<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>IoT Safe Security System Using Voice Command and GPS Tracking</article-title>
        <subtitle>Sistem Keamanan IoT yang Aman Menggunakan Perintah Suara dan Pelacakan GPS</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Arifianto</surname>
            <given-names>Dwi</given-names>
          </name>
          <email>dwiarifianto1234@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Syahrorini</surname>
            <given-names>Syamsudduha</given-names>
          </name>
          <email>dwiarifianto1234@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-03">
          <day>03</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec-1">
      <title>Design and Build a Safe Security System with Google Voice Assistant Voice Command and GPS Tracking</title>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>[Rancang Bangun Sistem Keamanan Brankas Dengan Perintah Suara Google Voice Assistan Dan Gps Tracking]</title>
      <p>Dwi Arifianto<sup>1)</sup>, Syamsudduha Syahrorini<sup>*,2)</sup></p>
      <p><sup>1)</sup> Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
      <p><sup>2)</sup> Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
      <p>*Email Penulis Korespondensi: dwiarifianto1234@gmail.com</p>
      <p>
        <bold>
          <italic>Abstract</italic>
        </bold>
        <italic>. </italic>
        <italic>One of the crimes in Indonesia that is quite high is theft. One of the crimes that often occur in Indonesia is theft with the triggering factor, namely a lack of security factor. Efforts to prevent theft use a tool in the form of a safe, where in its development the safe security system is given a more maximum. In this study, there are efforts to improve the security of the safe by creating a safe security system based on Google Voice Assistant and GPS tracking. This tool uses an ESP 32 microcontroller that is able to integrate with the Internet of Things. The safe can be opened and closed perfectly by the selenoid door lock with pre-programmed commands. If the command is not in accordance with the program, the safe will remain closed. Also given is the Neo 6M gps module which has very accurate longitude and latitude accuracy with google maps and is displayed on the blynk IoT application in real time. This study uses the RnD (Research and Development) method as the main approach. Use of the RnD method has several stages, namely making observations on the security system in the safe and then collecting some literature beforehand. The results of the sensor reading test and the standard measuring instrument reading results were then compared between the oscilloscope reading results and the reading results on the standard digital measuring instrument that is commonly used. So that the percentage of accuracy is obtained. After testing and Data collection can be concluded that the improvement of the internet network can be carried out and the highest improvement results are obtained, namely from the initial value of 2 meters to 3 meters. In addition, monitoring the use of electrical energy is very economical can be displayed on the tamper and avo meters and also smartphones remotely with a testing distance of 1-18 Km, this is because the system used is based on the internet of things.</italic>
      </p>
      <p>
        <bold>
          <italic>Keywords</italic>
        </bold>
        <bold>
          <italic>-</italic>
        </bold>
        <italic>Blynk IoT; Safety box; Google Voice Assistant; GPS Tracking</italic>
      </p>
      <p>
        <bold>
          <italic>Abstrak</italic>
        </bold>
        <italic>. </italic>
        <italic>Salah satu tindak kriminalitas di Indonesia yang cukup tinggi adalah pencurian</italic>
        <italic>. </italic>
        <italic>Salah satu tindak kejahatan yang sering terjadi di Indonesia adalah pencurian dengan faktor pemicunya yaitu faktor keamanan yang kurang. Upaya dalam pencegahan tindakan pencurian menggunakan suatu alat berupa brankas, dimana dalam perkembangannya sistem keamanan brankas diberikan yang lebih maksimal. Dalam penelitian ini terdapat upaya untuk meningkatkan keamanan brankas dengan membuat sistem keamanan brankas berbasis google voice assistant dan gps tracking. </italic>
        <italic>Alat ini menggunakan mikrokontroller ESP 32 yang mampu terintegrasi dengan Internet of Things. Brankas dapat terbuka dan tertutup  sempurna oleh selenoid door lock dengan perintah yang telah terprogram. Apabila perintah tidak sesuai dengan program, maka brankas akan tetap tertutup. Diberikan juga modul gps Neo 6M yang mempunya akurasi longitude dan latitude yang sangat akurat dengan google maps dan ditampilan pada aplikasi blynk IoT secara real time.</italic>
        <italic> Penelitian ini menggunakan metode RnD (Research and Development) sebagai pendekatan utama. Penggunaan metode RnD mempunyai beberapa tahapan yaitu melakukan pengamatan (observasi) terhadap sistem keamanan pada brankas kemudian mengumpulkan beberapa literatur sebelumnya. Hasil dari pengujian pembacaan sensor dan hasil pembacaan alat ukur standart kemudian dilakukan perbandingan antara hasil pembacaan osiloskop dengan hasil pembacaan pada alat ukur digital standart yang biasa digunakan. </italic>
        <italic>Sehingga didapatkan presen</italic>
        <italic>tase ketepanan. </italic>
        <italic>Setelah dilakukan pengujian dan pengambilan data dapat disimpulkan bahwa perbaikan jaringan internet dapat dilakukan dan didapatkan hasil peningkatan tertinggi yaitu dari nilai awal 2meter menjadi 3meter. Selain itu pemantauan terhadap penggunaan energi listrik sangat hemat dapat ditampilkan pada tang amper dan avo meter dan juga smartphone secara jarak jauh dengan jarak pengujian 1-18 Km, hal tersebut dikarenakan sistem yang digunakan berbasis internet of things.</italic>
      </p>
      <p>
        <bold>
          <italic>Kata</italic>
        </bold>
        <bold>
          <italic>Kunci</italic>
        </bold>
        <bold>
          <italic>–</italic>
        </bold>
        <italic>Blynk IoT; Brankas; Google Voice Assistant; GPS Tracking</italic>
      </p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p>Salah satu tindak kriminalitas di Indonesia yang cukup tinggi adalah pencurian. Faktor keamanan merupakan salah satu hal yang terpenting dan mendasar di dalam kehidupan manusia, terutama dalam mencegah pencurian. Keamanan yang dimaksud dapat berupa kewaspadaan manusia dan benda fisik yang dapat mengamankan barang. Benda fisik tersebut adalah brankas yaitu lemari yang terbuat dari besi, baja, logam atau lainnya. Brankas digunakan untuk menyimpan barang berharga seperti uang, emas, perhiasan dan dokumen-dokumen penting. Brankas biasa digunakan sebagai kebutuhan di rumah hingga perusahaan seperti bank, jasa penyimpanan dokumen hingga beberapa perusahaan lainnya.[1]</p>
      <p>Pada umumnya brankas dilengkapi dengan kunci pengaman supaya bisa meminimalkan potensi pencurian/pembongkaran, karena itu sistem keamanan brankas perlu menjadi perhatian khusus sehingga tingkat keamanan diupayakan lebih tinggi dari brankas sebelumnya. Mengikuti perkembangannya, brankas awal mulanya hanya menggunakan keamanan yang sangat standart berupa kunci analog sebagai pengamannya. Dengan sistem memutar dan mengunci, penggunaan kunci konvensional dinilai kurang efesien, dikarenakan masih banyak kasus pencurian dengan menggandakan kunci analog tersebut dan kunci T.[2] Berikutnya berkembang lagi menggunakan kunci berupa password atau pin, tetapi jika pengguna password atau pin yang terlalu mudah maka gampang ditebak, sedangkan jika terlalu sulit akan susah diingat. Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul brankas digital yang menggunakan kode kunci kombinasi yang didukung sistem elektronik berbasis digital. Brankas tipe ini lebih mudah pengoperasiannya dibanding era sebelumya. Namun juga memiliki kelemahan yaitu akan terlihat dengan jelas sidik jari pada tombol-tombol yang sering ditekan apabila disinari sinar ultraviolet.[3]</p>
      <p>Perkembangan teknologi yang terjadi khususnya pada dunia elektro, muncul beberapa penelitian yang dibuat diantaranya adalah sistem keamanan brankas menggunakan GPS tracking dan IoT dengan menghubungkan Arduino, NodeMCU dan handphone sebagai media transfer data. Slot pengunci pintu brankas ini dikontrol menggunakan handphone penggunanya.[4] Jika terjadi pemaksaan dalam membuka brankas maka buzzer akan berbunyi dan akan mengirim notif SMS melalui handphone penggunanya. Module GPS digunakan untuk mengetahui lokasi brankas. Sistem keamanan brankas lainnya meggunakan RFID E-KTP dan GPS tracking dengan mikrokontroller Arduino UNO R3, dan Arduino Atmega 2560. E-KTP digunakan untuk pemberi inputan ke sistem pembuka serta dilengkapi sistem pelacak lokasi pada brankas yang menggunakan modul GPS NEO6M. Brankas hanya dapat dibuka dengan E-KTP yang sudah terdaftar pada sistem. Jika E-KTP tidak sesuai sebanyak 5 kali inputan, maka sistem akan terkunci dan buzzer akan berbunyi. Untuk mengetahui lokasi terkini brankas dengan cara mengirim pesan “Posisi” yang menggunakan modul SIM 800l. Berkembang lagi sistem kemanan brankas menggunakan suara. Dengan memanfaatkan smartphone android yang dihubungkan ke module bluetooth HC-06 daengan memasukan perintah suara yang sudah ada pada smartphone android. Jika perintah suara benar maka brankas akan terbuka sebaliknya jika salah maka brankas akan terus terkunci.[5]</p>
      <p>Berdasarkan penelitian yang suda ada, dikembangkan lagi menjadi “Rancang Bangun Sistem Keamanan Brankas dengan Perintah Suara Google Voice Assistant dan GPS Tracking”. [6]Dari penelitian yang sebelumnya menggunakan RFID E-KTP atau sensor sidik jari tujuannya dibuat untuk membuka brankas, penelitian ini menggunakan google voice assistant sebagai input alat ini yang dapat diintegrasikan pada smartphone android maupun ios yang terdaftar. Menggunakan mikrokontroller ESP-32 yang dapat terhubung dimanapun pengguna berada. Modul GPS Neo6M tetap digunakan sebagai penangkap titik koordinat latitude dan longitude lokasi brankas.[7]</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Metode</title>
      <p>Penelitian ini menggunakan metode RnD (Research and Development) sebagai pendekatan utama. Penggunaan metode RnD mempunyai beberapa tahapan yaitu melakukan pengamatan (observasi) terhadap sistem keamanan pada brankas kemudian mengumpulkan beberapa literatur sebelumnya yang dibuat oleh Fahmi Rabbani, Muhammad Khoiyrul Resab, Rimulyo Wicaksono dengan judul ”Sistem Pengaman Berbasis GPS Tracking dan IoT (Internet of Things)”; Natanael Widya Anggara, Gunawan Dewantoro, Andreas Ardian Febrianto dengan judul ” Sistem Pembuka Brankas Menggunakan E-KTP atau Password Dilengkapi dengan GPS”; serta Dandi, Zulfian Azmi, Milfa Yetri dengan judul ” Rancang Bangun Alat Keamanan Pada Brankas Dengan Suara Menggunakan Teknik Simplex Dengan Menggunakan Arduino”.[8]</p>
      <sec id="sec-4_1">
        <title>System Design</title>
        <p>Perancangan software digunakan untuk menjelaskan tahap pembuatan program sehingga bisa menjalankan sistem pada rancang bangun sistem keamanan brankas dengan perintah suara google voice assistant dan GPS tracking,</p>
      </sec>
      <sec id="sec-4_2">
        <title>Wiring design</title>
        <p>Terdapat input module GPS Neo6M yang terkoneksi dengan mikrokontroller ESP32 yang terhubung dengan jaringan WiFi. Output dari alat ini yaitu solenoid door lock 12 VDC yang melewati kontak dari relay module relay 5 VDC.</p>
        <fig id="fig1">
          <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
        </fig>
        <p>Gambar 1. Wiring Design</p>
        <table-wrap id="tbl1">
          <table>
            <tr>
              <td colspan="3">Table 1<italic>.</italic>ESP32 Port Usage</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>NO</td>
              <td>ESP32Port</td>
              <td>Usage</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1</td>
              <td>3V3</td>
              <td>VCC PRESSURE SENSOR</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2</td>
              <td>TX</td>
              <td>RX GPS NEO6M</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3</td>
              <td>RX</td>
              <td>TX GPS NEO6M</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4</td>
              <td>G</td>
              <td>GND GPS NEO6M</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>5</td>
              <td>V5</td>
              <td>DC+ RELAY</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>6</td>
              <td>G</td>
              <td>DC- RELAY</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>7</td>
              <td>16</td>
              <td>IN</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="sec-4_3">
        <title>Block Diagram</title>
        <p>Untuk memudahkan desain dan pembuatan alat, dibuatlah diagram blok dari sistem secara keseluruhan. Berikut adalah diagram blok dari sistem Pembuka brankas dengan perintah suara google voice assistant dan GPS tracking yang ditunjukkan dalam Gambar 2.</p>
        <fig id="fig2">
          <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
        </fig>
        <p>Gambar 2. Block Diagram</p>
        <p>Pada gambar 2. merupakan blok diagram sistem pelacak lokasi brankas. Pada blok diagram sistem ini mempunyai inputan yaitu modul GPS neo6M. GPS neo6M mengirimkan sinyal pada ESP32 sehingga membuat blynk cloud. Blynk cloud menampilkan titik koordinat dari lokasi brankas melalui aplikasi blynk pada smartphone.[9]</p>
      </sec>
      <sec id="sec-4_4">
        <title>Flowchart</title>
        <p>Pertama menunjukkan flowchart sistem pembuka brankas. Pertama diberikan input suara pada google voice assistant yang terhubung dengan internet, sesuai dengan kata kunci. Setelah itu, google voice assistant mengubah perintah suara menjadi teks.[10] Teks tersebut kemudian dikirim dari google voice assistant ke webhooks melalui ESP Rainmaker. Webhooks ESP Rainmaker mengirimkan perintah ke blynk API sesuai dengan URL cloud yang terkait dengan webhooks ESP Rainmaker. Untuk menghubungkan ESP Rainmaker dengan google voice assistant, digunakan google home. ESP32, sebagai mikrokontroler terhubung internet, menerima perintah dari Blynk API. Jika tidak ada penerimaan dari Blynk API, berarti kata kunci dari perintah suara tidak sesuai dengan source code yang ada di ESP Rainmaker.[11]</p>
        <fig id="fig3">
          <graphic mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
        </fig>
        <p>Gambar 3. Flowchart Syste</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p>Ini adalah hasil dari realisasi alat ini. Gambar 4 menunjukkan realisasi alat. Nomor berikut akan digunakan untuk menjelaskan komponen alat: 1. ESP32, 2. GPS NEO6M, 3. Relay 5Vdc, 4. Solenoid door lock, 5. Power supply 5vdc dan 12vdc</p>
      <fig id="fig4">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image4.jpeg"/>
      </fig>
      <p>Gambar 4. Result Of Tool Realization Cara menggunakan alat ini adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Sambungkan ESP32 ke internet.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nyalakan Bluetooth dan GPS.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Setelah itu, hasilnya ditampilkan di Blynk, kemudian muncul koordinat titik lokasi brankas.</p>
        </list-item>
      </list>
      <sec id="sec-5_1">
        <title>Frequency Test Results from Google Voice Assistant</title>
        <p>Hasil dari pengujian pembacaan sensor dan hasil pembacaan alat ukur standart kemudian dilakukan perbandingan antara hasil pembacaan osiloskop dengan hasil pembacaan pada alat ukur digital standart yang biasa digunakan. Sehingga didapatkan presentase ketepanan. [12]</p>
      </sec>
      <sec id="sec-5_2">
        <title>Table 2<italic>.</italic>Pengujian Frekuensi dari osiloskop</title>
        <table-wrap id="tbl2">
          <table>
            <tr>
              <td>No.</td>
              <td>Kata Kunci Suara pada Google Voice Assistant</td>
              <td>Jarak Suara</td>
              <td>Delay(s)</td>
              <td>Hasil Pengukuran Osiloskop (Hz)</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1.</td>
              <td>Nyalakan brankas</td>
              <td>5 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>385 - 1.111 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2.</td>
              <td>Matikan brankas </td>
              <td>5 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>125 - 1.010 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3.</td>
              <td>Nyalakan brankas</td>
              <td>10 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>250 - 1.111 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4.</td>
              <td>Matikan brankas </td>
              <td>10 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>125 - 1.250 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>5.</td>
              <td>Nyalakan brankas</td>
              <td>20 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>250 – 715 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>6.</td>
              <td>Matikan brankas </td>
              <td>20 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>250 – 666 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>7.</td>
              <td>Nyalakan brankas</td>
              <td>30 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>200 – 800 Hz</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>8.</td>
              <td>Matikan brankas </td>
              <td>30 cm</td>
              <td>2 second</td>
              <td>200 – 1.111 Hz</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="sec-5_3">
        <title>Google Home Testing</title>
        <p>Pengujian Google Home dilakukan untuk menentukan pengguna mana saja yang dapat mengoperasikan perangkat ini. Proses pengujian dilaksanakan pada smartphone pengelola dengan tujuan mengundang akun lain.[13]</p>
        <p>Tabel.3</p>
        <p>Tabel 3. Hasil Pengujian Google Home</p>
        <table-wrap id="tbl3">
          <table>
            <tr>
              <td rowspan="2">No.</td>
              <td rowspan="2">Lokasi brankas</td>
              <td rowspan="2">Lokasi uji coba</td>
              <td rowspan="2">Jarak </td>
              <td colspan="2">Status</td>
            </tr>
            <tr>
              <td/>
              <td/>
              <td/>
              <td/>
              <td>OPEN</td>
              <td>CLOSE</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1.</td>
              <td>Kec. Porong </td>
              <td>Kec. Porong </td>
              <td>1 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2.</td>
              <td>Kec. Porong</td>
              <td>Kec. Krembung</td>
              <td>7 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3.</td>
              <td>Kec. Porong</td>
              <td>Kec. Prambon</td>
              <td>18 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4.</td>
              <td>Kec. Porong</td>
              <td>Kec. Tanggulangin</td>
              <td>4 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>5.</td>
              <td>Kec. Porong</td>
              <td>Kec. Pandaan </td>
              <td>17 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>6.</td>
              <td>Kec. Porong</td>
              <td>Kec. Gempol </td>
              <td>2 KM</td>
              <td>√</td>
              <td>√</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
        <p>
          <bold>Arduino Monitor Serial Testing IDE With Blynk Cloud</bold>
        </p>
        <p>Pengujian Blynk API dilakukan untuk mengirimkan permintaan web ke ESP32 dan mengukur kecepatan pengiriman dari perbedaan 3 provider. Provider yang digunakan adalah telkomsel, IM3, dan XL. Proses pengujian ini dapat dilakukan melalui browser pada laptop atau smartphone.[14]</p>
        <p>Tabel.4</p>
        <p>Pengujian Serial Monitor Arduino Ide Dengan Blynk Cloud</p>
        <table-wrap id="tbl4">
          <table>
            <tr>
              <td>No.</td>
              <td>Provider</td>
              <td>URL Blynk Cloud</td>
              <td>Delay (s)</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1.</td>
              <td>SIMPATI</td>
              <td>-7.540616, 112.691785</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2.</td>
              <td>SIMPATI</td>
              <td>-7.540616, 112.691795</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3.</td>
              <td>SIMPATI</td>
              <td>-7.540616, 112.691789</td>
              <td>1 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4.</td>
              <td>SIMPATI</td>
              <td>-7.540616, 112.691791</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>5.</td>
              <td>XL</td>
              <td>-7.540616, 112.691792</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>6.</td>
              <td>XL</td>
              <td>-7.540616, 112.691795</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>7.</td>
              <td>XL</td>
              <td>-7.540616, 112.691794</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>8.</td>
              <td>AXIS</td>
              <td>-7.540616, 112.691795</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>9.</td>
              <td>AXIS</td>
              <td>-7.540616, 112.691792</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>10.</td>
              <td>AXIS</td>
              <td>-7.540616, 112.691793</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="sec-5_4">
        <title>Testing Solenoid Door Lock With Google Voice Assistant</title>
        <p>Pengujian solenoid door lock dengan google voice assistant dilakukan untuk mengetahui respon kecepatan dari solenoid door lock. Pengujian ini menggunakan smartphone dengan perangkat yang tertaut.[15]</p>
      </sec>
      <sec id="sec-5_5">
        <title>Tabel. 5 Testing Solenoid Door Lock With Google Voice Assistant</title>
        <table-wrap id="tbl5">
          <table>
            <tr>
              <td>No.</td>
              <td>Jarak Suara pada Google Voice Assistant</td>
              <td>Delay(s)</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1.</td>
              <td>5 cm</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2.</td>
              <td>5 cm</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3.</td>
              <td>5 cm</td>
              <td>1 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4.</td>
              <td>8 cm</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>5.</td>
              <td>8 cm</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>6.</td>
              <td>8 cm</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>7.</td>
              <td>10 cm</td>
              <td>2 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>8.</td>
              <td>10 cm</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>9.</td>
              <td>10 cm</td>
              <td>3 SECOND</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>10.</td>
              <td>10 cm</td>
              <td>SECOND</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="sec-5_6"/>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>VI. Simpulan</title>
      <p>    Setelah dilakukan pengujian dan pengambilan data dapat disimpulkan bahwa perbaikan jaringan internet dapat dilakukan dan didapatkan hasil peningkatan tertinggi yaitu dari nilai awal 2meter menjadi 3meter. Selain itu pemantauan terhadap penggunaan energi listrik sangat hemat dapat ditampilkan pada tang amper dan avo meter dan juga smartphone secara jarak jauh dengan jarak pengujian 1-18 Km, hal tersebut dikarenakan sistem yang digunakan berbasis internet of things.</p>
      <sec id="sec-6_1">
        <title>Referensi</title>
        <p>[1]I. P. Y. A. Permana and A. A. N. Wirasila, “Analisis Yuridis Tindak Pidana Pencurian Terhadap Pelaku Yang Mengidap Kleptomania,” Kertha Wicara, vol. 8, no. 5, pp. 1–14, 2019.</p>
        <p>[2]Evindina Putra Lumbanraja, Saniman, and Tugiono, “Sistem Monitoring Keamanan Brankas Menggunakan Face Recognition Berbasis Mikrokontroler ESP32-CAM,” Sist. Komput. TGD, vol. 2, no. 3, pp. 169–176, 2023.</p>
        <p>[3]M. Rahmawati, “Perancangan Prototype Pembuka Pintu Brankas Menggunakan Sensor Ketuk Dan Fingerprint Berbasis Arduino,” Peranc. Prototype Pembuka Pintu Brankas Menggunakan Sens. Ketuk Dan Fingerpr. Berbas. Arduino, pp. 20–21, 2021.</p>
        <p>[4]C. O. S. Patricia, “RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN BRANKAS MENGGUNAKAN SIDIK JARI (FINGER PRINT) BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN NOTIFIKASI TELEGRAM,” vol. 3, no. 2, p. 6, 2021.</p>
        <p>[5]N. W. Anggara, G. Dewantoro, and A. A. Febrianto, “Sistem Pembuka Brankas Menggunakan E-KTP atau Password Dilengkapi dengan GPS,” J. Teknol. Elektro, vol. 13, no. 2, p. 115, 2022.</p>
        <p>[6]D. R. L, T. W. Purboyo, and R. E. Saputra, “Perancangan Sistem Keamanan Aplikasi Pada Lemari Brankas Dengan Menggunakan Modul Node Mcu Yang Terkoneksi Dengan Esp8266 ( Design of Application Security System on Safe Clothers Using Mcu Node Module Connected To Esp8266 ),” vol. 8, no. 6, pp. 12110–12117, 2021.</p>
        <p>[7]S. Ardhi, “Peningkatan Sistem Keamanan Safety Box/Brankas Dengan Sidik Jari Dan Kode Sandi Serta Monitoring Berbasis Webservice Dengan Arsitektur Restful,” Snhrp, no. April, pp. 685–693, 2022.</p>
        <p>[8]Z. Azmi and M. Yetri, “Rancang Bangun Alat Keamanan Pada Brankas Dengan Suara Menggunakan Teknik Simplex Dengan Menggunakan Arduino,” J. Cyber Tech, no. x, pp. 1–10, 2022.</p>
        <p>[9]S. Sadi, “Sistem Keamanan Buka Tutup Kunci Brankas Menggunakan Bluetooth Hc – 05 Berbasis Arduino Mega 2560,” J. Tek., vol. 6, no. 2, pp. 1–9, 2017.</p>
        <p>[10]Y. Irawan, R. Wahyuni, D. Rahmawati, and H. T. Saputra, “Sistem Keamanan Smart Brankas Menggunakan Fingerprint Android,” J. Jar. Sist. Inf. Robot., vol. 6, no. 1, pp. 14–19, 2022.</p>
        <p>[11]F. Rabbani, M. K. Resab, and R. Wicaksono, “SISTEM PENGAMANAN BRANKAS BERBASIS GPS TRACKING &amp; IoT ( Internet of Things),” J. Autocracy, vol. 6, pp. 36–42, 2019.</p>
        <p>[12]M. Y. Haris and A. A. Putra, “Perancangan Sistem Kontrol Lampu Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno R3 Dengan Sensor Suara,” J. Chem. Inf. Model, vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2017.</p>
        <p>[13]  M. Yusa and J. D. Santoso, “Deteksi Dini Gangguan Pembatas Arus Listrik Pada PHB-TR Bertegangan Tinggi Broadcast SMS Gateway,” Pseudocode, vol. 7, no. 2, pp. 143–150, 2020, doi: 10.33369/pseudocode.7.2.56-63.</p>
        <p>[14] A. Arafat, “SISTEM PENGAMANAN PINTU RUMAH BERBASIS Internet Of Things (IoT) Dengan ESP8266,” Technologia : Jurnal Ilmiah, vol. 7, no. 4, pp. 262–268, 2016, doi: 10.31602/tji.v7i4.66</p>
        <p>[15]  A. B. Fields, “Firebase.,” General Technical Report - US Department of Agriculture, Forest Service, vol. V, no. INT-182, pp. 270–271, 1985, doi: 10.1007/978-1-4842-8745-3_10.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-6_2"/>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
