety of welders by minimizing the risk of excessive light exposure from the welding process. The main components used include Arduino Uno, SG90 servo motor, and Voice Recognition V3 sensor. When the command "on" or "off" is given, the system automatically adjusts the position of the welding goggles and activates or deactivates the cooling fan. Testing was carried out to evaluate the system's response to voice commands, response time, effective range of voice recognition, and system durability. The results show that the system has a command recognition accuracy rate of 100% with an average response time of 1.1 seconds, and a durability of up to 60 minutes without a decrease in performance. This system has proven to be effective, efficient, and feasible for use in real work environments</italic>
      <italic>.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords </italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>–</italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>Automatic Welding Glasses; Arduino Uno;  Voice Control; Voice Recognition</italic>
      </bold>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstrak</italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>. </italic>
      </bold>
      <italic>Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan sistem kacamata las otomatis yang dapat dikontrol menggunakan perintah suara, berbasis Arduino. Sistem ini dibuat untuk meningkatkan keselamatan kerja para tukang las dengan meminimalkan risiko paparan cahaya berlebih dari proses pengelasan. Komponen utama yang digunakan antara lain Arduino Uno, motor servo SG90, dan sensor Voice Recognition V3. Ketika perintah “nyala” atau “mati” diberikan, sistem secara otomatis mengatur posisi kacamata las dan mengaktifkan atau menonaktifkan kipas pendingin. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi respons sistem terhadap perintah suara, waktu respon, jarak efektif pengenalan suara, dan daya tahan sistem. Hasil menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah sebesar 100% dengan waktu respon rata-rata 1,1 detik, serta daya tahan hingga 60 menit tanpa penurunan kinerja. Sistem ini terbukti efektif, efisien, dan layak digunakan dalam lingkungan kerja nyata</italic>
      <italic>.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Kata Kunci </italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>–</italic>
      </bold>
      <bold>
        <italic>Kacamata Las Otomatis; Arduino Uno; Kontrol Suara; Voice Recognition</italic>
      </bold>
    </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p>Pengelasan  merupakan  pekerjaan  yang  sering  dibutuhkan  oleh  dunia  industri  serta  bidang-bidang  lain  yang  berhubungan  dengan  penyambungan  dimana  pekerjaan  pengelasan  menjadi  faktor  yang  tidak  bisa  dikesampingkan[1][2]. Seperti  yang  diketahui  bahwa  peranan  dan  volume  pekerjaan  pengelasan  saat  ini  sangatlah  besar, dimana  keahlian  seseorang  dalam  las  dituntut  untuk  bisa  berkompeten  memiliki  mutu  dan  kecepatan  yang  baik[3].  Pelaksanaan pengelasan yang  semakin  meluas  menyebabkan  kecelakaan-kecelakaan  yang  berhubungan  dengan  pengelasan  menjadi  semakin  banyak[4]. Peristiwa kecelakaan pada umumnya  biasanya  disebabkan  karena  faktor  kurangnya  berhati-hati  dalam  melakukan  pekerjaan pengelasan[5].  Penggunaan  Alat  Pelindung  Diri  (APD)  yang  kurang  tepat  dan  pengaruh  lingkungan  yang  mempengaruhi  fungsi  sebenarnya  dari  Alat  Pelindung  Diri[6].</p>
      <p>Kondisi lingkungan  di area  pengelasan  berpotensi  memberikan  dampak  terhadap  para  pekerja  las  karena  terdapat  sinar  berlebih, sinar  inframerah  dan  sinar  ultra  violet  yang  dapat  berpengaruh  langsung  terhadap  pengelihatan[7].  Oleh  karena  itu  para  pekerja  las  diwajibkan  memakai  pelindung  kacamata  las[8].  Untuk  mengurangi  paparan  cahaya  karena  sinar  yang  keluar  dari  proses  pengelasan, terutama  sinar  inframerah  yang  merupakan  sumber  panas  yang  dapat  memancarkan  gelombang-gelombang  elektomagnetis[9]. Jika  gelombang  ini  mengenai  mata  secara  langsung  dapat  membahayakan  mata[10]. Kebanyakan  pekerja  las  memiliki  tingkat  pengelihatan  dan  ketajaman  yang  berbeda  yang  menyebabkan  kurangnya  kedisiplinan  dalam  memakai  alat  pelindung  diri  (APD)  berupa  kacamata  las  pada  waktu  proses  pengerjaan  pengelasan. Motifasi  merupakan  faktor  pendorong  seseorang  tetap  melakukan  kegiatan  pengelasan  walaupun  alat  pelindung  diri  terkadang  tidak  terpakai  dengan  semestinya[11]. Namun pemakaian  kacamata  las  adalah  pengamanan  yang  sangat  penting  yang  harus  dipertimbangkan  di  dalam  bidang  pengelasan, pemotongan  dan  pekerjaan  yang  berdampak  pada  pengelihatan[12]. Pemberian  tempat  yang  leluasa   dan  aman  sangat  diperlukan  agar  pekerja  memiliki  ruangan  yang  cukup  untuk  memastikan  peralatan  keselamatan  terpasang  dengan  baik  dan  benar[13]. Pada dasarnya kacamata las  memiliki  fungsi  yang  sesuai  dengan  anjuran  keselamatan  kerja  yang  dibutuhkan  saat  pengelasan  yang  bertujuan  mengurangi  intensitas  cahaya  berlebih  yang  dapat  melebihi  kapasitas  kemampuan  mata  manusia[14]. Namun  faktor  yang  membuat  para  pekerja  las  masih  banyak  yang  tidak  menggunakan  kacamata  las  sesuai  prosedur  keselamatan  ialah  faktor  bentuk  dan  material  kacamata  las  yang  membuat  kontak  fisik  antara  pengguna  dan  bahan  produk  jadi  tidak  sesuai  dengan  kenyamanan  para  pekerja[15][16].</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Berdasarkan  inovasi  teknologi  yang  sudah  ada  perlu  dilakukan  pembaruan  pada  cara  kerja  dari  kaca  mata  las  tersebut  maka  peneliti  membuat  “ Sistem  Buka  Tutup  Kacanata  Las  Otomatis  Dengan  Kontrol  Suara  Berbasis  Arduino “. Kacamata  las  ini  dikususkan  untuk  para  pekerja  las  dengan  mikrokontroler  Arduino Uno  terintegrasi  dengan  motor  Servo SG90, memonitoring  dengan  memanfaatkan  modul  voice  sensor  yang  berguna  untuk  mengontol  secara  realtime  posisi  kaca  las  yang  sedang  digunakan  dalam  pekerjaan  pengelasan.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p>Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R\&amp;D) dengan model pengembangan yang bertujuan untuk merancang dan menghasilkan produk kacamata las otomatis berbasis Arduino. Langkah-langkah penelitian meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, hingga tahap akhir produk. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan studi literatur mengenai bahaya pengelasan dan pentingnya alat pelindung diri. Produk dikembangkan dengan memanfaatkan Arduino Uno, motor servo SG90, dan sensor suara untuk mengontrol otomatisasi buka tutup lensa. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas, fungsi, dan kenyamanan produk.</p>
      <p>Untuk memudahkan proses desain dan fabrikasi alat, dibuat blok diagram sistem dari keseluruhan rancangan alat buka tutup kacamata las otomatis berbasis suara. Sistem ini diawali dengan mikrofon yang berfungsi menangkap suara pengguna dan meneruskannya ke sensor Voice Recognition V3. Sensor ini kemudian mengenali perintah suara yang telah direkam dan mengirimkannya ke mikrokontroler Arduino UNO. Arduino UNO bertugas mengolah data suara yang diterima, mencocokkannya dengan perintah yang telah diprogram, serta mengatur perangkat output. Output tersebut berupa motor servo yang berfungsi sebagai aktuator pembuka dan penutup kacamata las secara otomatis, serta relay yang mengatur arus untuk mengaktifkan kipas 12V DC sesuai kebutuhan sistem. Berikut merupakan blok diagram sistem yang digunakan pada gambar.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Gambar </label>
        <caption>
          <title>1. Blok Diagram Sistem</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p>Flowchart sistem ini dimulai dengan proses inisialisasi pin input dan output pada mikrokontroler Arduino. Setelah itu, Arduino akan membaca data sampel suara yang telah tersimpan pada sensor Voice Recognition V3. Jika sensor mendeteksi perintah suara “nyala”, maka Arduino akan mengaktifkan motor servo untuk menutup lensa kacamata las dan mengaktifkan relay untuk menyalakan kipas 12V DC. Sebaliknya, jika sensor mendeteksi perintah suara “mati”, maka Arduino akan menggerakkan motor servo untuk membuka kacamata las dan mematikan kipas melalui relay. Proses ini berlangsung secara otomatis dan real-time sesuai perintah suara pengguna.Berikut merupakan flowchart sistem yang digunakan pada gambar 2.</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Gambar </label>
        <caption>
          <title>2. Flowchart Sistem</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <fig id="fig3">
        <label>Pada gambar 3. merupakan tahapan pembuatan program Arduino IDE. Board yang digunakan pada penelitian ini adalah Arduino Uno Dev Kit. Pada sketch program terdapat putaran servo 0o ketika false dan 1800  ketika true</label>
        <caption>
          <title>.</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Blok Diagram Sistem</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Flowchart Sistem</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Perancangan Software</bold>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <bold>Perancangan Hardware</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Dalam perancangan hardware penelitian kali ini harap diperhatikan dari skema rangkaian yang telah dibuat.</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Gambar </label>
        <caption>
          <title>4. Skema Rangkaian</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p>Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang telah dirancang dan dibuat dapat berfungsi sesuai dengan tujuan dan spesifikasi yang telah ditentukan. Melalui pengujian, dapat diketahui bahwa setiap komponen seperti sensor suara, Arduino, motor servo, dan relay bekerja secara optimal dan saling terintegrasi dengan baik. Selain itu, pengujian juga bertujuan untuk mengevaluasi kecepatan respon sistem terhadap perintah suara, keakuratan gerakan servo dalam membuka dan menutup kacamata las, serta kestabilan kinerja kipas. Dengan melakukan pengujian, kekurangan atau kesalahan dalam sistem dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum alat digunakan secara nyata, sehingga dapat meningkatkan keandalan, efisiensi, dan keselamatan pengguna.</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>
            <bold>Pengujian Respon Perintah Suara</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Pengujian respon perintah suara dilakukan dengan memberikan perintah suara “nyala” dan “mati” secara langsung kepada sensor Voice Recognition V3 yang telah terprogram dan terhubung dengan Arduino UNO. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan apakah sensor mampu mengenali perintah dengan akurat serta memicu keluaran yang sesuai, yaitu pergerakan motor servo dan aktivasi relay. Pengujian dilakukan sebanyak lima kali untuk masing-masing perintah dengan jarak dan intonasi suara yang konsisten. Respon sistem diamati dan dicatat berdasarkan apakah kacamata las berhasil terbuka atau tertutup serta kipas menyala atau mati sesuai perintah yang diberikan.</p>
      <fig id="fig5">
        <label>Tabel </label>
        <caption>
          <title>1. Hasil Pengujian Respon Perintah Suara</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image5.jpeg"/>
      </fig>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Pengujian respon sistem dilakukan untuk mengukur seberapa cepat dan tepat sistem merespon perintah suara dari pengguna, mulai dari saat perintah diberikan hingga komponen output (motor servo dan relay) menjalankan fungsinya. Dalam pengujian ini, perintah “nyala” dan “mati” diucapkan secara langsung ke sensor suara, kemudian dicatat waktu yang dibutuhkan sistem untuk merespon dan mengeksekusi perintah tersebut. Waktu respon diukur menggunakan stopwatch smartphone dari detik perintah diucapkan hingga motor servo mulai bergerak dan relay aktif atau nonaktif. </label>
        <caption>
          <title>Pengujian dilakukan berulang untuk memastikan konsistensi dan kestabilan respon sistem terhadap perintah suara secara real-time.</title>
        </caption>
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Perintah Suara</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Respon Servo</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Respon Relay</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Keterangan</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>Menutup Kacamata</td>
            <td>Kipas ON</td>
            <td>Berhasil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Mati</td>
            <td>Membuka Kacamata</td>
            <td>Kipas OFF</td>
            <td>Berhasil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>Menutup Kacamata</td>
            <td>Kipas ON</td>
            <td>Berhasil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Mati</td>
            <td>Membuka Kacamata</td>
            <td>Kipas OFF</td>
            <td>Berhasil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>Menutup Kacamata</td>
            <td>Kipas ON</td>
            <td>Berhasil</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="fig6">
        <label>Tabel </label>
        <caption>
          <title>2. Hasil Pengujian Waktu Respon Sistem</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image6.jpeg"/>
      </fig>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Pengujian jarak efektif pengenalan suara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sensor Voice Recognition V3 mampu mengenali perintah suara dengan baik dari berbagai jarak. </label>
        <caption>
          <title>Pengujian dilakukan dengan memberikan perintah “nyala” dan “mati” pada jarak yang berbeda-beda dari sensor, mulai dari 10 cm hingga 100 cm. Setiap perintah diucapkan dengan nada dan intonasi yang sama untuk menjaga konsistensi. Hasil pengujian menunjukkan apakah sensor mampu mengenali perintah secara akurat atau tidak pada setiap jarak tersebut. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menentukan batas maksimal jarak efektif penggunaan alat agar dapat digunakan secara optimal dalam kondisi kerja sebenarnya.</title>
        </caption>
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Perintah</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Waktu Respon (detik)</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Keterangan</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>1,2</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Mati</td>
            <td>1,1</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>1,0</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Mati</td>
            <td>1,3</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Nyala</td>
            <td>1,1</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td colspan="2">
              <bold>Rata-Rata</bold>
            </td>
            <td>1,1</td>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="fig7">
        <label>Tabel </label>
        <caption>
          <title>3. Hasil Pengujian Jarak Efektif Pengenalan Suara</title>
        </caption>
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image7.jpeg"/>
      </fig>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Tabel </label>
        <caption>
          <title>4. Hasil Pengujian Daya Tahan Sistem</title>
        </caption>
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Jarak (cm)</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Perintah Dikenali</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Keterangan</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>10</td>
            <td>Ya</td>
            <td>Optimal</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>30</td>
            <td>Ya</td>
            <td>Baik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>50</td>
            <td>Ya</td>
            <td>Cukup</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>70</td>
            <td>Tidak</td>
            <td>Tidak Terdeteksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>100</td>
            <td>Tidak</td>
            <td>Tidak Terdeteksi</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <table-wrap id="tbl4">
        <table>
          <tr>
            <td>
              <bold>No</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Waktu Operasi (menit)</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Fungsi Servo</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Fungsi Relay</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>Keterangan</bold>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>15</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Stabil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>30</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Stabil</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>60</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Normal</td>
            <td>Stabil</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <p>Sistem kacamata las otomatis berbasis suara yang dikembangkan mampu berfungsi secara efektif dalam mengidentifikasi dan merespons perintah “nyala” dan “mati” dengan akurasi tinggi. Sistem ini memiliki kecepatan respon yang baik (1,1 detik rata-rata) dan dapat bekerja stabil hingga 60 menit penggunaan terus-menerus. Jarak optimal pengenalan suara maksimal 50 cm. Dengan inovasi ini, keselamatan kerja dalam bidang pengelasan dapat ditingkatkan, khususnya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara efisien dan nyaman.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Referensi</title>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
