<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Strategi The Door-to-door Marketing Strategy in Increasing Student Enrollment at Vocational High School</article-title>
        <subtitle>Strategi Pemasaran Door-to-door dalam Meningkatkan Pendaftaran Siswa di SMK</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Marisa</surname>
            <given-names>Dian</given-names>
          </name>
          <email>dian.marisa111@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-10">
          <day>10</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>11</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-12">Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) menghadapi tantangan besar dalam menarik murid baru, terutama dalam persaingan dengan sekolah negeri yang lebih dikenal serta adanya perubahan dalam pola pencarian informasi pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Dalam hal ini, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi agenda strategis bagi institusi untuk mempertahankan eksistensi institusi dan menciptakan keunggulan kompetitif <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Hal ini menjadi lebih kompleks di tingkat sekolah kejuruan swasta, di mana mereka harus bersaing dengan sekolah negeri yang memiliki stabilitas keuangan yang lebih baik dan reputasi yang lebih luas <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Oleh karena itu, strategi pemasaran pendidikan yang efektif sangat dibutuhkan dalam membangun citra positif dan menarik minat calon siswa dan orang tua <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-13">Berbagai upaya pemasaran telah dilakukan oleh sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), baik melalui promosi cetak maupun komunikasi langsung dengan masyarakat. Namun, strategi pemasaran yang diterapkan sebelumnya cenderung bersifat umum, tidak tersegmentasi, dan belum difokuskan pada pendekatan personal, sehingga belum menunjukkan hasil yang optimal karena kurang terencana secara sistematis serta belum sepenuhnya disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat sasaran <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas penyampaian informasi kepada calon siswa dan orang tua, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap penurunan jumlah pendaftar <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Selain itu, keterbatasan strategi pemasaran juga memengaruhi persepsi masyarakat terhadap sekolah, sehingga citra institusi di mata publik melemah dan tingkat kepercayaan orang tua terhadap sekolah menurun <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-14">Salah satu strategi yang terbukti efektif untuk meningkatkan SPMB adalah strategi pemasaran <italic id="_italic-15">door-to-door</italic> atau dari pintu ke pintu. Strategi pemasaran <italic id="_italic-16">door-to-door</italic> adalah metode pemasaran yang melibatkan pendekatan langsung kepada konsumen melalui kunjungan ke rumah atau lokasi tertentu untuk memperkenalkan produk atau layanan secara personal dan meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian. Pendekatan ini membangun hubungan lebih dekat dengan konsumen dan memungkinkan komunikasi dua arah yang efektif, sebagaimana dikemukakan oleh Kotler dan Keller serta Smith dan Zook <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>, <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.  Penelitian Nareswari, dkk. menunjukkan bahwa promosi <italic id="_italic-17">door-to-door</italic> menjadi metode utama dalam SPMB dan efektif menjangkau calon siswa yang berdomisili dekat sekolah, namun masih perlu dikombinasikan dengan media promosi lain agar jangkauannya lebih luas <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Penelitian lain oleh Salma, dkk menjelaskan implementasi strategi pemasaran pendidikan di SMP IT Assyakir, khususnya bagaimana sekolah menerapkan segmentasi, targeting, positioning (STP) dan bauran pemasaran 7P, dengan promosi yang didominasi metode offline seperti kerja sama dengan SD dan <italic id="_italic-18">door-to-door</italic>, yang berkontribusi pada peningkatan jumlah pendaftar meskipun masih menghadapi kendala sarana prasarana dan keterbatasan sumber daya <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-15">Pendekatan pemasaran <italic id="_italic-19">door-to-door</italic> secara langsung membantu membangun komunikasi personal, kepercayaan antara sekolah dan masyarakat, serta membantu penyampaian informasi secara dua arah <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Dengan menggunakan strategi ini, sekolah dapat memberikan informasi tentang keunggulan dan program mereka dengan cara yang lebih kontekstual, berdasarkan dengan kebutuhan calon siswa dan orang tua <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Interaksi tatap muka juga memungkinkan sekolah untuk memahami persepsi masyarakat terhadap institusi mereka dan untuk mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan yang ada <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Oleh karena itu, strategi ini memungkinkan pemangku kepentingan di sekolah, seperti alumni, guru, dan staf, untuk lebih aktif dalam membangun citra positif sekolah <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Namun demikian, efektivitas strategi pemasaran pendidikan sangat dipengaruhi oleh kesesuaian dengan karakteristik sosial, budaya, dan dinamika kompetisi pada wilayah tertentu, sehingga strategi yang berhasil di satu konteks belum tentu dapat diterapkan secara langsung di konteks lainnya. </p>
      <p id="_paragraph-16">Dalam konteks lokal, strategi pemasaran pendidikan perlu disesuaikan dengan karakteristik sosiokultural masyarakat, jaringan komunitas yang berkembang, serta dinamika persaingan antar lembaga pendidikan di wilayah tertentu, karena strategi yang efektif di satu lokasi belum tentu dapat diterapkan secara langsung di lokasi lain <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Dalam konteks tersebut, SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi menerapkan strategi pemasaran <italic id="_italic-20">door-to-door</italic> dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai upaya membangun komunikasi langsung dan kepercayaan orang tua di tengah dominasi pemasaran digital. Pendekatan ini menunjukkan indikasi awal yang positif, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
      <p id="_paragraph-17">Kajian mengenai pemasaran pendidikan telah banyak dilakukan, terutama terkait penggunaan media digital, branding sekolah, maupun strategi komunikasi institusional <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Namun, penelitian mengenai efektivitas strategi door-to-door pada sekolah kejuruan swasta masih terbatas, terutama dalam konteks sekolah berbasis Muhammadiyah. Penelitian terdahulu cenderung fokus pada aspek-aspek seperti pemasaran digital, peran humas sekolah, atau pemasaran terintegrasi (hibrida). Namun, studi yang lebih mendalam mengenai penerapan pemasaran <italic id="_italic-21">door-to-door</italic> sebagai strategi utama dalam konteks SPMB cenderung tidak ada <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Selain itu, masih sedikit penelitian yang secara khusus menganalisis faktor pendukung dan penghambat di lapangan, termasuk peran guru, jaringan komunitas, dan persepsi publik, serta sejauh mana faktor-faktor ini memengaruhi keberhasilan strategi <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Beberapa penelitian terdahulu membahas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari berbagai perspektif. Makmur meneliti implementasi SPMB berbasis zonasi pada SMA di Kota Palopo dan menemukan bahwa sistem zonasi meningkatkan pemerataan akses pendidikan meskipun menghadapi tantangan persepsi masyarakat dan kapasitas sekolah <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Rizky Pangestika dkk. meneliti tentang strategi pemasaran dalam penerimaan peserta didik baru di SMK Negeri 3 Palembang, dengan fokus pada berbagai metode promosi seperti brosur, flyer, poster, dan media sosial (Facebook, Instagram, TikTok), segmentasi pasar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik sekolah seperti lokasi, fasilitas, dan pemasaran dari mulut ke mulut <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Sementara itu, Tyas dan Vina meneliti implementasi sistem informasi SPMB berbasis web di SMK Kebangsaan dan menemukan bahwa penerapan sistem digital mempermudah pendaftaran siswa, mempercepat pengolahan data, serta meningkatkan efisiensi administrasi <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Meskipun penelitian-penelitian tersebut memberikan gambaran penting mengenai SPMB, kajian yang secara khusus menempatkan strategi pemasaran <italic id="_italic-22">door-to-door</italic> sebagai strategi utama dalam meningkatkan pendaftaran siswa, terutama pada sekolah kejuruan swasta, masih terbatas.</p>
      <p id="_paragraph-19">Keterbatasan penelitian tersebut semakin relevan dalam konteks sekolah di wilayah semi-pedesaan. Sekolah di wilayah semi pedesaan memiliki karakteristik sosial yang berbeda dengan wilayah perkotaan, yang ditandai oleh hubungan sosial masyarakat yang lebih erat serta kuatnya pengaruh kepercayaan dan rekomendasi personal dalam pengambilan keputusan pendidikan <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>, <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>. Kondisi tersebut menjadikan pendekatan pemasaran interpersonal, seperti strategi door-to-door dan komunikasi langsung dengan orang tua, berpotensi lebih efektif dibandingkan strategi promosi berbasis media massal <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Namun demikian, sekolah di wilayah semi pedesaan juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses informasi, persepsi masyarakat yang cenderung lebih percaya pada sekolah negeri, serta dominasi peran orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan anak <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>, <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref>. Oleh karena itu, konteks semi pedesaan menjadi menarik dan relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam penelitian strategi pemasaran pendidikan. </p>
      <p id="_paragraph-20">Dalam konteks pemasaran pendidikan, efektivitas strategi sangat ditentukan oleh ketepatan lembaga pendidikan dalam melakukan segmentasi, penentuan sasaran, dan positioning terhadap calon peserta didik. Konsep <italic id="_italic-23">Segmenting, Targeting, and Positioning</italic> (STP) digunakan untuk memahami bagaimana sekolah merancang dan menerapkan strategi pemasaran <italic id="_italic-24">door-to-door</italic> secara terarah dan kontekstual sesuai dengan karakteristik masyarakat sasaran <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Selanjutnya, keputusan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya dipengaruhi oleh sikap terhadap sekolah, pengaruh lingkungan sosial, serta persepsi kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, sebagaimana dijelaskan dalam <italic id="_italic-25">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB) <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. Integrasi STP dan TPB memungkinkan penelitian ini menganalisis hubungan antara perencanaan strategi pemasaran sekolah dan pembentukan sikap serta keputusan orang tua secara sistematis. </p>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menempatkan strategi pemasaran <italic id="_italic-26">door-to-door</italic> sebagai strategi utama dalam upaya meningkatkan pendaftaran siswa, bukan sekadar strategi pelengkap dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru. Kebaruan lainnya terletak pada fokus penelitian pada SMKS swasta berbasis Muhammadiyah di wilayah semi-pedesaan, yang masih jarang menjadi objek kajian dalam penelitian pemasaran pendidikan. Selain itu, penelitian ini mengombinasikan analisis <italic id="_italic-27">Segmenting, Targeting, and Positioning</italic> (STP) dengan <italic id="_italic-28">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB) untuk memahami hubungan antara strategi pemasaran, sikap orang tua, dan keputusan pemilihan sekolah. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengisi celah penelitian yang ada, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai efektivitas pemasaran interpersonal dalam konteks pendidikan kejuruan swasta berbasis keislaman.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis penerapan strategi pemasaran <italic id="_italic-29">door-to-door</italic> dalam meningkatkan pendaftaran siswa di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi; (2) mengidentifikasi cara dan praktik lapangan dalam pelaksanaan strategi pemasaran <italic id="_italic-30">door-to-door</italic>, termasuk peran alumni, guru, dan staf sekolah dalam menjangkau calon siswa dan orang tua; serta (3) menganalisis pengaruh strategi pemasaran <italic id="_italic-31">door-to-door</italic> terhadap sikap dan keputusan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya yang berdampak pada peningkatan jumlah pendaftar.</p>
      <p id="_paragraph-23">Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai pemasaran pendidikan, khususnya pada konteks sekolah kejuruan swasta berbasis keislaman. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan strategis yang kontekstual bagi SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi dan sekolah swasta lainnya dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang lebih efektif, serta membantu orang tua dalam memperoleh informasi yang lebih jelas dan relevan dalam pengambilan keputusan pendidikan <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>, <xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif jenis studi kasus yang bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan strategi pemasaran <italic id="_italic-32">door-to-door</italic> di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi. Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti memahami fenomena sosial secara komprehensif dalam konteks tertentu, serta mengkaji interaksi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi pemasaran pendidikan. </p>
      <p id="_paragraph-25">Subjek penelitian mencakup kepala sekolah (KS1), ketua seleksi penerimaan murid baru (SP1), enam guru yang juga merupakan anggota tim pemasaran (GP1–GP6), enam orang tua siswa (OT1–OT6), dan tiga siswa terdaftar (CS1–CS3). Informan dipilih menggunakan teknik <italic id="_italic-33">purposive sampling</italic>, yaitu pemilihan nforman secara sengaja berdasarkan pertimbangan keterlibatan, pengetahuan, dan relevansinya terhadap strategi pemasaran door-to-door yang diteliti.</p>
      <p id="_paragraph-26">Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian strategi pemasaran <italic id="_italic-34">door-to-door</italic>. Observasi untuk melihat secara langsung bagaimana strategi itu diterapkan di lapangan, sedangkan dokumentasi yang berupa arsip sekolah, data penerimaan siswa baru, dan foto kegiatan pemasaran digunakan untuk mendukung dan memperkuat data penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-27">Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan dengan mengacu pada model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam proses reduksi data, semua data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, akan dipilih dan dikategorikan sesuai dengan relevansinya terhadap strategi pemasaran <italic id="_italic-35">door-to-door</italic>. Selama proses penyajian data, data yang telah diperkecil akan diorganisir dalam bentuk naratif deskriptif, yang akan memudahkan identifikasi berbagai pola, hubungan, dan kecenderungan. Sedangakan dalam proses penarikan kesimpulan, data yang telah diorganisir akan dianalisis lebih dalam untuk menghubungkan semua temuan yang ada dan untuk memperoleh kesimpulan yang paling akurat. Analisis hasil dilakukan secara bertahap dan prosesnya diverifikasi guna mempertahankan konsistensi dan akurasi <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan </title>
      <p id="heading-96cb60253adb0cd5dfa1bbd560369d96">
        <bold id="bold-8d699ce6ab014e1f43745df50151a18a">A.</bold>
        <bold id="bold-1">Penerapan Strategi Pemasaran <italic id="italic-1">Door-to-Door</italic> dalam Meningkatkan Pendaftaran Siswa </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran <italic id="_italic-36">door-to-door</italic> di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi merupakan upaya sistematis sekolah dalam meningkatkan pendaftaran siswa melalui pendekatan komunikasi langsung dengan calon siswa dan orang tua. Strategi ini diterapkan sebagai respons atas keterbatasan promosi konvensional yang sebelumnya dilakukan. Pembahasan berikut menguraikan perbandingan strategi pemasaran sebelum dan sesudah penerapan <italic id="_italic-37">door-to-door</italic>, hubungan antara intensitas sosialisasi dengan jumlah pendaftar, serta efektivitas pemetaan sasaran berbasis angket minat siswa dengan mengacu pada kerangka <italic id="_italic-38">Segmenting–Targeting–Positioning</italic> (STP) dan <italic id="_italic-39">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB).</p>
      <p id="paragraph-8b411ca7946c4a1efbde0579e231ba09">
        <bold id="bold-68a89217b8f847cf4a8ce22c8633665a">1. </bold>
        <bold id="bold-2">Perbandingan Strategi Pemasaran Sebelumnya dengan Strategi Pemasaran <italic id="italic-7e0cb2bc71abdfa5770b76aff2a85b4b">Door-to-Door</italic></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diterapkannya strategi pemasaran <italic id="_italic-40">door-to-door</italic>, SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi menggunakan strategi pemasaran konvensional berupa penyebaran brosur, pemasangan banner, serta sosialisasi satu arah ke SMP/MTs. Strategi ini menitikberatkan pada penyampaian informasi secara luas kepada calon siswa, namun belum memberikan ruang interaksi yang memadai antara sekolah dan orang tua sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam pengambilan keputusan pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-30">Dalam perspektif <italic id="_italic-41">Segmenting–Targeting–Positioning</italic> (STP), strategi pemasaran sebelumnya masih berada pada tahap promosi umum tanpa penerapan segmentasi dan penargetan yang jelas. Sekolah belum mengelompokkan calon siswa berdasarkan karakteristik minat dan kesiapan pengambilan keputusan, serta belum menentukan segmen prioritas yang membutuhkan pendekatan lebih intensif. Akibatnya, upaya positioning sekolah di benak orang tua belum terbentuk secara kuat dan konsisten <xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-31">Kepala sekolah menyatakan bahwa strategi pemasaran tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendaftaran karena informasi yang diterima masyarakat sering kali tidak utuh dan dipengaruhi oleh persepsi negatif yang berkembang di lingkungan sosial.</p>
      <p id="_paragraph-32">“Sebelumnya sekolah hanya melakukan sosialisasi dan penyebaran brosur, namun hasilnya belum optimal karena informasi yang diterima orang tua lebih banyak berasal dari persepsi di lingkungan sosial.” (KS1)</p>
      <p id="_paragraph-33">Jika dianalisis menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB), promosi satu arah melalui brosur dan sosialisasi hanya berkontribusi pada tahap awal pembentukan pengetahuan, tetapi belum cukup kuat memengaruhi sikap orang tua (<italic id="_italic-42">attitude toward behavior</italic>), norma subjektif (<italic id="_italic-43">subjective norms</italic>), maupun persepsi kontrol perilaku (<italic id="_italic-44">perceived behavioral contro</italic>l) dalam memilih sekolah bagi anaknya <xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. Padahal, ketiga komponen tersebut merupakan determinan utama terbentuknya niat dan keputusan perilaku.</p>
      <p id="_paragraph-34">Sebaliknya, strategi pemasaran <italic id="_italic-45">door-to-door</italic> memungkinkan terjadinya komunikasi langsung dan personal antara pihak sekolah dan orang tua. Pendekatan ini membuka ruang dialog dua arah, sehingga sekolah dapat menyampaikan informasi secara lebih komprehensif sekaligus merespons kekhawatiran dan pertimbangan orang tua. Melalui interaksi interpersonal tersebut, strategi <italic id="_italic-46">door-to-door</italic> berpotensi membangun sikap positif, mengurangi pengaruh norma sosial negatif, serta meningkatkan keyakinan orang tua dalam mengambil keputusan pendidikan, sebagaimana dijelaskan dalam kerangka TPB <xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-35">Dengan demikian, peralihan dari strategi promosi umum menuju pendekatan <italic id="_italic-47">door-to-door</italic> menunjukkan perubahan strategi pemasaran yang lebih terarah dan berorientasi pada pengambil keputusan utama, yaitu orang tua, sehingga menjadi dasar penting bagi peningkatan efektivitas pemasaran sekolah.</p>
      <p id="paragraph-3d4029a4fb5eba943983ef38314aba56">
        <bold id="bold-dd8822f6abf7d5f2b9e72970c096f956">2.</bold>
        <bold id="bold-aea1cc3dfd2cdc70b88b9ed487c521d0">Hubungan Jumlah SMP yang Disosialisasi dengan Jumlah Pendaftar</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-48">door-to-door</italic> didahului oleh peningkatan intensitas sosialisasi ke SMP/MTs di wilayah sekitar sekolah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi dan menjaring minat awal calon siswa terhadap SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi.</p>
      <p id="_paragraph-37">Berdasarkan data internal sekolah, pada tahun pelaksanaan penelitian, kegiatan sosialisasi dilakukan ke 22  SMP/MTs di wilayah sekitar SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 2730 siswa mengisi angket minat, namun hanya 130 siswa yang langsung melakukan pendaftaran. Data ini menunjukkan bahwa meskipun jangkauan sosialisasi relatif luas, tingkat konversi dari sosialisasi ke pendaftaran masih terbatas apabila tidak disertai dengan pendekatan lanjutan yang lebih personal.</p>
      <p id="_paragraph-38">Temuan ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru yang mengungkapkan bahwa banyaknya sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi tidak secara otomatis berbanding lurus dengan jumlah siswa yang mendaftar.</p>
      <p id="_paragraph-39">“Sekolah yang kita datangi untuk sosialisasi itu cukup banyak, tapi yang langsung mendaftar tidak sebanding. Dari situ kita sadar, sosialisasi saja tidak cukup.” (SP1)</p>
      <p id="_paragraph-40">Dalam kerangka <italic id="_italic-49">Segmenting–Targeting–Positioning</italic> (STP), kegiatan sosialisasi berfungsi pada tahap segmenting, yaitu mengidentifikasi dan menjaring calon siswa yang memiliki potensi minat. Namun demikian, sosialisasi belum sepenuhnya menyentuh tahap targeting dan positioning karena belum difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan penguatan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya orang tua sebagai pihak yang berperan utama <xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-2b962ae88c3eb4d9597b48f434e0d08a">
        <bold id="bold-746a7ace2d28ce6e89c2dcdab64933fb">3. </bold>
        <bold id="bold-986df95df2bdb58f238ab497b5844dc6">Analisis Zona Angket dan Tingkat Keberhasilannya</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Sementara itu, berdasarkan <italic id="_italic-50">Theory of Planned Behavior</italic>, sosialisasi lebih berperan dalam meningkatkan kesadaran dan minat awal siswa, tetapi belum cukup kuat memengaruhi sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku orang tua dalam menentukan pilihan sekolah <xref id="_xref-37" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>.  Keputusan memilih sekolah merupakan proses kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh informasi, tetapi juga oleh evaluasi sosial dan keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.</p>
      <p id="_paragraph-42">Oleh karena itu, hubungan antara jumlah SMP/MTs yang disosialisasi dan jumlah pendaftar bersifat tidak langsung serta dimediasi oleh strategi pemasaran lanjutan berupa <italic id="_italic-51">door-to-door</italic>. Strategi ini berfungsi untuk mengonversi minat awal hasil sosialisasi menjadi keputusan pendaftaran melalui pendekatan komunikasi yang lebih intensif, personal, dan berorientasi pada pengambil keputusan utama. </p>
      <p id="_paragraph-43">Tahap penting dalam penerapan strategi pemasaran door-to-door adalah penggunaan angket minat siswa sebagai instrumen pemetaan. Angket digunakan untuk mengidentifikasi tingkat minat siswa sekaligus kebutuhan koordinasi dengan orang tua, sehingga sekolah dapat menentukan sasaran pemasaran secara lebih tepat.</p>
      <p id="_paragraph-44">Berdasarkan hasil analisis angket, calon siswa diklasifikasikan ke dalam tiga zona, yaitu zona siap mendaftar, zona potensial, dan zona tidak prioritas. Zona potensial merupakan siswa yang menunjukkan minat terhadap sekolah, namun masih memerlukan persetujuan dan keyakinan orang tua. Zona inilah yang menjadi sasaran utama strategi pemasaran door-to-door.</p>
      <p id="_paragraph-45">Dari 130 siswa yang tergolong dalam zona potensial dan menjadi sasaran kunjungan door-to-door, sebanyak 70 siswa kemudian melakukan pendaftaran. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi door-to-door memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengonversi minat awal menjadi keputusan pendaftaran dibandingkan dengan sosialisasi umum semata.</p>
      <p id="_paragraph-46">Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru menjelaskan bahwa sasaran kunjungan door-to-door difokuskan pada calon siswa yang telah menyatakan minat, tetapi masih memerlukan koordinasi dengan orang tua. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru bahwa, <italic id="_italic-52">“</italic>Yang kita datangin nanti yang berminat tapi koordinasi dengan orang tua terlebih dahulu<italic id="_italic-53">.</italic>” (SP1). </p>
      <p id="_paragraph-47">Secara analitis, pemetaan zona angket tersebut mncerminkan penerapan prinsip segmentasi dan targeting dalam kerangka STP. Sekolah secara sadar memfokuskan sumber daya pemasaran pada segmen yang memiliki probabilitas tertinggi untuk dikonversi menjadi pendaftar, sehingga strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien <xref id="_xref-38" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-48">Dalam perspektif <italic id="_italic-54">Theory of Planned Behavior</italic>, keberhasilan strategi door-to-door pada zona potensial menunjukkan bahwa hambatan utama pendaftaran bukan terletak pada minat siswa, melainkan pada sikap dan keyakinan orang tua. Melalui kunjungan langsung, sekolah dapat memengaruhi sikap orang tua terhadap sekolah, mengurangi tekanan norma sosial yang kurang mendukung, serta meningkatkan persepsi kontrol orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan anak. Kondisi ini mendorong terbentuknya niat dan keputusan untuk mendaftar, sebagaimana dijelaskan dalam kerangka TPB <xref id="_xref-39" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-49">Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa strategi pemasaran pendidikan berbasis komunikasi langsung dan personal lebih efektif dibandingkan promosi satu arah dalam membangun kepercayaan orang tua dan meningkatkan minat pendaftaran siswa <xref id="_xref-40" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>. Namun, penelitian ini memperluas temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa efektivitas strategi door-to-door meningkat ketika didahului oleh pemetaan minat siswa berbasis angket, sehingga pendekatan pemasaran menjadi lebih terarah dan efisien.</p>
      <p id="_paragraph-50">Untuk memperjelas pemetaan minat siswa, sasaran kunjungan <italic id="_italic-55">door-to-door</italic>, serta hasil pendaftaran pada setiap tahapan strategi pemasaran, ringkasan data deskriptif kegiatan sosialisasi, angket minat, dan pendaftaran siswa disajikan pada Tabel 1.</p>
      <p id="_paragraph-51">Tabel 1. Zona Angket</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-52"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-eacaf356eb17395af9593e7ecfde53f3">
              <th id="91f86b2c90ca8a6d07811582e0863bf8">
                <bold id="_bold-9">No</bold>
              </th>
              <th id="7d828090e480d23c69fe2ae0e5c4024f">
                <bold id="_bold-10">Tahapan Strategi Pemasaran</bold>
              </th>
              <th id="b1f07fe031410d01d386578b94b360f2">
                <bold id="_bold-11">Indikator Deskriptif</bold>
              </th>
              <th id="51066e8346ab54349b4f64586bedf6fc">
                <bold id="_bold-12">Jumlah</bold>
              </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-a365dbc0ec298d709c10135e1c262382">
              <td id="b315244b587608c6d3cc319fea2b2745">1</td>
              <td id="4d5179c70b58622a736857a5281badf4">Sosialisasi ke SMP/MTs</td>
              <td id="fa64ebb241abac21196e8f19e7aa19c8">Jumlah SMP/MTs yang disosialisasi</td>
              <td id="8f70f8ff4ee03ce2fe5806b36b34e63e">22 sekolah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-998bc888244efa3f08840dadc2a82851">
              <td id="f7dd2e6fae5f770eb6cfc43081d9ad5d">2</td>
              <td id="e8aefadc3804be1d5b8d0f8ea39eb5e1">Sosialisasi ke SMP/MTs</td>
              <td id="960654b0568927d7fe1c5448ca20cf78">Jumlah siswa yang mengikuti sosialisasi</td>
              <td id="dc2418ad4106c3fa67972253bc0e51e9">2730 siswa</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-88637a02e7bb6d3f37a6aecb00a8d250">
              <td id="75b9c908c358ba1ad0306cab1f2e9856">3</td>
              <td id="c122815df2d5b79da61ddf9fc1fa41ba">Pemetaan Angket Minat</td>
              <td id="c6a357c79796b2408ef70532229ee2c8">Jumlah siswa yang mengisi angket</td>
              <td id="cfaa00f95bd1823dc6fb4405b8e98d36">2730 siswa</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-474390dfc6ded8176e72101529e24f38">
              <td id="4fd963d5b792b7c2dd235a1a6a137e3c">4</td>
              <td id="f3122c6aa0e8b1d89c9da5e44875de40">Zona Angket</td>
              <td id="537cc0e89920ecf078dd374c07e60e8a">Zona siap mendaftar</td>
              <td id="a83bbdcdd2cf08141792630c458204c4">60 siswa</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c9df3be40897a03ba06243264b4b2b15">
              <td id="c71d99c480f410beb38da02fa3375ad6">5</td>
              <td id="8cdbb9639c0001299b5bd98da9751a56">Zona Angket</td>
              <td id="0943d86d0f2aafc1161bd23230fe973e">Zona potensial (sasaran door-to-door)</td>
              <td id="a7263c360ad5a971b121e477c3e7dd8c">130 siswa</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1dcb3a9354ceeb830ff9742b0ca94666">
              <td id="680056f7a8c6163b264ef65e66297571">6</td>
              <td id="602971fb6e28e6275c281aa3715a71a8">Zona Angket</td>
              <td id="cf2974a2a9d202a7e1dddd2d7e75d04a">Zona tidak prioritas</td>
              <td id="25c3c03c6f61058d2cb5146c3f0e8a60">2540 siswa</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9256aa7097de3db6e6d844e444243767">
              <td id="e5d3247c240a01ed89be09ccf53d4697">7</td>
              <td id="9b1187dc42c1f3ee9183bde415d437ed">Door-to-Door</td>
              <td id="e7e7b2f81dd041c05bf5fd79d6616349">Jumlah keluarga yang dikunjungi</td>
              <td id="76c14becf69249f0302af0bb2c334c6f">130 keluarga</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b97d7acf9cb4f9303fb7e98537a34c43">
              <td id="d6669ea00b3851cfeeaef1f6df24c259">8</td>
              <td id="d9a166eced509b6d2ee811885b426093">Hasil Akhir</td>
              <td id="7eeb1bd4bddfe7dee6e8563b64c33566">Jumlah siswa yang mendaftar</td>
              <td id="14e9c4f1c7cf65579e598e5aec0ce967">130 siswa</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-53">Tabel 1 menunjukkan bahwa peningkatan jumlah SMP/MTs yang disosialisasi tidak secara otomatis berbanding lurus dengan jumlah pendaftar. Konversi pendaftaran justru lebih banyak terjadi pada kelompok siswa yang tergolong dalam zona potensial dan menjadi sasaran strategi pemasaran <italic id="_italic-56">door-to-door</italic>. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pemasaran pendidikan tidak hanya ditentukan oleh luasnya jangkauan promosi, tetapi oleh ketepatan sasaran dan intensitas komunikasi dengan orang tua sebagai pengambil keputusan utama.Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan ketepatan sasaran pemasaran memiliki peran yang lebih besar dibandingkan kuantitas sosialisasi semata. </p>
      <p id="_paragraph-54">Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran <italic id="_italic-57">door-to-door</italic> di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi merupakan bentuk pergeseran dari promosi umum menuju strategi pemasaran yang tersegmentasi, terarah, dan berorientasi pada pengambil keputusan utama, yaitu orang tua. Penerapan ini terbukti lebih efektif dalam mengonversi minat awal menjadi keputusan pendaftaran, sehingga berkontribusi pada peningkatan jumlah pendaftar.</p>
      <p id="_paragraph-55">Dengan demikian, seluruh temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-58">door-to-door</italic> tidak hanya diterapkan secara sistematis, tetapi juga efektif dalam meningkatkan pendaftaran siswa melalui pendekatan tersegmentasi dan komunikasi langsung dengan orang tua sebagai pengambil keputusan utama.</p>
      <p id="paragraph-4f4b052ebf267e772a0d31e9fa7283d5">
        <bold id="bold-44ea6ee30027308c3a8a302230c38868">B. </bold>
        <bold id="bold-07bcf1a5b5107d6b2041dc697facb3bf">Cara dan Praktik Lapangan (Strategi Adaptif) dalam Pelaksanaan Door-to-Door</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-56">Pelaksanaan strategi pemasaran <italic id="_italic-59">door-to-door</italic> di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh perencanaan strategi, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam menyesuaikan pendekatan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat sasaran. Temuan penelitian memperlihatkan adanya praktik-praktik adaptif yang diterapkan oleh tim pemasaran sekolah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dengan orang tua calon siswa.</p>
      <p id="paragraph-52ba581e0652d553927e3e64c36bddc6">
        <bold id="bold-18b632519ff912792bcae6a8c1e0c3d5">1. </bold>
        <bold id="bold-84c324d9328c210eb8de193c30b9241e">Pemetaan Sasaran Berbasis Data Lokal </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi pemasaran <italic id="_italic-60">door-to-door</italic> di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi dilakukan berdasarkan pemanfaatan data lokal, terutama data angket minat siswa, data lulusan SMP/MTs sekitar, serta informasi dari jaringan internal sekolah. Data tersebut digunakan sebagai dasar pemetaan sasaran kunjungan agar kegiatan pemasaran lebih terarah dan efisien.</p>
      <p id="_paragraph-58">Guru tim pemasaran menjelaskan bahwa keberadaan data angket membantu sekolah mengidentifikasi calon siswa yang berpotensi dan mengetahui alamat serta tingkat minat mereka.</p>
      <p id="_paragraph-59">“Kita datanya itu dari pembagian angket yang kita sebarkan ketika kita sosialisasi di sekolah.” (GP1)</p>
      <p id="_paragraph-60">Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-61">door-to-door</italic> tidak dilakukan secara acak, melainkan dirancang berdasarkan informasi empiris. Secara analitis, praktik ini mencerminkan penerapan prinsip segmentasi dan targeting dalam kerangka <italic id="_italic-62">Segmenting–Targeting–Positioning</italic> (STP), di mana sekolah mengelompokkan calon siswa berdasarkan karakteristik minat dan kesiapan pengambilan keputusan, lalu menetapkan segmen prioritas sebagai sasaran utama kunjungan <xref id="_xref-41" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-61">Dalam perspektif <italic id="_italic-63">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB), pemetaan sasaran berbasis data memungkinkan sekolah memfokuskan intervensi komunikasi pada keluarga yang masih berada dalam tahap pembentukan sikap dan niat perilaku. Dengan demikian, strategi pemasaran diarahkan pada kelompok yang keputusan orang tuanya masih dapat dipengaruhi melalui komunikasi langsung <xref id="_xref-42" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-62">Dengan demikian, pemanfaatan data lokal tidak hanya meningkatkan ketepatan sasaran pemasaran, tetapi juga memperkuat efektivitas komunikasi sekolah dengan orang tua sebagai pengambil keputusan utama.</p>
      <p id="paragraph-1f56a75300fd69a9beffebffe0b73317">
        <bold id="bold-aa610f68430a1107aab2cc79670dbb3e">2. </bold>
        <bold id="bold-7593f349b4e1f2539e7cf27af3eaf9ca">Pendekatan Komunikasi Persuasif dan Kontekstual </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-63">Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap kegiatan <italic id="_italic-64">door-to-door</italic>, tim pemasaran sekolah menerapkan pendekatan komunikasi yang bersifat persuasif dan kontekstual. Penjelasan yang disampaikan tidak bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi dan latar belakang keluarga calon siswa.</p>
      <p id="_paragraph-64">Ketua panitia penerimaan murid baru menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi disesuaikan dengan kondisi orang tua, sebagaimana dinyatakan bahwa, <italic id="_italic-65">“</italic>untuk pendekatannya sendiri ini, kita biasanya lihat dulu, tergantung dari orang tua<italic id="_italic-66">.”</italic> (SP1). </p>
      <p id="_paragraph-65">Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, komunikasi lebih difokuskan pada penjelasan mengenai program beasiswa dan keringanan biaya. Sementara itu, bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, penjelasan diarahkan pada kualitas program keahlian, fasilitas sekolah, serta peluang kerja lulusan. Pendekatan ini membuat orang tua merasa dihargai karena kebutuhan dan pertimbangannya diperhatikan.</p>
      <p id="_paragraph-66">Secara analitis, praktik komunikasi tersebut menunjukkan upaya <italic id="_italic-67">positioning adaptif</italic> dalam kerangka STP, di mana sekolah menyesuaikan nilai dan keunggulan yang ditonjolkan sesuai dengan karakteristik segmen sasaran <xref id="_xref-43" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Dalam perspektif TPB, pendekatan persuasif dan kontekstual berperan dalam membentuk sikap positif orang tua serta meningkatkan persepsi kontrol perilaku, khususnya terkait kemampuan keluarga dalam memenuhi biaya pendidikan <xref id="_xref-44" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-70bb1846946b7cd92819aaa6a9136e5d">
        <bold id="bold-08a4dc5e474c53b6d47ac03f5d5e1a7c">3. </bold>
        <bold id="bold-35f8a087b57c330579447f8e68fca292">Pemilihan Waktu dan Etika Kunjungan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-67">Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi <italic id="_italic-68">door-to-door</italic> juga dipengaruhi oleh pemilihan waktu dan penerapan etika kunjungan. im pemasaran menyadari bahwa tidak semua orang tua dapat ditemui dalam satu waktu tertentu, sehingga kunjungan sering kali disesuaikan atau dilakukan ulang berdasarkan ketersediaan orang tua.</p>
      <p id="_paragraph-68">Selain itu, selama kunjungan, tim pemasaran menekankan etika komunikasi dengan bersikap sopan dan tidak memaksa, serta menempatkan keputusan sepenuhnya sebagai pilihan keluarga. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Guru atau tim pemasaran bahwa, <italic id="_italic-69">“</italic>Kita harus menyampaikan informasinya itu secara baik, tidak dengan cara memaksa<italic id="_italic-70">”</italic> (GP1). Hal ini juga ditegaskan oleh guru atau tim pemasaran lain bahwa, <italic id="_italic-71">“</italic>Kita hanya sebatas menawarkan.” (GP6).</p>
      <p id="_paragraph-69">Dalam kerangka STP, praktik ini berkontribusi pada pembentukan positioning positif sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menghargai norma sosial dan nilai budaya masyarakat setempat <xref id="_xref-45" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Sementara itu, dari sudut pandang TPB, sikap komunikatif yang tidak memaksa membantu memperkuat persepsi kontrol perilaku orang tua, karena keputusan sepenuhnya diposisikan sebagai pilihan keluarga, bukan tekanan dari pihak sekolah <xref id="_xref-46" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-a51306acc14fee0840fddd7825c00935">
        <bold id="bold-dbc7413d0f089e6376c6de55778ff239">4. </bold>
        <bold id="bold-df74a65885854a9b0dc1185f23dd87fa">Konsistensi Tindak Lanjut (<italic id="italic-b1be18f279ddbd68180ae8cd0c6ff5c9">Follow-Up</italic>) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-70">Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan orang tua dalam memilih sekolah umumnya tidak diambil dalam satu kali kunjungan. Oleh karena itu, tindak lanjut (<italic id="_italic-72">follow-up</italic>) menjadi bagian penting dalam pelaksanaan strategi pemasaran <italic id="_italic-73">door-to-door</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-71">Guru tim pemasaran menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah calon siswa tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dapat dilakukan berulang kali hingga orang tua benar-benar memahami informasi yang disampaikan dan merasa yakin. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh guru atau tim pemasaran, bahwa <italic id="_italic-74">“</italic>kita gak hanya sekali, gak hanya sekali, dua kali ya… kita berkali-kali<italic id="_italic-75">”</italic> (GP3).)</p>
      <p id="_paragraph-72">Tindak lanjut dilakukan melalui kunjungan ulang maupun komunikasi lanjutan, seperti membuat janji kembali atau menjalin komunikasi informal, sehingga sekolah tetap dapat membangun hubungan dengan orang tua meskipun keputusan belum diambil secara langsung. Praktik ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan sekolah dalam mendampingi proses pengambilan keputusan orang tua calon siswa..</p>
      <p id="_paragraph-73">Dalam kerangka <italic id="_italic-76">Segmenting–Targeting–Positioning</italic> (STP), tindak lanjut berfungsi untuk mempertahankan dan memperkuat positioning sekolah di benak segmen sasaran melalui interaksi berkelanjutan. Sementara itu, dalam perspektif <italic id="_italic-77">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB), <italic id="_italic-78">follow-up</italic> berperan dalam memperkuat sikap positif serta mengurangi keraguan orang tua, sehingga mendorong terbentuknya niat perilaku yang lebih kuat menuju keputusan pendaftaran <xref id="_xref-47" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-901ba3584aaea158b82dcf9ecb6a2c16">
        <bold id="bold-cf09f90611b24a3b57f7a0e240dd9698">5. </bold>
        <bold id="bold-0fd71026797707b774ea8646b7a5d77c">Peran Kepala Sekolah dan Alumni</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-74">Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan kepala sekolah dalam beberapa kegiatan <italic id="_italic-79">door-to-door</italic> memberikan pengaruh positif terhadap tingkat kepercayaan orang tua. Kehadiran kepala sekolah dipersepsikan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab institusi dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-75">“Kalau kepala sekolah ikut datang, orang tua biasanya lebih percaya.” (KS1)</p>
      <p id="_paragraph-76">Selain itu, keberhasilan alumni dimanfaatkan sebagai bukti nyata kualitas pendidikan sekolah. Informasi mengenai alumni yang telah bekerja atau berhasil melanjutkan karier digunakan untuk meyakinkan orang tua tentang prospek lulusan SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi.</p>
      <p id="_paragraph-77">Secara analitis, keterlibatan kepala sekolah dan alumni memperkuat positioning sekolah sebagai lembaga pendidikan yang kredibel dan berorientasi pada masa depan peserta didik <xref id="_xref-48" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Dalam perspektif TPB, figur kepala sekolah dan testimoni alumni berfungsi sebagai penguat norma subjektif, yaitu pengaruh sosial yang mendorong orang tua untuk mengambil keputusan memilih sekolah <xref id="_xref-49" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-78">Praktik adaptif dalam pelaksanaan strategi <italic id="_italic-80">door-to-door</italic> yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan guru, kepala sekolah, dan alumni membantu membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan melalui komunikasi yang efektif dan legitimasi organisasi <xref id="_xref-50" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>. Kontribusi penelitian ini terletak pada penjelasan rinci mengenai bagaimana praktik tersebut dijalankan secara kontekstual sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal. </p>
      <p id="_paragraph-79">Secara keseluruhan, strategi adaptif dalam pelaksanaan <italic id="_italic-81">door-to-door</italic> menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran pendidikan tidak hanya ditentukan oleh strategi formal yang direncanakan, tetapi juga oleh fleksibilitas pelaksanaan di lapangan serta kualitas komunikasi yang dibangun dengan masyarakat. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan pentingnya peran aktor internal sekolah dan komunikasi yang kontekstual dalam membangun kepercayaan (<italic id="_italic-82">trust</italic>) dan legitimasi lembaga pendidikan di mata masyarakat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterlibatan aktif pihak sekolah, disertai pendekatan komunikasi yang transparan dan menghargai kondisi sosial masyarakat, berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi <xref id="_xref-51" ref-type="bibr" rid="bib34">[34]</xref>. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa praktik komunikasi langsung dan adaptif merupakan faktor kunci dalam keberhasilan strategi pemasaran pendidikan.</p>
      <p id="paragraph-d2e300e1f8672c76d2fc92e94727be1d">
        <bold id="bold-2653cf555d10e2dabfe3619c59b4d999">C. </bold>
        <bold id="_bold-29">Pengaruh Strategi Pemasaran </bold>
        <bold id="_bold-30">
          <italic id="_italic-86">Door-to-Door</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-31">terhadap Keputusan Orang Tua </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-80">Keputusan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya merupakan hasil dari proses pertimbangan yang kompleks dan tidak hanya dipengaruhi oleh informasi akademik semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-87">door-to-door</italic> berperan penting dalam membentuk sikap dan keyakinan orang tua melalui komunikasi langsung yang memungkinkan terjadinya dialog, klarifikasi informasi, serta penguatan kepercayaan terhadap sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-81">Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-88">door-to-door</italic> berpengaruh terhadap sikap dan proses pengambilan keputusan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya. Orang tua menilai bahwa kunjungan langsung ke rumah memberikan pemahaman yang lebih jelas dan menyeluruh dibandingkan strategi promosi sebelumnya yang bersifat tidak langsung, seperti sosialisasi umum dan promosi cetak. </p>
      <p id="_paragraph-82">Orang tua menyampaikan bahwa komunikasi langsung memungkinkan mereka memperoleh penjelasan yang rinci serta kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai aspek sekolah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh otang tua siswa bahwa, <italic id="_italic-89">“</italic>tim sekolah ramah dan menjelaskan dengan jelas<italic id="_italic-90">”</italic> (OT1). Pendekatan tersebut membantu orang tua memahami keunggulan sekolah secara lebih konkret sehingga menumbuhkan keyakinan dalam proses pengambilan keputusan. </p>
      <p id="_paragraph-83">Selain kejelasan informasi secara umum, aspek pembiayaan pendidikan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan orang tua. Penjelasan langsung mengenai biaya sekolah dan program beasiswa dinilai mampu mengurangi kekhawatiran orang tua terkait kemampuan ekonomi keluarga. Orang tua juga menyatakan bahwa, <italic id="_italic-91">“</italic>Pertama didatangi sama bapak guru ke rumah menawarkan sekolah di Muhammadiyah dan ada beasiswa<italic id="_italic-92">”</italic> (OT2).</p>
      <p id="_paragraph-84">Secara deskriptif, data internal sekolah menunjukkan adanya peningkatan jumlah pendaftar setelah strategi pemasaran <italic id="_italic-93">door-to-door</italic> diterapkan. Sebelum penerapan strategi <italic id="_italic-94">door-to-door</italic>, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 65 siswa, sedangkan setelah strategi tersebut diterapkan jumlah pendaftar meningkat menjadi 130 siswa. Peningkatan ini tidak dianalisis secara statistik karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, namun digunakan sebagai konteks empiris yang mendukung temuan wawancara mengenai perubahan sikap dan keputusan orang tua.</p>
      <p id="_paragraph-85">Dalam perspektif <italic id="_italic-95">Theory of Planned Behavior</italic> (TPB), pengaruh strategi pemasaran <italic id="_italic-96">door-to-door</italic> terhadap keputusan orang tua dapat dijelaskan melalui tiga komponen utama. Pertama, komunikasi langsung dan transparan membantu membentuk sikap positif (attitude) orang tua terhadap sekolah. Kedua, interaksi personal dengan pihak sekolah berperan dalam mengurangi norma subjektif negatif, seperti anggapan bahwa sekolah negeri selalu lebih unggul dibandingkan sekolah swasta. Ketiga, kejelasan informasi mengenai biaya pendidikan dan program beasiswa meningkatkan perceived behavioral control, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak <xref id="_xref-52" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-86">Perubahan pada ketiga aspek tersebut mendorong terbentuknya niat perilaku yang lebih kuat dan berujung pada keputusan nyata orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah. Dengan demikian, peningkatan jumlah pendaftar setelah penerapan strategi <italic id="_italic-97">door-to-door</italic> dipahami sebagai hasil dari efektivitas komunikasi interpersonal dan proses pengambilan keputusan yang lebih matang, bukan sebagai hubungan sebab-akibat statistik. </p>
      <p id="_paragraph-87">Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa keputusan orang tua dalam memilih sekolah dipengaruhi oleh sikap individu, norma sosial, serta persepsi kemampuan ekonomi keluarga <xref id="_xref-53" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. Selain itu, penelitian di bidang pemasaran pendidikan menunjukkan bahwa komunikasi langsung yang dilakukan secara personal lebih efektif dalam membangun kepercayaan orang tua dibandingkan promosi satu arah <xref id="_xref-54" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>. Kontribusi penelitian ini terletak pada penjelasan empiris bahwa strategi <italic id="_italic-98">door-to-door</italic> mampu memengaruhi sikap dan keputusan orang tua secara kontekstual, yang berdampak pada peningkatan jumlah pendaftar di sekolah kejuruan swasta.</p>
      <p id="_paragraph-88">Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran <italic id="_italic-99">door-to-door</italic> memberikan pengaruh yang bermakna secara kualitatif terhadap sikap dan proses pengambilan keputusan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya. Melalui komunikasi langsung yang jelas, persuasif, dan kontekstual, strategi ini mampu membentuk sikap positif, mengurangi keraguan yang dipengaruhi oleh norma sosial, serta meningkatkan keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Proses tersebut berkontribusi pada peningkatan jumlah pendaftar setelah penerapan strategi <italic id="_italic-100">door-to-door</italic>, sebagaimana tercermin dalam data internal sekolah.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>IV. Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-89">Strategi pemasaran <italic id="_italic-101">door-to-door</italic> di SMKS Muhammadiyah 1 Kemlagi dirancang sebagai strategi pemasaran pendidikan yang terstruktur dan berbasis sasaran untuk meningkatkan pendaftaran siswa. Strategi ini diawali dengan sosialisasi ke SMP/MTs sebagai tahap penjaringan minat awal, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan calon siswa menggunakan angket minat sebagai dasar segmentasi dan penentuan target utama, yaitu siswa pada zona potensial yang masih memerlukan persetujuan orang tua. Dengan pendekatan ini, kegiatan pemasaran tidak lagi bersifat umum, tetapi difokuskan pada segmen yang memiliki peluang pendaftaran tertinggi, sehingga penggunaan sumber daya pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien.</p>
      <p id="_paragraph-90">Pada tahap pelaksanaan di lapangan, strategi <italic id="_italic-102">door-to-door</italic> dijalankan melalui praktik komunikasi langsung yang personal, persuasif, dan kontekstual, disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga calon siswa. Praktik tersebut meliputi pemilihan waktu kunjungan yang tepat, penerapan etika komunikasi yang tidak memaksa, keterlibatan guru, kepala sekolah, dan alumni, serta tindak lanjut (<italic id="_italic-103">follow-up</italic>) yang konsisten. Kombinasi antara perencanaan strategi dan praktik lapangan yang adaptif ini mampu membangun kepercayaan orang tua, memperkuat sikap positif terhadap sekolah, dan mengonversi minat awal menjadi keputusan pendaftaran, sehingga efektivitas pemasaran pendidikan lebih ditentukan oleh ketepatan sasaran dan kualitas komunikasi dibandingkan luasnya promosi semata.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>62-72</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahma</surname>
              <given-names>Rezka Arina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahmania</surname>
              <given-names>Lidya Amalia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Zihan Novita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat)</source>
          <article-title>Development of Blended Learning-Based Family Institution Partnership Model in Stimulating Early Children's Development</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>185-197</page-range>
          <volume>28</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Al-amien</surname>
              <given-names>Muhammad Muliya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Santosa</surname>
              <given-names>Achadi Budi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</source>
          <article-title>Principal ' s strategy in managing new student admissions in vocational secondary schools</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>58</issue>
          <page-range>150-160</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurohman</surname>
              <given-names>Dwi Aris</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kasyadi</surname>
              <given-names>Soeparlan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Indah Purnama</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Herodotus: Jurnal Pedidikan IPS</source>
          <article-title>Pengaruh Promosi , Kualitas Pelayanan dan Persepsi atas Citra Sekolah Terhadap Keputusan Orang Tua Siswa Memilih Sekolah Menengah Kejuruan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>10-21</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mardiana</surname>
              <given-names>Lina</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam</source>
          <article-title>Strategi pemasaran pendidikan dalam menarik minat siswa di SMA muhammadiyah di Lombok</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>3306-3313</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hermala</surname>
              <given-names>Zusnita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Septiani</surname>
              <given-names>Virma</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ranah Research</source>
          <article-title>Analisis Strategi Pemasaran Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Badan Layanan Umum Vokasi Penerbangan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>747-762</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ramadhan</surname>
              <given-names>Muhammad Aryo</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ulfa</surname>
              <given-names>Merrina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hakim</surname>
              <given-names>Instiyawati</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Shakila</surname>
              <given-names>Zia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gunawan</surname>
              <given-names>Agus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tasya</surname>
              <given-names>Cindy Alia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat</source>
          <article-title>Pemasaran Sekolah dalam Meningkatkan Minat Peserta Didik Baru di SMA Negeri 4 Tapung</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Pearson</publisher-name>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kotler</surname>
              <given-names>P</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Keller</surname>
              <given-names>K L</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Marketing Management</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Kogan Page</publisher-name>
          <year>2011</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Smith</surname>
              <given-names>P R</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Smith</surname>
              <given-names>P R</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zook</surname>
              <given-names>Z</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Kogan Page Series</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Marketing Communications: Integrating Offline and Online with Social Media</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>36-44</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ismanto</surname>
              <given-names>Bambang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Waruwu</surname>
              <given-names>Marinu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kristen</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wacana</surname>
              <given-names>Satya</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Multidisiplin</source>
          <article-title>Strategi promosi sekolah berdasarkan zonasi dan minat jurusan sekolah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Salma Nurillah1, Endang Herawan2</surname>
              <given-names>Sururi3</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Tata Kelola Pendidikan</source>
          <article-title>Analisis implementasi strategi pemasaran pendidikan di SMP IT Assyakir</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>7729-7736</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Herdiana</surname>
              <given-names>Dian</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran</source>
          <article-title>Pendekatan Pedagogik Dalam Meningkatkan Popularitas Sekolah : Peran Kepemimpinan Pedagogis Kepala Sekolah Di SMA Nurul Huda Tempilang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>25-36</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2025</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.54259/diajar.v4i1.3740</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurvita</surname>
              <given-names>Amanda Stevany</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ifendi</surname>
              <given-names>Mahfud</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran</source>
          <article-title>Strategi Promosi dan Komunikasi Jasa Pendidikan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>9</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Di</surname>
              <given-names>Baru</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bunga</surname>
              <given-names>Smps</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gunungsitoli</surname>
              <given-names>Mawar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lay</surname>
              <given-names>Sergius</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Purba</surname>
              <given-names>Sukarman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rangkuti</surname>
              <given-names>Irsan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan</source>
          <article-title>Strategi Promosi Sekolah Dalam Merekrut Calon Peserta Didik Baru Di SMPS Bunga Mawar Gunungsitoli – Nias</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>2079-2093</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mulyani</surname>
              <given-names>Sri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Idi</surname>
              <given-names>Abdullah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pratama</surname>
              <given-names>Irja Putra</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION</source>
          <article-title>Transofrmasi Branding Sekolah melalui Digital Marketing : Studi di SMA Negeri 3 Prabumulih</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>54-66</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurillah</surname>
              <given-names>Salma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Herawan</surname>
              <given-names>Endang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indonesia</surname>
              <given-names>Universitas Pendidikan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP)</source>
          <article-title>Educational Marketing Strategies In Integrated Islamic Junior High School</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>august</issue>
          <page-range>1-10</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hermawan</surname>
              <given-names>Naufal Rafi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Noviana</surname>
              <given-names>Eka</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>FINDER: Journal of Visual Communication Design</source>
          <article-title>Analisis Strategi Branding Yayasan Al-Ma'soem Dalam Membangun Citra Institusi Pendidikan Di Era Digital</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>11010-11017</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Doni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Utami</surname>
              <given-names>Lilyani Asri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Informasi</surname>
              <given-names>Teknologi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mandiri</surname>
              <given-names>Universitas Nusa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Melayu</surname>
              <given-names>Cipinang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Timur</surname>
              <given-names>Kota Jakarta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Khusus</surname>
              <given-names>Daerah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Door</surname>
              <given-names>Door To</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Purwokerto</surname>
              <given-names>Informatika</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Banyumas</surname>
              <given-names>Kabupaten</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika</source>
          <article-title>Sistem Informasi Promosi Sekolah Door To Door Berbasis Web Pada SMK TI Bina Citra Informatika Purwokerto</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-14</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ulum</surname>
              <given-names>Miftahul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Nuris Journal of Education and Islamic Studies</source>
          <article-title>Strategi Implementasi Manajemen Marketing Pendidikan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-10</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Agama</surname>
              <given-names>Insitut</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Negeri</surname>
              <given-names>Islam</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Kelola: Journal of Islamic Education Management</source>
          <article-title>Evaluasi Sistem Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Berbasis Zonasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>98-111</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pangestika</surname>
              <given-names>Rizky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Astuti</surname>
              <given-names>Mardiah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam</source>
          <article-title>Strategi Pemasaran Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2021</issue>
          <page-range>48-55</page-range>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tyas Dwi Angga1*</surname>
              <given-names>Vina Ayumi2</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (JINTEKS)</source>
          <article-title>Pengembangan Model Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Di SMK Kebangsaan Menggunakan Metode Waterfall</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>02</issue>
          <page-range>682-697</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.47709/educendikia.v4i02.</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yusuf</surname>
              <given-names>Ahmad Ardi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sholikhun</surname>
              <given-names>Muhamad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wafirah</surname>
              <given-names>Milna</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan</source>
          <article-title>Manajemen Pemasaran Pendidikan dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Madrasah Tsanawiyah Syubbanul Wathon</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>361-366</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.58258/jime.v9i1.4521/http</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pramita</surname>
              <given-names>Rr</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hasanah</surname>
              <given-names>Surya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sholeh</surname>
              <given-names>Muhamad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pendidikan</surname>
              <given-names>Fakultas Ilmu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Surabaya</surname>
              <given-names>Universitas Negeri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)</source>
          <article-title>Strategi Pemasaran Pendidikan Dalam Meningkatkan Citra Sekolah di SMA Negeri Jogoroto Jombang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>1092-1100</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.47709/educendikia.v4i03.</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ali</surname>
              <given-names>Nur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Roesminigsih</surname>
              <given-names>Erny</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Riyanto</surname>
              <given-names>Yatim</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pemasaran</surname>
              <given-names>Strategi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Negeri</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan</source>
          <article-title>Strategi Pemasaran Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD Nation Star Academy Surabaya</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>228-261</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Oktavia</surname>
              <given-names>Aqiilah Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Haryanto</surname>
              <given-names>Budi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sidoarjo</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sidoarjo</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar</source>
          <article-title>Persepsi orang tua dalam menyekolahkan anaknya ke smp swasta nasional</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>02</issue>
          <page-range>8948-8956</page-range>
          <volume>07</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Restarie</surname>
              <given-names>Maya Diaz</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal on Education</source>
          <article-title>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Orang Tua terhadap Minat Memilih Sekolah Dasar Swasta : Systematic Literature Review</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-22</page-range>
          <volume>57</volume>
          <year>2013</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Keller</surname>
              <given-names>Kevin Lane</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>and Measuring , Brand Managing Customer-Based Equity</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>Open University Press</publisher-name>
          <year>2005</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ajzen</surname>
              <given-names>I.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Attitudes, personality and behaviour (2nd ed.)</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>12-22</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24042/alidarah.v10i1.6203</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fradito</surname>
              <given-names>Aditia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suti'ah</surname>
              <given-names>Suti'ah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Muliyadi</surname>
              <given-names>Muliyadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam</source>
          <article-title>Strategi Pemasaran Pendidikan dalam Meningkatkan Citra Sekolah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>414-422</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Zulfiah</surname>
              <given-names>Evi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Novia</surname>
              <given-names>Nita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Nugraha</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fadhilah</surname>
              <given-names>Muinah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru p-ISSN</source>
          <article-title>Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Masuk Sekolah Dasar Islam Terpadu</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-name>SAGE Publications</publisher-name>
          <year>1994</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Miles</surname>
              <given-names>M B</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Huberman</surname>
              <given-names>A M</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>April</issue>
          <page-range>314-324</page-range>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1002/hbe2.195</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ajzen</surname>
              <given-names>Icek</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Willey</source>
          <article-title>The theory of planned behavior : Frequently asked questions</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib33">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>45-57</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21009/jmp.v13i1.28335</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugeng</surname>
              <given-names>Sugeng Lubar Prastowo</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Manajemen Pendidikan</source>
          <article-title>Manajemen Marketing Jasa Pendidikan Di Era Digital</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib34">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>1182-1190</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Zamroni</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity</source>
          <article-title>The Role of Educational Institutions in Forming Learned Character</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
