<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of the Parentsco Monitoring Application on the Religious and Independent Character of Students at SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Andika</surname>
            <given-names>Alir Tirta Galih Setia</given-names>
          </name>
          <email>248610800008@mhs.umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-08">
          <day>08</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>11</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-3">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Pendidikan adalah sarana pembelajaran bagi siswa untuk menggali pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan perilaku sesuai dengan moral kehidupan bermasyarakat [1]. Pendidikan merupakan suatu upaya sadar dan terencana untuk menghasilkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan, kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan oleh dirinya maupun masyarakat [2]. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim mencapai 87,2% atau sebanyak 245.973.915 jiwa (diambil dari laman indonesia.go.id), pendidikan di Indonesia berperan penting dalam pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan karakter ini diperlukan sebagai usaha berkelanjutan yang dilakukan untuk menghasilkan individu menjadi manusia yang memiliki nilai dan moral baik yang sesuai lingkungan masyarakat seutuhnya.[3] Karakter merupakan hal yang sudah melekat pada diri seseorang dimulai dengan berpikir dan bertindak atas dasar moralitas [4]. Karakter individu tersebut dapat dibangun berdasarkan lingkungan sekitar dan pemahaman ajaran agama. Sumber keagamaan ini menimbulkan nilai karakter religius bagi setiap individu dan menjadi salah satu bagian atau komponen yang berkualitas dari pembentuk kepribadian bangsa [5].</p>
      <p id="_paragraph-11">Pada proses pendidikan, keberhasilan suatu kegiatan belajar mengajar tidak hanya terbatas pada interaksi guru dan siswa, namun juga memerlukan dukungan dan peran serta orang tua siswa. Menurut teori komunikasi <italic id="_italic-69">Attachment </italic>(kelekatan) yang dibangun oleh John Bowlby, bahwa ikatan kelekatan antara orang tua dengan anaknya terbangun melalui proses interaksi yang mana sikap responsif dari orang tua tersebut yang menjadikan anak bergantung padanya</p>
      <p id="_paragraph-12">sebagai sumber kenyamanan atau keamanan. [6] Salah satu media penghubung komunikasi antara guru dengan orangtua yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan Indonesia adalah Buku Penghubung [7]. Buku penghubung merupakan media monitoring kegiatan pendidikan siswa yang dilaksanakan dari guru dan orang tua dengan dilaluinya buku aktivitas harian [3]. Buku penghubung dalam era digital sudah tidak lagi menggunakan manual maupun buku cetak, namun dapat menggunakan media digital atau platform, salah satunya adalah Parentsco. Aplikasi Parentsco dinilai lebih efisien dan efektif sebagai media penghubung komunikasi antara guru dengan orangtua dalam memantau karakter religius siswa.</p>
      <p id="_paragraph-13">Berdasarkan undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 dan undang-undang nomor 18 tahun 2019, bahwa corak lembaga pendidikan Islam di Indonesia sangat beragam, mulai dari Pesantren, Madrasah, dan Sekolah Islam [6][8]. Dalam rangka untuk mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, maka sekarang ini komunitas ummat Islam sudah banyak bermunculan lembaga pendidikan Islam Swasta yang lebih mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai ilmu pengetahuan yang salah satunya adalah lembaga pendidikan SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan di tingkat dasar yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman dengan tujuan utama membentuk karakter religius siswa. Visi dari SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sukodono adalah “Terbentuknya generasi yang Sholeh, Kreatif,dan Berprestasi”, sehingga membentuk karakter siswa yang berprestasi dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman dan selalu mengamalkan akhlakul karimah sebagai anak sholeh sesuai dengan ajaran agama Islam merupakan suatu tujuan yang harus dicapai.</p>
      <p id="_paragraph-14">Aplikasi monitoring Parentsco berasal dari 2 kata, yaitu <italic id="_italic-70">Parents </italic>(orangtua) dan <italic id="_italic-71">Co-mmunication </italic>(Komunikasi) yang bermakna sebuah media penghubung bagi guru dengan orangtua tentang aktivitas religius siswa di SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo. Aplikasi ini memuat beberapa catatan laporan harian siswa, seperti; sholat 5 waktu, sopan santun kepada guru maupun orangtua, dan peduli terhadap lingkungan. Aplikasi ini berupa web digital yang dapat diakses melalui <italic id="_italic-72">Google </italic>di perangkat yang terhubung ke internet dengan kunci pencarian paretsco.mutiaraanaksholeh. Dalam pelaksanaannya, guru memberikan nilai kepada perilaku religius siswa selama proses pembelajaran di sekolah. Sedangkan orangtua memberikan nilai religius kepada anaknya saat di rumah. Nilai yang bisa diberikan oleh keduanya pada setiap perilaku dimulai dari poin A (Baik), B (Cukup Baik), dan C (Kurang Baik). Guru dan orangtua dapat saling memantau nilai perilaku religius siswa baik di sekolah maupun di rumah, sehingga pola komunikasi yang baik ini diharapkan dapat menjadi penguatan pendidikan karakter religius siswa SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh [9].</p>
      <p id="_paragraph-15">Hal ini selaras dengan undang-undang Repunlik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3, yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini melalui proses yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk menciptakan sikap, pengetahuan, dan perilaku anak yang didasari oleh nilai-nilai kebaikan dan moral masyarakat maupun agama yang bersumber dari hati nurani anak [10].</p>
      <p id="_paragraph-16">Adapun nilai karakter yang berkaitan erat dengan Tuhan Yang Maha Esa adalah nilai religius. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, religius sebagai salah satu nilai dalam pendidikan karakter memiliki pengertian sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain [3]. Indikator karakter religius dari Komendiknas antara lain; teguh pendirian, cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, dan melindungi yang kecil dan tersisih [11]. Pendidikan karakter religius ini dapat membantu siswa dalam menyadari tentang eksistensi Tuhan Yang Maha Esa dan hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya [12]. Pengertian kata mandiri di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri, yakni tidak bergantung kepada orang lain. Mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung kepada orang lain dalam menyelasaikan tugas-tugasnya. Kemandirian yang dimaksud yaitu agar siswa mampu untuk membantu dirinya dalam kehidupan rutin setiap hari, seperti belajar, makan, minum, mandi, ke WC, memakai dan melepas baju, memakai dan melepas kaos kaki, dan lain sebagainya [13]. Mandiri adalah sikap dan perilaku sesorang yang ditunjukkan dengan tidak mudah bergantung kepada orang lain dalam menyelesaikan masalahnya [14]. Menanamkan sikap mandiri menjadi kewajiban semua pihak baik sekolah, guru, maupun orang tua.[15]</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan penelitian sebelumnya yang berjudul “Penerapan Metode Prototype Dalam Meracang Sistem Monitoring Pelanggaran Siswa Pada SMK Kota Bekasi” menunjukkan hasil bahwa sebuah sistem yang dapat mengontrol atau memonitoring pelanggaran apa saja yang telah dilakukan oleh siswa sehingga dapat membantu pihak sekolah dalam mempermudah dan mempercepat proses penghitungan poin pelanggaran siswa, pembinaan, sampai pemberian sanksi kepada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengmpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi.[16]</p>
      <p id="_paragraph-18">Kemudian penelitian kedua berjudul “Aplikasi Monitoring dan Penentuan Peringkat Kelas Menggunakan Naïve Bayes Classifier” mengungkapkan hasil dari perancangan aplikasi monitoring dan penentuan peringkat kelas menggunakan <italic id="_italic-73">Naïve Bayes Classifier </italic>yaitu berupa aplikasi <italic id="_italic-74">website</italic>. Peringkat kelas ditentukan <italic id="_italic-75">menggunakan Naïve Bayes</italic><italic id="_italic-76">Classifier </italic>dengan beberapa probabilitas dengan akurasi 66.94% menggunakan <italic id="_italic-77">Rapidminer</italic>. Pengujian didapat dengan hasil yang baik dengan Blackbox sebagai fungsional dan ISO 25010 sebagai pengujian <italic id="_italic-78">usability </italic>dan <italic id="_italic-79">performance</italic>. Maka disimpulkan bahwa layak untuk diterapkan dalam memonitoring siswa SMAN 6 Bengkulu Selatan.[17]</p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ketiga berjudul “Rancangan Bangun Aplikasi Monitoring Siswa Berbasis Android di SD IT Al-Munadi Medan” mengungkapkan hasil bahwa sistem berbasis Android yang dikembangkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua untuk berpartisipasi dalam perkembangan akademik anak mereka. Selain itu, sistem ini mempermudah akses orang tua terhadap informasi tentang anak dan membantu guru dalam menyimpan data serta melaporkan perkembangan prestasi siswa.[18]</p>
      <p id="_paragraph-20">Uraian diatas menunjukkan pentingnya komunikasi monitoring antara guru dengan orang tua dalam mendidik karakter religius dan mandiri siswa. Media komunikasi yang digunakan dapat dipilih berdasarkan efisiensi bersama, tidak selalu dengan pertemuan tatap muka, media alternatif seperti buku penghubung dan aplikasi monitoring berbasis internet juga dapat digunakan. Penelitian ini juga melakukan riset terhadap aplikasi monitoring siswa, namun dengan website berbeda, yaitu Parentsco yang digunakan oleh SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo. Dengan demikian, maka <italic id="_italic-80">research question </italic>pada penelitian ini yang pertama yaitu, apakah aplikasi monitoring Parentsco berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter religius siswa? Kedua, apakah aplikasi monitoring Parentsco berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter mandiri siswa? Dan yang ketiga, apakah aplikasi monitoring Parentsco berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter religius dan mandiri siswa secara bersamaan?</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif, yaitu dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode Kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan [19]. Tekhnik pengambilan Sampel dilakukan menggunakan Simple random sampling [sampel random atau acak sederhana], merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama pada semua subyek pada populasi untuk terpilih menjadi sampel. Teknik sampling ini merupakan teknik terbaik untuk mendapatkan sampel yang representatif.[20]</p>
      <p id="_paragraph-22">Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan <bold id="_bold-8">Rumus</bold><bold id="_bold-9">Slovin</bold>(Slovin, 1960) untuk populasi keseluruhan siswa di SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh sebanyak 427 orang dengan tingkat kesalahan 5% (𝑒 = 0,05) :</p>
      <fig id="figure-panel-9fe2282408bd0834166d8efe892ea3bb">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-9fc70bff9fe245489722abfc13b07570"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-0405a42c0bab337d6cb843c1d4bd8cb7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1985-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-23">Keterangan:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-31e41e36250bd7c72cffb191abc7f0da">
        <list-item>
          <p>𝑛= ukuran sampel</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>𝑁= jumlah populasi</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>𝑒= tingkat kesalahan toleransi</p>
        </list-item>
      </list>
      <fig id="figure-panel-59a6230ac0ed59edeb08dc17ac564004">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-3cd2ad019dd2a273ae8e178e25b41e8d"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-ccf6daee8c20d409dba93b368153ba4e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1985-2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-31">Kuesioner disebar kepada 207 wali murid menggunakan website google formulir pada tanggal 14 Juli 2025. Kemudian dilakukan eliminasi terhadap hasil data kuesioner yang tidak normal menggunakan Microsoft excel. Sehingga menghasilkan data valid sejumlah 178 responden. Berdasarkan rumus kebalikan Slovin, maka <bold id="_bold-10">tingkat kesalahan aktual </bold>dapat dihitung:</p>
      <fig id="figure-panel-9e528a20d95d003dd8f5c825aec3b750">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-d6662fe5df642446a3f3af7bdc6a1df8"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-6641f7da6db6e14ae26d631cc3c78e88" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1985-3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-39">Dengan demikian, tingkat kesalahan pada sampel valid ini sekitar <bold id="_bold-11">5,72%</bold>, sedikit lebih tinggi dari target awal 5%, namun masih dalam batas wajar untuk penelitian sosial dan pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Kuesioner berupa pertanyaan skala Likert dengan melewati Uji Validitas (Pearson Product Moment) dan Uji Reliabilitas (Cronbach’s Alpha). Data dalam skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi setiap subjek penelitian [7].</p>
      <p id="_paragraph-40">Data dalam penelitian ini akan diolah dan hasilnya berupa angka dan analisis deskriptif dalam bentuk prosentase, sedangkan alat untuk mengolahnya menggunakan SPSS. Metode analisis data menggunakan Uji Asumsi Klasik, meliputi; uji normalitas, uji multikolinearitas, uji homoskedstisitas, dan uji linearitas. Tujuan uji asumsi Klasik ini adalaha untuk memastikan bahwa model regresi yang akan digunakan valid dan tidak bias [19]. Selanjutnya dilanjutkan analisis statistik Regresi Linier untuk menguji pengaruh Parentsco terhadap Religius (X →Y1) dan Parentsco terhadap Mandiri (X→Y2).</p>
      <p id="_paragraph-41">Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis pada penelitian ini merupakan hipotesis asosiatif, yaitu penelitian yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih [19]. Terdapat dua Variabel yang diukur, yaitu monitoring aplikasi Parentsco (X1) dan perhatian orangtua (X2) terhadap karakter religius siswa (Y). Berikut adalah hipotesis pada penelitian ini:</p>
      <p id="_paragraph-42">Ha1: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter religius siswa SDI Kreatif MAS.</p>
      <p id="_paragraph-43">H0: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter religius siswa SDI Kreatif MAS.</p>
      <p id="_paragraph-44">Ha2: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter mandiri siswa SDI Kreatif MAS.</p>
      <p id="_paragraph-45">H0: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter mandiri siswa SDI Kreatif MAS.</p>
      <p id="_paragraph-46">Ha3: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter religius dan mandiri siswa SDI Kreatif MAS secara bersamaan.</p>
      <p id="_paragraph-47">H0: Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aplikasi monitoring Parentsco terhadap karakter religius dan mandiri siswa SDI Kreatif MAS secara bersamaan.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-48"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-49">
        <bold id="_bold-12">Gambar</bold>
        <bold id="_bold-13">1.</bold>
        <bold id="_bold-14">Konseptual </bold>
        <bold id="_bold-15">Variabel</bold>
      </p>
    </sec>
    <sec id="heading-5c91b05a72b657205d60f0bac76b4dc9">
      <title>
        <bold id="_bold-16">Hasil </bold>
        <bold id="_bold-17">dan </bold>
        <bold id="_bold-18">Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-a588bb9873b0625d00217e59d5f5cd6d">
        <bold id="bold_-3673b05aeae3ff8081a2bf9c6547f8a8">A.Hasil Uji Validitas Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-50">Menurut Riyanto (2020, p. 63-64) Validitas merupakan suatu alat untuk menguji kebenaran suatu instrumen penelitian.[21] Pada penelitian ini, penulis membagikan kuesioner kepada seluruh responden, yaitu wali murid siswa SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo dengan jumlah pernyataan skala likert sebanyak 8 butir untuk variabel Parentsco (X), 6 butir untuk variabel Religius (Y1), dan 6 butir untuk variabel Mandiri (Y2). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana fungsi variabel dapat bekerja. Ketika pertanyaan pada kuesioner dapat diukur maka suatu instrumen  dikatakan valid. </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-51"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-75cb239f6b3b3abcdaebf58fadbcf0cf">
              <td id="b780f7d9fdee1f06287db7e7b254132b">
                <bold id="_bold-23">No.</bold>
              </td>
              <td id="431af0ac6e03223f157bc013567c15d7">
                <bold id="_bold-24">Jumlah</bold>
              </td>
              <td id="8e7c7b2253d1ec173cae165fd9e3b30e">
                <bold id="_bold-25">Rata-Rata</bold>
              </td>
              <td id="d1574b2b7b3c9dee0ccaa8cbe2eafccd">
                <bold id="_bold-26">No.</bold>
              </td>
              <td id="a366a798b4e4bd77fde7195b8a6fddae">
                <bold id="_bold-27">Jumlah</bold>
              </td>
              <td id="156dbf79f2a7d4264048a1becefd4967">
                <bold id="_bold-28">Rata-Rata</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e44f71f57d566368fed163a3e15b2b36">
              <td id="393cfb702d16cbf66253d59056de05f3">
                <bold id="_bold-29">1</bold>
              </td>
              <td id="c0af12dfe3cd56cdec7ec14153a88740">531</td>
              <td id="94ede9babd4a3d8af90b86f891185536">2.9</td>
              <td id="65f64bc9970e54ef4cf5b94e396e504f">11</td>
              <td id="9275666e40c985945424ca91b702f536">532</td>
              <td id="786dd58d5fa129f61fdc5b19af30bfa9">2.9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bba4d1926c3e71187b6fc2558f25baea">
              <td id="38cf18b6462e36a932c11a0049223a47">
                <bold id="_bold-30">2</bold>
              </td>
              <td id="6f72197d150118b0f03231c644b809cd">552</td>
              <td id="80e5c29846236ce6803cb115f1ed2d35">3.1</td>
              <td id="fac559bdb46c603d604e5dd97217c03a">12</td>
              <td id="00438ba4d0e98cb6a43f8db9551f8d96">588</td>
              <td id="67c3ad2ac7887971c95c817b50ffe6e4">3.3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-55933eb9d422997ae081ccc81526051b">
              <td id="fa006e058c883c07197aadf69b2ca784">
                <bold id="_bold-31">3</bold>
              </td>
              <td id="aa10f83dba8d3710fff491de258a6abf">512</td>
              <td id="ed9ef728bed4ad460a5f910450b42c10">2.8</td>
              <td id="90a8151ff3535129024997aafbc9714a">13</td>
              <td id="20ced691436247c2323e7064f64fbf02">540</td>
              <td id="c83428465ad74ebbdf2a9ee1d900a08a">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d198c17d5bf5f48f1b95de6596108193">
              <td id="0ff677d0af7e5653931d822fdd57fdf5">
                <bold id="_bold-32">4</bold>
              </td>
              <td id="ba94ddbd11f4aa45a7a5764ed1f99e98">538</td>
              <td id="98c93e27c25ce55e4f3ae9a3598340e6">3</td>
              <td id="dc4813354d73b4117f7deba60a42e76b">14</td>
              <td id="4c484ed230fa114a01a8741e4f1c17a9">542</td>
              <td id="65f661827624b2a6a91c24f080421edd">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6d1775c07550d671057b27caa06a42c1">
              <td id="b800acc87a42a00fa21ae76fbba83d1a">
                <bold id="_bold-33">5</bold>
              </td>
              <td id="4ca73f4c15bc5fc97326eb70cff34c78">534</td>
              <td id="0794a0beb81767aaaaeebc53b295614d">3</td>
              <td id="de9ed622b53a2b0d06b2c5141f744eaf">15</td>
              <td id="0b552abee3da744e2e94fc834080f3e0">522</td>
              <td id="32d30cfa61871157d9c68da7d3cf2600">2.9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-403e34131fa23f492c0ecbd5eee59977">
              <td id="table-cell-484a02eaf66fb4aa62cd64b72f89fddb"> 6 </td>
              <td id="table-cell-f50d69e445a70ab79989edd06adfef70">524</td>
              <td id="table-cell-8d63380341c86e34d25fbb4f537b3e74">2.9</td>
              <td id="table-cell-056c6854661ce85896826b930fbbf361">16</td>
              <td id="table-cell-6b3e1b3f1ec20122e425c04001adb133">531</td>
              <td id="table-cell-da0ae8b946f61c852788d7d08e0bcee2">2.9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-edd74f114d7819b62edd44458612a5d5">
              <td id="table-cell-138a420ec185eec456bfa7004ad142ae"> 7 </td>
              <td id="table-cell-a116cfe26085e4848e93ff328623d103">548</td>
              <td id="table-cell-2346ae48b8b8e1ad7ce4b72b2aed54e0">3</td>
              <td id="table-cell-99a2a128c34e0eee044814ab1f3d9242">17</td>
              <td id="table-cell-d832af14563a8991633723fbf05116f4">568</td>
              <td id="table-cell-e8097c40aef5348ba10dbf152e62dcd6">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e96d1cdced1a7026179086516cec7af9">
              <td id="table-cell-eece1c0429fc984567c279e48f7d2452"> 8 </td>
              <td id="table-cell-78f01304a9fd2ba073a0021d7b8d8e3a">543</td>
              <td id="table-cell-0b637498d2b296760c247fd1e217c012">3</td>
              <td id="table-cell-3385435f430c919d533a524597198dc7">18</td>
              <td id="table-cell-a197e7f505a9be2b59dc8e782e1b9fe0">548</td>
              <td id="table-cell-ed4b41d9c888aa462721875985ab09c2">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-10388d900c535d546d07af42115bc752">
              <td id="table-cell-4a8b68b15f5d2d733e099715b2d06a7f"> 9 </td>
              <td id="table-cell-84d1c22ea87340241cc3c0ba5fc9d603">551</td>
              <td id="table-cell-bc19b1aa82ef00916e2ce7078ecbaa84">3</td>
              <td id="table-cell-92552233fa8c8a470455696a441ca531">19</td>
              <td id="table-cell-db7d4ad089a6280e65894e1ba2b9ad25">545</td>
              <td id="table-cell-254fa235430849db367c2777888f0a74">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e418ab6e0fbea28c9511d46d726f745e">
              <td id="table-cell-8ea5e91c3960f7a3040cafe62bbd87c2"> 10 </td>
              <td id="table-cell-c23cfc18b2fba0079d16ece92790cca2">532</td>
              <td id="table-cell-6ea16c4105a073d7d532215a06d101b5">2.9</td>
              <td id="table-cell-201678e442cc6cc4cd369df574a2c75e">20</td>
              <td id="table-cell-cc2b4ae867293e908ddbb1386b4d69f1">555</td>
              <td id="table-cell-186898f6d7770a73adf8bb202b605c68">3.1</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-53"><bold id="_bold-39">Tabel</bold><bold id="_bold-40">1.</bold>Hasil Pernyataan Kuesioner</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-54"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-55"><bold id="_bold-41">Tabel</bold><bold id="_bold-42">2.</bold>Hasil Uji Validitas</p>
      <p id="_paragraph-56">Uji validitas instrumen dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment terhadap data yang diperoleh dari 178 responden. Berdasarkan jumlah sampel tersebut, diperoleh nilai r tabel sebesar 0,148 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (df = n−2 = 176). Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,148) dan nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0,05. Sehingga seluruh item dinyatakan valid. Hal ini menunjukkan bahwa setiap butir instrumen pada variabel X (Parentsco), Y1 (Karakter Religius), dan Y2 (Mandiri) mampu mengukur konstruk yang dimaksud secara tepat, sehingga kuesioner dinilai layak dan dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian ini.</p>
      <p id="paragraph-790fcfb871acd8ad74e281f8232a1ea2">
        <bold id="bold-5cd3381c29c890b8b30d2f30d36fbe6c">B. Hasil Uji Reliabilitas Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">Kegunaan dari adanya uji reliabilitas ini untuk menunjukkan konsistensi alat ukur apabila dilakukan dengan berbagai kesempatan (Hadi, 2000).[21] Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner peneliti memiliki tingkat konsistensi internal yang memadai. Berdasarkan perhitungan menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha pada SPSS, diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0,845.</p>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-58"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-59"><bold id="_bold-43">Tabel</bold><bold id="_bold-44">3.</bold>Hasil Uji Reliabel</p>
      <p id="_paragraph-60">Seluruh nilai tersebut menunjukkan hasil &gt; 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen memiliki stabilitas dan konsistensi jawaban yang baik. Dengan demikian, kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data dalam proses analisis selanjutnya.</p>
      <p id="paragraph-11571e22c6fb7e6939dd7295c29e4bc6">
        <bold id="bold-a432fb79b900720f5216933c620ce029">C. Uji Normalitas Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-61">Tujuan dari uji normalitas adalah untuk memastikan data atau residual mengikuti distribusi normal sehingga uji statistik parametrik dapat digunakan dan hasil regresi maupun korelasi dapat diinterpretasikan dengan valid.[22] Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai</p>
      <p id="_paragraph-62">signifikansi hubungan antara variabel Parentsco terhadap Religius (X →Y1) dan Parentsco terhadap Mandiri (X→Y2) sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-63"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8627c21f657c2bb798ae9a761bccf913">
              <td id="bf9dd6480ab210424d3858d91c84f19d">
                <bold id="_bold-45">No.</bold>
              </td>
              <td id="a3b36c243915dbdcff7e01ce9ed25938">
                <bold id="_bold-46">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="c806b2455b4762fc863ac2975b71158f">
                <bold id="_bold-47">Alpha</bold>
              </td>
              <td id="a7e67e0cb27562faf675a95cd5421e89">
                <bold id="_bold-48">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-88c3ddc52d1573b6cb32ab8dd5988766">
              <td id="030057b9289949d5e91d9cbb741bb1cd">
                <bold id="_bold-49">1</bold>
              </td>
              <td id="8588ad9240748d6ad62c2d98c92d9bc0">X → Y1</td>
              <td id="dc1e449c4a899d4c1baa9c6fe5f7513a">0,320</td>
              <td id="7b57a1c988dd3e938f775b1375e0c849">Data berdistribusi normal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d38e3b81a67ce8cea1fb28f66b01bc6a">
              <td id="c0432ec4c458a22e3adfdf056062ea86">
                <bold id="_bold-50">2</bold>
              </td>
              <td id="1a26836c3f18b46cacb8946cd25cedd5">X → Y2</td>
              <td id="4a7ada59322c02b0db52704683fbda76">0,884</td>
              <td id="5e79b8f242211015728ceee18e243f33">Data berdistribusi normal</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-64"><bold id="_bold-51">Tabel</bold><bold id="_bold-52">4.</bold>Hasil Uji Normalitas</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-65"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-66"><bold id="_bold-53">Tabel</bold><bold id="_bold-54">5.</bold>Output SPSS Uji Normalitas X →Y1</p>
      <fig id="fig5">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-67"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-68"><bold id="_bold-55">Tabel</bold><bold id="_bold-56">6. </bold>Output SPSS Uji Normalitas X →Y2</p>
      <p id="_paragraph-69">Kedua nilai signifikansi hasil uji normalitas tersebut menunjukkan nilai lebih dari &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data telah memenuhi asumsi normalitas. Dengan terpenuhinya asumsi ini, maka data layak digunakan untuk analisis regresi lebih lanjut.</p>
      <p id="paragraph-3827e43b288133f9e52b601966483c3f">
        <bold id="bold-058eb60d2c67244cc4782fa116e12788">D. Uji Heteroskedastisitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-70">Heteroskedastisitas merupakan keadaan dimana asumsi homoskedastisitas tidak terpenuhi. Masalah heteroskedastisitas dapat menyebabkan estimasi model regresi yang dihasilkan menjadi tidak dapat dipercaya sehingga mempengaruhi hasil penelitian.[23] Hasil uji heteroskedastisitas melalui analisis Scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik residual menyebar secara acak di sekitar garis nol dan tidak membentuk pola tertentu, yang mengindikasikan tidak terjadinya gejala heteroskedastisitas secara visual.</p>
      <fig id="fig6">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-71"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image6.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-72"><bold id="_bold-57">Gambar</bold><bold id="_bold-58">2.</bold>Scatterplot X →Y1</p>
      <fig id="fig7">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-73"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image7.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-74"><bold id="_bold-59">Gambar</bold><bold id="_bold-60">3.</bold>Scatterplot X →Y2</p>
      <p id="_paragraph-75">Pengujian dilakukan menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan bahwa nilai signifikansi hubungan X terhadap Y1 sebesar <bold id="_bold-61">0,68 </bold>lebih besar dari &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model tersebut.</p>
      <fig id="fig8">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-76"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image8.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-77"><bold id="_bold-62">Tabel</bold><bold id="_bold-63">7.</bold>Uji Rank Spearman X → Y1</p>
      <p id="_paragraph-78">Sementara hubungan Parentsco (X) terhadap Mandiri (Y2) menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar <bold id="_bold-64">0,263</bold></p>
      <p id="_paragraph-79">lebih besar dari &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model tersebut.[24]</p>
      <fig id="fig9">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-80"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image9.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-81"><bold id="_bold-65">Tabel</bold><bold id="_bold-66">8.</bold>Uji Rank Spearman X → Y2</p>
      <p id="_paragraph-82">Hasil ini menunjukkan tidak adanya korelasi antara nilai residual terhadap variabel independen. Sehingga, model uji regresi dinyatakan bebas dari masalah heteroskedastisitas dan layak digunakan untuk analisis lebih lanjut.</p>
      <p id="paragraph-79fd48d4e9e762fd58a0344dc65f4590">
        <bold id="bold-f10766e08afae6201a4208d4224bf227">E. Uji Regresi Linier</bold>
      </p>
      <fig id="fig10">
        <label>Figure 13</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-83"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-10" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image10.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-84"><bold id="_bold-67">Tabel</bold><bold id="_bold-68">9.</bold>Hasil Uji Regresi Variabel X → Y1</p>
      <p id="_paragraph-85">Pada regresi kedua, yaitu pengaruh Parentsco terhadap Mandiri (X → Y2), diperoleh nilai R Square sebesar 0,212, yang berarti <bold id="_bold-69">bahwa Parentsco mampu menjelaskan sebesar 21,2% variasi perubahan sikap mandiri, sedangkan sebesar 78,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model</bold>. Nilai signifikansi koefisien sebesar 0,001 (&lt; 0,05) juga menunjukkan bahwa pengaruh Parentsco terhadap Mandiri signifikan secara statistik.</p>
      <fig id="fig11">
        <label>Figure 14</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-86"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-11" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image11.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-87"><bold id="_bold-70">Tabel</bold><bold id="_bold-71">10.</bold>Hasil Uji Regresi Variabel X → Y2</p>
      <p id="_paragraph-88">Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel Parentsco berpengaruh signifikan terhadap pembentukan sikap religius dan kemandirian, dengan pengaruh yang lebih kuat pada aspek religius dibandingkan aspek kemandirian.</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-89"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-35df7acbbb4a452d36d6434249ace78c">
              <td id="987ce8f44c38d4c81b54483c7ccbce5e">
                <bold id="_bold-72">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="e48dc951a94414c18a1491bf6da34fd1">
                <bold id="_bold-73">B</bold>
              </td>
              <td id="8e00c6fbf1dd75e6acd64a28820b32f0">
                <bold id="_bold-74">t</bold>
                <bold id="_bold-75">hitung</bold>
              </td>
              <td id="5f33b605c73093c7549b50b0c1239f62">
                <bold id="_bold-76">Sig.</bold>
              </td>
              <td id="002dce5b31ac14b542a385790f4a4092">
                <bold id="_bold-77">R</bold>
                <bold id="_bold-78">Square</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-584048148df61006928afc8702937fef">
              <td id="6e4862638ebe4d4f80f5bc2ff9a00b55"><bold id="_bold-79">X</bold>→ <bold id="_bold-80">Y1</bold></td>
              <td id="00025952e8d3632bcdfdd519a430819f">0,501</td>
              <td id="b54cbb64dbc3123cd5b903771179bd3f">11,467</td>
              <td id="1c39506c11ff6ed8d245e8f62b92d272">&lt; 0,001</td>
              <td id="21c17dc621ef9087b3c2d3178af4bc65">0,428</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1a08bbda7110052aa23e3698c80f8271">
              <td id="677de648ef612d2659c98c1ba2fc35cd"><bold id="_bold-81">X</bold>→ <bold id="_bold-82">Y</bold>2</td>
              <td id="503d5ddf02351ab54651dd33423d9883">0,360</td>
              <td id="3059e8a514aa9ec5f7d65920bf42248d">6,873</td>
              <td id="3e0fe680a63559918e8bba99d97e5d34">&lt; 0,001</td>
              <td id="b1d4cfdac56dc997f3e7cfa65995d005">0,212</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-90"><bold id="_bold-83">Tabel</bold><bold id="_bold-84">11.</bold>Hasil Uji Regresi Linier</p>
      <p id="paragraph-c31f6d53b5aeca5ee3f985b7ec8c70d6">
        <bold id="bold-37364909bf75596368083a9576537c17">F. Uji Regresi Berganda</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-91">Tahap selanjutnya adalah dilakukan uji refresi berganda. Uji ini dilakukan untuk mengukur pengaruh positif dan signifikan antara aplikasi parentsco (X) terhadap karakter religius (Y1) dan mandiri (Y2) siswa secara bersamaan.</p>
      <fig id="fig12">
        <label>Figure 15</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-92"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-12" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image12.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-93"><bold id="_bold-85">Tabel</bold><bold id="_bold-86">12.</bold>Hasil Uji Regresi Berganda</p>
      <fig id="fig13">
        <label>Figure 16</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-94"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-13" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image13.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-95"><bold id="_bold-87">Tabel</bold><bold id="_bold-88">13. </bold>Anova</p>
      <p id="_paragraph-96">Pada regresi berganda tersebut, R square menunjukkan pengaruh positif sebesar <bold id="_bold-89">39% </bold>dari aplikasi Parentsco</p>
      <p id="_paragraph-97">(X) terhadap karakter Religius (Y1) dan Mandiri (Y2) secara bersamaan. Serta nilai signifikansi &lt;0.001 menunjukkan bahwa variabel dependen berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel independent.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-41299a2cfb509acaa4525911bd6931b7">
      <title>
        <bold id="bold-acad7467de4b561eda48153c46af3ed8">Simpulan<bold id="_bold-92"/></bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-99">Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa aplikasi monitoring Parentsco (Variabel X) yang digunakan oleh SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo berpengaruh terhadap karakter religius dan mandiri siswa. Hal ini disimpulkan terukur melalui hasil koefisien determinasi (R Square) pada uji regresi dengan tingkat prosentase <bold id="_bold-93">42,8% </bold>untuk karakter religius (Y1), <bold id="_bold-94">21,2% </bold>terhadap karakter mandiri (Y2), dan 39% terhadap karakter religius dan mandiri secara bersamaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Parentsco sebagai media monitoring perilaku siswa bagi guru di sekolah dan orangtua di rumah memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan karakter religius dan mandiri siswa dengan pengaruh yang cukup signifikan.</p>
      <p id="paragraph-2f7f9b685007cfd57a239443111540c2">
        <bold id="bold-2a62253aa6bf207221bbcb31f1370957">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-100">Ucapan terimakasih peneliti berikan yang pertama kepada SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo dan para wali santri, selaku objek pada penelitian ini. Kedua, peneliti mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, ibu Dra.Istikomah Dr. Istikomah, Dra, M.Ag beserta para dosen penguji baik seminar proposal maupun sidang tesis yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran pada penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
