<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Principal Management To Improve Professional Competence of Tahfidz Teachers in Modern Schools </article-title>
        <subtitle>Manajemen Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional GuruTahfidz di Sekolah Modern</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Prasetyo</surname>
            <given-names>Ifan Agus</given-names>
          </name>
          <email>ifanagusprasetyo@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-02-03">
          <day>03</day>
          <month>02</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>31</day><month>08</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-959d331e6b3882a1d116d559058c4bfe">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Peningkatan kompetensi profesional guru tahfidz merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan mutu pendidikan berbasis Al-Qur'an, Kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer yang bertugas mengelola sumber daya, menciptakan lingkungan kondusif, serta menyusun program-program strategis. Dalam konteks pendidikan Tahfidz, manajemen kepala sekolah mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembelajaran yang dirancang untuk mencetak guru yang profesional dan kompeten dalam membimbing peserta didik mencapai target hafalan Al-Qur'an, definisi manajemen menurut Stephen P. Robbins &amp; Mary Coulter dalam Management menyatakan bahwa manajemen melibatkan koordinasi berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi dan diperkuat dengan definisi yang dikemukakan oleh Sadono Sukirno yang menyatakan bahwa manajemen adalah suatu proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang dilakukan oleh manajer dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan[1]. Manajemen bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan cara yang optimal sedangkan Menurut Kemdikbud, manajemen kepala sekolah meliputi berbagai proses seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumber daya secara efisien. Kepala sekolah harus memiliki kompetensi dalam mengelola visi, misi, tujuan sekolah, serta membangun hubungan sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan di sekolah [2], Sebagai pemimpin tertinggi di sekolah kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya organisasi yang kondusif, meningkatkan mutu pendidikan, serta membangun hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat[3], Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu menginspirasi dan memberdayakan seluruh komponen sekolah. Tugas kepala sekolah meliputi pengelolaan sumber daya manusia (guru dan staf), pengelolaan keuangan, penyusunan kurikulum, pengembangan fasilitas, serta evaluasi kinerja untuk memastikan pencapaian standar mutu pendidikan[4]. Selain itu, keberhasilan kepala sekolah dalam manajemen sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengambil keputusan, memecahkan masalah, berkomunikasi, serta membangun tim yang solid. Dengan manajemen yang baik, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensi siswa secara optimal[5]. </p>
      <p id="_paragraph-15">Kompetensi guru merujuk pada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang pendidik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengajar. Kompetensi ini sangat penting dalam memastikan tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas. Secara umum, kompetensi guru dibagi menjadi empat kategori utama, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, menurut Mulyasa, dalam bukunya Manajemen Pembelajaran di Sekolah menyebutkan bahwa kompetensi pedagogik dan profesional sangat penting bagi seorang guru untuk mengelola pembelajaran secara efektif. Guru juga perlu menguasai keterampilan manajerial dan komunikasi untuk dapat melibatkan siswa secara maksimal dalam proses belajar[6]. Dikuatkan lagi dengan pendapat Suyanto, S., &amp; Asep Jihad dalam Menjadi Guru Profesional: Strategi Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global mengemukakan bahwa untuk menjadi guru profesional, seseorang perlu memiliki kompetensi dalam bidang pedagogik dan profesional yang tidak hanya didasarkan pada pendidikan formal, tetapi juga pengembangan keterampilan yang terus menerus melalui pelatihan dan pengalaman mengajar yang relevan [7],dan guru professional harus memiliki indikator sebagaimana yang disampaikan Hakim dalam penelitiannya Strategi Pengembangan Profesionalisme Guru menjelaskan bahwa kompetensi profesional guru mencakup penguasaan materi pelajaran, kemampuan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, serta keterampilan dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Indikator ini menggarisbawahi pentingnya guru dalam mengelola pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan yang jelas dan terukur [8],[9], indikator kompetensi profesional menurut J. P. Donni meliputi (1) Menguasai materi, konsep, struktur dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran. (2) menguasai standart kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.(3) mengembangkan materi yang diampu secara kreatif. (4) mengembangkan keprofesional secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri[10].</p>
      <p id="_paragraph-16">Kompetensi profesional guru tahfidz merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan proses pengajaran dan pembelajaran Al-Qur'an berjalan dengan baik. Guru tahfidz harus memiliki kemampuan yang kuat dalam menghafal Al-Qur'an dan menjaga hafalannya, mereka harus memahami berbagai kaidah tajwid dan ilmu qira’at yang mendalam agar dapat memandu murid dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan benar tanpa kemampuan tersebut, proses mengajarkan murid menjadi sangat terbatas. Dalam hal ini, penelitian oleh Zainudin &amp; Kurniawan menyebutkan bahwa guru yang menguasai ilmu tajwid dan qira'at dengan baik akan lebih mudah mentransfer kemampuan tersebut kepada muridnya[23], Menurut Hidayatullah, penerapan metode yang tepat harus mempertimbangkan karakteristik murid dan konteks sosial budaya di mana pengajaran berlangsung. Misalnya, di lingkungan pesantren, metode yang diterapkan lebih berbasis pada disiplin dan kebiasaan mengulang setiap hari. Sebaliknya, di sekolah umum, mungkin perlu pendekatan yang lebih bervariasi, seperti memanfaatkan teknologi untuk membantu murid memantau perkembangan hafalan mereka[24]. Tahfidz juga sering melibatkan metode tertentu, seperti menggunakan teknik tajwid yang benar, metode berulang-ulang, dan pembelajaran kelompok yang dapat memperkuat hafalan[11]. tahfidz tidak hanya mencakup hafalan teks, tetapi juga pemahaman serta pengamalan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tahfidz memiliki peran penting dalam pendidikan agama Islam, khususnya dalam menciptakan generasi yang memiliki hubungan erat dengan Al-Qur'an[12], Kemampuan dalam evaluasi dan monitoring sangat penting agar proses menghafal dapat dipantau dengan baik. Guru tahfidz harus dapat memonitor sejauh mana progres hafalan muridnya, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta memberikan motivasi bagi murid yang kesulitan, Wahid dalam artikelnya mengenai evaluasi dalam pendidikan tahfidz menyarankan agar evaluasi dilakukan secara terstruktur dan terencana, serta memberi ruang bagi murid untuk melakukan refleksi diri terkait dengan hafalan mereka. Hal ini juga penting untuk meningkatkan rasa percaya diri murid[25]. Sedangkan Guru Tahfidz merujuk pada pengajar yang memiliki tugas untuk membimbing siswa dalam menghafal Al-Qur'an secara sistematis, Guru tahfidz tidak hanya mengajarkan metode penghafalan, tetapi juga harus menjadi contoh dalam mengamalkan ajaran Al-Qur'an serta menjaga hubungan spiritual dengan murid-muridnya, Mereka bertanggung jawab untuk memotivasi dan menginspirasi para santri atau siswa agar dapat menghafal Al-Qur'an dengan baik, serta memastikan hafalan tersebut tetap terjaga[12].dalam Penelitian Eliza, D., &amp; Utami, N menyatakan bahwa peran guru tahfidz sangat signifikan dalam pengembangan hafalan siswa, di mana metode yang diterapkan oleh guru mempengaruhi kualitas hafalan dan pemahaman siswa terhadap Al-Qur'an[13].</p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Sahrul Autory dengan judul ”Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru tahfidz al – qur’an di MA Mathla’ul Anwar Kec. Gisting Kabupaten Tanggamus Lampung ” hasil penelitian menunjukkan pentingnya manajemen kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kompetensi guru, Salah satu aspek utama adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program-program peningkatan kompetensi guru, termasuk di sekolah berbasis tahfidz. Kepala sekolah harus terlibat dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi profesional, serta memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas dan kesempatan pelatihan bagi guru[14], Penelitian terdahulu yang kedua ditulis oleh Agnes aryesam dengan judul ”Kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru” dalam jurnal pendidikan menunjukkan bahwa dalam melaksanakan peran manajerial, kepala sekolah harus mengelola sumber daya yang ada dengan efektif dan memastikan bahwa program-program pengembangan kompetensi dijalankan dengan baik, serta adanya evaluasi yang berkelanjutan. Pada praktiknya, pemimpin sekolah yang baik mampu mendorong guru untuk berinovasi, mengatasi tantangan, dan meningkatkan kualitas pengajaran yang terkait dengan tahfidz, guna memajukan kualitas pendidikan di sekolah tersebut[15]. Dan penelitian terdahulu yang ketiga oleh Ida Rindaningsih dengan judul “Implementasi Manajemen Kurikulum Tahfidz di Sekolah Dasar Tahfidz Qur'an” Penelitian ini membahas implementasi dan evaluasi kurikulum tahfidz, termasuk peran kepala sekolah dalam mengevaluasi efektivitas kurikulum secara berkala. Kepala sekolah bekerja sama dengan wakil kepala kurikulum tahfidz dan guru tahfidz untuk memastikan target hafalan tercapai. Strategi ini mencakup metode talaqqi, muroja’ah, dan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan hafalan, yang secara langsung mendukung kompetensi guru dan siswa[16],[22].</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesinal guru tahfidz sangat mendukung keberhasilan pendidikan berbasis tahfidz, dari teori tersebut penulis ingin menganalisa Manajemen Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Tahfidz di sekolah modern yang membedakan penelitian sebelumnya adalah sekolah modern yang menjadi rujukan kalangan atas di daerah Surabaya. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa manajemen kepala sekolah melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi dalam  meningkatkan kompetensi profesional guru Tahfidz dan tantangannya khususnya sekolah modern di Surabaya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6292123b652b7e49056e25b472b5e3dc">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-20">Metode penelitian merupakan langkah dan cara dalam mencari, merumuskan, menggali data, menganalisa, mambahas dan menyimpulkan masalah dalam penelitian. Metode penelitian lebih diartikan sebagai ilmu tentang cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat dan dilakukan secara ilmiah, melalui kegiatan mencari, menyusun, menganalisa dan menyimpulkan, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif mengenai Manajemen Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Tahfidz, sebagaimana yang dijelaskan oleh H.M Musfiqon di dalam buknya metodologi penelitian pendidikan, penelitian kualitatif deskriptif berorientasi pada pengamatan objek dalam kondisi alaminya dan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan serta analisa data. Hasil penelitian jenis ini biasanya menekankan pada kedalaman makna daripada generalisasi statistik [17]. Lokasi yang Peneliti lakukan di sekolah SD Al falah di Surabaya yang  merupakan sekolah modern, sekolah yang  berslogan Hafidz &amp; IT – Preneur School yang  mempunyai visi Mewujudkan generasi yang berakidah mantap, berakhlak mulia, dan berprestasi optimal berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadits dan salah satu visinya adalah Mengintegrasikan Al Quran dan Al Hadist dalam pembelajaran, serta mempunyai prestasi baik dari akademik maupun non-akademik.</p>
      <p id="_paragraph-21">Prosedur Pengumpulan data melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kurikulum dan koordinator guru tahfidz, Observasi yang bertujuan untuk mendapat informasi yang lebih akurat, baik berupa tempat, (ruang), pelaku, objek, kegiatan, perbuatan atau peristiwa, Dokumentasi berupa dokumen data dan foto terkait manajemen kepala sekolah dan peran sebagai guru tahfidz dalam meningkatkan kompetensi profesional guru tahfidz, Untuk analisa data penelitian ini mengadopsi metode yang  dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saldana yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Reduksi data bertujuan untuk mengorganisir,  menyederhanakan, dan memilih data yang relevan. Penyajian data melibatkan penyajian temuan dalam bentuk narasi dan bagan, Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menginterpretasikan data dan mengaitkannya dengan tujuan penelitian[17],[18].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ca95897a075bd95fe1216685716e219c">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-23">Pada  bagian  hasil  yang  terdapat  dalam  penelitian  ini  merupakan  susunan  sumber  bukti  secara  lengkap  yang dijadikan  fokus  pengumpulan  data  yang  dikumpulkan  dalam  penelitian  ini  yang  meliputi  data  dokumentasi, wawancara dan observasi yang bersumber dari kepala sekolah, waka kurikulum dan guru tahfidz, terkait dengan manajemen kepala sekolah SD Al Falah Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Tahfidz sebagai Sekolah Modern dan Tantangannya.</p>
      <p id="_paragraph-24">
        <bold id="bold-6e58ee85f740686aba3986a1e57ff5e5">A.Manajemen kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru.</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="bold-45c0ebad0d8e4da31f0edae2d5636346">1.Perencanaan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Perencanaan merupakan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi secara menyeluruh untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dan mengembangkan hierarki rencana menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan[1]. Yuni Wakhida, S.Pd selaku kepala sekolah menegaskan bahwa Manajemen kepala sekolah berperan penting dalam membangun lingkungan yang mendukung guru tahfidz, baik dari segi kebijakan, budaya sekolah, maupun pemberdayaan. Kepala sekolah bertugas memotivasi guru, memberikan arahan, serta memastikan adanya program pelatihan yang relevan untuk meningkatkan kompetensi guru.Pernyataan ini sesuai dengan teori yang di sampaikan oleh Mulyono, Sri dan Khamdani dalam modul Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah dengan judul Teknik Analisa Manajemen yang menegaskan bahawa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu menginspirasi dan memberdayakan seluruh komponen sekolah. Tugas kepala sekolah meliputi pengelolaan sumber daya manusia (guru dan staf), pengelolaan keuangan, penyusunan kurikulum, pengembangan fasilitas, serta evaluasi kinerja untuk memastikan pencapaian standar mutu pendidikan[4]. Ustadzah Ida menyampaikan bahwa Perencanaan program yang dilakukan di SD Al Falah Surabaya menyampaikan bahwa Perencanaan Program Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Tahfidz biasanya melibatkan identifikasi kebutuhan pelatihan melalui evaluasi kompetensi guru, menetapkan tujuan yang spesifik, dan menyusun jadwal kegiatan pelatihan. Kepala sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga eksternal atau ahli tahfidz untuk menyusun materi pelatihan yang sesuai.</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="bold-309d32dc48c2667bffa69ed327ab3c83">2.Pengorganisasian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Pengorganisasian adalah proses menyusun dan mengatur sumber daya sehingga setiap bagian dari organisasi dapat bekerja secara efisien. Ini termasuk pembagian tugas, pembuatan struktur organisasi, dan penetapan tanggung jawab. Dengan struktur yang tepat, semua anggota tim akan tahu peran mereka dan bagaimana mereka bisa berkontribusi secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-29">Terkait dengan Sumber Daya di SD Al Falah surabaya  kepala Sekolah menyampaikan bahwa Pengorganisasian Sumber Daya dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal, seperti SDM; Menempatkan tenaga pendidik sesuai kompetensinya dan memfasilitasi kolaborasi antara guru.</p>
      <fig id="figure-panel-5115c5b86f967db56d91a756255e23d3">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Gambar 1. Struktur Organisasi Yayasan Masjid Al Falah Surabaya    </title>
          <p id="paragraph-33356737fff6a293ae078d44878478c6"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-86dd3f1580693ddd434fb4784aa54884" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="1345-1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-30">Struktur organisasi SD Al Falah dibawah naungan yayasan Masjid Al Falah Surabaya: Kepala Sekolah berada dalam pengawasan dan perintah dari Pembina yayasan Masjid Al Falah, Ketua Yayasan Masjid  Al Falah dan Direktur Lembaga Pendidikan Al Falah, Kepala Sekolah bertugas  pertama, menyusun rencana kerja. kedua, sebagai manajer beliau  melakukan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan evaluasi terhadap setiap hal yang telah ditetapkan dan direncanakan. Ketiga, kepala sekolah berfungsi sebagai administrator seperti mendokumentasikan semua rencana dan pelaksanaan yang telah dilakukan. Keempat, dalam kapasitas sebagai inovator, kepala sekolah  membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak dan instansi, mengintegrasikan semua elemen dan kegiatan, serta menciptakan ide-ide baru yang sesuai dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Kelima, sebagai motivator, kepala sekolah memberikan semangat kepada tenaga pendidik dan kependidikan serta semua yang berada di bawahnya. Peran terakhir adalah sebagai pengawas, di mana kepala sekolah harus mampu melakukan pembinaan, meningkatkan kemampuan profesional, dan memperbaiki situasi pembelajaran secara menyeluruh dan berkelanjutan. </p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="bold-9ff7ec565ac51acaa3ed183890696755">3.Pelaksanaan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Pelaksanaan manajemen adalah proses implementasi rencana, ide, gagasan, dan konsep yang telah disusun sebelumnya untuk mencapai tujuan organisasi. Pelaksanaan manajemen merupakan bagian dari fungsi manajemen yang disebut actuating atau penggerakan. Pelaksanaan manajemen yang baik akan membantu mengoptimalkan pencapaian tujuan, sasaran, misi, dan visi organisasi. Dalam pelaksanaan manajemen, manajer perlu bersikap objektif dan memahami karakter manusia. program program pengembangan yang dilakukan Ibu Yuni wakhida dan team manajemen menyampaikan bahwa Beberapa program yang umum dilaksanakan di Sekolah Dasar Al Falah Surabaya adalah 1) Pelatihan metode menghafal Al-Qur’an (tahfidz) yaitu dengan Pembelajaran Al-Qur'an Siswa diajarkan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar sebagai dasar sebelum memulai proses menghafal dengan buku Tajwid metode Al Falah, Siswa secara rutin menyetor hafalan kepada guru pembimbing untuk memastikan kualitas hafalan dan pemahaman yang baik, Kegiatan seperti doa di awal dan akhir kegiatan, literasi pagi, shalat sunnah dhuha serta shalat berjamaah dhuhur dan ashar tepat waktu diterapkan untuk membentuk karakter Islami dan mendukung proses menghafal, 2) workshop pengajaran berbasis teknologi metode Al Falah dengan Mengimplementasikan metode pengajaran khas Al Falah yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami dengan teknologi pendidikan melalui Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif seperti Pelatihan dalam pembuatan materi ajar berbasis PowerPoint dan aplikasi digital lainnya untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik, Penggunaan Alat Bantu Pembelajaran Digital seperti Pelatihan dalam penggunaan perangkat dan aplikasi yang dapat membantu proses pengajaran, seperti proyektor, tablet, dan software edukasi. 3) Studi banding ke sekolah lain yang memiliki program tahfidz unggulan Program ini bertujuan untuk Mempelajari metode pengajaran tahfidz terbaik, seperti teknik menghafal, sistem penilaian, dan strategi pembimbingan siswa, kurikulum SD Al Falah dengan pendekatan yang lebih efektif dalam pembelajaran Al-Qur'an.4) Program mentoring bersama ustadz profesional di Lembaga Kursus Al-Qur'an Al Falah (LKF), lembaga di bawah naungan Yayasan Masjid Al Falah Surabaya yang bergerak dalam bidang pendidikan non-formal dengan fokus pada pengajaran, pengembangan, dan penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari menjadi Akses ke Ahli Al-Qur'an karena di LKF memiliki tenaga pengajar dan instruktur yang berpengalaman dalam bidang pendidikan Al-Qur'an, memberikan kesempatan bagi guru SD Al Falah untuk belajar langsung dari para ahli. Wawancara berikutnya dengan Ustadz Syamsul Huda, S.Ag, S.Q selaku Guru Tahfidz sekaligus koordinator Baca Qur’an di SD Al Falah Surabaya terkait dengan bagaimana meningkatkan kompetensi profesional guru tahfidz beliau menyampaikan Bahwa kunci dari seorang guru tahfidz adalah Murojaah dan ziyadah serta berada di lingkungan yang mendukung, dan Guru Tahfidz harus mempunyai ilmu yang mumpuni dapat di cari dengan Penguatan Keilmuan seperti Terus memperdalam ilmu tajwid dan makharijul huruf agar bacaan Al-Qur’an tetap terjaga sesuai kaidah juga mampu merencanakan pembelajaran membuat rancangan rencana pembelajaran (RPP) karena ini termasuk langkah awal yang sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang terstruktur dan sistematis dan melaksanakan pembelajaran yang efektif diharapkan seorang guru mampu membuat rencana dan melaksanakan pembelajaran yang jelas yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, juga mampu mengevaluasi pembelajaran dengan baik evaluasi yang dilakukan bersifat formatif (berkelanjutan) dan sumatif (di akhir proses pembelajaran) untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan siswa dan efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan.</p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="bold-15ebaa5468987fe414d311621387025d">4.Pengawasan dan Evaluasi </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Pengawasan merupakan proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan. Sedangkan evaluasi yaitu kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal, Evaluasi dan Tindak Lanjut  manajemen di SD Al Falah Surabaya beliau menyampaikan bahwa Kepala sekolah melakukan pengawasan 1) dengan mengamati proses pengajaran guru tahfidz di kelas ini dilakukan untuk memastikan kualitas proses belajar mengajar dalam program hafalan Al-Qur'an. Monitoring ini penting untuk menjaga standar pengajaran dan membantu guru serta siswa mencapai target hafalan secara optimal dengan langkah ini Kepala sekolah dapat mengamati sejauh mana guru tahfidz menerapkan metode hafalan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan dan menjaga konsistensi metode pengajaran tahfidz di seluruh kelas. 2) Memberikan umpan balik karena Umpan balik dari kepala sekolah kepada guru atau siswa di SD Al Falah Surabaya merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengajaran tahfidz, cara kepala sekolah Memberikan umpan balik kepada guru adalah memberikan pujian atas dedikasi guru dalam mengajar, misalnya, teknik pengajaran yang jelas dan konsisten dalam memotivasi siswa, mengapresiasi metode-metode yang berhasil dalam membantu siswa menghafal dengan baik dan memperbaiki bacaan mereka, merekomendasikan program pelatihan atau workshop untuk membantu guru meningkatkan keterampilan mereka dalam mengajar tahfidz atau aspek lainnya. 3) Mendokumentasikan hasil pelatihan karena dengan mendokumentasikan hasil pelatihan secara lengkap, kepala sekolah dapat memastikan proses peningkatan kualitas pendidikan di SD Al Falah Surabaya berjalan dengan baik, terstruktur, dan berkelanjutan contohnya Kepala sekolah membuat laporan tertulis yang mencakup berbagai aspek dari pelatihan yang telah dilakukan, Mencatat hasil-hasil yang tercapai setelah pelatihan berlangsung, Kepala sekolah menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil pelatihan, Semua dokumentasi yang terkait dengan pelatihan, seperti laporan, materi, umpan balik dan rencana tindak lanjut, harus disimpan dengan rapi. Kepala sekolah melakukan evaluasi terhadap pelatihan secara keseluruhan dilakukan melalui 1) penilaian kinerja merupakan proses sistematis yang digunakan untuk menilai kinerja para guru, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran, membantu pengembangan profesionalisme guru dan memastikan tercapainya tujuan pendidikan sekolah. Proses evaluasi ini harus dilakukan secara objektif dan terstruktur, Penilaian kerja guru dapat mencakup aspek penguasaan materi, metode pengajaran, hasil pembelajaran, laporan kemajuan siswa, sikap dan etika guru. 2)  Diskusi reflektif bersama guru adalah Kegiatan yang bertujuan untuk merefleksikan pengalaman, tantangan, dan keberhasilan dalam proses pengajaran. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat hubungan antarpendidik, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi, Diskusi reflektif di SD Al Falah Surabaya merupakan langkah strategis untuk memastikan pengajaran terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan siswa serta visi sekolah. 3) Tindak lanjut dapat berupa revisi program pelatihan atau pemberian penghargaan kepada guru berprestasi. Juga dengan Penyesuaian Program yaitu Menyesuaikan rencana aksi berdasarkan hasil evaluasi untuk memastikan program tetap relevan dan efektif dan Pengembangan Budaya Reflektif yaitu Mendorong guru untuk secara mandiri melakukan refleksi terhadap proses pengajaran mereka sebagai bagian dari rutinitas kerja.</p>
      <p id="_paragraph-35">Dengan  melakukan  perencanaan,  pelaksanaan, Pengorganisasian Pengawasan dan evaluasi,  kepala sekolah dan team manajemen SD Al Falah  Surabaya telah melaksanakan manajemen yang baik sesuai dengan peran kepala sekolah. Menurut Istikomah dan Haryanto, terdapat enam peran penting yang wajib dijalankan oleh seorang kepala sekolah untuk mewujudkan visi pendidikan. Pertama, sebagai pendidik. Tugas ini harus menunjukkan sifat teladan dan menerapkan strategi guna meningkatkan profesionalisme di kalangan tenaga pengajar, dengan penekanan pada aspek mental, moral, agama, fisik, dan seni. Kedua, sebagai manajer, kepala sekolah diharapkan dapat melakukan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan evaluasi terhadap setiap hal yang telah ditetapkan dan direncanakan. Ketiga, kepala sekolah berfungsi sebagai administrator, di mana peran ini berkaitan erat dengan manajemen sekolah, termasuk mendokumentasikan semua rencana dan pelaksanaan yang telah dilakukan. Keempat, dalam kapasitas sebagai inovator, kepala sekolah dituntut untuk membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak dan instansi, mengintegrasikan semua elemen dan kegiatan, serta menciptakan ide-ide baru yang sesuai dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Kelima, sebagai motivator, kepala sekolah harus bisa memberikan semangat kepada tenaga pendidik dan kependidikan serta semua yang berada di bawahnya. Peran terakhir adalah sebagai pengawas, di mana kepala sekolah harus mampu melakukan pembinaan, meningkatkan kemampuan profesional, dan memperbaiki situasi pembelajaran secara menyeluruh dan berkelanjutan[21].</p>
      <p id="_paragraph-36">
        <bold id="bold-b672519a53aabf85e71000c316a19ec5">B.Tantangan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Menurut KBBI, tantangan adalah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah atau kesulitan yang menjadi rangsangan untuk bekerja lebih giat dan sebagainya.Tantangan yang dihadapi oleh Kepala sekolah Dasar Al Falah Surabaya sebagai sekolah modern beliau menyampaikan Faktor Penghambat sebagai tantangan yang dihadapi sebagai sekolah modern adalah 1) Kurangnya pelatihan khusus untuk guru tahfidz artinya Tidak semua guru tahfidz Khususnya guru yang sudah berumur memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan diri dalam mengikuti pelatihan solusinya Kepala sekolah perlu memberikan motivasi melalui penghargaan, insentif, atau menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. 2) Waktu yang tersedia belum mencukupi untuk kebutuhan pelatihan guru secara kontinu, Banyak guru kesulitan mengatur waktu antara tugas mengajar, menghafal, dan kegiatan pelatihan dan  Guru tahfidz sering terlibat dalam aktivitas pengajaran harian, sehingga sulit untuk menyediakan waktu khusus untuk pelatihan, Ketika waktu yang tersedia untuk pelatihan guru tahfidz tidak mencukupi untuk kebutuhan pelatihan secara kontinu, kepala sekolah perlu menghadapi tantangan ini dengan strategi yang lebih terencana dan fleksibel. dengan strategi yang terencana dan fleksibel, pelatihan dapat terus berjalan meski waktu yang tersedia terbatas, sehingga kompetensi guru tahfidz tetap meningkat secara bertahap dan berkelanjutan. 3) Guru belum konsisten dalam menerapkan hasil pelatihan, guru belum konsisten dalam menerapkan hasil pelatihan ini menurut kepala sekolah menjadi sebuah tantangan, tantangan ini sering kali muncul karena ada sebabnya seperti a) kurangnya pemahaman maksudnya Pelatihan yang terlalu singkat atau kurang kontekstual dapat menyebabkan guru tidak memahami cara mengintegrasikan materi ke dalam metode pengajaran mereka.  b) motivasi yang menurun dikarenkan adanya tuntutan tugas sehari-hari yang berat sehingga membuat mereka kembali pada metode lama yang lebih nyaman. c)  dukungan, kurangnya dukungan orang tua karena  kurang memahami pentingnya peningkatan kompetensi guru tahfidz, sehingga tidak memberikan dukungan moral atau finansial kepada sekolah, Harapan orang tua sering terbatas pada hasil hafalan anak tanpa memperhatikan kualitas metode pengajaran guru.</p>
      <p id="_paragraph-38"> Sesuai dengan teori pendidikan Seseorang guru perlu memiliki kompetensi dalam bidang pedagogik dan profesional yang tidak hanya didasarkan pada pendidikan formal, tetapi juga pengembangan keterampilan yang terus menerus melalui pelatihan dan pengalaman mengajar yang relevan [7], guru professional harus memiliki indikator sebagaimana yang disampaikan Hakim dalam penelitiannya Strategi Pengembangan Profesionalisme Guru menjelaskan bahwa kompetensi profesional guru mencakup penguasaan materi pelajaran, kemampuan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, serta keterampilan dalam mengevaluasi hasil belajar siswa[23]. Indikator ini menggarisbawahi pentingnya guru dalam mengelola pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan yang jelas dan terukur [8],[9].Berdasarkan penelitian yang disampaikan Hakim dalam penelitiannya bahwa SD Al Falah Surabaya sebagai sekolah modern memenuhi indikator profesionalisme guru dan Kepala sekolah telah melakukan manajemen dengan baik.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c9a40c1460ed8297d97bc5fc437e154b">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-40">Setelah melaksanakan Penelitian di sekolah modern Sekolah Dasar Al Falah Surabaya penulis sampai pada kesimpulan menunjukkan bahwa: 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional guru tahfidz di sekolah modern telah sesuai dengan indikator kompetensi profesional guru yang mencakup a) Penguasaan materi pelajaran di SD Al Falah Surabaya ditempuh dengan mengikuti pelatihan standarisasi metode Al Falah  dan cara mengajarkan serta manajemen kelas yang baik, workshop pengajaran berbasis teknologi, Studi banding ke sekolah lain yang memiliki program tahfidz unggulan, Program mentoring bersama ustadz dan ustadzah profesional di Lembaga Kursus Al-Qur'an Al Falah (LKF). b) Kemampuan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, Guru tahfidz di Sekolah Modern harus mempunyai ilmu yang mumpuni dan terus memperdalam ilmu tajwid serta makharijul huruf agar bacaan Al-Qur’an tetap terjaga sesuai kaidah, Guru mampu merencanakan pembelajaran membuat modul pembelajaran atau rancangan rencana pembelajaran (RPP) karena ini termasuk langkah awal yang sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang terstruktur dan sistematis dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif,  mampu melaksanakan pembelajaran yang jelas yang sesuai rencana dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai. c) Keterampilan dalam mengevaluasi hasil belajar siswa, di sekolah SD Al Falah Surabaya guru mampu mengevaluasi pembelajaran dengan baik, evaluasi yang dilakukan bersifat formatif (berkelanjutan) dan sumatif (di akhir proses pembelajaran) untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan siswa dan efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Indikator ini menggarisbawahi pentingnya kompetensi profesional guru tahfidz dalam pencapaian tujuan pendidikan yang jelas dan terukur serta Manajemen kepala sekolah di SD Al Falah Surabaya yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,  pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja guru terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Tahfidz di sekolah modern. 2) Tantangan yang dihadapi di sekolah modern adalah a) Kurangnya pelatihan khusus untuk guru tahfidz artinya Tidak semua guru tahfidz khususnya guru yang sudah mendekati masa pensiun memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan diri dalam mengikuti pelatihan. b) Waktu yang tersedia belum mencukupi untuk kebutuhan pelatihan guru secara kontinu, Banyak guru kesulitan mengatur waktu antara tugas dan beban mengajar, menghafal juga  kegiatan pelatihan. c) Guru belum konsisten dalam menerapkan hasil pelatihan di karenakan  kurangnya pemahaman,  motivasi yang menurun,  dukungan dari orang tua masih kurang, Oleh karena itu, pendekatan strategis yang melibatkan pelatihan, evaluasi berkala, dan penggunaan teknologi dapat menjadi solusi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis tahfidz di sekolah dasar modern.</p>
      <p id="_paragraph-41">
        <bold id="bold-0397b3d8d173431b63a51752e5258a7d">Ucapan Terimakasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penyelesaian penelitian ini diantaranya 1) kepada rekan-rekan sejawat S2 Manajemen pendidikan Islam, 2) Kepada Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya khususnya kepala sekolah Ustadzah Yuni Wakhida, S.Pd serta team manajemen dan koordinator tahfidz Ustadz Syamsul Huda, S.Ag. 3) Keluarga yang memberikan dukungan moral maupun material. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan Tahfidz di masa mendatang.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
