<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Effect of Principal Managerial Competence and Work Climate on Teacher Performance</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Munfa'ati</surname>
            <given-names>Izzatul</given-names>
          </name>
          <email>munfaatiizzatul@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-08-26">
          <day>26</day>
          <month>08</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>03</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1_1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Kepala sekolah sebagai pejabat tertinggi di sekolah memiliki tanggung jawab penuh terhadap sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah memainkan peran penting dalam memastikan operasional sekolah yang efisien sejalan dengan apa yang dinyatakan Rossow [1]. Tentu saja, sekolah yang sukses hanya dapat dibangun oleh kepala sekolah yang cakap. Kepala sekolah yang benar-benar efektif dalam perannya harus menjadi pemikir kreatif dengan rencana yang fantastis untuk melaksanakan tanggung jawabnya.</p>
      <p id="_paragraph-11">Mengacu pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab I Pasal 1 menjelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan [2]. Dalam peraturan menteri pendidikan nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah hendaknya memiliki kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial [3].</p>
      <p id="_paragraph-12">Kompetensi managerial kepala sekolah merupakan kompetensi kepala sekolah dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manager [4]. Menurut Crudy, kompetensi manajerial merupakan kemampuan profesional dalam menyelenggarakan pengelolaan institusi pendidikan, mencakup pengorganisasian tenaga kependidikan dan pemanfaatan sumber daya secara optimal, penggunaan personel yang kompeten, penerapan strategi hubungan masyarakat yang efektif, serta kemampuan berkomunikasi secara efisien dan konstruktif dengan berbagai pihak seperti orang tua, peserta didik, dan pendidik [5]. Kepala sekolah dituntut untuk menyusun strategi yang komprehensif dalam</p>
      <p id="_paragraph-13">memberdayakan tenaga kependidikan, melalui pendekatan kolaboratif, pemberian kesempatan pengembangan profesional, serta peningkatan partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian program-program sekolah. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa indikator kompetensi managerial kepala sekolah ada 5 yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial</p>
      <p id="_paragraph-14">Secara umum, iklim kerja merupakan segala sesuatu yang berada disekitar guru yang dapat memengaruhi kinerjanya [6]. Iklim kerja yang mencakup seluruh sarana dan prasarana di sekitar karyawan memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitas pekerjaan. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi fisik tempat kerja, ketersediaan fasilitas pendukung, tingkat kebersihan, pencahayaan yang memadai, suasana kerja yang tenang, serta hubungan sosial antar individu di lingkungan kerja [7]. Iklim kerja yang baik dapat dicapai melalui hubungan interpersonal yang harmonis. Guru dapat melakukan pekerjaan terbaik mereka dalam lingkungan yang positif seperti itu. Guru melakukan pekerjaan dengan lebih baik ketika mereka dapat bersantai dan menikmati pekerjaan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Iklim kerja dapat dipahami sebagai persepsi individu terhadap kebijakan, praktik, serta prosedur yang diterapkan dalam organisasi, yang dirasakan dan diinternalisasi oleh setiap anggota, mencerminkan pandangan mereka terhadap lingkungan kerja secara keseluruhan [8]. Berdasarkan uraian diatas maka dapat diketahui bahwa indikator iklim kerja yaitu lingkungan fisik yang nyaman dan suasana yang harmonis dengan personil sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-16">Kinerja guru merujuk pada suatu keadaan yang mencerminkan kemampuan individu dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lingkungan sekolah, serta menunjukkan tindakan nyata yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran [9]. Kinerja tersebut tidak hanya terlihat dari hasil akhir pekerjaan, tetapi juga tercermin melalui sikap dan perilaku kerja. Oleh karena itu, kinerja guru secara langsung merepresentasikan tingkat perilaku profesional yang ditunjukkan sesuai dengan standar dan kriteria tertentu.</p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009, kinerja guru dinilai berdasarkan kemampuannya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, menyusun alat ukur, mengevaluasi hasil belajar, memanfaatkan hasil evaluasi untuk pengembangan, membimbing guru dan siswa, serta melakukan pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan inovasi [10]. Selain itu, menurut [11], kinerja guru dapat dinilai melalui lima aspek utama yaitu kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi.</p>
      <p id="_paragraph-18">Dari berbagai pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator kinerja guru dalam proses mengajar yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian dan evaluasi terhadap hasil belajar, komunikasi serta inovasi.</p>
      <p id="_paragraph-19">Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan adanya pengaruh positif antara kompetensi manajerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru, misalnya [5] menemukan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah SMP Tahfizh Al-Basyir Bogor berpengaruh terhadap kinerja guru dan signifikansi t sebesar 2,777 Penelitian lain oleh [12] menjelaskan bahwa terdapat pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah, iklim organisasi sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kompetensi guru SMK di Kabupaten Kudus. Selain itu [13]juga menyimpulkan bahwa kompetensi managerial kepala sekolah, motivasi kerja, dan lingkungan sekolah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja guru.</p>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan uraian di atas mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini. Peningkatan kualitas pendidikan menuntut kepala sekolah memiliki kompetensi manajerial yang kuat dalam mengelola lembaga pendidikan dan iklim kerja yang nyaman untuk mendukung kinerja guru. Namun, lemahnya kemampuan manajerial kepala sekolah masih menjadi tantangan. Secara sosial, guru merupakan faktor kunci keberhasilan pendidikan, tetapi kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengarahkan dan mengembangkan mutu sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru.</p>
      <sec id="sec-1_2">
        <title>Metode</title>
        <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuasi-eksperimental atau eksperimen semu untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara variabel [14]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru.</p>
        <p id="_paragraph-22">Hasil kerangka pikiran penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-1a72fe7dad4ee3c91d5f5137b257b42b">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-6bddb29602277912857a895c0a866776"/>
          </caption>
          <graphic id="graphic-fc164d1629edc167e8080487457edd99" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1677-1.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-23">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik di SDI Cahaya Islami yang berjumlah 36 orang. Penelitian ini mengambil kesimpulan dari populasi dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100 orang. Instrumen penelitian berupa kuisioner dan jawaban responden dalam penelitian ini diukur menggunakan skala Likert, masing-masing kuisioner memiliki 5 pilihan. Dalam pengolahan data, teknik analisis data dan pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan SPSS 30.0.</p>
        <p id="_paragraph-24">Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-25">H0.1 : kompetensi managerial kepala sekolah tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru. H1.1 : kompetensi managerial kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kinerja guru.</p>
        <p id="_paragraph-26">H0.2 : iklim kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru. H1.2 : iklim kerja berpengaruh posotof terhadap kinerja guru.</p>
        <p id="_paragraph-27">H0.3 : kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja guru. H1.3 : kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja berpengaruh posotif terhadap kinerja guru.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-1_3">
        <title>Hasil dan Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-28">Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel dengan memisahkan variabel bebas lainnya yang di cari juga pengaruhnya terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui apakah suatu populasi mengikuti distribusi normal, dapat menjalankan uji kenormalan. Dengan menggunakan SPSS 30.0, temuan berikut dihasilkan menggunakan pendekatan analisis uji kenormalan, yang menggunakan uji Kolmogorov-Sminor:</p>
        <p id="paragraph-83a91d1276620bc6cd9fdfb9c53572ae">
          <bold id="bold-85d4ff173346062fd899baa6d56aa305">Tabel 1</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-29">
          <bold id="_bold-15">Hasil</bold>
          <bold id="_bold-16">Uji</bold>
          <bold id="_bold-17">Normalitas</bold>
          <bold id="_bold-18">Data</bold>
        </p>
        <fig id="fig1">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-30"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-31">Hasil dari uji kenormalan menunjukkan bahwa populasi mengikuti distribusi normal; khususnya, nilai sig (2-tailed) sebesar 0,117 &gt; 0,05 menunjukkan bahwa populasi berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-32">Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru dapat kita lihat pada tabel berikut:</p>
        <p id="paragraph-17d56f80ad3e586dd1b5bfd70c70e59f">Tabel 2 Analisis Efektivitas</p>
        <p id="_paragraph-33">
          <bold id="_bold-19">Group</bold>
          <bold id="_bold-20">Statistics</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-66acac1ea0700c8ed97a996dba387257">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-6ffd4347a77632474600a7652f958c7f"/>
          </caption>
          <table id="table-280b95bfcfa078005aae072eda282fdd">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a4bb82d8a2d7c9677dd4c0c7f9214d5c">
                <td id="table-cell-5a547d480ee4efe707c0396cf04f3f4f"/>
                <th id="table-cell-7afaa5468dede3022a9add8bd2d5cffe">Pengaruh</th>
                <th id="table-cell-1f3167b036732e721e591bc4b27a56bd">N</th>
                <th id="table-cell-9c85d302a7a045c651c247243e7d7186">Mean</th>
                <th id="table-cell-4bf95ba2e72d20f83def66efbec8f5e5">Std. Deviation</th>
                <th id="table-cell-60b75821d8823a07aff0b2d16c6d0f67">Std. Error Mean</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-5a17cb58d0c009f11b5596ca574f62a4">
                <td id="table-cell-8a769e302dea7086bc4331fc26889216" rowspan="2">kinerja guru</td>
                <td id="table-cell-90776bf42e8740523e06033298395ec1">kompetensi managerial</td>
                <td id="table-cell-f5e44d222411898e6e17ff38cc4a7e60">36</td>
                <td id="table-cell-2a1b8e78e8003a2e0e1d8ebaae77bbc5">65.4167</td>
                <td id="table-cell-7c057d145ddaa0bf891e73eb8a90a215">9.15072</td>
                <td id="table-cell-1f973a5c387a668bc86c465ba472c0f5">1.52512</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e60a83ad59afc4b2e99c117c53d9d05b">
                <td id="table-cell-432f3a673ca4eebff2051261d06da0a0">iklim kerja</td>
                <td id="table-cell-9e6da40d936d7b38f4851945992dcd0e">36</td>
                <td id="table-cell-2b271308e4c8600d86e748080838ff47">57.8889</td>
                <td id="table-cell-11fc9eae6f2efe9cb5ae89b5bd31f640">6.98888</td>
                <td id="table-cell-17467180deeab636fe77e1808c6da73b">1.16481</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6f93fd86c4b4a3579e37e7f8a86d1b32">
                <td id="table-cell-1242ecef353f4d202ae593a9d1d58cc3"/>
                <td id="table-cell-24e4256051f6c73b63ed8d8e6999d1f6"/>
                <td id="table-cell-4e2ad71c4e524c9fb2ff80aa5ead42d7"/>
                <td id="table-cell-7e18fce147eef28def18e880257fc317"/>
                <td id="table-cell-53bc1dc4542e19ee1c63b1dc531baa97"/>
                <td id="table-cell-abf00359fef782cf387769d2683b8f4a"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-35">Dari tabel 2 dapat diketahui bahwa kompetensi managerial kepala sekolah memiliki pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan iklim kerja. Kompetensi managerial kepala sekolah memiliki nilai rata-rata sebesar 65,42 sehingga kompetensi managerial kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru. Hasil diatas sejalan</p>
        <p id="_paragraph-36">dengan penelitian [15] yang menyatakan bahwa kompetensi managerial kepala sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru pada SMA Negeri 3 Martapura. Hal ini juga selaras dengan penelitian [12] yang menyatakan bahwa kompetensi managerial kepala sekolah memiliki kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 54,3%. Maka berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1.1 penelitian diterima, yaitu ada pengaruh positif kompetensi managerial kepala sekolah terhadap kinera guru.</p>
        <p id="_paragraph-37">Sedangkan iklim kerja memiliki skor yang lebih kecil daripada kompentensi managerial kepala sekolah yaitu sebesar 57,89. Hal ini menyatakan bahwa iklim kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Hasil diatas juga selaras dengan penelitian [16] yang menyatakan bahwa iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Pada penelitian [17] juga menyatakan bahwa iklim kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Maka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis H1.2 diterima yang berarti bahwa iklim kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru.</p>
        <p id="paragraph-c7e6afdbdff79a494dd7c90e6971df9a">
          <bold id="bold-82649983fd5bbd8977a67e36cd5775d4">Tabel 3</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-38">
          <bold id="_bold-21">Uji</bold>
          <bold id="_bold-22">Independent</bold>
          <bold id="_bold-23">Sample</bold>
          <bold id="_bold-24">T-</bold>
          <bold id="_bold-25">Test</bold>
        </p>
        <fig id="fig2">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-39"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-40">Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata signifikansi pengaruh kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja sebesar 0,001 &lt; 0,05 yang berarti bahwa pengaruh kompetensi managerial kepala sekolah memiliki pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan iklim kerja.</p>
        <p id="_paragraph-41">Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru dapat kita lihat pada uji koefisien determinasi berikut:</p>
        <p id="paragraph-2634fc521e3420572887b4e1d3fc5949">
          <bold id="bold-75f6da9ce29df603f0e4be425bfb4124">Tabel 4</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-42">
          <bold id="_bold-26">Uji</bold>
          <bold id="_bold-27">koefisien</bold>
          <bold id="_bold-28">determinasi</bold>
        </p>
        <fig id="fig3">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-43"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-44">Dari hasil tabel 4, diketahui besar pengaruh kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-5">2</sup>), yaitu sebesar 0,602. Artinya variable kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja mempengaruhi kinerja guru sebesar 0,602 termasuk dalam kriteria pengaruh signifikan. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.</p>
        <p id="_paragraph-45">Selanjutnya yaitu uji F (simultan) yang bertujuan untuk menunjukkan apakah dari variable independent secara bersama-sama dapat berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependen [18]. Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:</p>
        <p id="paragraph-271c8988e01fc673170fe1d53b90223e">
          <bold id="bold-11a0b33f751415de42defe396ced0fe0">Tabel 5 Hasil uji simultan</bold>
        </p>
        <fig id="fig4">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-46"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-47">Berdasarkan hasil analisis tabel 5, dapat diketahui bahwa nilai F hitung (24.915) &gt; F table (4.139) dan sig (0.001<sup id="_superscript-6">b</sup>) &lt; 0.05. maka disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X1 dan X2 secara simulitan terhadap Y sehingga H1.3 diterima dan H0.3 ditolak. Artinya kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SDI Cahaya Islami Candi - Sidoarjo.</p>
        <p id="_paragraph-48">Hal ini sejalan dengan penelitian Nuraini, yang menyatakan bahwa kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja guru [19]. Pada penelitian Restauli juga menyatakan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara kemampuan managerial kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru [20].</p>
      </sec>
      <sec id="sec-1_4">
        <title>Simpulan</title>
        <p id="_paragraph-49">Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDI Cahaya Islami Candi – Sidoarjo dapat disimpulkan bahwa pertama, kompetensi managerial kepala sekolah memberikan pengaruh positif dan signifikan terhdapa kinerja guru dengan nilai rata-rata sebesar 65,42 maka hipotesis H1.1 diterima. Kedua, iklim kerja juga berkontribusi positif terhadap kinerja guru dengan skor rata-rata sebesar 57,89 sehingga hipotesis H1.2 diterima. Ketiga, terdapat perbedaan signifikansi antara pengaruh kedua variabel tersebut dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 &lt; 0,05 yang menyatakan bahwa kompetensi managerial kepala sekolah memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan iklim kerja. Keempat, kompetensi managerial kepala sekolah dan iklim kerja secara simultan berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja guru yang dibuktikan melalui hasil uji F dengan F hitung sebesar 24,915 &gt; F tabel 4,139 dan sig. (0,001) &lt; 0,05. Oleh karena itu, hipotesis H1.3 juga diterima.</p>
        <p id="_paragraph-50">Temuan ini menegaskan bahwa kepala sekolah harus memahami dasar-dasar manajemen pendidikan serta memiliki kemampuan managerial yang kuat untuk mengelola sekolah secara efektif dan efisien. Penelitian ini tidak hanya menyajikan data atau angka statistik, melainkan mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan bahwa guru membutuhkan pemimpin yang peduli serta lingkungan kerja yang mendukung dan memberi ruang untuk berkembang. Ketika guru merasa dihargai dan didukung, mereka pun akan termotivasi memberikan yang terbaik bagi peserta didik.</p>
        <p id="paragraph-45028ff2ce0579f1d344a5f5f2f74a1d">
          <bold id="bold-31e046d69fd9c13e18d34c6d2b0532c1">Ucapan Terima Kasih</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-51">Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pembimbing utama yang telah memberikan arahan dan semangat dalam proses penulisan artikel ini dan juga kepada kepala program studi yang selalu memberi support kepada saya, dan tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada para responden yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuisioner yang telah saya bagikan.</p>
      </sec>
    </sec>
  </body><back/></article>
