<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ed57d75ee0efdb924a667bba117e5b31" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahma</surname>
            <given-names>Anita Rizkia</given-names>
          </name>
          <email>anita@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-5b9053c3a4763085a6567f0015e5ced6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Phahlevy</surname>
            <given-names>Rifqi Ridlo</given-names>
          </name>
          <email>qq_levy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-24">
          <day>24</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-db667206d4f578b161c95c3d8f8af79e">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkualitas, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam dimensi moral dan spiritual. Melalui proses pendidikan, peserta didik diharapkan tidak hanya mencapai hasil belajar secara akademik, melainkan juga mengembangkan karakter yang kuat, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap santun. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, tujuan ini menjadi sangat penting karena mata pelajaran tersebut dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai etika dan religius dalam kehidupan peserta didik.Salah satu indikator keberhasilan pendidikan adalah prestasi belajar, yang merujuk pada capaian peserta didik dalam menguasai materi pelajaran dalam periode tertentu.[1]</p>
      <p id="_paragraph-5">Prestasi belajar mencerminkan kemampuan individu dalam menyerap, mengolah, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pendidikan, yang umumnya diukur melalui skor atau nilai yang diberikan oleh pendidik. Keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan semata, tetapi juga sangat bergantung pada disiplin belajar dan pola usaha yang konsisten. [2]</p>
      <p id="_paragraph-6">Proses belajar yang terstruktur dan terencana menjadi prasyarat utama bagi terwujudnya prestasi belajar yang optimal. Melalui belajar, peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, menghadapi perubahan, dan mewujudkan cita-cita mereka. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang belum mampu mencapai hasil belajar yang maksimal. Hal ini sering kali dipengaruhi oleh rendahnya kedisiplinan dalam belajar, seperti kurangnya ketepatan waktu, inkonsistensi dalam mengerjakan tugas, serta minimnya keterlibatan aktif dalam kegiatan pembelajaran[3]</p>
      <p id="_paragraph-7">Kedisiplinan belajar merupakan suatu kondisi tertib yang ditunjukkan melalui kepatuhan peserta didik terhadap aturan yang berlaku secara sadar dan sukarela, tanpa paksaan. Disiplin berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab dan terorganisir. Kedisiplinan yang baik akan tercermin dalam kebiasaan belajar yang teratur, manajemen waktu yang efektif, dan kemampuan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Sebaliknya, ketidakdisiplinan sering kali menyebabkan rendahnya fokus belajar, penurunan motivasi, dan melemahnya prestasi akademik.[4]</p>
      <p id="_paragraph-8">Selain faktor internal, keberhasilan belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama lingkungan keluarga. Dalam hal ini, pola pengasuhan orang tua memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan kedisiplinan dan prestasi belajar peserta didik. Pola asuh otoritatif yang ditandai dengan kombinasi antara kehangatan, pengawasan, dan komunikasi yang terbuka, cenderung menghasilkan anak-anak yang mandiri, disiplin, dan termotivasi untuk belajar. Sebaliknya, pola asuh permisif atau otoriter dapat menimbulkan ketidakseimbangan emosi, penurunan motivasi, dan sikap kurang bertanggung jawab pada anak.[5]</p>
      <p id="_paragraph-9">Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama yang membentuk dasar karakter anak. Oleh karena itu, nilai-nilai kedisiplinan harus mulai ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan yang konsisten di rumah. Pengasuh yang memberikan perhatian, bimbingan, dan kontrol yang seimbang dapat menciptakan suasana belajar yang mendukung bagi anak. Dalam era modern yang ditandai oleh kompleksitas sosial dan meningkatnya kesibukan orang tua, tantangan dalam menerapkan pola asuh yang tepat menjadi semakin nyata.</p>
      <p id="_paragraph-10">Dalam konteks tersebut, keterkaitan antara prestasi belajar, kedisiplinan, dan pola pengasuhan menjadi isu penting yang layak untuk diteliti secara mendalam. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk sinergi yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan harus memperhatikan tidak hanya aspek pembelajaran di sekolah, tetapi juga lingkungan rumah dan peran aktif keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.[6]</p>
      <p id="_paragraph-11">Pendidikan tidak hanya menjadi sarana pencapaian intelektual semata, tetapi juga merupakan jalan menuju kesejahteraan manusia secara menyeluruh, baik secara fisik, spiritual, duniawi, maupun ukhrawi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, diperlukan pengelolaan pendidikan yang terstruktur, berbasis nilai, dan didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-12">Dalam lingkup pendidikan dasar, prestasi belajar merefleksikan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi ajar, sementara kedisiplinan menggambarkan sikap konsisten peserta didik dalam menaati aturan dan mengikuti proses pembelajaran. Idealnya, peserta didik menunjukkan kinerja akademik yang baik serta perilaku disiplin, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang menekankan nilai-nilai moral dan spiritual. Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan adanya kesenjangan antara kondisi ideal tersebut dengan realitas yang terjadi di sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-13">Hasil observasi awal di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih menunjukkan perilaku tidak disiplin, seperti datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, dan kurang memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, capaian akademik peserta didik dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti masih di bawah harapan, yang tercermin dari rendahnya nilai ulangan dan rapor di beberapa kelas. Situasi ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor eksternal yang memengaruhi prestasi dan perilaku belajar peserta didik, salah satunya adalah pola asuh orang tua di rumah.</p>
      <p id="_paragraph-14">Secara konseptual, pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan keberhasilan akademik anak. Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis cenderung mampu menciptakan lingkungan belajar yang suportif, yang pada gilirannya berkontribusi positif terhadap kedisiplinan dan prestasi anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter, permisif, atau kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak berpotensi menurunkan motivasi dan komitmen belajar anak di sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-15">Berdasarkan wawancara informal dengan guru PAI di Gugus VI, diketahui bahwa banyak peserta didik kurang mendapat pengawasan belajar dari orang tuanya. Beberapa siswa mengaku tidak didampingi saat belajar atau mengerjakan tugas di rumah, yang berdampak pada lemahnya keterlibatan dan tanggung jawab mereka dalam proses pembelajaran. Sebagian besar dari mereka diasuh dengan pola permisif, di mana anak diberikan kebebasan berlebih tanpa kontrol yang memadai.</p>
      <p id="_paragraph-16">Pola asuh permisif ditandai dengan minimnya batasan, aturan, dan pengawasan dari orang tua, serta kecenderungan untuk menghindari konflik dan memanjakan anak. Orang tua dengan gaya asuh seperti ini umumnya membiarkan anak mengambil keputusan sendiri tanpa arahan yang jelas. Berdasarkan temuan guru, sejumlah peserta didik menunjukkan ciri khas dari pola asuh permisif, seperti kurangnya tanggung jawab, sikap acuh terhadap tugas, dan resistensi terhadap arahan atau teguran.[7]</p>
      <p id="_paragraph-17">Para guru menyampaikan bahwa terdapat peserta didik yang sering tidak membawa perlengkapan belajar, tidak mengerjakan PR, serta tidak menunjukkan rasa bersalah ketika ditegur. Ketika ditanya, mereka menjawab bahwa tidak ada yang mengingatkan di rumah. Selain itu, banyak siswa yang berulang kali datang terlambat ke sekolah tanpa alasan yang kuat. Ketika dikonfirmasi kepada orang tua, respons yang diberikan cenderung membenarkan perilaku anak, seperti mengatakan bahwa anak susah bangun pagi atau sedang malas.</p>
      <p id="_paragraph-18">Kondisi ini menunjukkan bahwa pengasuhan yang permisif turut berkontribusi terhadap lemahnya kedisiplinan dan rendahnya prestasi belajar anak. Beberapa peserta didik juga menunjukkan perilaku kurang sopan dalam pelajaran PAI dan Budi Pekerti, seperti menyela pembicaraan guru atau berbicara dengan nada tinggi, yang mencerminkan kurangnya keteladanan dalam komunikasi keluarga. Anak-anak dengan latar belakang pengasuhan permisif cenderung mengalami kesulitan dalam menerima konsekuensi dari tindakan mereka dan menunjukkan perlawanan terhadap aturan di sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-19">Temuan lapangan ini menegaskan bahwa pola pengasuhan permisif membawa dampak negatif terhadap perkembangan karakter dan prestasi belajar peserta didik. Anak-anak yang dibesarkan tanpa arahan dan batasan yang jelas berpotensi tumbuh menjadi individu yang kurang bertanggung jawab, mudah melanggar aturan, dan memiliki motivasi belajar yang rendah.</p>
      <p id="_paragraph-20">Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam membentuk lingkungan belajar yang mendukung. Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui komunikasi yang intensif, penyuluhan tentang pola asuh yang efektif, serta keterlibatan orang tua dalam pengawasan belajar anak di rumah. Pengasuhan yang seimbang antara kasih sayang dan kontrol sangat penting untuk membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berprestasi.</p>
      <p id="_paragraph-21">Pendidikan pada masa awal kehidupan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak. Jika orang tua menerapkan kekerasan dalam pola asuh, anak berpotensi tumbuh dengan karakter keras dan penuh dendam. Sebaliknya, pengasuhan yang penuh kasih sayang dapat mendorong perkembangan kepribadian anak yang sehat, percaya diri, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai cara mengasuh dan mendidik anak, mengingat keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling berpengaruh dalam kehidupan anak.</p>
      <p id="_paragraph-22">Dalam konteks pendidikan karakter, peran orang tua sebagai pendidik utama dan pertama tidak dapat diabaikan. Keberhasilan pembentukan karakter dan capaian akademik anak sangat bergantung pada kualitas pola asuh yang diterapkan di rumah. Melalui interaksi yang konsisten, penuh empati, dan bernuansa pendidikan, anak akan tumbuh menjadi individu yang tangguh, cerdas, dan bermoral. Sebaliknya, pengasuhan yang tidak terarah dapat melemahkan kesiapan anak dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik dalam aspek akademik maupun sosial.</p>
      <p id="_paragraph-23">Pola asuh orang tua merupakan pendekatan yang digunakan dalam merawat, mendidik, membimbing, dan membina anak dalam proses menuju kedewasaan. Salah satu aspek fundamental dalam pola asuh adalah pendisiplinan, yang berperan penting dalam membentuk karakter anak, khususnya kedisiplinan dalam belajar. Pola pengasuhan yang diterapkan seyogianya disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak agar proses tumbuh kembang berjalan secara optimal. Pembiasaan terhadap perilaku disiplin membutuhkan proses latihan dan pembinaan yang berkelanjutan, di mana orang tua memiliki peran dominan karena intensitas interaksi dan komunikasi dengan anak lebih tinggi dibandingkan dengan pihak lain.[8]</p>
      <p id="_paragraph-24">Pendidikan dalam keluarga memberikan dasar yang kuat bagi pembentukan kepribadian anak, termasuk dalam aspek kedisiplinan. Dengan demikian, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan disiplin belajar anak. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara peran pengasuh dalam keluarga dengan tingkat kedisiplinan dan pencapaian akademik anak dalam konteks pembelajaran formal.</p>
      <p id="_paragraph-25">Pemahaman mendalam terhadap peran pengasuhan dalam pembentukan perilaku disiplin menjadi penting, terutama dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk menelaah bagaimana pola asuh keluarga memengaruhi kedisiplinan peserta didik pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti, khususnya di lingkungan Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Kajian ini penting sebagai dasar kerja sama yang sinergis antara pihak sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan disiplin.</p>
      <p id="_paragraph-26">Peran pengasuh dalam keluarga, baik orang tua maupun anggota keluarga lainnya, sangat berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan religiositas sejak dini. Pengasuh yang menerapkan pola pengasuhan yang konsisten serta memberikan dukungan terhadap pendidikan agama di rumah dapat mendorong terbentuknya kebiasaan belajar yang baik dan sikap disiplin positif di sekolah. Sebaliknya, pengasuh yang kurang memberikan perhatian atau tidak konsisten dalam menanamkan nilai-nilai disiplin berpotensi menimbulkan perilaku kurang bertanggung jawab dan rendahnya motivasi belajar, khususnya dalam pelajaran yang menekankan nilai moral dan agama.[9]</p>
      <p id="_paragraph-27">Dengan demikian, pengasuhan dalam keluarga berperan strategis dalam menentukan arah perkembangan karakter peserta didik, khususnya dalam hal kedisiplinan dan prestasi belajar pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kedisiplinan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-50a3372aca81ce57fc84eaaa55b91bc1">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-29">Penelitian ini menggunakan metode ex-post facto, yaitu pendekatan yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat antara variabel, dengan mengamati data yang telah terjadi.[10] Penelitian ex-post facto dimulai dari kondisi atau gejala yang ada saat ini, yang diasumsikan sebagai akibat dari variabel bebas yang terjadi sebelumnya dan tidak dapat dimanipulasi secara langsung oleh peneliti. Adapun lokasi penelitian ini adalah Sekolah Dasar Inpres yang tergabung dalam Gugus VI, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa sekolah-sekolah tersebut memiliki sistem pendidikan yang relatif baik serta mudah dijangkau.</p>
      <p id="_paragraph-30">Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dikenal sebagai pendekatan tradisional yang telah lama digunakan dalam penelitian ilmiah. Pendekatan ini berlandaskan pada paradigma positivistik, yang menekankan pada objektivitas, pengukuran numerik, dan pengujian hipotesis melalui analisis statistik. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang telah ditentukan, melalui pengumpulan data dalam bentuk angka, penafsiran terhadap data tersebut secara statistik, serta penyajian hasil yang bersifat sistematis dan logis.[11] Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dan data diperoleh menggunakan instrumen penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan kedisiplinan peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti secara objektif dan terukur.</p>
      <p id="_paragraph-31">Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh peserta didik di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Populasi didefinisikan sebagai keseluruhan subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Berikut adalah jumlah populasi secara rinci:</p>
      <table-wrap id="table-figure-b0d9af5c228e71c8a6f75eaad4d53389">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Jumlah populasi</title>
          <p id="paragraph-5ccc50ddef7c7a917abcd41f23b73672" />
        </caption>
        <table id="table-65cba9a6c84c6d83aa9d0651896450f4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e37f6bf4b2a042a5d2b5dcfd7bece034">
              <th id="table-cell-f01e1fb23fbf3df22fb89f271dd97e9c"> No </th>
              <th id="table-cell-77178a5fd3a67b1c218c0c2bff96c105"> Sekolah </th>
              <th id="table-cell-7e5fea9589f4c5a51a1edf206d63ab95"> Jumlah Peserta Didik </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-f7bab32224d1085e53166a1db3580735">
              <td id="table-cell-d7b9dc07c269a3df970fa20cb4970d5f"> 1 </td>
              <td id="table-cell-cb7e9d8bb3e2241ed32427df08c1984b"> UPT SPF SD Inpres Pannampu I </td>
              <td id="table-cell-654651a8a5f487aa735e1e264ee5d27a"> 151 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9b2b30c5b57fa3f109313ff1c0fd2601">
              <td id="table-cell-5b4c3b77c20e86b4a664241a0160a679"> 2 </td>
              <td id="table-cell-885e44d82b7f10acfc37ee12404e8aa2"> UPT SPF SD Inpres Pannampu III </td>
              <td id="table-cell-a0f5c86eef5b01b73146bc8c7914f7b8"> 113 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2a8c5d09f1fd879e3e12a329a370eb7a">
              <td id="table-cell-4c0d5f2e99b84fcbf14bfe407d3319cd"> 3 </td>
              <td id="table-cell-9d86e5eca81b8fae5643abb3ca1e84d3"> UPT SPF SD Inpres Cambayya IV </td>
              <td id="table-cell-aac340f76e2502d7e04f94fbc5224402"> 74 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a623c994ac85874ba3eee269733bb61c">
              <td id="table-cell-866dd12430beed53420be7f7d662ddfc" />
              <td id="table-cell-cbf9a49d9d2a99ff7290310f2c992c3e"> Total </td>
              <td id="table-cell-fc573551d24920074eb358b9c857da64"> 338 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling (sampel acak sederhana), yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Teknik ini dianggap paling representatif dan menghindari bias.</p>
      <p id="_paragraph-38">Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, dengan margin of error sebesar 5%, sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-39">Maka Sampel dari penelitian ini adalah :</p>
      <p id="_paragraph-40">
        <inline-formula id="inline-formula-112f8eec5ac84dcdd680f3a1f70c2e73" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[n =N/(1 + N (〖e)〗^2 )]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">
        <inline-formula id="inline-formula-61276204a5e8d33d08c7ac7682eee3dc" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[n =338/(1 + 338(〖0,05)〗^2 )]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">
        <inline-formula id="inline-formula-e4d40f41e68565679e19fda039193fb5" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[n = 338/1,845]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">
        <inline-formula id="inline-formula-03f35f52645abe4f2e932dadd5b33f2c" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[n = 183,197]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Dengan tingkat kesalahan 5%, jumlah sampel yang diperlukan adalah 184 responden.</p>
      <p id="_paragraph-45">Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket (kuesioner). Angket merupakan instrumen yang berisi daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk memperoleh data yang relevan dengan variabel yang diteliti. Metode angket dipilih karena efektif dan efisien dalam mengumpulkan data dari jumlah responden yang cukup besar dan tersebar secara geografis. Selain itu, metode ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang dapat diolah secara kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-668e2b314bf05626d224ea056e386e6d">
      <title>
        <bold id="_bold-3">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-2e116d5eae584535f06eae46ba516331">
        <title>
          <bold id="_bold-4">A. Hasil</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-48">
          <bold id="_bold-5">1. Pengasuhan Orang Tua di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-49">Pada analisis deskriptif, data yang diolah mencakup aspek pengasuhan orang tua, meliputi skor maksimum, skor minimum, persentase data, rata-rata skor, standar deviasi, Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai pengasuhan orang tua di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo.</p>
        <table-wrap id="table-figure-7e52549abe275c3d738b420d51d508d5">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Analisis Deskriptif Pengasuhan Orang Tua</title>
            <p id="paragraph-887a130b9471d8f4b0ccc0930c45827e" />
          </caption>
          <table id="table-8ea43db2809e7f45fe5ca4c0c9d9bc40">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1d6adbacccdba6a5cc17483533b95136">
                <th id="table-cell-e381bd52b4da29e0684a335f07dbf726"> Statistik Deskriptif </th>
                <th id="table-cell-522432c3b87c29995128bbe564483f48"> Nilai </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-8c6d076db0880c5227257dc5c2d426f4">
                <td id="table-cell-669760bd50f3e71c32394c1c0a6b1e8c"> Jumlah Sampel </td>
                <td id="table-cell-01b4736f51a2f20a4898b02957b94afd"> 184 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1b921c85f2e7013b7e847120fcaed146">
                <td id="table-cell-563332a9cffd7ea4da63ae83357cac03"> Skor Maksimum </td>
                <td id="table-cell-4e650b2268b03a8d84608f4895420021"> 114 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3058b88fd9c15d8e139014df5cfe475f">
                <td id="table-cell-d2d7828b9d15fe769c17d603f2f95904"> Skor Minimum </td>
                <td id="table-cell-07f147b5040c1d2d011739f28c3b111d"> 66 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4c8c6fd80729620a074a67fed617b8a9">
                <td id="table-cell-5c2a6236453d956406b8ffd2d543d97a"> Rata-Rata (Mean) </td>
                <td id="table-cell-d66c0a5f9c9f72775a2e73881358a395"> 85,5272 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3d872ff163af998bab4e3e66ed04f852">
                <td id="table-cell-b95590734bb53f67a6089255e903ad6d"> Standar Deviasi </td>
                <td id="table-cell-c26388a61e240caab5a8cc898ca3784d"> 9,52301 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5709bf37e639f65d8a3d323407564d10">
                <td id="table-cell-b4e5b8e6bde0aef27eda012523efdd3b"> Range </td>
                <td id="table-cell-ad79b82c7d3a9968b215fdb1b3f8a67e"> 48 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-58">Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil penelitian dari 184 peserta didik terlihat bahwa skor maksimum sebesar 114 dan skor minimum yaitu 66 dengan nilai rata-rata 85,5272 standar deviasi 9,52301 , dan range sebesar 48. Selanjutnya kategorisasi pengasuhan orang tua disajikan dalam tabel berikut ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-2df577345b236b8e58eeee45af656a9c">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Kategorisasi Pengasuhan Orang Tua</title>
            <p id="paragraph-31f4fad82fa8f0fd687414a8dad67b44" />
          </caption>
          <table id="table-7fa9ab4e1012fed6399e10b022da285d">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b4bf40565fd42e6104ea092721a9be28">
                <th id="table-cell-67afb061036f3fda30fdc3671287afa4"> No. </th>
                <th id="table-cell-04a6df739f8425280854a7e70b318f2a"> Kategori </th>
                <th id="table-cell-5543ff354afe27c873c4313120c0ba29"> Kriteria </th>
                <th id="table-cell-6b72744b554895e78a6a1cf640d41bda"> Frekuensi </th>
                <th id="table-cell-8ec942ba36d9a98d395e22ee71c19796"> Persentase (%) </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-a9eb2aaffa34d001c3703262d84d0224">
                <td id="table-cell-4001bd567d1d2c23423f0115271cabb1"> 1 </td>
                <td id="table-cell-b85b4978844adad681deff597cbc0ea4"> Rendah </td>
                <td id="table-cell-e8209a8605b47c18983e591f78bd1f93"> X &lt; 76 </td>
                <td id="table-cell-b778f08039b573362060fa13c34bfd41"> 25 </td>
                <td id="table-cell-4a2b94e296d94dad0d5fa8e6d06d3c27"> 13,5% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-95480356a3a12f52ba2a61408686f861">
                <td id="table-cell-aefa56fdf6d3f6c6120b2a224b1e05f1"> 2 </td>
                <td id="table-cell-ccef5280ca12e02298be85bb449ccf11"> Sedang </td>
                <td id="table-cell-a4c225b5db0735ab09a10497d27ccc1c"> 77 ≤ X &lt; 94 </td>
                <td id="table-cell-63122d9bc7e0c80192fbcf5fa1ac85b5"> 130 </td>
                <td id="table-cell-8018e4cfef63849a21abd7cf11312a9b"> 70,7% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-128c2322bd5ab2a3c85652ad59cb669a">
                <td id="table-cell-83342e53db51e3001a569083a1da6f40"> 3 </td>
                <td id="table-cell-64559678a92cfbf3cd4319f0f2aca41b"> Tinggi </td>
                <td id="table-cell-fa9ce3f65ea77987e6dfefdef84f2139"> 95≤ X </td>
                <td id="table-cell-cd8e278e4da0c04530e1153011217c67"> 29 </td>
                <td id="table-cell-3d4cb543b476bf148ba5fa1d500e08ed"> 15,8% </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-64">Data pada tabel diperoleh hasil penelitian terdapat 25 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 13,5%, terdapat 130 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 70,7%, dan terdapat 29 orang responden yang terasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 15,8%. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua berapa pada kategori sedang yakni sebesar 70,7 %.</p>
        <p id="_paragraph-65">
          <bold id="_bold-6">2. Prestasi Belajar di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-66">Pada analisis deskriptif, data yang diolah mencakup prestasi belajar peserta didik , meliputi skor maksimum, skor minimum, persentase data, rata-rata skor, standar deviasi, Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai prestasi belajar peserta didik di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo.</p>
        <table-wrap id="table-figure-fc723fb3f771c93cb38e13a287526970">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title> Analisis Deskriptif Prestasi Belajar</title>
            <p id="paragraph-7eaa306b44e26edac38da4240165a864" />
          </caption>
          <table id="table-8301f0c0165cda50cdd1779b645832e6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-75fe0be9da006898f7e9d7e904f193ad">
                <th id="table-cell-b70e6d9debadc2b783dea3981f909f56"> Statistik Deskriptif </th>
                <th id="table-cell-c72f1afa400c7a530f967fe8cc23b561"> Nilai </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec338cc669910dd52834353878aad264">
                <td id="table-cell-fe18e777f8e6a9ec12c5cde28968819c"> Jumlah Sampel </td>
                <td id="table-cell-a29768cb55c9f8b8ab57acf8b7efde20"> 184 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5c263b9d1a65349677d490990707b02a">
                <td id="table-cell-6f497afdfd4b21a748a97950a7a2000a"> Skor Maksimum </td>
                <td id="table-cell-fddbabcf9fc115d0b1a3f0401ee22435"> 74 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d74e335b0736ef139b34bf3e71572048">
                <td id="table-cell-a9c701813c14e4089ec58d9e4b64945c"> Skor Minimum </td>
                <td id="table-cell-b9c91492265d7298a0054f6f320dd151"> 41 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5c90ec13db2dc6bce5a5ebd6ad68270b">
                <td id="table-cell-a4d6905bd172fb3f08902ddc20b8f60a"> Rata-Rata (Mean) </td>
                <td id="table-cell-1078da652c12ea593d0dbaf6096cb9de"> 56,8913 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-988c27061bc5891769a5a00c6bf0e710">
                <td id="table-cell-b6956e0fdfd0f5c3fb02cd57968aebd8"> Standar Deviasi </td>
                <td id="table-cell-28ee929402a90cb03871caa20607495c"> 6,12521 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1f8ac6b955c1139536a3a7f462745e36">
                <td id="table-cell-6af4c7a90596efe733676cdf239f1f05"> Range </td>
                <td id="table-cell-e29b3793ee0c0bb2216f554cb3ae6959"> 33 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-75">Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil penelitian dari 184 peserta didik terlihat bahwa skor maksimum sebesar 74 dan skor minimum yaitu 41 dengan nilai rata-rata 56,8913 standar deviasi 6,12521 , dan range sebesar 33. Selanjutnya kategorisasi prestasi belajar peserta didik disajikan dalam tabel berikut ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-10699e7f7fd14b734115f1f91901515f">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Kategorisasi Prestasi Belajar</title>
            <p id="paragraph-dcc659b9d71e3d5c6c36cbb0a5d714f0" />
          </caption>
          <table id="table-fdfd0fdba6e185905e01008cac564405">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1052cdd95b19b31151d86de3c857788c">
                <th id="table-cell-26c125978af152ce4fd90022a135a98e"> No. </th>
                <th id="table-cell-a6f25e266624b0309523d00619f6d19d"> Kategori </th>
                <th id="table-cell-54193ce7741b0fe3605377e81ca0a68e"> Kriteria </th>
                <th id="table-cell-845b4ed170b156ab11a8f12dde508d32"> Frekuensi </th>
                <th id="table-cell-80e9628cd0479f57867f9478b34a96d0"> Persentase (%) </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-d04f376b4bac4e5e3458411e765ddba3">
                <td id="table-cell-08f0e8ebe136e33f23709e99b4b8f112"> 1 </td>
                <td id="table-cell-cca4117700093d349168eafb3afc60ae"> Rendah </td>
                <td id="table-cell-bf4d274f66310dd0ae9ca2d9565fa43e"> X &lt; 50 </td>
                <td id="table-cell-7d5629c1ac9a3046fcb2d8fa0ac722f5"> 52 </td>
                <td id="table-cell-20e3e16ae7e4800631882fed98f8b325"> 28,27% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b276657bf54b6159c99a47af75b8e359">
                <td id="table-cell-88167a0f208aaa210f7c28b173ea9a44"> 2 </td>
                <td id="table-cell-2cfce3fe9bfc274f204948c70df4fd21"> Sedang </td>
                <td id="table-cell-cec25bfc9edb9bff08b1322312933d89"> 51≤ X &lt; 62 </td>
                <td id="table-cell-456e6e28d9d2520438de67cdc5bb2a9f"> 109 </td>
                <td id="table-cell-be5adb27078584ad80844352c0bb63d7"> 59,23% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-24577f78f13a801ccba4e9aa6b5cbbae">
                <td id="table-cell-1fc233571e5f1cf8cdfe265b3eb0cbb5"> 3 </td>
                <td id="table-cell-2700a83955d34a7084ab9b4b8a63d4a9"> Tinggi </td>
                <td id="table-cell-87d74b98812c8c115f8fd6935cfdd61d"> 63≤ X </td>
                <td id="table-cell-b773a4866c8ab25eaa800fed5299e249"> 23 </td>
                <td id="table-cell-89cbbac08c55b1e865e9ea7bac6f41ad"> 12,5% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9b098c07f022aaf2595b9f498f509afc">
                <td id="table-cell-73685f112f4a7b76070089c7ed722ba5" colspan="3"> Jumlah </td>
                <td id="table-cell-14b4144232aa5075eb56e3fdb9a86bf5"> 184 </td>
                <td id="table-cell-4ec8a97d99b89030321a7518ea1dec67"> 100% </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-82">Data pada tabel diperoleh hasil penelitian terdapat 52 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 28,27%, terdapat 109 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 59,23%, dan terdapat 23 orang responden yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 12,5%. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar peserta didik berapa pada kategori sedang yakni sebesar 59,23%.</p>
        <p id="_paragraph-83">
          <bold id="_bold-7">3. Kedisiplinan di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-84">Pada analisis deskriptif, data yang diolah mencakup kedisiplinan peserta didik , meliputi skor maksimum, skor minimum, persentase data, rata-rata skor, standar deviasi, Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai kedisiplinan peserta didik di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo.</p>
        <table-wrap id="table-figure-b3db29a8a99dc70b4b5c2a98d3003ced">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Analisis Deskriptif Kedisplinan Peserta Didik</title>
            <p id="paragraph-2b31f6ad6614ff26988ecae0f81abe74" />
          </caption>
          <table id="table-870448cf071b7f33a18d2bd6992c2a95">
            <tbody>
              <tr id="table-row-78bd96b5b5a9b9059401545666917d99">
                <th id="table-cell-b614b0b0a3519d4bfe9380d91e40216b"> Statistik Deskriptif </th>
                <th id="table-cell-01d5be5bf91580f7ac9439f4bfaf182a"> Nilai </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-792867029c68490a9440006cc1fffb16">
                <td id="table-cell-4e1d34bc2fb2411d33d064c254fdbde0"> Jumlah Sampel </td>
                <td id="table-cell-a8c905c50a7ea604b072d676145e2df0"> 184 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cab96d35cd8a5ae05887c1e6614a386e">
                <td id="table-cell-c4953faba4f026deec60f20ce5acd63a"> Skor Maksimum </td>
                <td id="table-cell-be19d77f1438fc348a0bdf3c330c876c"> 74 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1091fb8c23dfc95ace448d40c6f14f09">
                <td id="table-cell-cad181fbd7152f760263813a6df21615"> Skor Minimum </td>
                <td id="table-cell-1a3a617c4d6667ad291443af920860b6"> 36 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3da9e8701fdcae35c9da4a33644acf79">
                <td id="table-cell-10ef6e55552c7c247fbfa3d52ab9d480"> Rata-Rata (Mean) </td>
                <td id="table-cell-91f23185e94f52bc3b5f9c9d76e3b2fd"> 53,3804 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b4dd925bfbb79a27e400f4f5ceaf5137">
                <td id="table-cell-7973ba3d17d957821046d637bd028046"> Standar Deviasi </td>
                <td id="table-cell-3f6104512857c584ad59fc73a30872b7"> 7,54200 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-240f8cf9b7c3f79e1c6686b9336f5597">
                <td id="table-cell-0254a68ae12c60949b58dac735ddd03a"> Range </td>
                <td id="table-cell-241f069af114627e937ff47ff43f2176"> 38 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-93">Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil penelitian dari 184 peserta didik terlihat bahwa skor maksimum sebesar 74 dan skor minimum yaitu 36 dengan nilai rata-rata 53,3804 standar deviasi 7,54200 , dan range sebesar 38. Selanjutnya kategorisasi kedisiplinan peserta didik disajikan dalam tabel berikut ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-bba40a73b9d66bcff4d8c8470a18192f">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>Kategorisasi Kedispilinan Peserta Didik</title>
            <p id="paragraph-102d5fdcd30300a5833f4eda31a7fc19" />
          </caption>
          <table id="table-80052bdacfa34a84a40d27b212403c52">
            <tbody>
              <tr id="table-row-caa0d424fd095db930c74b7db5b708fa">
                <th id="table-cell-79d1f04d4bfdabba900714c85e3fb324"> No. </th>
                <th id="table-cell-ab16b8771f0f0bdb6035751e2d41b510"> Kategori </th>
                <th id="table-cell-89c39da77dd547e92789c9893e334b1e"> Kriteria </th>
                <th id="table-cell-a41861311a8251330a6cb66295ad12ff"> Frekuensi </th>
                <th id="table-cell-c769de20538a966d0c3fa62de8b7517d"> Persentase (%) </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-6431d6cf7af4d1a65ca822667f797fe9">
                <td id="table-cell-5c61a4a6b688a0df9eafefbfb19b59f7"> 1 </td>
                <td id="table-cell-f28285cd8d4129e92f3f38008267d0ec"> Rendah </td>
                <td id="table-cell-828d782abdf5ad35e103e9afe59393b8"> X &lt; 45 </td>
                <td id="table-cell-ec4f7713285b71d1102c5cf1fa551801"> 3 </td>
                <td id="table-cell-b6359e6f7a8f16e9018f2592b18d1ca2"> 1,64% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9800797c4824fd6adbfaccc5f56beed4">
                <td id="table-cell-9454ebe074d17c9a89b7c63469da273f"> 2 </td>
                <td id="table-cell-c8029eb792443b053299a260ea5319d2"> Sedang </td>
                <td id="table-cell-e5fae4631cc4d52a20497bf569711a45"> 45≤ X &lt; 59 </td>
                <td id="table-cell-335b57b84d9c116e74f0508904411659"> 123 </td>
                <td id="table-cell-0f865abd6c9d6f94a4925cbbec8d3403"> 66,84% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d6499279c23cf2ef555acded868c15b0">
                <td id="table-cell-0b70badb999e08d006155f8c45d58c94"> 3 </td>
                <td id="table-cell-8c802fee72a97afaf1b6998e2d4026ff"> Tinggi </td>
                <td id="table-cell-a2dacef17ef2913ee941ce922ff0d821"> 60≤ X </td>
                <td id="table-cell-6ab3e1caae3da90066282abc2a6805a6"> 58 </td>
                <td id="table-cell-214369b947a0e917cba4d901607b0cac"> 31,52% </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-873ac5a3f010fd4cccd00a4e45031043">
                <td id="table-cell-b594f4226b7bff52e309964efed909d3" colspan="3"> Jumlah </td>
                <td id="table-cell-b5387b7be36c3984bb9a5caad4e0fb80"> 184 </td>
                <td id="table-cell-85cd243866e52f5fdc46a9d1ed93ce1d"> 100% </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-100">Data pada tabel diperoleh hasil penelitian terdapat 3 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 1,64%, terdapat 123 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 66,84%, dan terdapat 58 orang responden yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 31,52%. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan peserta didik berapa pada kategori sedang yakni sebesar 66,84%.</p>
        <p id="_paragraph-101">
          <bold id="_bold-8">4. Pengaruh Pengasuhan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-102">Sebelum melaksanakan uji hipotesis pengaruh pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar dilakukan terlebih dahulu beberapa uji prasyarat, yaitu: uji normalitas untuk memeriksa apakah data memiliki distribusi normal, dan uji homogenitas untuk mengamati pola sebaran data. Penjelasan untuk masing-masing uji tersebut akan diuraikan berikut ini:</p>
        <p id="_paragraph-103">
          <bold id="_bold-9">a.  Uji Normalitas </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-104">Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan oleh peneliti berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Data berdistribusi normal apabila sig &gt; α = 0,05 dan begitupun sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal apabila sig &lt; α = 0,05. Pengujian ini dilkakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25.</p>
        <p id="_paragraph-105">Berdasarkan analisis uji prasyarat yang diperoleh, maka kesimpulan hasil uji normanlitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-d8cddb31d9fd4cd3e60ecb28555ac00e">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title>Uji Normalitas </title>
            <p id="paragraph-2ec1f2afeec3f8eb9ed15b2aacdd661c" />
          </caption>
          <table id="table-dcb5437c480870e4409b42302e69bf4a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f16dbbb36d6eb764fa8a4248fc66cf11">
                <th id="table-cell-88e7ac3271ea7d39e72476cf4e8107be" colspan="2" />
                <th id="table-cell-ff738231a058219651d3555e5fb43c5d"> Pengasuhan orang tua </th>
                <th id="table-cell-b06fcb8c09fb76f057035a0e7f8ca3f7"> kedisiplinan </th>
                <th id="table-cell-c4fab046f360237d962d2e0e2728a1f8"> prestasi belajar </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-d683b4c7b5224a4bf7e3aceb154d2516">
                <th id="table-cell-3bb90c14c7332e8139ed4c339a2eb667" colspan="2"> N </th>
                <th id="table-cell-cd2bdc6794e49978321bacce6f1c3a22"> 184 </th>
                <th id="table-cell-b8e22309978a04bdfe0b8c2b0256c25b"> 184 </th>
                <th id="table-cell-d839a457f90703b89292c78193220c82"> 184 </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-82e8e3f8a2b825ce234609ab511863dc">
                <td id="table-cell-2ac109117e545ca55557fcc9c6fbbc9b" rowspan="2"> Normal   Parametersa,b </td>
                <td id="table-cell-f8a080fb19b40e9a206a5a462212288b"> Mean </td>
                <td id="table-cell-83ad7f461cf3c01d0d7337a83859406a"> 85.5272 </td>
                <td id="table-cell-df34a9049284a97e390b94011469bc49"> 56.8913 </td>
                <td id="table-cell-6c8344b4495f2c23c1558907b7f12b8a"> 53.3804 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e629828d8dc5c21d133dd849297ca44f">
                <td id="table-cell-6521b4672e5e6cd3b15c669b5b98b36d"> Std.   Deviation </td>
                <td id="table-cell-cae77b8eac1afb42316d66c11f843fda"> 9.52301 </td>
                <td id="table-cell-e674e88035b7826b593524af251cbad1"> 6.12521 </td>
                <td id="table-cell-cc7d70a8805fd45999229958d95ee515"> 7.54200 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-66b7cf5d6b46b81fe1c79bd0134bff12">
                <td id="table-cell-113772198bd6081f0820ee4e850448f1" rowspan="3"> Most   Extreme Differences </td>
                <td id="table-cell-e2cc40f02a954bd21a6c914f14f69a44"> Absolute </td>
                <td id="table-cell-c6550e03e03a1386a23eb67f8765e9d6"> 0.076 </td>
                <td id="table-cell-06d3fe964a96ecc1e7a27167324223ba"> 0.094 </td>
                <td id="table-cell-56ade2eef410dd3c47137af8eebd2b15"> 0.089 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-156b1460b86682ff5e57d248a6baa0bb">
                <td id="table-cell-f09d1ff959bca368712f902e51bbe89b"> Positive </td>
                <td id="table-cell-bff41256ccb4e939f03cb0963c1a5227"> 0.076 </td>
                <td id="table-cell-f09ad96e73ab106de65b1aa0ed131161"> 0.094 </td>
                <td id="table-cell-a9a1f20c1b8de844fcd0cf2b2af1bfd6"> 0.089 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-86883377f75b9e51dae3da0c68846ed0">
                <td id="table-cell-185897ec2e3c31fa2f7caa3d32e73fca"> Negative </td>
                <td id="table-cell-d1c3311af0d1e61e6ce2307c5f26e0a4"> -0.040 </td>
                <td id="table-cell-a55b968f7657ebaada9263ed7557f5e0"> -0.044 </td>
                <td id="table-cell-be2e5c19cb8159e266fb6779f7f392b7"> -0.053 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c31fefc7ec8075116f6216a6f74ce4d2">
                <td id="table-cell-97da10574c28b3008cdb9ea3bdecb2c6" colspan="2"> Test   Statistic </td>
                <td id="table-cell-6f4d54dc3cd23b116b99666419278e4c"> 0.076 </td>
                <td id="table-cell-98732237ab5df1aab8eb9c93c11065f0"> 0.094 </td>
                <td id="table-cell-d48c9674fe366773d77f5b9539acfbd7"> 0.089 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cd886333b92c268566167c365c035e27">
                <td id="table-cell-586dd8d41780e924552ae61423540a09" colspan="2"> Asymp.   Sig. (2-tailed) </td>
                <td id="table-cell-1918ec0aa27f282c08cc3d1301e15bc8"> .200c </td>
                <td id="table-cell-749a46f5433a7a1f78a32662e98018b0"> .200c </td>
                <td id="table-cell-c2cb7ed1e2719acdb78e639e18cb7bb9"> .200c </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-283dfc770f1fa519a451c9247308457d">
                <td id="table-cell-aa82b1e8b4b77f5a60d322eed8fccea2" colspan="5"> a.   Test distribution is Normal. </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-db807c7148ee0b7dc81dc5219db99a94">
                <td id="table-cell-c9ccfdfb3e8487ad4510b3796e532c99" colspan="5"> b.   Calculated from data. </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-88b705e10cc98ec0c175a650ae747156">
                <td id="table-cell-708f6b4699eece572b80eee45f651cdd" colspan="5"> c.   Lilliefors Significance Correction. </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-118">Berdsarkan Tabel 8, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal. Hasil uji normalitas tersebut mengindikasikan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi (α), sehingga data mengenai pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar dan kedisiplinan peserta didik dapat dinyatakan berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-119">Setelah dilakukan uji normalitas terhadap data penelitian yang didapatkan peneliti di lapangan, didapatkan hasil bahwa data tersebut telah berdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk selanjutnya dilakukan uji hipotesis.</p>
        <p id="_paragraph-120">
          <bold id="_bold-10">b. Uji Homogenitas </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-121">Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui variasi data dalam variabel 𝑋, Y1 dan Y2 bersifat homogen atau tidak. Dalam rencana penelitian ini untuk diuji homogenitas digunakan SPSS. Pengujian pada SPSS yaitu dengan menggunakan Levene’s Test degan taraf signifikan lebih besar dari 5% atau 0,05 (sig&gt;0,05), maka data memiliki varian yang tidak sama atau homogen.</p>
        <p id="_paragraph-122">Berdasarkan analisis uji prasyarat yang diperoleh, maka kesimpulan hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:</p>
        <table-wrap id="table-figure-fb71b886784014e423f24396a9f1e4ee">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <title>Uji Homogenitas</title>
            <p id="paragraph-0986b4bcafb41c83eac2cd092d9fe7c7" />
          </caption>
          <table id="table-d24d08993c6889d2b98c8a9b6526c955">
            <tbody>
              <tr id="table-row-973e9542d1d7ca0bce80c7aae8555cad">
                <th id="table-cell-174b04af1a355a3202a0f1af9ced3727" colspan="6"> Test of Homogeneity of Variances </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-0d31715d1418286b289596e46ee37bb5">
                <th id="table-cell-d948d685930ff939afe32d08fd423f6d" colspan="2" />
                <th id="table-cell-42fd3d62ddf1905aece5503fee2c50e0"> Levene Statistic </th>
                <th id="table-cell-1a58a4aca4c052615214bf4f5bac7438"> df1 </th>
                <th id="table-cell-cccda3172f5a81b9e97f3c90b1219ce1"> df2 </th>
                <th id="table-cell-81640d6f07edc42a16dc161c4313458b"> Sig. </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9bc36886baf4fc07a248a121832f7fd1">
                <td id="table-cell-105cb30b2636241b2799806dfe5ed4c7" rowspan="4"> Hasil </td>
                <td id="table-cell-e2ed3fbc78948c8c4290dc45ae4594c5"> Based   on Mean </td>
                <td id="table-cell-5638fb4511583f0c6ddcfffa46723754"> 13.160 </td>
                <td id="table-cell-e38ab8f14d2f28c5ca35bfb1b56c826c"> 2 </td>
                <td id="table-cell-8a9ad0fb9b6380b09da2b152211e37d8"> 549 </td>
                <td id="table-cell-2495f9a98c5a56059b5c92092ad3d8f8"> 0.720 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-219c2d2105a8ea06e34495fec24c94cc">
                <td id="table-cell-f2c4e6f5c22d0e589a72823ae089e301"> Based   on Median </td>
                <td id="table-cell-4a9477b6398c2d675961a2d51be5bbfe"> 12.055 </td>
                <td id="table-cell-db402fbaef06bbd9f2f3c40593fc3c8a"> 2 </td>
                <td id="table-cell-6387143f7ea1b71dacdfd3f895135fc7"> 549 </td>
                <td id="table-cell-412317fba11c028423b329ae64301195"> 0.822 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b5d399925c4179ed621668b5a0c6b2ae">
                <td id="table-cell-38344a61780195fc80624ccc21532992"> Based   on Median and with adjusted df </td>
                <td id="table-cell-8afbdc3bacf320db2fffc3366d74b089"> 12.055 </td>
                <td id="table-cell-c1966b5083503269d56278f58e226ab7"> 2 </td>
                <td id="table-cell-6416eb9f14a34659243af24e801d897e"> 478.223 </td>
                <td id="table-cell-d19eda4ed6eb1f0cb893c855b8fb85d7"> 0.822 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bf593e89e9ca7717f7e5b10712cdbae5">
                <td id="table-cell-2490a62a688dac69a3d8c90568d09b61"> Based   on trimmed mean </td>
                <td id="table-cell-38f9607e5f91ea0a4b1a5eafce80a93f"> 12.691 </td>
                <td id="table-cell-0905e9d55459f93fc6d201244f9c456d"> 2 </td>
                <td id="table-cell-e5124b2858efa5b28e65501721ae85d3"> 549 </td>
                <td id="table-cell-86503621bcf9f9dda8723eed661d83e2"> 0.896 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-130">Berdasarkan Tabel 1.8, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,720 yang lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut homogen. Hasil uji homogenitas tersebut mengindikasikan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi (α), sehingga data mengenai pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar dan kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar dapat dinyatakan homogen.</p>
        <p id="_paragraph-131">Setelah dilakukan uji prasyarat di atas maka di lakukan uji parsial untuk menguji pengaruh pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar, peneliti menggunakan analisis uji parsial dengan menguji hipotesis sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-132">H₀: Tidak terdapat pengaruh pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.</p>
        <p id="_paragraph-133">H₁: Terdapat pengaruh pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.</p>
        <p id="_paragraph-134">Secara matematis, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-135">H₀: β₁ = 0 (tidak ada pengaruh)</p>
        <p id="_paragraph-136">H₁: β₁ ≠ 0 (ada pengaruh)</p>
        <p id="_paragraph-137">Peneliti menggunakan analisis uji parsial untuk mengidentifikasi sejauh mana pengasuhan orang tua mempengaruhi prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Hasil analisis ini akan ditampilkan dalam tabel berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-f45d1ef7b25de0db5e27fb7ec12eeeae">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Regresi Parsial X terhadap Y1</title>
            <p id="paragraph-d399382f272fb21ea90528b19077fbec" />
          </caption>
          <table id="table-b7bb3404ba5528d6213f97af8b6b71e5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-765e7af29024045f49df04bf96db2535">
                <th id="table-cell-b49780c58f1ed7d79442a9b909b4c274" colspan="7"> Coefficientsa </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-3416769deedcf4e25dc46370c765bf8c">
                <th id="table-cell-89b1770f50ffbb8ac41b217532cff3c8" rowspan="2" colspan="2"> Model </th>
                <th id="table-cell-7c3ce6f7fc405c781437fc680718b8d8" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-ff3ce6ec66e02287d9f8a2b53eb465d2"> Standardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-d2cdba89ae995325cd3498ea57efc29c" rowspan="2"> T </th>
                <th id="table-cell-bd30077205b4855f55bf487f4d373ef9" rowspan="2"> Sig. </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-4a47a44b18e8ab0de7fb369917da03b9">
                <th id="table-cell-1fbb54f01b0ad299ac91e37c56272cb9"> B </th>
                <th id="table-cell-50f3760faacf1027b0b17405dac88f04"> Std. Error </th>
                <th id="table-cell-3f46b4cb43ee9e24efaa7d6fa4d38655"> Beta </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-1d634e654a5ff78febe2a95c50f76775">
                <td id="table-cell-50188f7ba64dff7d6065b0c9cdfa098c" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-ab73edae13af402a4953ece929a5c586"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-f0efdeff34d34f7a85b51fb90b3a5742"> -6.757 </td>
                <td id="table-cell-26acad2ce54fe56ecbbc69427957d770"> 2.325 </td>
                <td id="table-cell-f38725f96854ef448e5372d80d34a30e" />
                <td id="table-cell-3e348b775bba25d8869e2dcb0b5353b3"> -2.906 </td>
                <td id="table-cell-71bf1a357390c5544344951c807627f7"> 0.004 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d4ef5362d6a34699dae0bc7a4fed56df">
                <td id="table-cell-0faaa5679a302fd5558b0d23935a72d4"> pengasuhan   orang tua </td>
                <td id="table-cell-14c657de220e0734d0ad8c1b65c5f0c7"> 0.703 </td>
                <td id="table-cell-cf24fcc6e2b3cae5149ad468be4641ee"> 0.027 </td>
                <td id="table-cell-8e82cc07c3dc60b1a23685e4058ca1ea"> 0.888 </td>
                <td id="table-cell-298ce035d0725c1000febb9517b3f96c"> 26.027 </td>
                <td id="table-cell-bf8fc12ecc6fe1d2d45734a1917c48ea"> 0.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-046941d738ca5a2b7b3d2a95a2740c3e">
                <td id="table-cell-5319a4eef2c30abfb02abcabf797571c" colspan="7"> a. Dependent Variable: Prestasi belajar </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-145">Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tabel coefficient seperti pada tabel 4.9 dengan persamaan regresi Y = -6,757+ 0.888X. Dengan nilai konstanta (α) sebesar -6,757 yang artinya jika tidak ada pengasuhan orang tua maka prestasi belajar peserta didik akan konstan sebesar -6, 757 dan nilai koefisien regresi β untuk variabel kompetensi spiritual yaitu 0,888 yang artinya setiap penambahan 1 satuan pengasuhan orang tua, maka prestasi belajar peserta didik akan bertambah sebesar satuan.</p>
        <p id="_paragraph-146">Pada tabel tersebut juga diperoleh nilai Sig. 0,000 dan nilai t-hitung sebesar 26.027 sedangkan untuk nilai t-tabel diketahui sebesar 1,650 menggunakan tabel distribusi t two tail test. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,000 &lt; 0,05 dan nilai t-hitung 26,02 &gt; 1,650 yang artinya pengasuhan orang tua memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-147">Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel model summary dengan memperhatikan nilai R Square sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-6fa2ee1d6287c8df3f51286745cd1f46">
          <label>Table 11</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 1</title>
            <p id="paragraph-f169709896444d5ca3f04cb5d54edb01" />
          </caption>
          <table id="table-04d659621d99d113e02d372a6a5c0a30">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e07efe2b49d3d33d6dd4b182d7886d7f">
                <th id="table-cell-c017f6d137ac54a1bbcbf101ba39ad83" colspan="5"> Model Summary </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9e1ff48cc92b72d54d50f4d2c3950fcf">
                <th id="table-cell-30efea6bfab6fa477e2415d2298718f9"> Model </th>
                <th id="table-cell-811dd0e00f5e037cd787671dd31631cc"> R </th>
                <th id="table-cell-2a392e404483a0fc88cc7940de7553eb"> R Square </th>
                <th id="table-cell-4226fbe0547b4125b61547607fb35d06"> Adjusted R Square </th>
                <th id="table-cell-e2c7c841c4048e223cb65c87ae7002d8"> Std. Error of the Estimate </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-35dea84480d9bb739595477f8bce4353">
                <td id="table-cell-8553ed4e993507d4846e04d9d7b1dc45"> 1 </td>
                <td id="table-cell-c9508bfbdb3f0d7367d90fc0cb11f928"> .888a </td>
                <td id="table-cell-754ffbc64017baf57efe3ce9cc465448"> 0.788 </td>
                <td id="table-cell-260b3f5ae21c1f5259c654d0f48b7962"> 0.787 </td>
                <td id="table-cell-721f59d75f58b9ffeb51c81bc92ff92d"> 3.48028 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5a96f7d0f0300857a64508bda2708ed0">
                <td id="table-cell-a5d1ffd8f21bcf3f2564eeab77b3ee83" colspan="5"> a.   Predictors: (Constant), pengasuhan orang tua </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-153">Pada tabel 4.10 di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,788 atau 78,8% yang menunjukkan kontribusi pengasuhan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik sebesar 78,8% artinya bahwa perubahan sebesar 78,8% pada prestasi belajar disebabkan oleh pengasuhan orang tua. Sedangkan sisanya 21,2% dari variabel lain yang tidak diteliti atau nilai eror. Dapat dikatakan bahwa pengasuhan orang tua memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-154">Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.</p>
        <p id="_paragraph-155">
          <bold id="_bold-11">5. Pengaruh Pengasuhan Orang Tua Terhadap Kedisplinan Peserta Didik pada pembelajaran  PAI dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-156">Peneliti menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengidentifikasi sejauh mana pengasuhan orang tua mempengaruhi kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Hasil analisis ini akan ditampilkan dalam tabel berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-7f07034df213414e5eefdf00839ab4b1">
          <label>Table 12</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Parsial X terhadap Y2</title>
            <p id="paragraph-58dadcc5e08036e8045c3c276178df2e" />
          </caption>
          <table id="table-c86acfae901c838ca0c8b4a293409098">
            <tbody>
              <tr id="table-row-11e321bd773cb11af465fb93d2f3bda0">
                <th id="table-cell-4a0c41bf3bca2aa372310d12e8097014" colspan="7"> Coefficientsa </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-cf6fc47cdd88c183563df72c35109742">
                <th id="table-cell-3332425dde5944af5c7cf72e68bb1191" rowspan="2" colspan="2"> Model </th>
                <th id="table-cell-30b8172aa14176328f2e6bab4a67dfd5" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-f4b0a5588f43016edf8c8c55da4983b0"> Standardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-7bfffb211cef95c3a63f5030d5be8cc6" rowspan="2"> T </th>
                <th id="table-cell-dee232ac678d6f4687571b3e1cf13c08" rowspan="2"> Sig. </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-1646a58874281b4d0d1a51dcbf48fa63">
                <th id="table-cell-5d2939f680126176cfd417187de737f1"> B </th>
                <th id="table-cell-326a091af1973e49641e23fce999172a"> Std. Error </th>
                <th id="table-cell-f963feb7a98ce0f33a6c72bb19f66250"> Beta </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-bbba14b583ddcb4282d367cc69b5d67a">
                <td id="table-cell-300cc74bfd2784db2f8d4b99c38dc458" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-d21414b8e67f859f7f42d9e0e629b21a"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-24eaf584e8a83ec8375d0024947425b7"> 6.941 </td>
                <td id="table-cell-73746e86d80c428daa3a489f8879320b"> 1.719 </td>
                <td id="table-cell-4d540d3ed03cbf1efaa9137c45daed7a" />
                <td id="table-cell-b84c4ebd461ed4495499081cd93a8b21"> 4.038 </td>
                <td id="table-cell-81c6e6bcdebe45ddc003beea2a67088d"> 0.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-853b44a8b72ee8eb28458086550b665c">
                <td id="table-cell-0176d18285ed0fbd4186a85d9546ac68"> PengasuhanOrangTua </td>
                <td id="table-cell-10fe741c8469eab8d25e7c720efca03e"> 0.584 </td>
                <td id="table-cell-e17421351f0a46c95b4ecaf29ceb0ef6"> 0.020 </td>
                <td id="table-cell-b21a435ec945f31e20b126814b7fff54"> 0.908 </td>
                <td id="table-cell-89fab4090e3db7083c6f8944cc268c5b"> 29.240 </td>
                <td id="table-cell-21403bfe7c3039aeec44dc4b9b8c987c"> 0.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-92536bdcc1d140af9a56672b4f3187d9">
                <td id="table-cell-f0fee277f6a1d43d967d1f857e9989bb" colspan="7"> a. Dependent Variable: Kedisiplinan </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-164">Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tabel coefficient seperti pada tabel 4.13 dengan persamaan regresi Y = 6,941+ 0.908X. Dengan nilai konstanta (α) sebesar 6.941 yang artinya jika tidak ada pengasuhan orang tua maka kedisiplinan peserta didik akan konstan sebesar -6, 757 dan nilai koefisien regresi β untuk variabel kedisplinan yaitu 0.908 yang artinya setiap penambahan 1 satuan pengasuhan orang tua, maka kedisiplinan peserta didik akan bertambah sebesar satuan.</p>
        <p id="_paragraph-165">Pada tabel tersebut juga diperoleh nilai Sig. 0,000 dan nilai t-hitung sebesar 29,240 sedangkan untuk nilai t-tabel diketahui sebesar 1,650 menggunakan tabel distribusi t two tail test. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig. 0,000 &lt; 0,05 dan nila t-hitung 29,24 &gt; 1,650 yang artinya pengasuhan orang tua memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-166">Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi pengasuhan orang tua terhadap kedisiplinan peserta didik dapat dilihat pada tabel model summary dengan memperhatikan nilai R Square sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-7214a8b416e8d5cab3045a59cc762bc0">
          <label>Table 13</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Koefisien Determinasi Hipotesis 2</title>
            <p id="paragraph-f7062c35857c28c05c40de39d55664b5" />
          </caption>
          <table id="table-0a5cc48093c2f0b312b1df0f453880e6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7853c84cc82c1317fd4f129051c69e80">
                <th id="table-cell-351a0afc19488d0ecfbebdc90c0cb8db" colspan="5"> Model Summary </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-5b6f8d9091405fd5227f3ab060c4853d">
                <th id="table-cell-4ca62d3d4277fff75afca6c5eb68f004"> Model </th>
                <th id="table-cell-726c665ee358045feba11e42ec2c99d8"> R </th>
                <th id="table-cell-13c2a942f2fa9abde96e02f7d510e7f9"> R Square </th>
                <th id="table-cell-482f9c04822c47b7586d8dd0ab6882e3"> Adjusted R Square </th>
                <th id="table-cell-c4f8a8505ab86ed2a5e1a3c58753bc78"> Std. Error of the Estimate </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-d230324f859b1d7d68e7bbc2b78ae59b">
                <td id="table-cell-ed485c1fd546380b41f82f683d0f4d48"> 1 </td>
                <td id="table-cell-1d3c1a6d37b301141dcaad553fc6de35"> .908a </td>
                <td id="table-cell-e651f13f0d9e5947315a1ae722abdc0a"> 0.824 </td>
                <td id="table-cell-029d5b803175ea2e8612830cdbeb801a"> 0.824 </td>
                <td id="table-cell-601aa012cd4f1fa56937e0f210e7502b"> 2.57316 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fc90b095f1b78362a0cf935a896bc212">
                <td id="table-cell-9b4e89c48b725233dfe9e545161a7fd1" colspan="5"> a. Predictors: (Constant),   PengasuhanOrangTua </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-172">Pada tabel 1.12 di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,824 atau 82,4% yang menunjukkan kontribusi pengasuhan orang tua terhadap kedisiplinan peserta didik sebesar 82,4% artinya bahwa perubahan sebesar 82,4% pada kedisiplinan disebabkan oleh pengasuhan orang tua. Sedangkan sisanya 17,6% dari variabel lain yang tidak diteliti atau nilai eror. Dapat dikatakan bahwa pengasuhan orang tua memberikan kontribusi terhadap kedisiplinan peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-173">Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua berpengaruh terhadap kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-955fb7c01b7182f08a9f875e79809870">
        <title>
          <bold id="_bold-12">B. Pembahasan </bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-175">
          <bold id="_bold-13">1. Deskripsi Pola Asuh Orang Tua di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-176">Berdasarkan hasil analisis penelitian, diketahui bahwa rata-rata skor pengasuhan orang tua di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar berada pada angka 85,53, yang tergolong dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum orang tua telah menjalankan peran pengasuhan dengan cukup baik dalam mendukung perkembangan anak, meskipun belum sepenuhnya optimal.</p>
        <p id="_paragraph-177">Data deskriptif lebih lanjut mengungkapkan bahwa mayoritas responden (70,7%) tergolong dalam kategori pengasuhan sedang, sementara 13,5% berada pada kategori rendah, dan hanya 15,8% yang menunjukkan pola asuh tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta didik menerima pola pengasuhan yang cukup memadai, tetapi masih terdapat kelompok anak yang memperoleh pola asuh di bawah standar, sehingga memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut dari pihak keluarga maupun sekolah.</p>
        <p id="_paragraph-178">Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki kontribusi signifikan terhadap proses belajar, sikap, dan perkembangan kepribadian peserta didik. Pengasuhan tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi juga mencakup dukungan emosional, motivasi belajar, pembinaan moral, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kualitas pengasuhan ini pada akhirnya akan memengaruhi kemampuan peserta didik dalam mengembangkan prestasi akademik, kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan sosial.</p>
        <p id="_paragraph-179">Lebih jauh, proses pengasuhan juga merupakan sarana sosialisasi pertama bagi anak. Di lingkungan keluarga, anak diperkenalkan dengan nilai-nilai moral, norma agama, sopan santun, dan etika sosial, yang kemudian akan diaplikasikan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pengasuhan yang tepat dan konsisten akan membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta menjaga relasi sosial yang harmonis.</p>
        <p id="_paragraph-180">Dalam kajian literatur, para ahli memberikan pandangan beragam mengenai peran pengasuhan dalam membentuk perkembangan anak. Hurlock menekankan bahwa pengasuhan mencakup pemberian dukungan fisik, emosional, moral, dan intelektual yang dibutuhkan anak untuk mencapai kematangan dan kemandirian. Sementara itu, Baumrind mengklasifikasikan pola asuh menjadi tiga tipe: otoriter, permisif, dan demokratis. Dari ketiga pola tersebut, pola asuh demokratis dipandang paling efektif karena memberikan keseimbangan antara arahan dan kebebasan, serta mendorong partisipasi anak dalam pengambilan keputusan.[12]</p>
        <p id="_paragraph-181">Selaras dengan hal tersebut, Syamsu Yusuf menyatakan bahwa pengasuhan yang hangat dan suportif mampu mendorong anak menjadi lebih mandiri, aktif dalam belajar, dan berprestasi lebih tinggi. Penelitian oleh Nuraeni juga menunjukkan bahwa gaya pengasuhan orang tua secara signifikan memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. [13]</p>
        <p id="_paragraph-182">Di samping pengaruh dari keluarga, sinergi antara orang tua dan pihak sekolah menjadi aspek penting dalam membentuk perilaku dan keberhasilan belajar peserta didik. Komunikasi yang efektif, keterbukaan dalam menyampaikan perkembangan anak, serta kerja sama dalam menyelesaikan masalah pendidikan akan meningkatkan keberhasilan pengasuhan dan pembelajaran secara keseluruhan.[14]</p>
        <p id="_paragraph-183">Dengan demikian, pola pengasuhan orang tua di SD Gugus VI Kecamatan Tallo secara umum tergolong cukup baik, namun masih diperlukan optimalisasi bagi sebagian peserta didik yang menunjukkan tanda-tanda kekurangan dukungan dari keluarga. Keberhasilan pengasuhan tidak hanya diukur dari aspek fisik semata, tetapi juga mencakup kebutuhan emosional, moral, dan kognitif. Oleh karena itu, kolaborasi yang harmonis antara orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mendorong peserta didik tumbuh menjadi individu yang mandiri, berprestasi, dan berkarakter luhur sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.</p>
        <p id="_paragraph-184">
          <bold id="_bold-14"> 2. Deskripsi Prestasi Belajar Peserta Didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-185">Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik (59,23%) di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Tallo memiliki tingkat prestasi belajar pada kategori sedang, diikuti oleh 28,27% pada kategori rendah, dan hanya 12,5% pada kategori tinggi. Nilai maksimum yang diperoleh adalah 74, dengan nilai minimum 41, rata-rata 56,89, standar deviasi 6,13, dan rentang nilai 33.</p>
        <p id="_paragraph-186">Temuan ini memberikan indikasi bahwa tingkat pencapaian akademik peserta didik secara umum berada pada tingkat cukup, namun masih terdapat sejumlah peserta didik yang memerlukan perhatian khusus karena berada pada kategori rendah. Sebaliknya, terdapat pula peserta didik yang menunjukkan pencapaian akademik tinggi, yang menjadi potensi untuk terus dikembangkan.</p>
        <p id="_paragraph-187">Prestasi belajar peserta didik tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran, motivasi internal, dukungan dari keluarga, kondisi psikologis, serta strategi dan metode mengajar yang diterapkan oleh guru. Dukungan yang optimal dari berbagai pihak, terutama keluarga dan lingkungan sekolah, akan berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik peserta didik.[15]</p>
        <p id="_paragraph-188">Lebih lanjut, faktor seperti kemampuan dasar, minat belajar, latar belakang keluarga, serta budaya belajar di sekolah, turut memberikan kontribusi signifikan terhadap variasi hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini, kerja sama antara guru, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong peserta didik mencapai prestasi yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.</p>
        <p id="_paragraph-189">Secara keseluruhan, prestasi belajar di SD Gugus VI Kecamatan Tallo masih tergolong kategori sedang, yang mencerminkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan bimbingan akademik. Beberapa strategi yang dapat ditempuh antara lain adalah peningkatan kualitas pembelajaran, penyediaan layanan bimbingan belajar tambahan, serta penerapan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan.</p>
        <p id="_paragraph-190">Dalam konteks teori pembelajaran, pendekatan behavioristik menekankan pentingnya pemberian penguatan (reinforcement) sebagai stimulus untuk meningkatkan hasil belajar, sedangkan pendekatan konstruktivistik lebih menekankan pada keterlibatan aktif siswa dan pengalaman belajar bermakna. Penelitian ini sejalan dengan temuan Lestari, yang menegaskan bahwa motivasi belajar dan dukungan keluarga berperan penting dalam menentukan prestasi belajar peserta didik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam merancang program penguatan pembelajaran yang lebih terarah dan relevan secara kontekstual</p>
        <p id="_paragraph-191">
          <bold id="_bold-15">3. Deskripsi Kedisiplinan Peserta Didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-192">Berdasarkan hasil pengolahan data deskriptif, diperoleh bahwa rata-rata skor kedisiplinan peserta didik sebesar 53,38, yang mengindikasikan bahwa tingkat kedisiplinan berada pada kategori sedang. Data ini juga menunjukkan bahwa 66,84% peserta didik berada pada kategori sedang, 31,52% tergolong tinggi, dan hanya 1,64% pada kategori rendah.</p>
        <p id="_paragraph-193">Temuan ini mencerminkan bahwa sebagian besar peserta didik telah menunjukkan kecenderungan untuk mematuhi aturan sekolah, seperti hadir tepat waktu, mengikuti arahan guru, menjaga kebersihan, dan melaksanakan tugas. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kecil peserta didik yang kurang disiplin, yang jika tidak segera ditangani, berpotensi menjadi hambatan dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif.</p>
        <p id="_paragraph-194">Kedisiplinan peserta didik merupakan cerminan dari hasil pembiasaan dan pengawasan yang diterapkan baik di sekolah maupun di rumah. Dalam hal ini, peran guru, kepala sekolah, dan orang tua sangat krusial dalam memastikan konsistensi penerapan aturan, memberikan teladan yang baik, serta membangun komunikasi yang positif dengan peserta didik.[16]</p>
        <p id="_paragraph-195">Secara umum, kedisiplinan peserta didik di SD Gugus VI masih memerlukan peningkatan, khususnya dalam memperkuat pembiasaan yang positif dan memperbaiki mekanisme penegakan aturan. Kurangnya ketegasan dalam pengawasan serta lemahnya pembiasaan disiplin di rumah menjadi faktor penyumbang yang perlu mendapat perhatian.</p>
        <p id="_paragraph-196">Kedisiplinan sendiri, menurut Syaiful Bahri Djamarah, merupakan bentuk pengendalian diri dalam mengikuti norma dan peraturan yang bertujuan menciptakan keteraturan dan tanggung jawab. Dalam kerangka teori behavioristik, kedisiplinan dapat dibentuk melalui penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai serta pengurangan terhadap perilaku menyimpang. Sedangkan pendekatan psikologi humanistik menekankan pentingnya hubungan interpersonal yang positif antara guru dan peserta didik dalam membangun kedisiplinan.[17]</p>
        <p id="_paragraph-197">Penelitian sebelumnya oleh Hidayati menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dan keteladanan guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik. Hal ini diperkuat oleh penelitian Prasetyo dan Rahmawati, yang menyatakan bahwa implementasi tata tertib yang konsisten di sekolah memberikan dampak positif terhadap sikap disiplin siswa.[18]</p>
        <p id="_paragraph-198">Meskipun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang berbeda karena berfokus pada deskripsi kontekstual kedisiplinan siswa secara lokal di SD Gugus VI Kecamatan Tallo, sehingga dapat menjadi pijakan bagi sekolah dalam merancang kebijakan dan program pembinaan karakter yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan.</p>
        <p id="_paragraph-199">
          <bold id="_bold-16">4. Pengaruh Pengasuhan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-200">Hasil analisis uji parsial menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Nilai koefisien regresi sebesar 0,888 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam kualitas pengasuhan orang tua akan diikuti dengan peningkatan prestasi belajar peserta didik sebesar 0,888 satuan.</p>
        <p id="_paragraph-201">Uji-t memperkuat temuan tersebut, dengan nilai t-hitung 26,027 lebih besar dari t-tabel 1,650 serta tingkat signifikansi sebesar 0,000 (&lt; 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak, sementara hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang nyata antara pengasuhan orang tua dan prestasi belajar.</p>
        <p id="_paragraph-202">Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,788 menunjukkan bahwa 78,8% variasi dalam prestasi belajar peserta didik dijelaskan oleh pola pengasuhan orang tua, sementara 21,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini selaras dengan teori ekologi yang menempatkan keluarga sebagai bagian dari mikrosistem yang paling berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dalam konteks pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, pengasuhan orang tua tidak hanya menyangkut bimbingan belajar di rumah, tetapi juga pembentukan karakter, keteladanan nilai-nilai moral, serta dukungan emosional yang mendorong anak untuk lebih memahami dan menginternalisasi ajaran agama secara optimal. Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis, dengan komunikasi terbuka dan dukungan yang konsisten, cenderung melahirkan peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi, khususnya dalam pembelajaran nilai-nilai spiritual. Sebaliknya, pola pengasuhan otoriter maupun permisif berdampak negatif terhadap motivasi dan pencapaian belajar anak.[19]</p>
        <p id="_paragraph-203">Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membina dan mendukung peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti, demi pencapaian prestasi akademik yang optimal dan pembentukan karakter yang utuh.</p>
        <p id="_paragraph-204">
          <bold id="_bold-17">5. Pengaruh Pengasuhan Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-205">Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh bukti bahwa pengasuhan orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Nilai koefisien regresi sebesar 0,908 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam kualitas pengasuhan akan meningkatkan kedisiplinan peserta didik sebesar 0,908 satuan.</p>
        <p id="_paragraph-206">Hasil uji-t mendukung temuan tersebut, di mana nilai t-hitung 29,240 lebih besar dari t-tabel 1,650 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (&lt; 0,05). Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan tingkat kedisiplinan siswa.Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,824 menunjukkan bahwa 82,4% variasi kedisiplinan peserta didik dapat dijelaskan oleh pengasuhan orang tua, sedangkan 17,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, terutama yang bersifat demokratis, memberikan kontribusi positif terhadap sikap disiplin peserta didik. Melalui komunikasi terbuka, pemberian tanggung jawab, dan penerapan aturan yang disertai kasih sayang, peserta didik terbentuk menjadi pribadi yang patuh terhadap tata tertib sekolah dan memiliki kesadaran tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pembelajaran. Peserta didik yang berasal dari lingkungan keluarga yang membiasakan ibadah rutin, seperti salat dan membaca Al-Qur'an, menunjukkan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa pengasuhan yang menanamkan nilai keagamaan secara konsisten di rumah turut memperkuat karakter disiplin anak di sekolah, khususnya dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.</p>
        <p id="_paragraph-207">Secara teoritis, hasil ini sejalan dengan pandangan behavioristik yang menekankan pembentukan perilaku melalui pembiasaan dan reinforcement. Sementara pendekatan humanistik juga relevan, karena menunjukkan bahwa kedisiplinan yang efektif dibentuk melalui hubungan positif antara anak dan figur otoritas, dalam hal ini orang tua. Dengan demikian, pengasuhan orang tua menjadi faktor strategis dalam mendukung pembentukan kedisiplinan peserta didik. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan karakter dan pencapaian akademik anak secara holistik, terutama dalam pendidikan moral dan spiritual.[20]</p>
        <p id="_paragraph-208">Temuan ini sejalan dengan beberapa studi kontemporer. Penelitian oleh Putri dan Firmansyah di SD Negeri Kota Depok menunjukkan bahwa anak-anak yang diasuh dengan pola otoritatif memiliki tingkat disiplin dan prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan anak-anak dengan pola asuh permisif. Sementara itu, studi lokal oleh Syamsuddin di Makassar menemukan bahwa kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua dalam pembinaan karakter mampu menekan perilaku indisipliner hingga 40% dalam kurun satu semester.</p>
        <p id="_paragraph-209">Penelitian ini turut menguatkan hasil-hasil tersebut, bahwa pengasuhan yang diterapkan orang tua, khususnya dalam konteks urban seperti di Kecamatan Tallo, memiliki korelasi kuat terhadap aspek disiplin dan akademik peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga bukan hanya sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi sebagai mitra utama dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara karakter.</p>
        <p id="_paragraph-210">Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pola pengasuhan orang tua yang positif memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dan kedisiplinan peserta didik. Dalam konteks wilayah seperti Kecamatan Tallo yang menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks, keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan formal menjadi sangat penting. Pola asuh yang konsisten dan penuh dukungan tidak hanya meningkatkan capaian akademik dan kepatuhan terhadap aturan sekolah, tetapi juga memberikan fondasi kuat bagi pembentukan karakter anak secara holistik.</p>
        <p id="_paragraph-211">Secara jangka panjang, pola pengasuhan yang efektif berkontribusi besar terhadap pembentukan sikap sosial anak, seperti kemampuan bekerja sama, empati terhadap sesama, serta toleransi terhadap perbedaan. Anak-anak yang dibesarkan dengan pendekatan pengasuhan yang responsif cenderung memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dan lebih mampu menyesuaikan diri dalam berbagai lingkungan sosial. Selain itu, pengasuhan yang mendorong kemandirian dan tanggung jawab akan melatih anak dalam membuat keputusan yang sehat, menyelesaikan masalah secara mandiri, dan mengelola emosi secara dewasa kemampuan-kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.</p>
        <p id="_paragraph-212">Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya penting bagi perbaikan mutu pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, tetapi juga memberikan wawasan strategis bagi penguatan pendidikan karakter secara menyeluruh. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga, seperti pelatihan pola asuh dan forum komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua, perlu dijadikan bagian dari kebijakan pendidikan di tingkat sekolah dasar untuk memastikan bahwa peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-5632b89e367e87bb5bf3b5e14dd5b65b">
      <title>
        <bold id="_bold-18">Simpulan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-214">1.Berdasarkan hasil analisis deskriptif mengenai pengasuhan orang tua di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengasuhan orang tua mayoritas berada pada kategori sedang. Hal tersebut tampak dari perolehan skor minimum 66, maksimum 114, dan rata-rata 85,53, dengan standar deviasi 9,52. Selain itu, berdasarkan Kategorisasi, terdapat 25 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 13,5%, terdapat 130 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 70,7%, dan terdapat 29 orang responden yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 15,8%. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua berapa pada kategori sedang yakni sebesar 70,7 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua peserta didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar dominan pada kategori sedang.</p>
      <p id="_paragraph-215">2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif mengenai prestasi belajar peserta didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar peserta didik mayoritas berada pada kategori sedang. Hal tersebut tampak dari perolehan skor minimum 41, skor maksimum 74, dan rata-rata 56,89, dengan standar deviasi 6,13. Selain itu, berdasarkan pengelompokan yang dilakukan, terdapat 52 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 28,27%, terdapat 109 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 59,23%, dan terdapat 23 orang responden yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 12,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar peserta didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar dominan pada kategori sedang.</p>
      <p id="_paragraph-216">3. Berdasarkan hasil analisis deskriptif mengenai kedisiplinan peserta didik di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar, dapat disimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan peserta didik mayoritas berada pada kategori sedang. Hal tersebut tampak dari perolehan skor minimum 36, skor maksimum 74, dan rata-rata 53,38, dengan standar deviasi 7,54. Selain itu, berdasarkan pengelompokan yang dilakukan, terdapat 3 orang responden yang termasuk dalam kategori rendah dengan persentase 1,64%, terdapat 123 orang responden yang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 66,84%, dan terdapat 58 orang responden yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 31,52%. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan peserta didik berapa pada kategori sedang yakni sebesar 66,84%.</p>
      <p id="_paragraph-217">4. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil uji regresi yang menunjukkan koefisien regresi (β) sebesar 0,888, nilai Sig. (0,000) &lt; 0,05, dan t-hitung (26,027) &gt; t-tabel (1,650). Dengan kata lain, setiap terjadi satu satuan peningkatan pengasuhan orang tua, maka prestasi belajar peserta didik juga akan naik satu satuan. Selain itu, koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh yaitu 0,788 atau 78,8% juga menjelaskan bahwa 78,8% variasi prestasi belajar peserta didik dapat diterangkan oleh pengasuhan orang tua, sedangkan sisanya 21,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, pengasuhan orang tua merupakan faktor penting dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, dapat disimpulkan bahwa pengasuhan orang tua memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil uji regresi yang menunjukkan koefisien regresi (β) sebesar 0,908, nilai Sig. (0,000) &lt; 0,05, dan t-hitung (29,240) &gt; t-tabel (1,650). Dengan kata lain, setiap terjadi satu satuan peningkatan pengasuhan orang tua, maka kedisiplinan peserta didik juga akan naik satu satuan. Selain itu, koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh yaitu 0,824 atau 82,4% juga menjelaskan bahwa 82,4% variasi kedisiplinan peserta didik dapat diterangkan oleh pengasuhan orang tua, sedangkan sisanya 17,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, pengasuhan orang tua merupakan faktor penting dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD Gugus VI Kecamatan Tallo Kota Makassar.</p>
      <p id="_paragraph-218">Sebagai implikasi praktis, sekolah disarankan untuk:</p>
      <p id="_paragraph-219">1.Menyelenggarakan pelatihan parenting secara berkala bagi orang tua guna meningkatkan pemahaman tentang pola asuh yang mendukung perkembangan akademik dan karakter anak.</p>
      <p id="_paragraph-220">2.Membangun forum komunikasi rutin antara sekolah dan orang tua, seperti pertemuan kelas atau komunitas belajar orang tua, untuk memperkuat sinergi dalam pengawasan dan pembinaan anak di rumah dan di sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-221">3.Melibatkan orang tua dalam program karakter siswa, seperti kegiatan keagamaan, kerja bakti sekolah, atau penguatan nilai-nilai disiplin, agar pembentukan karakter berlangsung secara berkelanjutan di dua lingkungan utama anak: sekolah dan rumah.</p>
      <p id="_paragraph-222">Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran orang tua sebagai mitra strategis sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi pada pembentukan karakter serta peningkatan prestasi belajar peserta didik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>