<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Teachers’ Acceptance of Google Sites for Ecosystem Learning</article-title>
        <subtitle>Keberterimaan Guru terhadap Google Sites untuk Pembelajaran Ekosistem</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-f65b75176becd7ff7a425f2a7d7cf34d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Indayani</surname>
            <given-names>Lilik</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b2ba8227870c94be9c77e7672ede6d4c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulidiyah</surname>
            <given-names>Nur Laili</given-names>
          </name>
          <email>Maulidiyah@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-06-24">
          <day>24</day>
          <month>06</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f0aced95cd9127bdc6ba9937670e8336">
      <title>
        <bold id="bold-e0cb407cf02482dda3502b0b1d46d98b">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-8485ab6eda90c4a668d95cd5630a1db5">Pembelajaran IPAS di sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam mempertahankan keterlibatan dan motivasi siswa. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan tidak interaktif. Anak-anak pada usia sekolah dasar memerlukan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif untuk meningkatkan minat dan motivasi mereka. Dalam konteks pembelajaran IPAS mengenai ekosistem, guru cenderung menggunakan metode konvensional seperti ceramah dan buku teks, yang dapat membuat siswa merasa bosan dan kurang terlibat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa.</p>
      <p id="paragraph-1989478f207102bf78440cb3e8cc3aec">Google Sites merupakan salah satu platform digital yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Dengan Google Sites, guru dapat membuat halaman web yang dapat diakses siswa untuk mengeksplorasi informasi dan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik. Namun, keberhasilan penggunaan Google Sites dalam pembelajaran materi ekosistem sangat bergantung pada penerimaan guru terhadap teknologi ini. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan guru terhadap penggunaan Google Sites. Model UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) adalah kerangka yang dapat digunakan untuk menganalisis penerimaan ini, dengan mengidentifikasi empat faktor utama: harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, dan kondisi fasilitasi.</p>
      <p id="paragraph-88b063bf32e18f53e0567ab6621a274a">Model UTAUT, yang dikembangkan oleh [1], mengintegrasikan elemen dari delapan model penerimaan teknologi, termasuk Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan Teori Difusi Inovasi (DOI). Tujuan UTAUT adalah untuk menyediakan kerangka teoritis yang lebih tepat dalam memprediksi dan menjelaskan niat serta perilaku pengguna terkait adopsi teknologi [2]. Model ini mencakup variabel moderasi seperti jenis kelamin, usia, pengalaman, dan kesukaran penggunaan, yang dapat mempengaruhi hubungan antara konstruk tersebut dan hasil yang diharapkan [3].</p>
      <p id="paragraph-d15423146e8c599eec515c40aab78253">Berbagai penelitian menunjukkan bahwa model UTAUT dapat berfungsi sebagai alat efektif untuk memahami adopsi dan penggunaan teknologi, meskipun efektivitasnya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan lokasi [4], [5]. UTAUT juga memberikan landasan teoritis dan metodologis yang kuat, serta telah terbukti akurat dalam memprediksi adopsi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru mengadopsi teknologi dan praktik baru, serta mengidentifikasi hambatan yang mereka hadapi dalam penerapan teknologi digital dalam pengajaran [6].</p>
      <p id="paragraph-1e1f55375c6db3f42579f5b97cbaf36f">Dengan menerapkan model UTAUT, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan guru terhadap penggunaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS, khususnya mengenai materi ekosistem di sekolah dasar, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berharga bagi guru dan praktisi pendidikan mengenai pemanfaatan Google Sites dalam konteks pembelajaran IPAS, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan keterlibatan siswa.</p>
      <p id="paragraph-7adf4e472a533fe272d0a4ecaf9709dd">Belum terdapat penelitian yang secara khusus mengeksplorasi penerimaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS di tingkat SD di Indonesia, terutama berkaitan dengan dampaknya terhadap keterlibatan dan motivasi siswa. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pemahaman mengenai cara optimal untuk memanfaatkan platform digital ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran di pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Performance Expectancy (PE), Effort Expectancy (EE), Social Influence (SI), dan Facilitating Conditions (FC) terhadap penerimaan penggunaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini akan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS berdasarkan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan guru. Diharapkan, studi ini dapat memberikan wawasan baru tentang penerapan teknologi digital dalam pendidikan dasar, dengan fokus pada aspek-aspek yang belum diteliti sebelumnya, sehingga membantu guru dalam merancang pengalaman belajar IPAS yang lebih bermakna dan interaktif bagi siswa.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-db66bdf443ac68d57c90f22b8d82d4c0">
      <title>
        <bold id="bold-5f7816dc36224598e9f591e6d95c0528">METODE</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-9a56ef679cbf7f925b3787d82f43b365">Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan kerangka UTAUT (Teori Terpadu Penerimaan dan Penggunaan Teknologi) melalui aplikasi SmartPLS untuk mengevaluasi penerimaan guru terhadap pemanfaatan Google Sites dalam pengajaran materi ekosistem di sekolah dasar [7]. Desain penelitian ini berupa survei, dengan kuesioner sebagai alat utama untuk mengumpulkan data. Kuesioner ini dirancang untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana guru menerima penggunaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS. Tujuan kuesioner ini adalah untuk mengumpulkan data yang diperlukan dari responden guna mencapai sasaran penelitian. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan empat poin, yaitu 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Ragu-ragu, 4 = Setuju, dan 5 = Sangat Setuju. Terdapat tiga komponen dalam kuesioner: petunjuk pengisian, identitas guru, dan bagian isi. Pada bagian isi, terdapat pernyataan yang mencakup variabel yang diteliti, termasuk Sikap, Kebutuhan Afektif, Harapan Kinerja, Harapan Usaha, Efikasi Diri, Pengaruh Sosial, Kondisi Pendukung, Niat Perilaku, Kebiasaan Penggunaan TI (IUH), dan Peluang Pembelajaran yang Dirasakan. Setelah kuesioner selesai disusun, tautan formulir Google kemudian dibagikan secara daring kepada para guru. Sebanyak 100 guru mengikuti pengisian formulir tersebut, dan data demografi mereka disajikan secara terperinci dalam tabel di bawah ini.</p>
      <table-wrap id="table-figure-50e0de1ddbfdbe2eb9580d02c473aa6a">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-61045aa5458b4010c8e68efcd7a4eca0" />
        </caption>
        <table id="table-13781a02feced595c5fd759f0470b150">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f23f6f920acd41d144e3f7c196204bc2">
              <th id="table-cell-480564a1a955efaafbdaae01abe4b77e">Data Demographic</th>
              <td id="table-cell-f69f521c3290fe413eebc2a7a218dfb2" />
              <th id="table-cell-fa87b14a3610ceb8e507bb9c2718870d">JumlahN</th>
              <th id="table-cell-f7926ade9cd0f96968fcc99c9f31edcc">Persentase%</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-9e7350ddec2d649891e1d00cbf118a08">
              <td id="table-cell-7acc51cf49617aceaca18f7bde44623f">Jenis Kelamin</td>
              <td id="table-cell-f3affcce4144dadec11400d301f52501">Perempuan</td>
              <td id="table-cell-985a2f4422225f468be7839b81e2de09">85</td>
              <td id="table-cell-6972139ce7d21a78750e420c7dc79b29">85 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-86649969e8532ae140b36e7f2c2fa134">
              <td id="table-cell-1b8f738d651934ed189e70fa1cb0a7ba" />
              <td id="table-cell-19673993243d14bdeff75399a86ea29c">Laki laki</td>
              <td id="table-cell-d272d0c52a7aa360af26e0a34e8d339e">15</td>
              <td id="table-cell-531c1d8128ec2309351065b02ac0f948">15 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6a173eb2af1f749d96601700ab428224">
              <td id="table-cell-57d176def5e32951b8d12deb79f54528">Usia</td>
              <td id="table-cell-7f44c1a5339f4695a77d10e57e1ecd34" />
              <td id="table-cell-83b69486a2b3c712e352e58dd405ac1a">20</td>
              <td id="table-cell-059f85438923245c20334a42fa52ebda">20 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-29c0eb03578ae16fcde99ffb831f7792">
              <td id="table-cell-1828e7ccffe0a34041face462542e254" />
              <td id="table-cell-d4ac2e0e455542eabb413f2cd6b4ff19" />
              <td id="table-cell-78032d524a27bc89e11a4f5ec90debf3">25</td>
              <td id="table-cell-c5506408b138c6150c26107731a100b6">25 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8b972c5393e35a5fa6d47c623bb91810">
              <td id="table-cell-bbee8dd7d479e2e28c295dd09be0232b" />
              <td id="table-cell-9444a4641d3e4968b9d4a8236ad716f3" />
              <td id="table-cell-b1ccb2417a498b35df25f563a9f9509e">35</td>
              <td id="table-cell-2e3df0d8e324f84c08fcc199885f2009">35 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7cc594c7fd65f2c357e94f54f826f2c2">
              <td id="table-cell-a72d5af85de87adab3a07cd37e285bd3" />
              <td id="table-cell-7ff9b0f5f5a99338da11e55a6ffa9285" />
              <td id="table-cell-ef2bf4af01abd43c8977ef2c7e05d853">20</td>
              <td id="table-cell-d263c116838399253dca88e3214c33ce">20 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-42e8f57f7645aab8914a49b99803d26f">
              <td id="table-cell-9ec42e992b67c8193edfdd2a4d73160c">Pengalaman Kerja</td>
              <td id="table-cell-3455a875f956777f85ae63b20310dc3e">1-5 Tahun</td>
              <td id="table-cell-1ac49f7b7093e2ecf5dcc0be83e277ab">7</td>
              <td id="table-cell-4b85e649761e702de5919bbcb7dc141b">7 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9c857021b58049803d893947e1b7d605">
              <td id="table-cell-97a476e0d7caf22a63411692fafe8334" />
              <td id="table-cell-a6773f457486f711464e9151f80a0c77">6-15 Tahun</td>
              <td id="table-cell-f145bcff95852147956213f040992524">50</td>
              <td id="table-cell-34420390e72b4e45a9ce94058bfe871c">50 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ef241dc69d10fd5dc7e0bb611d6db871">
              <td id="table-cell-e65edcfe3c43999943f016a88823016b" />
              <td id="table-cell-450faee76699c937d82eaff877169a3e">16-20 Tahun</td>
              <td id="table-cell-b47d5ae31f82f23b35034b31f708a313">43</td>
              <td id="table-cell-619a72d934186868e2c0edbc170dcca7">43 %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-68cce12396c74fe32eaf6d506e13e6e3">
              <td id="table-cell-42839e62c68a70c0c94cea6b8d2a2a2e" />
              <td id="table-cell-aee3cb50fa6f8637a4bfe8936966425b">Diatas 20 Tahun</td>
              <td id="table-cell-9111f43208efecb75ed547e00f549e78">0</td>
              <td id="table-cell-70231a20a95d0f071b776e6c71065b90">0</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-5">Prosedur Penarikan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-6">Penelitian ini menerapkan metode stratified random sampling untuk menarik sampel dari populasi guru yang mengajar mata pelajaran IPAS di tingkat SD. Dalam pendekatan ini, populasi dibagi menjadi strata berdasarkan kriteria tertentu, seperti pengalaman mengajar dan lokasi sekolah. Dari setiap strata, sampel diambil secara acak untuk memastikan representasi yang baik dari setiap kelompok, sehingga dapat mengurangi bias dan meningkatkan validitas hasil penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-7">Validitas &amp; Reliabilitas Instrumen</p>
      <p id="_paragraph-8">Sebelum pengumpulan data, instrumen penelitian akan diuji coba untuk menilai validitas dan reliabilitasnya. Uji coba ini dilakukan pada sekelompok kecil guru untuk mendapatkan umpan balik dan memastikan bahwa semua pertanyaan dapat dipahami dengan jelas. Reliabilitas instrumen akan diukur menggunakan Cronbach’s α, di mana nilai α di atas 0,7 dianggap menunjukkan reliabilitas yang memadai. Hasil dari uji coba ini akan digunakan untuk merevisi instrumen jika diperlukan sebelum digunakan dalam pengumpulan data utama.</p>
      <p id="_paragraph-9">Persetujuan Etik</p>
      <p id="_paragraph-10">Sebelum melaksanakan penelitian, surat izin akan diperoleh dari pihak sekolah dan lembaga pendidikan terkait. Surat persetujuan ini akan mencakup informasi mengenai tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta jaminan kerahasiaan dan anonimitas responden. Dengan mendapatkan persetujuan ini, penelitian dapat dilaksanakan dengan lebih kredibel dan etis.</p>
      <p id="_paragraph-11">Bagan Alur Metode</p>
      <p id="_paragraph-12">Populasi → Penarikan Sampel (Stratified Random Sampling) → Pengumpulan Data → Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-13">1. Populasi: Guru mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.</p>
      <p id="_paragraph-14">2. Sampel: Guru yang diambil secara acak dari setiap strata.</p>
      <p id="_paragraph-15">3. Pengumpulan Data: Melalui kuesioner dan wawancara.</p>
      <p id="_paragraph-16">4. Analisis Data: Menggunakan model UTAUT dengan bantuan software analisis.</p>
      <p id="_paragraph-17">Dengan prosedur yang jelas dan terstruktur, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel untuk mendukung temuan yang signifikan. Data yang diperoleh dari kuesioner akan dianalisis menggunakan metode statistik, termasuk analisis deskriptif untuk menjelaskan karakteristik sampel, analisis korelasi untuk menilai hubungan antara variabel, dan analisis regresi untuk mengetahui dampak variabel terhadap penerimaan guru. Pendekatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang bermanfaat mengenai penerimaan guru terhadap pemanfaatan Google Sites dalam pengajaran materi ekosistem di sekolah dasar, serta faktor-faktor yang memengaruhinya</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-16c3a7aafe991d09d1ff442b497f20a5">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-18">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah dasar memiliki sikap positif terhadap penggunaan Google Sites dalam pembelajaran materi ekosistem. Analisis data mengungkapkan beberapa temuan kunci:</p>
      <p id="_paragraph-19">1. Harapan Kinerja: Guru-guru meyakini bahwa penggunaan Google Sites dapat meningkatkan efektivitas pengajaran mereka dalam materi ekosistem.</p>
      <p id="_paragraph-20">2. Harapan Usaha: Mereka berpendapat bahwa Google Sites mudah digunakan dan tidak memerlukan usaha yang besar.</p>
      <p id="_paragraph-21">3. Pengaruh Sosial: Banyak guru merasa didukung oleh rekan kerja dan kepala sekolah dalam penggunaan Google Sites.</p>
      <p id="_paragraph-22">4. Kondisi Fasilitasi: Selain itu, mereka percaya bahwa akses terhadap teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk menggunakan Google Sites sudah memadai.</p>
      <p id="_paragraph-23">5. Penerimaan Guru: Secara keseluruhan, guru-guru menunjukkan penerimaan yang positif terhadap pemanfaatan Google Sites dalam pembelajaran materi ekosistem.</p>
      <p id="_paragraph-24">Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh [8] mengutip [9], UTAUT dianggap sebagai salah satu model paling komprehensif dalam bidang penerimaan teknologi. Model ini dibangun di atas delapan model penerimaan teknologi sebelumnya [1]. [8] juga mencatat bahwa UTAUT mampu menjelaskan 70% varians, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan delapan model asalnya yang hanya menjelaskan antara 17% hingga 53% [10]. Implikasi dari model UTAUT sangat signifikan dalam pengembangan dan implementasi teknologi, karena dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi, para pengembang dapat menciptakan sistem yang lebih efektif dan mudah digunakan. Dalam konteks pendidikan, UTAUT dapat digunakan untuk menganalisis penerimaan teknologi oleh guru dan siswa, yang berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran. Meskipun model UTAUT telah banyak diterapkan dalam bidang sistem informasi, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaannya dalam konteks pendidikan. Beberapa peneliti telah melakukan meta-analisis terhadap UTAUT, termasuk [4] yang mengkaji studi empiris dari tahun 2003 hingga 2013 untuk menilai ketepatan dan akurasi model ini dalam memprediksi penerimaan teknologi. Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai efektivitas UTAUT dalam konteks yang lebih luas.</p>
      <p id="_paragraph-25">Peneliti telah melakukan meta-analisis statistik terhadap hasil yang dilaporkan dalam 43 studi yang menerapkan teori UTAUT atau konstruknya dalam penelitian empiris. Hasil analisis menunjukkan bahwa UTAUT kurang efektif dalam penelitian-penelitian terbaru dibandingkan dengan model asal yang diperkenalkan oleh [1]. [11] juga melakukan analisis kutipan serta tinjauan terhadap artikel-artikel yang merujuk pada UTAUT. Temuan mereka mengindikasikan bahwa kategori penelitian yang paling banyak mengacu pada konstruk yang sejalan dengan UTAUT, serta menggunakan teori tersebut untuk mendukung hubungan yang diusulkan. Kategori terbesar kedua mencakup penelitian yang mengutip UTAUT dalam tinjauan pustaka dan bagian latar belakang teoritis, sedangkan kategori ketiga melibatkan studi yang merujuk pada UTAUT saat membahas evolusi dalam adopsi teknologi [12].Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model UTAUT dapat berfungsi sebagai kerangka kerja untuk menganalisis penerimaan teknologi dalam lingkungan pendidikan. Namun, penting bagi peneliti untuk memperhatikan konteks dan karakteristik sampel yang digunakan agar UTAUT dapat diterapkan secara efektif. Dalam konteks pendidikan, model ini memungkinkan analisis terhadap bagaimana guru dan siswa menerima teknologi, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan dan implementasi teknologi dalam sektor pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-26">Beberapa peneliti, seperti [4], [5], [13], [14], menilai bahwa model UTAUT merupakan alat yang efektif untuk memahami proses adopsi dan penggunaan teknologi. Namun, efektivitas dan penerapannya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan lokasi. [15] menambahkan bahwa UTAUT menyediakan landasan teoritis dan kerangka metodologis yang solid. Penelitian oleh Khechine et al. dan Tamiliwan et al. menunjukkan bahwa model ini mudah digunakan, akurat, dan handal dalam meramalkan adopsi serta penggunaan teknologi [16]. Lebih lanjut, penelitian dalam bidang pendidikan dapat memengaruhi keputusan yang diambil oleh guru, dan UTAUT dapat berperan dalam memahami bagaimana guru mengadopsi teknologi serta praktik baru. Selain itu, model ini dapat membantu dalam mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pengajaran mereka [17], [6].</p>
      <p id="_paragraph-27">Implikasi dari model UTAUT sangat signifikan dalam pengembangan teknologi dan pendidikan. Dalam konteks teknologi, model ini memberikan pemahaman kepada pengembang mengenai elemen-elemen yang mempengaruhi penerimaan dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, dalam bidang pendidikan, UTAUT membantu pendidik memahami cara guru mengadopsi teknologi dan praktik baru, serta mengidentifikasi berbagai hambatan dan tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model UTAUT efektif dalam memprediksi penerimaan guru terhadap penggunaan Google Sites dalam pembelajaran IPAS mengenai ekosistem di sekolah dasar. Faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini mencakup ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung. Dengan memanfaatkan Google Sites, guru dapat meningkatkan kinerja mereka dalam mengajar, serta menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik. Selain itu, para guru merasa bahwa penggunaan Google Sites tidak hanya mudah, tetapi juga tidak memerlukan usaha yang berlebihan.</p>
      <p id="_paragraph-28">Hasil penelitian ini menekankan bahwa dukungan dari rekan sejawat dan kepala sekolah memiliki peran krusial dalam meningkatkan penerimaan guru terhadap penggunaan Google Sites. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan pelatihan dan bantuan yang memadai bagi para guru dalam mengimplementasikan Google Sites dalam proses pembelajaran. Selain itu, analisis model autor memastikan bahwa pengukuran yang dilakukan memenuhi kriteria kelayakan, validitas, dan keandalan dengan cara menetapkan hubungan antara variabel laten dan indikatornya. Hal ini penting untuk menjamin bahwa hasil yang diperoleh dari penelitian dapat diandalkan dan memberikan gambaran yang akurat tentang dinamika yang sedang dianalisis.</p>
      <fig id="figure-panel-b6828ed6fbd1eb8cab7cef2628451ec6">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-f002f97bce77ec866a2eb3b0aaa73814" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-c9d8682dc8765ce533759bf8c24a7c90" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-10 102653.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-29">Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai loading factor yang lebih besar dari 0,7 mengindikasikan bahwa indikator-indikator dari variabel laten ini sudah memiliki validitas konvergen yang baik. Sebagai contoh, nilai indikator FC3 adalah 0,908, FC1 adalah 0,854, dan FC2 adalah 0,879. Karena semua nilai indikator FC lebih dari 0,7, ini menunjukkan validitas konvergen yang baik untuk variabel tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-30">Selain itu, koefisien path adalah koefisien yang menghubungkan <italic id="_italic-1">Behavioral</italic><italic id="_italic-2"> Intention (BI)</italic> dengan <italic id="_italic-3">Social Influence (SI)</italic>. Misalnya, nilai koefisien path untuk SI adalah 0,423, yang berarti SI memberikan kontribusi sebesar 0,423 terhadap BI.</p>
      <p id="_paragraph-31">Gambar 1: Hasil Pengukuran Muatan Luar</p>
      <p id="_paragraph-32">A. Uji Validitas Konvergen</p>
      <fig id="figure-panel-649b7d11b1418d046c394b2e5c9c88e2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Nilai Muatan Luar untuk Item Instrumen</title>
          <p id="paragraph-f4d1c93a6bd5d0d27feabb97f0ac794f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-65d1aa06bde980581899c203dcf68717" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-10 102641.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-34">Berdasarkan Tabel 2, dapat dijelaskan bahwa muatan faktor merupakan tabel yang mencakup faktor-faktor yang menunjukkan hubungan antara indikator dan variabel laten. Untuk dinyatakan valid, nilai muatan faktor harus lebih dari 0,7 [18]. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa semua nilai berada di atas ambang 0,7 dan dianggap valid.</p>
      <p id="_paragraph-35">B. Keandalan dan Validitas Konstruksi</p>
      <p id="_paragraph-36">Setelah melaksanakan pengujian keandalan dengan menggunakan kriteria keandalan komposit pada blok indikator yang mengukur struktur, suatu struktur dinyatakan andal jika nilai keandalan kompositnya mencapai 0,7 [19]. Hasil pengujian tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-73c31f6b660914957168ae70a48f7914">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Hasil Pengujian conctruct reliability and validity</title>
          <p id="paragraph-72d5e62f66594d5b2ff7bde3b9494cf0" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-13ddf3750725b95b1384666f4f4139bd" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-10 102545.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-38">Berdasarkan analisis yang ditampilkan dalam tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa semua indikator menunjukkan nilai composite reliability yang memenuhi kriteria keandalan, di mana setiap variabel memiliki nilai di atas 0,7. Selanjutnya, untuk mengevaluasi validitas konvergen, validitas konvergen reflektif konstruk dinilai menggunakan metode Average Variance Extracted (AVE). Nilai AVE minimum yang dianggap memadai adalah 0,5, dengan setiap item variabel harus memiliki skor AVE sebesar 0,5 atau lebih [20].</p>
      <p id="_paragraph-39">Berdasarkan hasil yang tertera dalam tabel tersebut, nilai AVE untuk setiap variabel melebihi 0,5, yang mengindikasikan bahwa semua variabel laten dapat dianggap valid.</p>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="_bold-3">C. Uji </bold>
        <bold id="_bold-4">Validitas</bold>
        <bold id="_bold-5">Diskriminan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Uji validitas diskriminan dilakukan dengan membandingkan korelasi antar variabel menggunakan akar AVE. Skor validitas diskriminan yang dihitung oleh SmartPLS dalam penelitian ini mengacu pada kriteria Fornell-Larcker, yang membandingkan korelasi antar variabel dengan akar kuadrat dari AVE. Berikut ini disajikan hasil dari uji Fornell-Larcker:</p>
      <fig id="figure-panel-937867e14464fe41e44bab35451b85b2">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-afc3383ab56fddf9482a4a9fb77a3827" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-1bab48869ebf245bbbc17aa278484782" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-10 102515.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-42">Dari Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa setiap akar dari AVE (kriteria Fornell-Larcker) untuk setiap konstruk lebih tinggi dibandingkan dengan korelasinya terhadap variabel lainnya. Sebagai contoh, indikator FC menunjukkan nilai AVE sebesar 0,776, yang berarti akar AVE-nya adalah 0,881.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>
        <bold id="bold-ecd3f3027d230073a9a4f2a4b441bdeb">KESIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-43">Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Google Sites dalam pembelajaran IPAS, khususnya pada materi ekosistem, diterima dengan baik. Hasil analisis data menunjukkan hal-hal berikut:</p>
      <p id="_paragraph-44">1. Validitas Konvergen: Semua indikator menunjukkan nilai loading factor di atas 0,7, sehingga dianggap valid.</p>
      <p id="_paragraph-45">2. Reliabilitas: Setiap variabel menunjukkan nilai composite reliability yang lebih dari 0,7, sehingga dianggap reliabel.</p>
      <p id="_paragraph-46">3. Validitas Konvergen dengan AVE: Semua variabel memiliki nilai AVE yang lebih dari 0,5, sehingga dianggap valid.</p>
      <p id="_paragraph-47">4. Validitas Diskriminan menurut Kriteria Fornell-Larcker: Setiap akar dari AVE untuk masing-masing konstruk lebih besar dibandingkan dengan korelasinya dengan variabel lain, menunjukkan adanya validitas diskriminan yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-48">Sekolah dapat memanfaatkan temuan ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan mengintegrasikan Google Sites sebagai media pengajaran yang interaktif dan menarik bagi siswa. Selain itu, terdapat peluang untuk penelitian lebih lanjut, seperti studi longitudinal untuk menyelidiki dampak penggunaan Google Sites terhadap hasil belajar siswa seiring waktu. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas teknologi dalam meningkatkan proses pembelajaran di kelas.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>