<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>IOT Soft Starter Revolutionizes Single-Phase Induction Motor Control</article-title>
        <subtitle>IOT Soft Starter Merevolusi Kontrol Motor Induksi Fase Tunggal</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-b724056716ac9d81f971e17868f57b93" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hadiyatulloh</surname>
            <given-names>Moh</given-names>
          </name>
          <email>18mohhadiyatulloh@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2dc6589b9b166331a8ca65ef87e3a791" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wisaksono</surname>
            <given-names>Arief</given-names>
          </name>
          <email>Ariefwisaksono@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-05-16">
          <day>16</day>
          <month>05</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="_paragraph-3">Induction motors often face issues with large initial currents that can disrupt networks and damage the motors. This study designs a soft starter for single-phase induction motors using an IoT-based Arduino Uno system to regulate initial current surges and enable remote monitoring via the Blynk App. The system uses the AC Light Dimmer module controlled by Arduino Uno and Wemos D1 Mini microcontrollers, with the PZEM-004T sensor detecting current and voltage. Experimental results showed a significant reduction in initial current, averaging 0.48 A and 201.90 V within 10 seconds. Additionally, the system allows for monitoring from up to 16 km away using an Android smartphone, providing an effective solution for managing induction motor performance and ensuring reliable operation.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">Induction motors; Soft starter; IoT; Arduino Uno; Remote monitoring</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-1efc0135ecf355c8d50719c986cb9483">
      <title>
        <bold id="_bold-23">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">Kebutuhan akan pengontrolan jarak jauh semakin meningkat karena dunia industri selalu di tuntut untuk memberikan perkembangan teknologi terbarukan. Perkembangan teknologi terbarukan ini akan lebih baik lagi jika mempergunakan kecerdasan buatan[1]. Hal ini membuat para <italic id="_italic-34">desainer</italic> berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi yang baru untuk memenuhi tuntutan dunia industri.</p>
      <p id="_paragraph-15">Di dalam dunia industri, teknologi termasuk motor listrik, sangat besar pengaruhnya karena dapat mempercepat waktu produksi, dan mengurangi biaya untuk tenaga kerja manusia. Motor digunakan sebagai tenaga penggerak utama untuk memutarkan mesin-mesin di industri. Motor AC, terutama jenis induksi menjadi salah satu mesin listrik yang sering digunakan di industri-industri. Akan tetapi terdapat persoalan awal dalam <italic id="_italic-35">starting</italic> sebuah motor yaitu problem pada arus awal yang besar sehingga mengganggu jaringan dan dapat merusak motor itu sendiri[2]. Dengan berkembangnya teknologi industri elektronika daya terdapat pemecah masalah yaitu penggunaan <italic id="_italic-36">soft starter</italic>. <italic id="_italic-37">Soft starter</italic> dapat dibuat dan dikendalikan dengan mudah dan praktis serta komponennya mudah ditemukan dalam pasaran sehingga diharapkan dapat digunakan dengan efisien. Oleh karena itu dibutuhkan pendeteksian pada jaringan yang berfungsi untuk <italic id="_italic-38">memonitoring</italic> arus dan tegangan yang dibutuhkan dalam pengasutan <italic id="_italic-39">starting</italic> motor.</p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan kondisi dan kendala tersebut, maka dibutuhkan sistem <italic id="_italic-40">soft starting</italic> motor yang dapat dipantau dari jarak jauh<italic id="_italic-41">. </italic>Parameter yang diperlukan untuk sistem <italic id="_italic-42">soft starting</italic> motor antara lain <italic id="_italic-43">AC Light Dimmer Module</italic>, Modul PZEM-004T. Pada tugas akhir ini, akan dibuat Perancangan S<italic id="_italic-44">oft Starter</italic> Motor Induksi Satu Phasa Dengan Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno Berbasis IoT, sehingga prototipe ini dapat mengurangi arus yang tinggi saat <italic id="_italic-45">staring</italic> pertama dan memberi informasi kondisi motor ke dalam <italic id="_italic-46">smartphone </italic>android.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-3e9e9e7537141631ad5257e5802ba06f">
      <title>
        <bold id="_bold-24">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-18">Pada perancangan sistem akan dijelaskan tentang perancangan perangkat lunak (<italic id="_italic-47">software</italic>) dan flowchart sistem keseluruhan.</p>
      <p id="paragraph-452f324ae9516721faca71e41178c0c9">a. Perancangan perangkat lunak (<italic id="_italic-59">software</italic>) dijelaskan guna mengetahui jalannya sistem <italic id="_italic-60">software</italic> yang akan dirancang. Berikut adalah flowchart perancangan <italic id="_italic-61">software.</italic></p>
      <fig id="figure-panel-cc742efd3458cd1c741f795871d95f28">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Flowchart Perancangan <italic id="_italic-48">Software</italic></title>
          <p id="paragraph-73b4084b0705665a7f68caacaf9b1bb5" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-5f251ec3e259d024bd8bbbdf0643e00e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (67).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-20">Gambar 1. Dijelaskan bahwa proses awal <italic id="_italic-49">software </italic>dimulai dari setting <italic id="_italic-50">board</italic> dan <italic id="_italic-51">port</italic> pada mikrokontroler dengan Wemos D1 Mini guna menyinkronkan antara <italic id="_italic-52">board</italic> dan <italic id="_italic-53">port</italic> mikrokontroler serta Wemos D1 Mini dengan laptop. Kemudian mendeklarasikan variabel yang digunakan, konstanta dan konfigurasi pada pin mikrokontroler serta Wemos D1 Mini, lalu <italic id="_italic-54">compile</italic> program. Jika program sukses <italic id="_italic-55">compile</italic>, maka bisa di<italic id="_italic-56">upload</italic> kedalam mikrokontroler serta Wemos D1 Mini dan program dijalankan, jika tidak maka akan kembali kepada<italic id="_italic-57"> setting board </italic>dan <italic id="_italic-58">port</italic> mikrokontroler serta Wemos D1 Mini agar sinkron[3].</p>
      <p id="paragraph-62c220d61a7293f4278bdcfe660941c4">b. Flowchart sistem keseluruhan dijelaskan untuk mengetahui jalannya seluruh sistem yang utuh. Berikut adalah flowchart sistem keseluruhan.</p>
      <fig id="figure-panel-cd58142fe7e65c3012cd2809f71088d2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Flowchart Sistem Keseluruhan</title>
          <p id="paragraph-71ad720640efea4cdafb8cd874f75905" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-ec3e8383e4f0cfb367e66cba9f9caf50" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (68).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Gambar 2. Menjelaskan proses awal sistem keseluruhan yaitu, <italic id="_italic-62">setting board</italic> dan <italic id="_italic-63">port</italic> pada mikrokontroler serta Wemos D1 Mini guna menyinkronkan antara <italic id="_italic-64">board </italic>dan <italic id="_italic-65">port</italic> mikrokontroler serta Wemos D1 Mini dengan laptop. Kemudian mendeklarasikan variabel, konstanta dan konfigurasi yang digunakan, pada pin mikrokontroler serta Wemos D1 Mini lalu <italic id="_italic-66">compile</italic> program. Jika program sukses di<italic id="_italic-67">compile</italic> maka, program di<italic id="_italic-68">upload</italic> kedalam mikrokontroler serta Wemos D1 Mini dan program dijalankan, jika tidak maka akan kembali pada <italic id="_italic-69">setting board</italic> dan <italic id="_italic-70">port </italic>mikrokontroler serta Wemos D1 Mini agar sinkron. Setelah proses <italic id="_italic-71">software </italic>selesai maka program dapat dijalankan dengan mikrokontroler sebagai prosesornya. Sensor PZEM-004T mendeteksi besaran arus dan mendeteksi besaran tegangan pada motor induksi satu phasa kemudian data dikirim menuju blynk server agar data dapat ditampilkan pada Blynk App android supaya bisa diakses pengguna[4].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-bef04cbbec89511f0c88ff77ffb4e14f">
      <title>
        <bold id="_bold-25">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-24">Pembahasan tentang pengujian hasil perencanaan dari sistem yang telah dibuat di terangkan pada bab ini. Dimana pengujian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui tentang prinsip kerja atas kesesuaian perencanaan[4]. Proses pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara keseluruan.</p>
      <p id="_paragraph-25">Pengujian alat meliputi 2 bagian yaitu:</p>
      <p id="paragraph-36c27314bd4a881ded29c49034a6fe4d">1. Pengujian perangkat lunak (<italic id="_italic-72">software</italic>)</p>
      <p id="paragraph-89313468a8b75d92c78bfd2a2d5d7f34">2. Pengujian perangkat keras (<italic id="_italic-73">hardware</italic>)</p>
      <p id="paragraph-a0dda3c50ff884a85b6ad4d2d234e1e2">1. <bold id="_bold-26">Pengujian Perangkat Lunak (</bold> <italic id="_italic-74"><bold id="_bold-27">Software</bold></italic><bold id="_bold-1"> </bold><bold id="_bold-28">)</bold></p>
      <p id="_paragraph-26">Pada pengujian perangkat lunak setelah algoritma pemrograman disusun menggunakan <italic id="_italic-75">software</italic> Arduino IDE dilakukan proses <italic id="_italic-76">verify</italic> untuk memeriksa apakah ada <italic id="_italic-77">eror</italic> atau kesalahan pada program yang telah dibuat. Berikutnya di lakukan proses <italic id="_italic-78">upload</italic> untuk transfer program ke mikrokontroler Arduino Uno dan Wemos D1 Mini untuk menjalankan sensor dan sistem sesuai algoritma yang telah dibuat. Tampilan proses pengujian pada Arduino IDE seperti pada gambar 3.</p>
      <fig id="figure-panel-007bd5bc230896129ca122643d4286cf">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Pengujian Algoritma Pemrograman Pada Arduino IDE</title>
          <p id="paragraph-aee04db7e5333786ddc1c8382673c05f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-cf98f5c8a04ed09f1ba8172abb0a1b93" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Screenshot (69).jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-28">Selanjutnya proses pengujian perangkat lunak dilaksanakan pada Blynk App sebagai platform IOT untuk melakukan <italic id="_italic-79">monitoring</italic> dan kontrol alat menggunakan <italic id="_italic-80">Smartphone</italic> Android melalui jaringan Internet. Seperti ditunjukkan pada Gambar 4.</p>
      <fig id="figure-panel-972fb2a356e17d7905cf9ad17214e680">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Pengujian Sistem Aplikasi Blynk untuk <italic id="italic-1">monitoring</italic> dan kontrol alat</title>
          <p id="paragraph-a9297df2d590bab434f4e08dc7845724" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d5cb1776de032b171353ff73ed8bfea2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Screenshot (70).jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-30">Pada tampilan Blynk terlihat ketika alat sudah bekerja layar <italic id="_italic-82">Smartphone</italic> Android menampilkan nilai arus dan tegangan yang terbaca oleh sensor.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-29">2. Pengujian Perangkat Keras (</bold>
        <italic id="_italic-83">
          <bold id="_bold-30">Hardware</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-30">
          <bold id="_bold-2" />
          <italic id="_italic-1" />
          <bold id="_bold-3" />
          <italic id="_italic-2" />
        </bold>
        <bold id="_bold-31">)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Pada pengujian perangkat keras (<italic id="_italic-84">hardware</italic>) dilakukan dengan menguji sistem perbagian dengan alat standar untuk mengetahui akurasi pengukuran sensor. Diantaranya adalah:</p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-32">A. </bold>
        <bold id="_bold-33">Pengujian Arus Pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar Amperemeter Digital</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Pada pengujian ini sensor PZEM-004T difungsikan untuk mengukur arus dengan perbandingan Amperemeter Digital[5],[6],[7]. Seperti ditunjukkan pada Gambar 5.</p>
      <fig id="figure-panel-469d0b669b10741783558a7a62bf3a53">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Pengujian Arus Pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar Amperemeter Digital</title>
          <p id="paragraph-762494d87a92d9cb43018dcaf76d85d1" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-50153aeadcf21c60d4bc7d0e0b3d0a1f" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Screenshot (71).jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-36">Dalam pengujian tersebut maka dapat disimpulkan dan mendapatkan sebuah catatan agar kita bisa melihat nilai arus pada alat ini saat bekerja. Hal tersebut dilihat dari Tabel 1 dibawah ini</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Pengujian Arus Pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar Amperemeter Digital</title>
          <p id="_paragraph-38" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c8df7d39678cb6b94f68a32825dc20a0">
              <td id="table-cell-85ea575be68cb2a646c9dc413973631e" colspan="5">Data Pengujian Arus Pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar Amperemeter Digital</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cf05dd949798f6e4e4d4d6690b49def7">
              <td id="table-cell-7c7dd2bcb41635709ce991323f28adfd">Waktu Sekon (S)</td>
              <td id="table-cell-75cfa5edf95d2c0d8bce87477345cfe7">Sensor PZEM-004T</td>
              <td id="table-cell-fa4e013082f44ff8144196cb92cfd2d1">Amperemeter Digital</td>
              <td id="table-cell-72c2a7e6840a47add24f63b336c3894c">%Ketepatan</td>
              <td id="table-cell-80a486b2a61f8c441d4a45486cc9388a">%Kesalahan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-65a08b2c66cb0b801b75ac21f330b44e">
              <td id="table-cell-c2807a1173f17c0cab054fc783cb4763">1</td>
              <td id="table-cell-ca57f2dc8fb0a02d153ce495bb70715a">0,41 A</td>
              <td id="table-cell-c8d9e1d92294e9124acf8ab4ff99ef6c">0,18 A</td>
              <td id="table-cell-b1fb9c6f52cdd26563a6e6bd259286e6">43,90%</td>
              <td id="table-cell-e8052bddbe35a5e8c624aac9933cdc8d">56,10%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-31756e7020701508083c8a02ffe2b1e4">
              <td id="table-cell-8329b3566ce586287d3adb911dbafc5d">2</td>
              <td id="table-cell-f38efeb81151c99d6bf55a000ece0632">0,43 A</td>
              <td id="table-cell-d414c0270f2a95a155c983123cae3975">0,19 A</td>
              <td id="table-cell-ced1280d67280a615710ecb55c988f60">44,19%</td>
              <td id="table-cell-9e9b7e8f0cc68e96baa7044c3de6805e">55,81%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2908489d553a399d7aee10ee012c3637">
              <td id="table-cell-ab6c6c016ef1f3ca988faab0d86d8d69">3</td>
              <td id="table-cell-781754b188345cac22ed565ceb0e917b">0,45 A</td>
              <td id="table-cell-47662274daa3e30fadfa694df077badb">0,2 A</td>
              <td id="table-cell-715bb2c0eafc3c12e5afe078cbb5f1d9">44,44%</td>
              <td id="table-cell-837b9d133d5f7dba0d4dc9d931047c76">55,56%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa810b4741426c5b09543c983ad31d28">
              <td id="table-cell-8aa3be7dcdd8f50803db355608151430">4</td>
              <td id="table-cell-3f02e7f9cb2ef3a90fcde9c140862d36">0,47 A</td>
              <td id="table-cell-306d137a241ddeb2274216247af70a5a">0,28 A</td>
              <td id="table-cell-f952dc217bda7470588b5ed983084338">59,57%</td>
              <td id="table-cell-ab79be559bfe77cda4c3a28b118af842">40,43%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-421179fb1bd0524b6de8f9b60ac03ab9">
              <td id="table-cell-2b1e15ee770c41fc742d103850ac7624">5</td>
              <td id="table-cell-6057b6a4fd236a8eebeda0ea60fc3105">0,48 A</td>
              <td id="table-cell-524d07f8de67edef12ab85441a7e8c0f">0,29 A</td>
              <td id="table-cell-c8fc51cbe99a6c58de90f6b6d29a2f86">60,42%</td>
              <td id="table-cell-8596a9e0b092d22b4e9aaf1b073089a0">39,58%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-db1ae6d8b64d8184e5537ce1d2a34560">
              <td id="table-cell-1d657a5264b83b52ead923915518c01d">6</td>
              <td id="table-cell-5ca2eb5bcb1d80fb59c5baad5a21ab68">0,5 A</td>
              <td id="table-cell-a30b104a4e4df4b8baf21ca158a37681">0,3 A</td>
              <td id="table-cell-d2ca196e74de1b31b1ff70aa0aa09931">60,00%</td>
              <td id="table-cell-92aeaa412ad806bf00263900677244fa">40,00%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aa4a765f2600c14e99c4fbfb664c2a54">
              <td id="table-cell-2a23f4ace70f283e3512b0a6f397de83">7</td>
              <td id="table-cell-65efdf838f46ba6acfdba90912ac7895">0,51 A</td>
              <td id="table-cell-05435c98b6e352018361e0a1055b05d0">0,45 A</td>
              <td id="table-cell-3bf629aca1feb1411fda185ae84fc60d">88,24%</td>
              <td id="table-cell-7bdc583f3ebe06374c35ea5e0719edec">11,76%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-81b081e88c742cd9de8484ca52f7f573">
              <td id="table-cell-b098d2cebede5e933c1d150d89c29fb8">8</td>
              <td id="table-cell-5b705c09c18a47aa6eb087209bf760d9">0,52 A</td>
              <td id="table-cell-b4fecdefc621daa40a51c989daa0f740">0,47 A</td>
              <td id="table-cell-6f1a54a8656eebffae95c29ebdf1de55">90,38%</td>
              <td id="table-cell-e61444754385c0a9332b3d8e61413ff2">9,62%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-92b42864ec62d26ff8c0c119f3e388a4">
              <td id="table-cell-02828e3e3a556941cbac9cab2317b8b8">9</td>
              <td id="table-cell-81b7f2dda47892b6c5f05f1107987142">0,53 A</td>
              <td id="table-cell-5313da04cf907ccb893f80e4a0ac35c9">0,48 A</td>
              <td id="table-cell-dd42ca4da4c4ecff2269aaeea44aca83">90,57%</td>
              <td id="table-cell-bdad800ba8b0dbb6688a43cf64433eac">9,43%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5b7837ac07d4aaf461e962eda06b1b64">
              <td id="table-cell-605bfb221d14b9c87f75103ebadda91d">10</td>
              <td id="table-cell-0c7d550eb2acf2a32f7117269a1f35a9">0,54 A</td>
              <td id="table-cell-a31b50b1bf009f8397587b315a1f32c3">0,49 A</td>
              <td id="table-cell-a7794fa9fe5fafe6ea08542e8a774cf7">90,74%</td>
              <td id="table-cell-8a0ba2b75650293cc0dfe4dd45962404">9,26%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6a8f9a1837cfcb62f9c09d170a3a16c2">
              <td id="table-cell-8ca7c8eae4ec4eccfb9c5da213f04d50">Rata-Rata</td>
              <td id="table-cell-e4ac8cabb66f2a019cc2d7160c6b9d30">0,48 A</td>
              <td id="table-cell-9292beb0e5329ff9d9453f4c5228617f">0,33 A</td>
              <td id="table-cell-a7068c16d9b155e6de51d029b49e0155">67,25%</td>
              <td id="table-cell-e6149bf8471af8034931be100667cf54">32,75%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bb21810662755cd08f5840bcbad4aab3">
              <td id="table-cell-fe202f527f79be033d3affb6a6aeb325">Standar Deviasi</td>
              <td id="table-cell-866f3f705c42ccaf21c83ac154c88bbd">0,04 A</td>
              <td id="table-cell-166a3bd6f61c0440114ab64fb4670e76">0,13 A</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-39">Dari hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali dalam waktu 10 detik setiap pengukurannya, didapatkan sensor PZEM-004T mengukur arus pada motor induksi satu phasa dengan nilai rata-rata adalah 0,48 A dengan standar deviasi 0,04 A. Sedangkan dari hasil pengukuran yang dilakukan dengan metode dan cara yang sama menggunakan alat standar yaitu Amperemeter Digital nilai rata rata adalah 0,33 A dengan standar deviasi 0,13 A. Untuk rata-rata presentase ketepatan antara hasil pengukuran menggunakan sensor dengan alat standar yaitu 67,25% dengan presentase kesalahan 32,75%. Hal itu menunjukan pengukuran arus menggunakan sensor dan alat standar memiliki hasil yang cukup stabil mulai dari pengukuran pertama sampai pengukuran ke 10 selama 10 detik waktu pengukuran. Untuk analisa hasil pengukuran pada tabel disertakan juga rumus perhitungan[5],[8] sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-62501575c8243d0a221557aada7f7f73">a. Rumus perhitungan rata – rata</p>
      <fig id="figure-panel-5b4096d4453c2959c3ba3e4c5f9443bd">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-09821edf91e8b5df1665e62e41c96342" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e9f5d7cd3396f0a4098db62e2e55c706" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (73).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-5fd652689a46d8f3611ad0d04c3c3c3c">b. Rumus Persentase Ketetapan :</p>
      <fig id="figure-panel-9e3e779b031e31fde8a2bd49d023a319">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-5ca51adf796a8f10a0f8fc19b05773ba" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-15ad24d6e30c04233d5b501584c7f073" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (74).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-91809c4a0ff1b883e32e9e2acf371e37">c. Rumus Persentase Kesalahan :</p>
      <fig id="figure-panel-ef9f657fd31ceafde249fb32405e35db">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-ec1e00d18bccf6d350a6303f452c7b9d" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-76f281d762789ce31e78698205364c3f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (75).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-8e04029844222ce6cd8b28642d040667">a) Perhitungan Rata-Rata Pengukuran Arus Motor Induksi Satu Phasa Menggunakan Sensor PZEM-004T</p>
      <fig id="figure-panel-dd97e51ef0e29ac5b3012fe08e015a67">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-e4ca5528831666e08cc62e5133a9465b" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-a64cb821bc08bc7657e8056f0eb347a1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (76).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-966880725803c243def1471961765464">b) Perhitungan Presentase Ketepatan Pengukuran Arus Pada Pengujian ke 1</p>
      <fig id="figure-panel-923e4d03924b48446c1a86bf3c780d4c">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-6e574bd4d11bee8e14e9895d94844fe6" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8e55b05364d2d1a6c315a2f156427a99" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (77).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-c51b649efef4e3f50a7ff7f105ca7ceb">c) Perhitungan Presentase Kesalahan Pengukuran Arus Pada Pengujian ke 1</p>
      <fig id="figure-panel-93bff9d38797c8345b943088d4906d4c">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-733d4c4f1a72bfaa221fd7c8f21b7f23" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-135cf39cef19a82b05ba35fe7678c5b0" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Screenshot (78).jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-42">
        <bold id="_bold-34">B. </bold>
        <bold id="_bold-35">Pengujian</bold>
        <bold id="_bold-36">Tegangan</bold>
        <bold id="_bold-37">Pada Sensor PZEM-004T </bold>
        <bold id="_bold-38">dengan</bold>
        <bold id="_bold-39">Alat</bold>
        <bold id="_bold-40">Standar</bold>
        <bold id="_bold-41">AVOmeter</bold>
        <bold id="_bold-42">Digital</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">Pada pengujian ini sensor PZEM-004T difungsikan untuk mengukur tegangan dengan perbandingan AVOmeter Digital[9],[2],[10]. Seperti ditunjukkan pada Gambar 6.</p>
      <fig id="figure-panel-1b9b492e1ca2398220584b6b66a05b55">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <title>Pengujian Arus Pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar Amperemeter Digital</title>
          <p id="paragraph-c93e99ae4276f40bef5b1b0fe190e862" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-8a8de74a9bed8cad0d854c199982d388" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Screenshot (72).jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-45">Dalam pengujian tersebut maka dapat disimpulkan dan mendapatkan sebuah catatan agar kita bisa melihat nilai tegangan pada alat ini saat bekerja. Hal tersebut dilihat dari Tabel 2 dibawah ini</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Hasil Pengujian Tegangan menggunakan Sensor PZEM-004T dengan Perbandingan AVOmeter Digital</title>
          <p id="_paragraph-47" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-57065a7cf335900edc6586bac5e37d35">
              <td id="table-cell-70ecf7c3f994f7bc0cd46109d1b1514c" colspan="5">Data pengujian Tegangan pada Sensor PZEM-004T dengan Alat Standar AVOmeter Digital</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f63a8a140e0a8499a8373ed2a2daf6fb">
              <td id="table-cell-b9b8a0e890c8237ee5c4543a66eb0ac6" rowspan="2">Waktu Sekon (s)</td>
              <td id="table-cell-ad85f77d6503c6cbefaef306201ce995" rowspan="2">SensorPZEM-004T</td>
              <td id="table-cell-bed3cc07cba3bda22322fe3819bbe60b" rowspan="2">AVOmeter Digital</td>
              <td id="table-cell-ad3c259974e7d9ef1a398c951d20f08e" rowspan="2">%Ketepatan</td>
              <td id="table-cell-d2e20b83ab75d8db3b5bb320d597f8d2" rowspan="2">%Kesalahan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4d1f33773659684bd761ebcc6c06a889">
              <td id="table-cell-84999f18d781a2081863b903400773c8">1</td>
              <td id="table-cell-f0f74f0db48347938ff49fe5fcb753e4">201,1 V</td>
              <td id="table-cell-35e90f4a2a609b1f6ee82c7c0ee4d318">32 V</td>
              <td id="table-cell-5eb04560c214150465da606b40c960bd">15,91%</td>
              <td id="table-cell-76e86d6a7a0d2d506d9cb92c430e652b">84,09%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e9c87703810c4626c575b00d709f548b">
              <td id="table-cell-0f1f22adfa759987542b70d11d7a10bc">2</td>
              <td id="table-cell-a8db3324fb68b7656591d5247216b82b">201,3 V</td>
              <td id="table-cell-4ea61ab1b8d818b8caff5d6e0bac8a62">57 V</td>
              <td id="table-cell-288daff0b6d49c88c8d9dada507cf9c6">28,32%</td>
              <td id="table-cell-c31a35c132ac3c75fa632167b8e6aa23">71,68%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-64224fabffc965d00c8b98947279ebaa">
              <td id="table-cell-7b8f52f873db4b791ba85f5bb7279152">3</td>
              <td id="table-cell-86a2ede1e1a986a1e2fb446c4ff766bc">201,5 V</td>
              <td id="table-cell-a3fb064b916b9255a7dd899da34e993d">60 V</td>
              <td id="table-cell-e9e9e26d8686166e4cfa70bfdfa3087e">29,78%</td>
              <td id="table-cell-d5acff92f6608c5f202ae933f9d12798">70,22%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d3ec9c78b08dce9ea4d03f8df40d9a1b">
              <td id="table-cell-b422114f38e7f2e39c2e551bc0d2c2f4">4</td>
              <td id="table-cell-9745d3a5c2d2d1ccaafa8fc16b9d4b72">201,7 V</td>
              <td id="table-cell-c2b473aa8f10ca8f307e4842066aba49">80 V</td>
              <td id="table-cell-a8abf62892c69f97d56025d22d0a1b0d">39,66%</td>
              <td id="table-cell-14b4d24103f63f8bd63579cd166d27d4">60,34%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9d0dc27a989a1ff5d53a41aff16c5b6c">
              <td id="table-cell-e88fdf2e9485fad1eb1fdcbe0fe3988c">5</td>
              <td id="table-cell-15c466b272b603786456adc5825f7df5">201,9 V</td>
              <td id="table-cell-1aca75e4136b7d77871cae6ce4073756">100 V</td>
              <td id="table-cell-937148395e021f94d0f7eaedab038232">49,53%</td>
              <td id="table-cell-f78caf7c4da6f35c68e746c9029d76ea">50,47%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cd49786989b555d397978677aa6fab83">
              <td id="table-cell-1b4b85eabc44c22983efcee6a6286b31">6</td>
              <td id="table-cell-450d4604223adb5d7c3f0c0c807da5ca">202 V</td>
              <td id="table-cell-cfd210ff9f3cb7a3feafaf0bcbcb567e">120 V</td>
              <td id="table-cell-257dd7db71c5a622304a8be9f42be9f2">59,41%</td>
              <td id="table-cell-f02d98683e01db52c350376217de9db8">40,59%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-80e1c4444b8e41455a98f09a04eef2ab">
              <td id="table-cell-bf03b7c1a44b7b85e51cf8ea14de113f">7</td>
              <td id="table-cell-14583da559ad5b3a99b864998061c2d9">202,1 V</td>
              <td id="table-cell-6654bcc9f5fa4e7be71aebd3c1a8f86c">180 V</td>
              <td id="table-cell-50d9d5357658729101268157904e3626">89,06%</td>
              <td id="table-cell-1e3a1dccd815ab692839a8fdc9d4a0f0">10,94%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0292b7f3cc38b2ae8113fac1020050b">
              <td id="table-cell-88f7a2168b06d2f62c8d6c4e1273b79c">8</td>
              <td id="table-cell-7ff2b7930adc9a090f128d89838e3194">202,3 V</td>
              <td id="table-cell-348875b07f20bf362ec3bd779f1215fd">200 V</td>
              <td id="table-cell-29fbdc66938490a8bce0366f0ae87bd2">98,86%</td>
              <td id="table-cell-3b49a3783277fbacfd93ea4ce61b1941">1,14%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fd727c5efefc852b7fd5253ecd3813c5">
              <td id="table-cell-3bb07abb7db8a07eeb3bd35073581a54">9</td>
              <td id="table-cell-9c98579369945c2e794d4ba9c47b9a28">202,4 V</td>
              <td id="table-cell-27a59545afed218c2efba7b2ba8417d5">215 V</td>
              <td id="table-cell-6823b7290032cf801bebf46f2aad075e">93,77%</td>
              <td id="table-cell-3d9325213325c5164e4f7bb58b706f8b">6,23%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-693984a74d596843b81c36bb87547262">
              <td id="table-cell-eac826d951fddc2eed33ed42d850acda">10</td>
              <td id="table-cell-aed32e0ec903c0cfdce8bab23ca682fd">202,7 V</td>
              <td id="table-cell-66607e855a26bca1a9031fcd2150da68">219 V</td>
              <td id="table-cell-491095f86d3c8cedf47017f0de6b095e">91,96%</td>
              <td id="table-cell-65afa12d07f5cbf4393875c69a28cd57">8,04%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0d1bc6d81db490ce4d1b5a323944fe2c">
              <td id="table-cell-50bd04f22d97925b96c3de1d4f07987d">Rata-rata</td>
              <td id="table-cell-0ae91204bf5d8a00e251fb20cf0185ca">201,90 V</td>
              <td id="table-cell-ec1120ed241a1aced3a96899e0598aa9">126,30 V</td>
              <td id="table-cell-2178867181924ff4223d47d41ab3fb0e">59,63%</td>
              <td id="table-cell-0423f055a870452ca6a676faf4894f49">40,37%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1c1f767c6b25998f525502b545e9f34b">
              <td id="table-cell-47addd44a45872a9605305a28dd9fa4e">Standar Deviasi</td>
              <td id="table-cell-a268d8fdf100439fa80e75f6d6a9d28e">0,51 V</td>
              <td id="table-cell-d5390e272ace7aedc276b3fb494dbb83">71,29 V</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48">Dari hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali didapatkan sensor PZEM-004T mendeteksi tegangan motor induksi satu phasa dengan nilai rata-rata adalah 201,90 V dan standar deviasi 0,51 V. Sedangkan dari hasil pengukuran yang dilakukan sebanyak 10 kali menggunakan alat standar yaitu AVOmeter Digital nilai rata-rata adalah 126,30 V dengan standar deviasi 71,29 V. Untuk rata-rata presentase ketepatan antara hasil pengukuran menggunakan sensor dengan alat standar yaitu 59,63% dengan presentase kesalahan 40,37%. Dilihat dari nilai standar deviasi pengukuran menggunakan sensor memiliki varian nilai yang didapat lebih stabil yaitu 0,51 V. Sedangkan nilai standar deviasi pengukuran menggunakan alat standar yaitu 71,29 V. Hal ini menunjukkan pengukuran menggunakan sensor memiliki hasil yang lebih stabil ditinjau dari hasil data pengukuran yaitu rata-rata 201,90 V dengan nilai tegangan terendah 201,1 Vdan nilai tegangan tertinggi 202,7 V. Berbeda dengan pengukuran menggunakan alat standar dengan standar deviasi 71,29 V hasil data pengukuran kurang stabil dibandingkan dengan pengukuran menggunakan sensor. Untuk analisa hasil pengukuran pada tabel disertakan juga rumus perhitungan[5],[8] sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-49">a. Rumus perhitungan rata – rata</p>
      <fig id="figure-panel-ffbd269fd9e4e0c953f61b2e0b0fee36">
        <label>Figure 13</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-8abce76ec20999982b60546c7db4c4d2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-72cf4e2392193ad99d8d8f277b9a2880" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (79).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-4ce9fd0f2c5817c265823ad01c5edc5e">b. Rumus Persentase Ketetapan :</p>
      <fig id="figure-panel-d46a690563f7cf04318ca4eb539ac68b">
        <label>Figure 14</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-60012ff658a174b69a278ab2be9df991" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-83a421283e3122ced9501fdf25b810b1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (80).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-962ad6a3568f6e504917f85576235caa">c. Rumus Persentase Kesalahan :</p>
      <fig id="figure-panel-511f4e90515ebf5f7181a9bef8900f51">
        <label>Figure 15</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-81864c799f10fcce951450723f881ef1" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-c5d54c2af07797766640ef138528a818" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (81).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-f22c5ae1c4d2942d15b685d2a4dd7f6b">a) Perhitungan Rata-Rata Pengukuran Tegangan Motor Induksi Satu Phasa Menggunakan Sensor PZEM-004T</p>
      <fig id="figure-panel-45d2b332bb8ccb9b07341606b201d610">
        <label>Figure 16</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-47c678dd4be9410e47422336af881f24" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-21b91d271dbd18a5961f3e022f5baa51" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (82).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-125030cf834c24d1d46b02b783ca8181">b) Perhitungan Presentase Ketepatan Pengukuran Tegangan Pada Pengujian ke 1</p>
      <fig id="figure-panel-e0deff459e08d987492e8bb937525031">
        <label>Figure 17</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-5d7d0c82c51667a39554eb905486ebbc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-934ed2989be058ed7b7077c400e223c7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (83).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-b43db5af7670270684563ddb5b876dff">c) Perhitungan Presentase Kesalahan Pengukuran Tegangan Pada Pengujian ke 1</p>
      <fig id="figure-panel-a666ff9be5eec94ce2e2fda349760c29">
        <label>Figure 18</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-0ba4e51da6d9654d28c06556e9f4c829" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-282373d7b36da6e21d5c179f2a1822f1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (84).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-52">
        <bold id="_bold-43">C. Analisa Hasil Pengujian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-53">Dari hasil analisa pengujian diatas, performansi motor induksi satu phasa berdasarkan 2 variabel pengukuran yaitu arus dan tegangan. Analisa performansi dilakukan dengan cara <italic id="_italic-85">monitoring</italic> dan hasil <italic id="_italic-86">monitoring</italic> dianalisa untuk dijadikan pengaman motor satu phasa jika :</p>
      <p id="paragraph-07b11d1ebe889ef7f279e4caea6efbbe">1. Arus motor induksi satu phasa lebih dari 1.1 A</p>
      <p id="paragraph-30213cdf7797ac3873914749670b0f93">2. Tegangan motor induksi satu phasa lebih dari 220 V.</p>
      <p id="_paragraph-54">Jika terjadi salah satu kondisi seperti diatas maka motor satu phasa bisa dimatikan karena motor tidak bekerja pada performa yang seharusnya. Hasil percobaan tersebut ditampilkan pada <italic id="_italic-87">smartphone</italic> android melalui <italic id="_italic-88">platform</italic> IOT Blynk <italic id="_italic-89">a</italic><italic id="_italic-90">pp</italic>. Sehingga perancangan alat ini bisa dikontrol dan di <italic id="_italic-91">monitoring</italic> melaui jarak jauh.</p>
      <p id="_paragraph-55">Dari pengujian sensor PZEM-004T untuk mendeteksi arus motor induksi satu phasa yang dilakukan sebanyak 10 kali dalam waktu 10 detik setiap pengukurannya, didapatkan sensor PZEM-004T mendeteksi arus motor induksi satu phasa dengan nilai rata-rata adalah 0,48 A dengan standar deviasi 0,04. Dengan presentase ketepatan antara hasil pengukuran menggunakan sensor dengan alat standar yaitu 67,25%. </p>
      <p id="_paragraph-56">Untuk Pengujian tegangan motor induksi satu phasa menggunakan sensor PZEM-004T yang dilakukan sebanyak 10 kali didapatkan sensor PZEM-004T mendeteksi tegangan motor satu phasa dengan nilai rata-rata adalah 201,90 V dan standar deviasi 0,51. Dengan presentase ketepatan antara hasil pengukuran menggunakan sensor dengan alat standar yaitu 59,63%.</p>
      <p id="_paragraph-57">Dari kedua variabel yang telah dideteksi yaitu tegangan dan arus, modul <italic id="_italic-92">soft starter</italic> dalam kondisi normal dan bisa bekerja dengan performa yang maksimal.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f794499e5cf29f15bfbc5f10c98cb7ac">
      <title>
        <bold id="_bold-44">KESIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-59">Setelah di buat suatu rancangan dan percobaan serta pengambilan data beberapa kali pada rangkaian soft start motor induksi satu phasa maka dapat disimpulkan bahwa :</p>
      <p id="_paragraph-60">1. Dengan membuat sistem perancangan soft starter motor induksi satu phasa menggunakan mikrokontroler arduino uno berbasis iot dapat mengurangi arus <italic id="_italic-93">start</italic> awal pada motor sampai pada detik ke 10 dengan rata-rata arus sebesar 0,48 A dan tegangan sebesar 201,90 V.</p>
      <p id="_paragraph-61">2. Dengan memanfaatkan smartphone android dapat memonitoring tegangan dan arus pada rangkaian dari jarak sejauh 16 km.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>