<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>IoT Monitoring System for Ornamental Fish Water Quality Control</article-title>
        <subtitle>Sistem Pemantauan IoT untuk Pengendalian Kualitas Air Ikan Hias</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Setiaky</surname>
            <given-names>Muhammad Firhand</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Ayuni</surname>
            <given-names>Shazana Dhiya</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname> Saputra </surname>
            <given-names>Dwi Hadidjaja Rasjid</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Syahrorini</surname>
            <given-names>Syamsudduha</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-03">
          <day>03</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>04</month><year>2026</year><volume>26</volume></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Ikan hias merupakan jenis ikan yang fungsi utamanya diperuntukan untuk dipelihara agar dapat dinikmati keindahan dan kecantikannya, bukan untuk dijadikan sebagai kebutuhan konsumsi. Secara habitat ikan hias terbagi menjadi 2 yaitu, ikan hias air tawar dan juga ikan hias air laut<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>.Dalam kehidupan Masyarakat  modern,memelihara ikan hias dapat menjadi salah satu alternatif hiburan ditengah kesibukan yang sangat padat. Selain menjadi sarana penghibur dan hobi, memelihara ikan hias juga bisa dijadikan ladang bisnis yang menjanjikan hasilnya. Akan hal itu grooming atau perawatan ikan sangatlah harus diperhatikan, agar mendapat ikan yang bagus secara warna,ukuran,bentuk,dan keserasian ikan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Proses grooming ikan bukanlah hal yang mudah dilakukan, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi proses grooming baik itu dari faktor lingkungan,faktor  pakan,maupun faktor dari ikan itu sendiri<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Dari beberapa faktor tersebut,faktor lingkungan menjadi hal yang paling krusial dalam proses grooming ikan.karena lingkungan mempunyai beberapa faktor seperti suhu,ph air,dan tds yang akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup ikan dan mikroorganisme dalam ekosistem. dan lingkungan yang baik yang dibutuhkan dalam proses grooming adalah lingkungan yang memiliki suhu rata-rata sekitar 28-32°c.,ph air sekitar 6,5-8,5, dan nilai TDS sekitar150-200 ppm<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Data ini diperkuat dengan penelitian yang pada tahun 2022 Dimana pada penelitian tersebut didapatkan kualitas hidup tertinggi pada ikan mas koki berada pada pH 6,5 – 7,5 dan suhu 18°c – 23°c<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Begitu juga dengan ikan hias mas koi,sesuai penelitian yang dilakukan di tahun 2020 menunjukkan bahwa ikan yang terkenal gampang terserang penyakit ini mempunyai suhu hidup ideal di angka 25°c - 27°c<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-14"> Sedangkan untuk jenis ikan hias air tawar dengan kategori predator sesuai dengan penelitian yang dilakukan  tahun 2021 didapat bahwa ikan predator lebih baik hidup di suhu 28°c - 31°c, dengan pH 6,3 - 7<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. dengan parameter kelayakan                      hidup yang sudah ada menjadikan tantangan untuk para penghobi ikan agar selalu menjaga kualitas air dan ekosistem yang layak hidup untuk ikan agar mendapat hasil yang optimal dalam proses grooming, akan tetapi hal ini sering terjadi kendala  karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga pengecekan kualitas  lingkungan hidup yang ingin dicapai tidak bisa dilakukan secara berkala<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Untuk mengatasi masalah karena tidak bisa memonitor perawatan ikan secara berkala,maka dilakukan penelitian untuk membuat alat monitoring ikan yang akan  mendata suhu,kebersihan air,tds,dan alat feeding. pembuatan alat sebagai inovasi terbarukan  dirasa sangat penting.maka dari itu penulis membuat “Rancang Bangun Alat Monitoring Grooming Pada Ikan Hias Berbasis Internet of Thing (IoT)” rancang bangun alat ini sangat penting digunakan untuk memonitoring pemberian pakan ikan dan kualitas air,seperti suhu  air,kebersihan air, serta kandungan TDS dalam air yang telah ditentukan. Nantinya alat ini akan menggunakan mikrokontroller ESP8266,TDS sensor, sensor  Suhu DS18B20,sensor RTC, dan Flow Water Sensor sebagai inputan dan  motor servo serta  modul relay sebagai aktuator  pendukung alat<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-16">Nantinya sistem akan secara otomatis membuka tutup wadah pakan dengan motor servo sesuai jam yang sudah diprogram pada modul RTC, Sehingga pemberian pakan tidak perlu dilakukan secara manual<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Begitu juga dengan modul relay yang akan on off secara otomatis sesuai dengan program yang diinginkan<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Dan untuk sensor setiap data terukur yang didapat nantinya akan dikirim secara otomatis pada Google spreadsheet menggunakan metode internet of things dengan bantuan wifi menggunakan modul ESP8266<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. sehingga pemantauan parameter kualitas air bisa       dilakukan dengan mudah tanpa harus melakukan secara manual. Alat ini juga memiliki sistem pendingin mandiri berupa cooling fan sehingga bisa meminimalisir terjadinya overheat pada mikrokontroller. Dengan keterbaruan dalam penilitian ini               peneliti berharap agar alat ini bisa membantu para penghobi lebih mudah dalam memonitoring proses grooming ikan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>II. Metode</title>
      <sec id="sec-3_1">
        <title>A. Metode Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-17">Pada sistem monitoring grooming ini, dapat dicapai dengan teknik berikut:</p>
        <p id="_paragraph-18">1. Pengumpulan Informasi: Sensor-sensor yang dipasang di aquarium akan mengukur berbagai parameter kualitas tanah seperti suhu air,TDS air, kebersihan filter air. Sensor-sensor ini didesain dengan tingkat akurasi yang tinggi  dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang bervariasi, sehingga dapat terus beroperasi dengan optimal dalam jangka waktu yang lama.</p>
        <p id="_paragraph-19">2. Transmisi Data: Data yang dikumpulkan oleh sensor akan dikirimkan melalui jaringan Wifi ke Spreadsheet. Teknologi ini dipilih karena kemampuannya untuk memantau data dalam jarak yang jauh, dan tentunya juga dengan database spreadsheet yang besar sehingga bisa untuk pengecekan histori data pada air yang memungkinkan Tindakan perawatan air bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit atau peningkatan kualitas air.</p>
        <p id="_paragraph-20">3. Pemrosesan Data: Data yang dikirim oleh sensor akan diterima mikrokontroller dan akan diproses dan dianalisis menggunakan algoritma tertentu untuk menentukan kondisi air secara real-time. Pada pemrosesan data ini melibatkan penggunaan perangkat lunak yang canggih dan kemampuan komputerisasi yang tinggi agar semua informasi data yang dikirim akan disajikan dengan akurat dan tepat, sehingga penghobi dapat segera mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan ikan dan air.</p>
        <p id="_paragraph-21">4. Tindak Lanjut: Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sistem monitoring, penghobi dapat mengambil tindakan yang diperlukan seperti pergantian air, pergantian komponen filter, atau penambahan probiotik untuk memastikan kondisi air dalam keadaan yang optimal. Selain itu, sistem ini memiliki kegunaan untuk memberi rekomendasi pada penghobi berdasarkan        analisis data pada histori yang sudah disimpan, sehingga pehobi dapat mengantisipasi dan merencanakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas ikan dan air secara berkelanjutan.</p>
        <p id="_paragraph-22">Dengan metode sistem monitoring kualitas air ini, diharapkan dapat membantu penghobi dalam mengelola kualitas air secara efektif dan efisien, mengurangi biaya perawatam, serta meningkatkan hasil dan kualitas pada ikan.</p>
        <p id="_paragraph-23"><bold id="_bold-33">Gambar 1. </bold>Alur Metode Penelitian</p>
      </sec>
      <sec id="sec-3_2">
        <title>Studi Literatur</title>
        <p id="_paragraph-24">Pemahaman konsep, teori, serta teknik yang akan diterapkan dan digunakan akan dilakukan melalui studi literatur dalam pembuatan sistem. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pada air dan ikan. Beberapa Literatur yang akan dipakai  berupa referensi internet, paper, ebook, artikel, dan jurnal.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-3_3">
        <title>Perancangan sistem</title>
        <p id="_paragraph-25">Sistem Monitoring ini tersusun dari rancangan hardware dan software. Pada rancangan hardware terdiri dari rangkaian ESP8266, Sensor Suhu DS18B20, Sensor TDS, WaterFlow Sensor, Motor Servo, dan Modul Relay. Nantinya Parameter yang diambil berupa suhu air (°C) , kadar terlarut dalam air (ppm), dan aliran air per liter. Dan juga nantinya sistem akan menggerekan motor servo dan modul relay untuk feeding secara otomatis. Sedangkan untuk software terdiri dari ESP8266 dan Spreadsheet. nantinya data yang diperoleh akan dikirim dan ditampilkan pada lembar sheet<xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Desain yang akan dibuat untuk alat ini:</p>
        <fig id="fig2">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-26"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
        </fig>
        <fig id="fig3">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-27"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image6.png"/>
        </fig>
        <fig id="fig4">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-28"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image7.jpeg"/>
        </fig>
        <fig id="fig5">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-29"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image8.jpeg"/>
        </fig>
        <fig id="fig6">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-30"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-6" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image9.jpeg"/>
        </fig>
        <fig id="fig7">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-31"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-7" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image10.jpeg"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-32"><bold id="_bold-34">Gambar</bold><bold id="_bold-35">2</bold>. Design System</p>
        <p id="_paragraph-33">Prinsip kerja alat ini meliputi penerimaan input dari sensor suhu DS18B20 untuk mendeteksi tingkat suhu air pada lingkungan hidup ikan, sensor TDS untuk mengukur tingkat kadar terlarut pada air, WaterFlow Sensor untuk mengukur aliran air setelah proses filtrasi<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Setelah itu, data yang didapat sensor akan dikirim ke ESP8266, setelah diterima oleh mikrokontroler ESP8266 data akan diproses dan dikirim ke spreadsheet untuk menghasilkan output data. Output data tersebut kemudian dikirimkan melalui internet berupa koneksi wi-fi ke spreadsheet yang sudah dihubungkan dalam program yang sudah dibuat, sehingga pengguna dapat memantau data melalui aplikasi spreadsheet.</p>
        <p id="_paragraph-34">
          <bold id="_bold-36">A. Implementasi</bold>
          <bold id="_bold-37">Sistem</bold>
        </p>
        <fig id="fig8">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-35"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-8" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image11.jpg"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-36"><bold id="_bold-38">Gambar</bold><bold id="_bold-39">3</bold>. Flowchart Implementasi Sistem</p>
        <p id="_paragraph-37">Sistem pada alat ini dimulai dengan beroperasinya sensor yang melakukan pengambilan data pada air. Setelah pengambilan data selesai dan data diterima oleh esp8266, esp8266 akan menggunakan data yang diperoleh dari sensor, untuk diolah dan diklasifikasikan hasil pengukuran setiap sensor, terutama terkait parameter nilai suhu air, kadar tds dalam air dan tingkat aliran air setelah filtrasi. Setelah pengolahan data selesai, data akan ditransfer dan disimpan ke spreadsheet,sehingga pengguna dapat memantau lewat aplikasi spreadsheet setiap saat.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil Dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-38">Secara umum bahasa yang digunakan dalam pemrograman untuk esp8266 adalah bahasa C atau C++. Untuk membuat suatu program dan mengaplikasikan pada mikrokontroler, diperlukan software Arduino IDE (Integrated Development Environment) untuk membuat dan menjalankan program. dalam hal ini setelah perangkat keras dirancang dan dibangun, langkah selanjutnya adalah membuat program sesuai dengan bagaimana alat dijalankan. Setelah program.</p>
      <fig id="fig9">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-39"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-9" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image12.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-40"> <bold id="_bold-40">Gambar</bold><bold id="_bold-41">4</bold>. Alat monitoring grooming</p>
      <p id="_paragraph-41">selesai waktunya  mencoba dan mengupload program ke mikrokontroller, dan melihat serta mencatat apakah program yang sudah dibuat sudah berjalan sesuai dengan perencanaan di awal pembuatan. </p>
      <p id="_paragraph-42">Pengujian alat sudah meliputi pengujian hardware dan software. Proses pengujian dimulai dengan meletakkan alat pada media pengamatan. Setiap sensor dipasang dengan hati-hati agar dapat memberikan pengukuran yang tepat dan akurat terhadap air. Sensor suhu dan sensor TDS dicelupkan langsung di dalam air untuk memantau kondisi suhu air dan kadar terlarut dalam air secara langsung. Sementara itu, Waterflow sensor digunakan untuk mengukur aliran air setelah filtrasi. Ketiga sensor ini bekerja secara simultan dan continue untuk mengumpulkan data yang diperlukan.</p>
      <p id="_paragraph-43">Data yang sudah didapatkan oleh ketiga sensor tersebut kemudian dikirimkan ke ESP8266 sebagai transmitter data menggunakan internet wifi<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Penggunaan ESP8266 dipilih karena kemampuannya dalam mengirimkan data dengan efisien dan stabil menggunakan jaringan yang minimal. selanjutnya data yang sudah  diterima ESP8266 tersebut dikirimkan ke spreadsheet sebagai media penampil pusat output data. Proses ini memastikan bahwa semua informasi yang relevan tentang suhu air, tds air, dan  kebersihan filter dapat diakses secara real-time menggunakan smartphone atau pc pada jarak jauh sekalipun.</p>
      <fig id="fig10">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-44"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-10" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image13.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-45"><bold id="_bold-42">Gambar</bold><bold id="_bold-43">5</bold>.  hasil pembacaan sensor</p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan hasil pembacaan sensor yang telah dilakukan pengukuran, nilai sensor suhu air stabil pada angka 31°c. Angka ini menunjukkan tingkat suhu air yang mendukung kehidupan makhluk hidup terutama pada ikan dan mikro organisme lain pada air. Sedangkan untuk Sensor TDS hasil pengukuran menunjukan stabil di angka 158 ppm. Angka ini sudah menjadi standard yang baik untuk berlangsung nya kehidupan pada ikan serta menjadi lingkungan yang cocok untuk berkembang biak. Dan untuk Waterflow Sensor hasil data dipengaruhi oleh kebersihan pada filter aquarium dan kapasitas pompa air yang digunakan, saat percobaan dilakukan menggunakan pompa dengan kapasitas 1000L/H, angka yang didapat Ketika filter dalam keadaan bersih berada di angka 1600-1800 L/H. dan Ketika percobaan pada filter  ditambahkan dengan beberapa rintangan  angka yang didapat Ketika filter dalam kondisi sedang berada di angka 1300-1500L/H, sedangkan angka yang didapat dalam kondisi filter kotor berada pada angka 1000-1200L/H.</p>
      <fig id="fig11">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-47"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-11" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image14.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil dan analisa yang dilakukan, sistem monitoring Grooming pada ikan hias ini berfungsi dengan baik dan dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam proses grooming ikan. Sistem ini terbukti efektif dan efisien dalam memberikan informasi tentang kondisi air seperti suhu air,kadar tds dalam air, dan kebersihan filter secara real-time, hal ini sangatlah penting dalam mendukung proses grooming. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:</p>
      <p id="_paragraph-49">1. Suhu Air : Sistem dapat mendeteksi kondisi suhu air stabil di angka 31°c, pemonitoringan suhu menjadi hal yang sangat penting, Dimana ini menjadi hal yang rentan terhadap kondisi ikan, suhu ideal ikan berada pada angka 25-32°c. suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat membahayakan kondisi ikan, baik itu serangan parasite atau kurang nya kadar oksigen dalam air. Data ini membantu penghobi untuk mengantisipasi agar dapat melakukan tindakan pencegahan, seperti pemakaian water heater.</p>
      <p id="_paragraph-50">2. TDS dalam air : Sistem menunjukan kondisi kadar tds dalam air stabil di angka 158ppm, angka ini menunjang untuk kehidupan ikan baik untuk berkembang atau bereproduksi, Dimana angka ideal untuk kadar tds bagi ikan adalah 150-200ppm. Perubahan kadar terlarut dalam air baik tinggi maupun rendah dapat membahayakan kondisi ikan, hal ini bisa menyebabkan kematian pada ikan baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini dikarenakan kadar tds mempengaruhi keluar masuk nya aliran air pada sel organisme.</p>
      <p id="_paragraph-51">3. Sistem Filtrasi : Waterflow Sensor menyajikan hasil data yang relatif stabil pada angka tertentu baik dalam kondisi filter bersih,sedang, maupun kotor. Jika waterflow sensor mengirimkan data pada angka 1600-1800L/H sistem filtrasi masih bisa dikatakan baik, sedangkan jika hasil data berada pada angka 1300-1500L/H sistem filtrasi masih dalam batas aman, dan Ketika angka menunjukkan 1000-1200L/H maka komponen filtrasi wajib dilakukan pembersihan atau pergantian. </p>
      <p id="_paragraph-52">Dengan hasil penelitian ini, sistem monitoring grooming pada ikan hias layak dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas baik dari segi kualitatif dan kuantitatif pada ikan. data yang akurat dan real-time yang didapat mengenai kondisi air dan filtrasi membuat penghobi bisa mengantisipasi atau membuat hal pencegahan untuk mengurangi dampak negatif dari buruknya kondisi air, seperti pergantian air,penambahan probiotik atau mengganti komponen pada sistem filtrasi. Dan juga dengan penyimpanan dari spreadsheet yang cukup banyak bisa membuat rencana jangka Panjang dalam melakukan perawatan pada ikan dengan melihat histori data yang sudah ada sebelumnya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ab09e78843e2df8d438a4d9cb09be032">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan hasil yang didapat dan analisa yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil rancangan sistem monitoring grooming pada ikan hias berbasis IoT dengan menggunakan sensor suhu untuk mengukur suhu air, sensor tds  untuk mengukur kadar terlarut dalam air, dan waterflow sensor untuk mengukur aliran air setelah filtrasi, dan pengunaan esp8266 sebagai alat transmiter data pembacaan sensor yang akan dikirimkan ke spreadsheet dan membuat hasil data diakses melalui smart phone atau pc secara realtime. Nilai ideal suhu pada ikan hias berada pada angka 18-32°c Jika data yang didapat kurang atau lebih maka perlu adanya Tindakan untuk pencegahan terhadap hal yang tidak diingikan. Dan untuk tds nilai ideal untuk ikan berada pada angka 150-200ppm, jika hasil data yang didapat lebih atau kurang maka perlu ada Tindakan pada kualitas air, baik itu penambahan probiotik maupun pergantian air. Sedangkan untuk sistem filtrasi angka harus disesuaikan dengan kapasitas pompa air yang digunakan, jika data yang didapat jauh dari kapasitas pompa air maka Tindakan pembersihan atau pergantian komponen pada filter.</p>
      <p id="_paragraph-54">
        <bold id="_bold-46">UCAPAN</bold>
        <bold id="_bold-47">TERIMA KASIH</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-55">Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu dan berkontribusi pada penelitian dan desain sistem monitoring grooming pada ikan hias berbasis internet of things. Kami berharap kerja sama ini dapat berlangsung terus dan harmonis. Kami ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada semua orang, dan semoga barokah buat semua pihak..</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Yogyakarta</publisher-loc>
          <publisher-name>DIVA PRESS</publisher-name>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>RISMAWATI</surname>
              <given-names>RIZA</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>TEKNIK BUDIDAYA IKAN HIAS</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>210-216</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37600/tekinkom.v5i2.660</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hias</surname>
              <given-names>Ikan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dan</surname>
              <given-names>Koki</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Rancang bangun sistem iot untuk peternakan ikan hias koki dan molly</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>144-157</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55893/jt.vol21no2.466</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tiffany</surname>
              <given-names>Nivika</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Nandhika Darwin</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Dede Furqon Nurjaman</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Muhammad Reza Hidayat</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Naftalin Winanti</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik</source>
          <article-title>Sistem Monitoring Kualitas Air pada Akuarium Budidaya Ternak Ikan Guppy Menggunakan Mikrokontroler Berbasis IoT</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>12-17</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37905/jjeee.v5i1.16083</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Satriawan</surname>
              <given-names>Mochammad Rivan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Priyandoko</surname>
              <given-names>Gigih</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setiawidayat</surname>
              <given-names>Sabar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering</source>
          <article-title>Monitoring pH Dan Suhu Air Pada Budidaya Ikan Mas Koki Berbasis IoT</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>10-19</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15575/telka.v6n1.10-19</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Indriyanto</surname>
              <given-names>Slamet</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syifa</surname>
              <given-names>Fikra Titan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Permana</surname>
              <given-names>Hanif Aditya</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol</source>
          <article-title>Sistem Monitoring Suhu Air pada Kolam Benih Ikan Koi Berbasis Internet of Things</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>April</issue>
          <page-range>1-11</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Asma, N. Muchlisin, Z.A. dan Hasri</surname>
              <given-names>I.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33365/jtst.v4i1.2209</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Samsugi</surname>
              <given-names>Selamet</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Teknologi dan Sistem Tertanam</source>
          <article-title>Penerapan Penjadwalan Pakan Ikan Hias Molly Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno Dan Sensor Rtc Ds3231</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>7-13</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33365/jimel.v1i1.231</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Amarudin</surname>
              <given-names>Amarudin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Dikky Auliya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rubiyah</surname>
              <given-names>Rubiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kendali dan Listrik</source>
          <article-title>Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Menggunakan Mikrokontroler</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>386</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.30865/mib.v4i2.1957</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putra</surname>
              <given-names>Randi Rian</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hamdani</surname>
              <given-names>Hamdani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aryza</surname>
              <given-names>Soly</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Manik</surname>
              <given-names>Nelly Astri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Media Informatika Budidarma</source>
          <article-title>Sistem Penjadwalan Bel Sekolah Otomatis Berbasis RTC Menggunakan Mikrokontroler</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>40-48</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21831/elinvo.v6i1.40429</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ayuni</surname>
              <given-names>Shazana Dhiya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Syahrorini</surname>
              <given-names>Syamsudduha</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jamaaluddin</surname>
              <given-names>Jamaaluddin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education)</source>
          <article-title>Lapindo Embankment Security Monitoring System Based on IoT</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>73</page-range>
          <volume>16</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31315/telematika.v16i2.3185</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Florestiyanto</surname>
              <given-names>Mangaras Yanu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prasetyo</surname>
              <given-names>Dessyanto Boedi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Handigar</surname>
              <given-names>Moh. Hafidz Randy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Telematika</source>
          <article-title>Pengembangan Alat Pemberi Makan Ikan Otomatis Menggunakan Arduino</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ananda</surname>
              <given-names>Prisca</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Andy</surname>
              <given-names>Putra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sains</surname>
              <given-names>Fakultas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Teknologi</surname>
              <given-names>D A N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Elektro</surname>
              <given-names>Prodi Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sidoarjo</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>MONITORING TOTAL DISSOLVED SOLID ( TDS ) DAN ARUS FILTERASI PADA AQUASCAPE BERBASIS INTERNET OF THINGS ( IOT )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>420-428</page-range>
          <volume>59</volume>
          <year>2012</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.sbspro.2012.09.296</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mansor</surname>
              <given-names>Ahmad Zamri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Procedia - Social and Behavioral Sciences</source>
          <article-title>Managing Student's Grades and Attendance Records using Google Forms and Google Spreadsheets</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
