<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Urgensi Sistem Penjaminan Mutu Internal Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Madrasah</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Taufik</surname>
            <given-names>Imam</given-names>
          </name>
          <email>imamtaufikk14@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <given-names>Istikomah</given-names>
          </name>
          <email>istikomah1@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-01-12">
          <day>12</day>
          <month>01</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>01</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-b6fa905059a8aba5845c0cf1180ce40f">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Pendidikan memainkan peran krusial dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan zaman. Lembaga pendidikan memiliki tanggungjawab besar untuk melakukan hal tersebut, tidak terkecuali lembaga pendidikan Islam. Madrasah, sebagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan agama [1]. Integras ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan akademis tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat. Kurikulum di madrasah dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman [2]. Hal ini penting karena, di era globalisasi yang semakin cepat berubah, pendidikan di madrasah harus mampu beradaptasi dan terus meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya..</p>
      <p id="_paragraph-14">Kemajuan zaman yang semakin cepat, menuntut kualitas pendidikan semakin tinggi. Peningkatan kualitas itu perlu dilakukan oleh madrasah untuk dapat meningkatkan mutu pendidikannya, setidaknya Madrasah harus dapat mencapai Standar Nasional pendidikan (SNP) dalam segi perencanaan, proses, hingga evaluasinya. Salah satu indikator pendidikan tersebut telah mencapai standar nasional ialah tercapainya nilai akreditasi, masih banyak madrasah yang belum dapat mencapai nilai akreditasi yang baik karena beberapa faktor seperti kurangnya sarana dan prasarana serta proses pembelajaran yang minim [3]. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara memperbaiki proses manajemen lembaga [4] Pada kenyataannya menurut data Kementerian Agama di dalam website-nya http://infopublik-emis.kemenag.go.id/, pada tahun pelajaran 2023-2024 semester genap terdapat 47.224 lembaga madrasah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Jumlah tersebut tidak seluruhnya terakreditasi, bahkan madrasah yang sudah terakreditasi A hanya ada 11.047 atau 23,39% dari jumlah keseluruhan madrasah yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas madrasah masih perlu ditingkatkan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan adanya sistem penjaminan mutu internal di setiap madrasah.</p>
      <p id="_paragraph-15">Penjaminan mutu merupakan seluruh rencana dan tindakan yang dilakukan secara tersistem sehingga dapat menyediakan kepercayaan dalam rangka memuaskan kebutuhan tertentu dari mutu [5] Tujuan utama dari adanya penjaminan mutu ialah terciptanya kepuasan pelanggan [6]. Penjaminan mutu terbagi menjadi dua jenis yaitu penjaminan mutu internal dan eksternal. Sistem penjaminan mutu internal ini sudah banyak diterapkan pada lingkungan perguruan tinggi tetapi masih belum banyak diterapkan dalam tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Mutu dalam pendidikan bentuknya berupa layanan yang dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan Pendidikan [7].  Sistem penjaminan mutu internal ini memiliki fungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh masing-masing satuan pendidikan [8]. Cakupan SPMI meliputi penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan segala sumberdaya sehingga dapat tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) [9]. Beberapa faktor yang harus ada dalam penjaminan mutu ialah pengendalian mutu, jaminan kualitas, dan manajemen mutu yang komperhensif [10].</p>
      <p id="_paragraph-16">Pada dasarnya sistem Penjaminan mutu internal sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016. Sistem penjaminan mutu internal merupakan serangkaian proses, kebijakan, dan praktik yang disusun untuk dapat memastikan bahwa kualitas pendidikan sudah sesuai dengan standart yang ada bahkan dapat melampauinya [11]. SPMI mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan sumber daya sehingga dapat mencapai standar nasional Pendidikan [12].  Penjaminan mutu ini memiliki manfaat yang cukup besar bagi internal maupun eksternal lembaga pendidikan, adanya penjaminan mutu membuat lembaga pendidikan memiliki budaya mutu serta menaikkan semangat dalam internal lembaga serta dapat membentuk citra yang baik kepada masyarakat secara lebih luas [13]. </p>
      <p id="_paragraph-17">Pendidikan dianggap bermutu apabila terjadi kesesuaian antara input, proses, dan hasil yang dicapai oleh lembaga pendidikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan [14]. Tercapainya standar kualitas pendidikan tersebut perlu dipertahankan secara konsisten. Adanya sistem penjaminan mutu internal yang dilakukan konsisten dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap prestasi akademik peserta didik [15]. Dalam konteks madrasah, penerapan sistem penjaminan mutu internal dapat menggunakan Evaluasi Diri Madrasah (EDM) yang digunakan sebagai instrument awal dalam pemetaan mutu [16]. Adanya EDM ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementerian Agama sebagai otoritas penyelenggara pendidikan di madrasah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pengawasan serta untuk membina, mendampingi dan mengevaluasi madrasah [17]. seperti Total Quality Management (TQM), yaitu sistem manajemen yang mengedepankan kualitas sebagai strategi menarik minat pelanggan, dalam hal ini pelanggan pendidikan adalah peserta didik [18]. Model European Foundation for Quality management (EFQM) yaitu model penjaminan mutu dengan mendasarkan pada kepemimpinan yang menjadi elemen penting dalam mendorong dan menentukan proses hasil kinerja dari organisasi [19], dan teori kerangka kerja Baldrige, yaitu teori yang menggunakan tujuh kriteria dalam melakukan penilaian kualitas manajemen [20], serta konsep-konsep teori mutu yang lainnya. Konsep-konsep penjaminan mutu yang sudah ada tersebut dapat dijadikan sebagai landasan penguat dalam penerapan penajminan mutu internal madrasah. Belum banyak madrasah yang menerapkan sistem penjaminan mutu internal di lembaganya, salah satu faktornya ialah belum sadarnya penyelenggara dan pengelola madrasah akan pentingnya penjaminan mutu internal.</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti melakukan kajian pustaka tentang urgensi sistem sistem penjaminan mutu internal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dengan menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya sistem penjaminan mutu internal bagi Madrasah serta konsep-konsep mutu yang digunakan dalam pengimplementasiannya. Dengan demikian maka research question pada penelitian ini yang pertama yaitu, Mengapa sistem penjaminan mutu internal itu penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah?. Kedua, bagaimana konsep mutu yang digunakan dalam pengimplementasian sistem penjaminan mutu internal tersebut?</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5910985a37c6089f75ed8fafe0420d4c">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-20">Artikel ini disusun menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR didefinisikan sebagai sebuah metode penelitian dengan menggunakan tinjauan sistematis dengan cara menyajikan sebuah hasil dari gabungan dan hasil analisis data yang didapatkan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya berdasarkan kesesuaian topik [21]. Metode ini juga dapat diartikan sebagai sebuah proses untuk mengidentifikasi dan memeriksa temuan-temuan dengan tujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang ada dari penelitian sebelumnya [22]. Data yang diambil dalam penelitian ini memiliki beberapa kriteria khusus, kriteria pertama yakni artikel yang dianalisis merupakan artikel yang diterbitkan pada periode 2020 hingga 2024. Kriteria ini bertujuan untuk menjaga dari adanya ketidaksesuaian topik serta relevansinya dengan perkembangan isu-isu yang ada saat ini. Kriteria kedua yang harus dimiliki ialah dokumen yang dianalisis harus berbentuk artikel yang lengkap bukan merupakan dokumen yang didapatkan dari buku maupun prosiding.</p>
      <p id="_paragraph-21">Metode Systematic Literature Review (SLR) ini dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama yang peneliti lakukan ialah melakukan pengumpulan data atau Identified search yang dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis datanya berasal dari Google Scholar dan Scopus. Pada tahap ini peneliti melakukan pencarian data dengan menggunakan kata kunci “Sistem Penjaminan Mutu Internal OR SPMI di Madrasah dan Internal quality assurance in Madrasah”. Berdasarkan pencarian menggunakan kata kunci tersebut diperoleh data mentah sebanyak 1000 artikel berbasis pencarian Google Scholar dan sebanyak 200 artikel berbasis pencarian Scopus. Selain menggunakan aplikasi Publish or Perish pengumpulan data juga menggunakan Lens.org dan Science Direct. Penggunaan dua website tersebut bertujuan untuk menambah data yang akan dianalisis. Pencarian menggunakan Science Direct dengan kata kunci yang sama seperti pada aplikasi Publish or Perish memperoleh data tambahan sebanyak 7 artikel. Serta pencarian dengan menggunakan Lens.org diperoleh data sebanyak 14 artikel. Artikel yang diperoleh dari Science Direct dan Lens.org merupakan artikel bertipe Open Access.</p>
      <p id="_paragraph-22">Tahap kedua yang peneliti lakukan adalah melakukan perpanjangan atau Extended Search yaitu menyaring kesesuaian artikel berdasarkan judul. Kemudian dilanjutkan dengan tahap ketiga yaitu kelayakan atau Eligibility dengan menganalisis berdasarkan abstrak dokumen artikel, pada proses ini artikel yang tidak relevan dengan tujuan penelitian akan dihilangkan. Tahap keempat yakni inklusi atau Inclusion isi sekaligus melakukan ekstraksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga menghasilkan kumpulan artikel yang paling relevan dengan penelitian ini. Setelah keempat tahapan di atas dilakukan, Langkah terakhir yang peneliti lakukan adalah analisis profiling and categorizing.</p>
      <p id="_paragraph-23">Berdasarkan Langkah-langkah tersebut penelitian ini mengikuti strategi Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Strategi ini dapat dimaknai sebagai analisis yang berbasis bukti dari data yang ada dan seuai dengan topik penelitian ini. Tujuan dari PRISMA adalah untuk dapat membantu peneliti menganalisis basis data secara komprehensif [23].</p>
      <p id="_paragraph-24">Gambar 1. Diagram Alur PRISMA</p>
      <fig id="figure-panel-31b46a3a932a86970b1ddd43e9b9342c">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-99815ee0d9acae1733f3d7ddaafc8464"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-8b8a7e504953e4a072cf592cf778d0e1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1327-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Tabel 1. Kriteria inklusi dan Eksklusi</p>
      <table-wrap id="table-figure-e9320f77e824b2c75c4450cabb2b50cd">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-40e1f8fcd405be2cf83e5e1eac92945d"/>
        </caption>
        <table id="table-221c16a9342b52b289f8e802c3240cf1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-75be6cc0de8e53f14536d48ac6e232d9">
              <th id="table-cell-3e8ccfcfd3e3b9433692951a6e9f1fe6"> Jenis Kriteria </th>
              <th id="table-cell-e8055fd0abe31a57e74295db298e80dc"> Kriteria </th>
              <th id="table-cell-01115476b6b4279c4d0c26dfc9e589bb"> Inklusi </th>
              <th id="table-cell-3ec48d9e67c0bc5fe1d030330dabd376"> Eksklusi </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-6cfdf7de2b32e841e55d8340f7667a1b">
              <td id="table-cell-958f1a3723d0befdfdf878abbdc14458"> Janis Publikasi </td>
              <td id="table-cell-025fda1a703c7eeac6cc7d2f1c095e81"> Artikel jurnal </td>
              <td id="table-cell-4818231de8ab914d69084aee4e2698fe">✔</td>
              <td id="table-cell-571d172cdd0e737792682d81c5de260b"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-39380a7bdbad50b6ad6ae0207370398a">
              <td id="table-cell-5e47923267f6a1e17c01a48aa1f5c231"/>
              <td id="table-cell-3c85ffb44a7d2062e2d350576865b1ff"> Prosiding </td>
              <td id="table-cell-72447a58eaa8f3218357d78aa1adc55e"/>
              <td id="table-cell-0e2f785a5f888ec7bdec4adc91f029d9">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ecd40360cc0e59dd0ecdec87358e7808">
              <td id="table-cell-32077bf1ab3352a105d188ac5b0ec508"/>
              <td id="table-cell-fc5579b3c37265396366fd61c8e550b7"> Buku </td>
              <td id="table-cell-9237bcc530a1ac2e1b24000b8a3d4abb"/>
              <td id="table-cell-5a59d6e569c29a11d787e3116e9acfef">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-08d9c6acdf0aeba39166c681ac0bb54e">
              <td id="table-cell-e0598794d059d5a14be0f2aac1bd7745"/>
              <td id="table-cell-974ea2acb8dbe011b12e550044ad846d"> Laporan </td>
              <td id="table-cell-6c9c6b869ba9fcbdd23bc12024f71b2e"/>
              <td id="table-cell-3b463d27a169c0c7ea10445d49afc793">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ec254c5f55c3da54568244a29aa74756">
              <td id="table-cell-d07f92b7f4a6684aa32903782bc17735"> Akses </td>
              <td id="table-cell-6af321419b838a3c4ad9a608b79e7d8d"> Akses bebas </td>
              <td id="table-cell-eb435766274eab4f09297d0980ff4fc9">✔</td>
              <td id="table-cell-975dee49b118cf45cce644f232568125"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-7e9a18e1d0c0371c6e50e67ee3e8806e">
              <td id="table-cell-b5a2c3223127ec68f762d28ee09474fc"/>
              <td id="table-cell-ef4be5b40639b121f7b62072161ee456"> Akses terbatas </td>
              <td id="table-cell-b2b0a5df97a9ba9a52e23483665f2f6b"/>
              <td id="table-cell-5c5f292c043eea15bc64a07ed727d1f3">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-221226e4ace64047d0285e36033a8c4c">
              <td id="table-cell-e57880525b2ac1e597f5e321ae8eede0"> Periode Publikasi </td>
              <td id="table-cell-3a9a528a6250c6dbcf881dd09b9986de"> 2020-2024 </td>
              <td id="table-cell-15365c9180a4df32de6e8dba1081211d">✔</td>
              <td id="table-cell-9ef22db99516ecb743c12add7807b10d"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-c9962fe4aa190f54424378b665825e8f">
              <td id="table-cell-856ae568e887004905c71e723e236eb2"> Tempat Publikasi </td>
              <td id="table-cell-0fc84a991bbfc741c1b179f0fc415b62"> Seluruh dunia </td>
              <td id="table-cell-46ba777c0fc7a73d6a706ca26352ef43">✔</td>
              <td id="table-cell-d1d3ece9db15a9b29740d4db588a5aef"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-f8c131d1acb1219ba782294c94868663">
              <td id="table-cell-036c70495c8cd341727a6d27e851e2a5"> Metode Penelitian </td>
              <td id="table-cell-d480b88e4a4dc1c8faed60e6a68b996f"> Kualitatif </td>
              <td id="table-cell-e047ef280ef69e8465485158456fe7af">✔</td>
              <td id="table-cell-ba7a5aa4860d99c72bffb60315e338e4"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-ed35a461c7ca1f48b0febc0990adfff5">
              <td id="table-cell-275cb3e85ce8b16a9b809966bde7a2be"/>
              <td id="table-cell-50ef9adbe8f58273253ee9291727a3b8"> Kuantitatif </td>
              <td id="table-cell-5f4801cfbe0c15673f3294caf0c46bf8">✔</td>
              <td id="table-cell-64b0066a7dd9da0c9adb16b745dc57fb"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-a1408642647647819e27809c8e3a38bc">
              <td id="table-cell-1dfa41ac878145277395fa6720598847"/>
              <td id="table-cell-154ad3a804f5ab98a6483133d015c487"> R&amp;D </td>
              <td id="table-cell-59a21504f46fe6fd3024b99bdd0baa08">✔</td>
              <td id="table-cell-fe427d742430639547fef5546baa8f10"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-38">Tahap pertama diperoleh 1.221 artikel saat dilakukan pencarian di beberapa platform pencari artikel ilmiah berdasarkan judul dan kata kunci. Di tahap ini kemudian dilakukan penyaringan keseuaian judul dengan tujuan dari penelitian ini sehingga diperoleh 336 artikel. Artikel yang dipilih dalam proses penyaringan adalah artikel yang memiliki judul terkait dengan sistem penjaminan mutu internal, selain judul tersebut tidak digunakan. Setelah tahap pertama dilakukan dilanjutkan penyaringan di tahap kedua, pada tahap ini artikel yang jumlahnya 336 disaring berdasarkan abstraknya yang memiliki hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian ini sehingga menyisahkan 93 artikel. Pada tahap ketiga dilakukan penyaringan artikel yang berjumlah 93 disaring dengan ketentuan hanya artikel yang terindeks SINTA 1 dan 2 serta Scopus saja yang diambil, sehingga menyisahkan 8 artikel yang kemudian menjadi data utama dalam penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f8870de9be4363bd587a1f31c438e8fc">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-40">Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) sangat penting untuk memastikan bahwa madrasah memenuhi standar pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan adanya SPMI, madrasah dapat secara sistematis mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka tawarkan. Sehingga semua elemen dalam unit pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta untuk menciptakan budaya mutu dan memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Hal ini mencakup perbaikan kurikulum, metode pengajaran, serta evaluasi terhadap kinerja guru dan siswa. Dengan demikian, SPMI membantu madrasah mencapai dan bahkan melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP).</p>
      <p id="_paragraph-41">Adanya sistem penjaminan mutu internal dapat memberikan kerangka kerja yang memungkinkan madrasah untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan dalam penerapan kualitas pendidikan. Proses evaluasi yang berkelanjutan memastikan bahwa setiap aspek dari proses pendidikan selalu ditinjau dan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Hal ini penting untuk menjamin bahwa pendidikan yang diberikan tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya akan membawa efek positif bagi peningkatan kualitas pendidikan secara umum, kualitas kinerja pimpinan sekolah, kualitas kinerja guru, kualitas kinerja staf TU, dan kualitas pembelajaran [24].</p>
      <p id="_paragraph-42">Salah satu aspek penting dari SPMI adalah peningkatan profesionalisme guru. Melalui program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan, SPMI membantu guru mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Adanya pelatihan dan pengembangan SDM tersebut memiliki hubungan yang positiff dengan produktifitas kerja [25]. Pernyataan ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Matthijs Krooi et al, yang menyatakan bahwa SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) penting untuk peningkatan kualitas pendidikan karena dapat membantu dalam perbaikan, pengembangan profesional staf pengajar, dan akuntabilitas. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk memiliki tenaga kerja yang terampil dalam menghadapi harapan masyarakat terkait kualitas pendidikan [26]. </p>
      <p id="_paragraph-43">Implementasi SPMI dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan madrasah. Dengan adanya sistem yang terstruktur untuk penjaminan mutu, semua pemangku kepentingan, termasuk siswa, orang tua, guru, dan masyarakat, dapat memantau dan menilai kinerja madrasah serta dapat memberikan masukan untuk memperbaiki kekurangan dan mengembangkan aspek-aspek yang sudah baik [27]. Akuntabilitas ini penting untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas madrasah di mata masyarakat [28]. SPMI memungkinkan madrasah untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis. Data ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan merumuskan kebijakan yang tepat. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada data memastikan bahwa kebijakan dan strategi yang diterapkan benar-benar efektif dan relevan dengan kebutuhan Pendidikan [29].</p>
      <p id="_paragraph-44">Adanya SPMI akan membuat madrasah dapat membangun dan mengembangkan budaya mutu. Budaya mutu ini mencakup komitmen semua anggota madrasah, mulai dari pimpinan hingga staf pengajar dan siswa, untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik dan dapat membentuk suatu lingkungan organisasi yang memiliki siistem nilai, tradisi dan aturan yang dapat mendukung untuk tercapainya perbaikan mutu secara berkelanjutan [30] Dengan demikian maka SPMI akan dapat menjamin keterlaksanaan mutu pendidikan dalam pencapaian target organisasi yang telah ditentukan [31]. Budaya ini juga mendorong inovasi dan kreativitas dalam proses pendidikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan siswa. Salah satu tujuan utama SPMI adalah memastikan kepuasan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk siswa, orang tua, guru, dan masyarakat sehingga aspirasi masyarakat dapat ditangkap dan mampu menarik minat konsumen pendidikan lebih baik lagi [32]. </p>
      <p id="_paragraph-45">Pengimplementasian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di madrasah tidak hanya sekedar mengikuti aturan yang ditetapkan, tetapi juga harus mengadopsi konsep-konsep mutu yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Beberapa konsep mutu yang dapat digunakan dalam pengimplementasian SPMI antara lain adalah Total Quality Management (TQM), Model European Foundation for Quality Management (EFQM), dan kerangka kerja Baldrige. Konsep-konsep ini memberikan pendekatan yang komprehensif dan sistematis dalam manajemen mutu pendidikan, yang sangat relevan untuk diterapkan di madrasah.</p>
      <p id="_paragraph-46">Total Quality Management (TQM) merupakan salah satu konsep yang paling dikenal dan sering diterapkan dalam berbagai organisasi, termasuk lembaga pendidikan. TQM adalah pendekatan sistematis yang menekankan pada kualitas sebagai strategi utama dalam manajemen organisasi. Menurut penelitian oleh Susilo et al. dalam jurnal "EDUKASI ISLAMI," penerapan TQM di madrasah membantu menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui keterlibatan semua anggota madrasah [33]. Pendekatan ini mencakup beberapa prinsip utama, yaitu fokus pada pelanggan (dalam konteks pendidikan, pelanggan adalah siswa dan orang tua), keterlibatan total dari semua anggota organisasi, dan perbaikan berkelanjutan. Dalam konteks madrasah, TQM dapat diterapkan dengan melibatkan semua guru, staf, dan siswa dalam upaya peningkatan mutu pendidikan [34]. Program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan bagi guru merupakan salah satu bentuk implementasi TQM. Guru yang terus mengembangkan  keterampilannya akan mampu memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Selain itu, TQM juga mendorong adanya evaluasi yang sistematis terhadap kinerja guru dan siswa, yang digunakan sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan [35]. Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan fasilitas pendidikan dapat membantu mencapai tujuan pendidikan dengan fokus pada kepuasan pengguna dan perbaikan berkelanjutan [36]. </p>
      <p id="_paragraph-48">Model European Foundation for Quality Management (EFQM) adalah model penjaminan mutu yang menekankan pada kepemimpinan yang kuat dan berfokus pada proses untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian oleh Krooi et al. (2024) dalam jurnal "Studies in Education Evaluation" menunjukkan bahwa EFQM membantu lembaga pendidikan dalam merancang strategi dan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Model ini menggunakan sembilan kriteria utama untuk menilai kinerja organisasi, yaitu kepemimpinan, kebijakan dan strategi, manajemen orang, sumber daya, proses, kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, dampak pada masyarakat, dan hasil kinerja [37] </p>
      <p id="_paragraph-49">Tinjauan artikel yang terkait dengan topik ini kemudian ditelusuri dengan menggunakan Elicit.com. melalui penelusurantersebut, diperoleh enam variable yang terkait dengan sistem penjaminan mutu internal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah. Keenam variable tersebut antara lain kebijakan dan regulasi pemerintah, sumber daya lembaga pendidikan, pengembangan SDM, perbaikan kurikulum, kepemimpinan visioner serta akuntabilitas Lembaga pendidikan. Hasil pemetaan artikel berdasarkan variable yang diperoleh dijelaskan pada tabel 2.</p>
      <p id="_paragraph-50">Tabel 2. Sistem Penjaminan Mutu Internal dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Madrasah</p>
      <table-wrap id="table-figure-43b6bc4681cb93ccff84bb4057dc8431">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-b9c0b7f11ffdde43d99b1f68323dce91"/>
        </caption>
        <table id="table-9cb4f3648e334a86f30ee6300c4ddd91">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cb8f16d75ef2dbd6aeeb10b45745ee2c">
              <th id="table-cell-a742deca6ef7e48f4146a2a27020c302" rowspan="2"> Ulasan   Artikel </th>
              <th id="table-cell-1bf8d83b3761eba9b6a21a3d5d657895" colspan="6"> Indikator </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-d0c9a7c22253620739ac2fd44caaec44">
              <th id="table-cell-eac5c2a622892b22dcbad1ad012a9b15"> Kebijakan   dan regulasi pemerintah </th>
              <th id="table-cell-8b99864621872b5d0cbea9cb11727ba3"> Sumber   daya lembaga pendidikan </th>
              <th id="table-cell-dedf20f55474a0efc7ac79950b3cc0fe"> Pengembangan   SDM </th>
              <th id="table-cell-ccdc02f9f53417ad5501d80117c438fc"> Perbaikan   kurikulum </th>
              <th id="table-cell-bbb62b8095c209fcfaef361ee85320c7"> Kepemimpinan   visioner </th>
              <th id="table-cell-a37bc7af49c6af09c66e2f2da9675a34"> Akuntabilitas   lembaga pendidikan </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-2a445761ffd075a95098f2bb5df6a02b">
              <td id="table-cell-10b6a19810d7426f955ad0d635203c5a"> [26] </td>
              <td id="table-cell-3c1d5edc2bd6da0f90927bfe0292a4c1"/>
              <td id="table-cell-f7b904308f8feb6ec7b003a29467959d"/>
              <td id="table-cell-0daa861aef5d68385b9a0d1f12cf3202">✔</td>
              <td id="table-cell-6ce3b3f94473c9d91f4ea2d587119f28"/>
              <td id="table-cell-e98ce8855d076ced2b3c2cde8d75b655">✔</td>
              <td id="table-cell-3c214abde78dbd04fe86560e45c3a35f">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-12c9eae4e88da5f29bbc2a9bff234203">
              <td id="table-cell-674c2b3af90e8eb764e5264f3518d3d0"> [33] </td>
              <td id="table-cell-53b9f9dd4378d323650a33c270f89f79">✔</td>
              <td id="table-cell-b45800be347560412a85881ce62251a4">✔</td>
              <td id="table-cell-bffefe98ac19d8e60054c345042dac79">✔</td>
              <td id="table-cell-5c5fbc2011cbe9ebd77184dd578e1ad2">✔</td>
              <td id="table-cell-f887df4822fb516640fdad0c30b7311c">✔</td>
              <td id="table-cell-564c19e1c82bd2fa22d10d716dbcd18c"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-ed1def7a70111f6da6e94a0d6021f425">
              <td id="table-cell-b89269c48213a50641c0cc988a6bc8dd"> [13] </td>
              <td id="table-cell-e89e3cded0dc5d9785822a3b17107e45">✔</td>
              <td id="table-cell-5611aa417949fbaf5c6d06936a6ecffb">✔</td>
              <td id="table-cell-301669c5c26afe75c26ccc168d3c6de4">✔</td>
              <td id="table-cell-9ac943352f86d952bffe162d580492e3">✔</td>
              <td id="table-cell-db9ad5ffc9aac0fd657d6b425a5afa9a">✔</td>
              <td id="table-cell-238c00c8bf2ca5d6d95d1f3019f51f8d"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b61cd66ab7d34e325180fa22f186e6d">
              <td id="table-cell-b129b6f3a81ca35084b87038c4d24f5b"> [29] </td>
              <td id="table-cell-0ab054f5b47f866b96a48b2e22dc3768"/>
              <td id="table-cell-a4d09225d0d5da6c33b12c17e77a246f">✔</td>
              <td id="table-cell-8134e666a1e92bfdfc9aab3d05028c50">✔</td>
              <td id="table-cell-0643e43c86fc918c1d9d4096f9df9ff2">✔</td>
              <td id="table-cell-efc56dda809761cbbb439cf7ab81022c"/>
              <td id="table-cell-600a5214c772233c0544dbcb2ff27b0c"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-4693f62e196a12a548422032157e9a8d">
              <td id="table-cell-4385a766eed0bc523ec416195d690c2a"> [10] </td>
              <td id="table-cell-ef4bce6fd7b8872649cbab5f537ea52a"/>
              <td id="table-cell-aa3b5561bc284c49d59c0bccaa106f80"/>
              <td id="table-cell-a1dfd69dbcc2c74355c15becd1fbcc48">✔</td>
              <td id="table-cell-88921ca46e4c5ab176e6a414c4fd13bc"/>
              <td id="table-cell-95e58dc4ff93d88c8609efff1cb8b63b">✔</td>
              <td id="table-cell-1c315911599e4e458d603a08a50db599"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-1691b8948c82d396b5e3fd32e988a082">
              <td id="table-cell-0594a38a666634c3a611faecb14db88f"> [31] </td>
              <td id="table-cell-716d9952156ae5a4cac461fb9d747610">✔</td>
              <td id="table-cell-cce491ddcb68496e3f42f90ef2e8105b"/>
              <td id="table-cell-2166fad2aab5535833e73387309be030">✔</td>
              <td id="table-cell-9366775fa2d1b47f346a96074a01d969">✔</td>
              <td id="table-cell-ea7d29caf328921c17fff007e45ec2c7">✔</td>
              <td id="table-cell-e5272bfb0cae9b1789a8ee1679b3a7fc">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a70b2523e77fdbadd211ec8efe66fa7">
              <td id="table-cell-45b65468ff0454188caf4ec5413d4da9"> [27] </td>
              <td id="table-cell-747202e13be938038ade59f6e2aa5d93">✔</td>
              <td id="table-cell-ab10e3732fcaf8344a5d5abf3b997d01">✔</td>
              <td id="table-cell-389efb6a1dce79696a05a52cee989839">✔</td>
              <td id="table-cell-55c316e9bc0bfcaea65102a9d5ac6e21">✔</td>
              <td id="table-cell-78c5a13cc0069fc711b34f7d9e585ddb">✔</td>
              <td id="table-cell-492b6bfe23b6373d237c97925141249d">✔</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bc1c36c736d6f5043ff915d512935986">
              <td id="table-cell-344c6bada2d1e951244ba694b7400675"> [24] </td>
              <td id="table-cell-25af8043a60970040ecb0a8dd97e03ab">✔</td>
              <td id="table-cell-82db24aed97567f90dd3cdb0776db7f3">✔</td>
              <td id="table-cell-50a3e148c580b59bd6168b2090c19335"/>
              <td id="table-cell-275fb6506835d803aaddaa7342f95ca0"/>
              <td id="table-cell-39befcaf68c530f5240e14ab4aea6960"/>
              <td id="table-cell-cd85a809ceae602e295f2c975072e560">✔</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-93">Dari tabel di atas, terdapat lima artikel yang menyinggung terkait dengan regulai dan kebijakan pemerintah khususnya mengenai sistem penjaminan mutu internal. Terlihat bahwa artikel 2, 3, 6, 7, dan 8 membahas bahwa sistem penjaminan mutu internal merupakan sesuatu yang penting dilakukan oleh setiap Lembaga Pendidikan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa SPMI memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Masih banyak lembaga pendidikan khususnya sekolah maupun maudrasah yang belum mengimplementasikan SPMI, walaupun adanya penjaminan mutu ini sangat penting bagi pengembangan lembaga Pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-94">Beberapa artikel yang terkait pada pembahasan ini menunjukkan bahwa sumber daya lembaga pendidikan memiliki peran yang berarti dalam implementasi SPMI. Terdapat lima artikel yang membahas terkait hal ini yaitu dalam artikel ke 2, 3, 4, 7 dan 8. Banyaknya artikel yang menjelaskan mengenai SDM dalam penjaminan mutu menunjukkan bahwa pentingnya pengembangan SDM dalam menjalankan SPMI. Manajemen sumber daya yang berbasis pada prinsip efisiensi dan keberlanjutan akan mendukung pelaksanaan program pengembangan mutu secara lebih maksimal. Dengan memanfaatkan teknologi pendidikan sebagai salah satu bentuk inovasi sumber daya, madrasah dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Oleh karena itu, penguatan sumber daya fisik, manusia, dan teknologi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penerapan SPMI.</p>
      <p id="_paragraph-95">Pengembangan SDM merupakan kunci keberhasilan implementasi SPMI di madrasah. Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik dan kependidikan berfungsi untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan strategi pendidikan yang berkualitas. Variabel pengembangan SDM ini dibahas dalam artikel yang menjadi data penelitian, terdapat tujuh artikel diantaranya artikel 1-7. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SDM penting dalam SPMI. Selain itu, penguatan budaya belajar dan pengembangan profesionalisme staf menjadi elemen penting dalam menciptakan sinergi antar anggota organisasi madrasah. </p>
      <p id="_paragraph-96">Kurikulum yang relevan dan adaptif sangat diperlukan dalam mendukung kualitas pendidikan di madrasah. Proses perbaikan kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan siswa, perkembangan teknologi, dan tuntutan global. Indikator yang membahas perbaikan kurikulum terdapat dalam 5 artikel yang ada pada data penelitian, artikel yang membahas mengenai perbaikan kurikulum terdapat pada artikel 2, 3, 4, 6, dan 7. SPMI memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi dan merevisi kurikulum secara berkala, sehingga dapat memastikan bahwa materi yang diajarkan selalu sesuai dengan standar pendidikan nasional maupun internasional. Peran serta guru, siswa, dan masyarakat dalam penyusunan kurikulum juga membantu menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan aplikatif.</p>
      <p id="_paragraph-97">Kepemimpinan visioner memainkan peran strategis dalam implementasi SPMI. Pemimpin madrasah yang memiliki visi jelas mampu mengarahkan seluruh anggota organisasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi. Indikator kepemimpinan visioner ini dibahas dalam 6 artikel diantaranya artikel ke 1, 2, 3, 5, 6, dan 7. Kepemimpinan yang inspiratif mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan madrasah. Selain itu, kepemimpinan yang kuat juga dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif, mendorong kolaborasi, dan membangun kepercayaan antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-98">Akuntabilitas lembaga pendidikan menjadi aspek krusial dalam penerapan SPMI. Variabel akuntabilitas lembaga ini terdapat pada 4 artikel diantaranya artikel ke 1, 6, 7, dan 8. Dengan akuntabilitas yang transparan, madrasah dapat mempertanggungjawabkan hasil kerja mereka kepada masyarakat dan pemerintah. Proses ini mencakup pelaporan kinerja, evaluasi hasil belajar siswa, serta penyampaian kebijakan strategis yang dilakukan oleh madrasah. Akuntabilitas yang baik tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik terhadap madrasah, tetapi juga mendorong budaya mutu yang berkelanjutan dalam pengelolaan Pendidikan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-bf4a2570307606e14008f56d8eefe023">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-100">Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, penelitian ini menegaskan pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. SPMI memberikan kerangka kerja yang memungkinkan madrasah untuk secara sistematis mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan. Melalui perbaikan kurikulum, metode pengajaran, serta evaluasi terhadap kinerja guru dan karyawan, SPMI membantu madrasah mencapai dan bahkan melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kepemimpinan visioner menjadi kunci utama dalam implementasi SPMI. Pimpinan madrasah harus memiliki visi yang jelas dan mampu mengarahkan seluruh staf untuk mencapai visi tersebut. Perencanaan strategis yang efektif, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sangat penting dalam memastikan bahwa tujuan mutu yang spesifik dan terukur dapat tercapai. Dengan kepemimpinan yang kuat, semua elemen dalam madrasah dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-101">SPMI juga berperan dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan. Guru yang profesional dan kompeten akan mampu memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan berdampak positif pada hasil belajar siswa. Implementasi SPMI meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan madrasah, membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata masyarakat. Selain itu, SPMI memungkinkan madrasah untuk mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematis. Data ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan merumuskan kebijakan yang tepat. Pengambilan keputusan berbasis data memastikan bahwa kebijakan dan strategi yang diterapkan benar-benar efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-102">Dalam mengembangkan budaya mutu, SPMI mendorong inovasi dan kreativitas dalam proses pendidikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan siswa. Salah satu tujuan utama SPMI adalah memastikan kepuasan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan, termasuk siswa, orang tua, guru, dan masyarakat. Kepuasan ini penting untuk membangun reputasi positif dan meningkatkan partisipasi serta dukungan dari masyarakat. Penggunaan konsep-konsep mutu seperti Total Quality Management (TQM), Model European Foundation for Quality Management (EFQM), dan kerangka kerja Baldrige, memberikan pendekatan yang komprehensif dan sistematis dalam manajemen mutu pendidikan. Konsep-konsep ini dapat dijadikan landasan dalam penerapan SPMI di madrasah. Dengan demikian, implementasi SPMI di madrasah tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, strategi yang tepat dapat mengatasi hambatan tersebut dan memastikan bahwa SPMI dapat diimplementasikan secara efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.</p>
      <p id="_paragraph-104">
        <bold id="bold-35e5f9bcbe322a894b2181fb2fc8b7fa">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-105">Puji Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan dalam mengerjakan artikel ilmiah ini hingga dapat terselesaikan dengan baik. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada orang tua yang selalu mendoakan saya. Kepada pembimbing yang telah memberikan bantuan dan bimbingan serta tidak lupa kepada penulis artikel yang menjadi bahan data penulisan artikel ini.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
